
Terima kasih untuk yang sudah baca, komen, dan likenya.
Karena cerita ini akan segera tamat."-"
π Happy reading π
"Maaf, anda bisa jelaskan nanti di kantor polisi." Ucap seorang polisi yang tidak memberikan kesempatan bicara padanya.
"Pak, putra saya tidak bersalah, ini semua bohong pak." Ujar Duddy sambil berusaha melepaskan tangan si polisi.
"Maaf, bukan hanya dia yang akan ikut kekantor polisi. Tapi, anda juga akan ikut kami, atas tuduhan penipuan." Polisi langsung menyilang kan tangannya kebelakang dan langsung memborgol nya.
Duddy maupun Liam memberontak dia berusaha melepaskan diri namun, mereka sudah dibawa masuk ke dalam mobil.
*****
UWEK
UWEK
UWEK
Brandon memuntahkan semua makanan diperutnya. Padahal kemarin malam dia hanya makan sedikit dan pagi ini dia mengalami muntah yang mengakibatkan badannya terkulai lemas.
Brandon bersandar di dinding kamar mandi. Terlihat jelas wajah lesu dan tak bertenaga nya. Zelle datang membawa minyak kayu putih.
"Pasti asam lambung mu kumat karena kemaren malam kamu tidak makan apapun." Zelle mengusapkan minyak kayu putih ke perut Brandon.
Brandon bersandar di dada Zelle. Dia bersikap sangat manja.
"Sayang, perutku sakit. Mau ini." Brandon menengadah menatap Zelle dan memanyunkan bibirnya menunjuk ke buah dada Zelle.
Zelle geli melihat tingkah Brandon yang tak tampak seperti biasa.
"Sakitpun masih bisa mesum." Zelle mencium keningnya dengan penuh kasih sayang. Kemudian Zelle memapah Brandon keranjang tempat tidur.
Zelle membaringkannya dan menyelimutinya. Saat dia akan pergi, Brandon pun memegang tangannya, "Jangan pergi, temani aku."
Zelle melihat wajah pucat Brandon, kemudian dia mengangguk dan mulai membaringkan tubuhnya disamping Brandon. Zelle mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Brandon dengan lembut.
"Sayang mau ini." Pinta Brandon sekali lagi. Dia tampak seperti anak kecil yang merengek meminta sesuatu.
__ADS_1
"Minum air putih aja ya, yang ini tidak ada airnya." Tawar Zelle lembut.
Mendengar hal itu, Brandon cemberut dia tidak suka penolakan.
"Baiklah, ambil sendiri." Melihat wajah cemberut Brandon, Zelle akhirnya mengalah. Dia mempersilakan Brandon melakukan keinginan nya.
Setelah mendapat persetujuan dari Zelle, Brandon tersenyum sumringah, dia pun bergegas mengeluarkan sesuatu itu dari pembungkusnya. Dan kemudian, dia mulai menyedot tong kosong itu.
Zelle berdesis, "Jangan digigit."
Selama Brandon menyusu, Zelle membelai wajahnya, dia memperlakukan nya seperti seorang bayi. Kadang-kadang Zelle juga mencium keningnya. Brandon menyusu seperti bayi, entah kenapa dengan melakukan hal itu bisa mengurangi rasa mualnya.
****
Setelah beberapa hari Brandon mengalami muntah dipagi hari, nafsu makannya pun berkurang. Wajahnya sangat pucat dan hal itu membuat Afina cemas. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membawa Brandon kerumah sakit.
Setelah melewati beberapa pemeriksaan, dokter pun mengatakan, "Tuan Brandon tidak apa-apa. Tidak ada yang serius. Ini wajar terjadi pada kondisi kehamilan."
Semua orang disana tercengang, bagaimana bisa Brandon hamil. Afina menutup mulutnya, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Brandon, sejak kapan kamu....." Afina tidak bisa melanjutkan perkataannya, dia tidak percaya dengan ini.
Dokter yang melihat keanehan dari wajah mereka pun, tersenyum geli, kemudian dia berkata, "Siapa disini istri dari Tuan Brandon."
"Saya, saya dok." Zelle melihat kearah dokter. Kemudian dokter itu pun tersenyum.
"Baiklah, untuk memastikan semuanya, mari ikut saya." Dokter itu membimbing mereka masuk kesebuah ruangan.
Disana sudah tertera beberapa alat. Mereka juga kebingungan, tetapi mereka tidak bertanya dan hanya memantau pergerakan dokter tersebut.
Dokter itu ingin menyingkap pakaian Zelle dan langsung diberhentikan oleh Brandon.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Tenanglah tuan, bukankah kalian ingin mengetahui nya." Dokter itu menyingkirkan tangan Brandon kemudian dia mengoleskan sesuatu keperut Zelle dan mulai menggosokkan sebuah alat disana.
"Coba dengarkan. Ini adalah suara detak jantung nya. Bisa diperkirakan usia kandungan nya sudah masuk minggi ke-5 atau bulan ke-1 jantung embrio ini telah terbentuk dan dapat berdetak dengan ukuran janin 0,1-0,2 mm sama seperti ukuran biji wijen."
Semua orang disana, tercengang mendengar nya. Afina berdiri mematung. Benarkah Zelle hamil?
"Mak..maksud dokter, istri saya hamil?" Tanya Brandon tak kalah senang.
__ADS_1
"Ya tentu. Usia kandungan nya sudah masuk Minggu ke-5 atau satu bulan. Selamat Tuan, janinnya tampak sehat." Ucap Dokter tersebut.
Mereka saling pandang, begitu juga dengan Afina dia menangis haru, kemudian dia mendekati Zelle dan memeluknya.
"Zelle, terima kasih sayang. Tidak ada hal sebahagia ini dalam hidupku." Afina melap air disudut matanya.
Begitu juga dengan Brandon, dia sangat bahagia. Semoga bayinya yang sekarang, dapat lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun.
Zelle juga menitikkan air matanya, dia sangat bahagia, akhirnya dia bisa mengandung lagi. Zelle mengusap perutnya yang masih rata, dia sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan bayinya.
"Selamat sayang, kamu akan menjadi seorang ibu." kata Brandon mengusap kepala istrinya.
"Selamat juga, kamu akan menjadi seorang ayah." Zelle mengelus rahang tegas Brandon. Mereka tersenyum bahagia.
****
"Maaf, kalian tetap kami tahan. Semua bukti ini sudah menunjukkan bahwa kalian bersalah." Ucap polisi tersebut.
"Kami tidak bersalah ini semua tidak benar." Ucap Duddy.
"Apa yang tidak benar?" Sahut seseorang berjalan menuju mereka dengan arogannya.
"Tuan Charlie." Para polisi itu pun berdiri saat mengetahui kedatangan nya.
"Semua bukti itu adalah kebenaran nya. Tahan mereka. Dan aku tidak akan pernah mencabut tuntutannya." Kata Tuan Charlie.
Polisi pun membawa mereka menuju sel. Duddy dan Liam memberontak. Dan mereka melototti Tuan Charlie.
"Lepas, lepaskan."
****
Berita kehamilan Zelle kini sudah merambak kesemua telinga keluarga Dharmendra begitu juga dengan Tuan Charlie dan Nyonya Ilona. Mereka semakin memanjakan Zelle.
Zelle sama sekali tidak boleh melakukan apapun. Afina dan Ilona saling berebut untuk merawat Zelle. Begitu juga dengan kakek Deon, dia sangat bahagia, akhirnya dirumah mereka akan ada suara tangis bayi.
Thanks yang sudah baca, like, komen, dan juga hadiah serta vote nya."-"
Terima kasih juga sudah mau mampir ke cerita yang gak seberapa ini"-"
Semoga bisa bertemu dicerita berikutnya. Insyaallah"-"
__ADS_1
Love you Allπ€