Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Attar jenius


__ADS_3

"Kalau begitu biarkan aku mengantarmu pulang.Tidak aman bagimu untuk pulang sendirian, apalagi dengan tanganmu yang terbakar." Attar membuka pintumobil, dan meminta Zelle untuk masuk.


"Tidak, perlu. Aku bisa naik bus. Terima kasih Attar." Zelle tidak ingin orang lain tahu dimana dia tinggal.


"Baiklah. Aku akan pergi setelah kamu naik bus." Attar melihat bahwa Zelle sangat bertekad akan hal itu, jadi dia berhenti memaksa. Dia mengantar Zelle ke terminal. Setelah memastikan Zelle pergi, dia pun juga pergi.


🍂🍂🍂


Saat Attar hendak masuk ke dalam mobil, dia melihat Vela dengan seorang dokter laki-laki yang sangat tampan dengan berjalan tergesa-gesa menuju klinik.


Attar berdiri di samping pintu mobil, sambil merapikan rambutnya di depan kaca spion mobil.


Kemudian, Attar buru-buru berjalan ke arah mereka, berpura-pura betemu secara kebetulan.


"Kebetulan sekali. Kita bertemu disini, apa kamu mencari Zelle?" Kata Attar pada Vela


Vela yang melihat keberadaan Attar, langsung bersembunyi di belakang Mark. Dia menghindari Attar seolah-olah Attar adalah wabah penyakit.


"Mark?" Attar memandang Mark dengan heran. Tapi, Perhatian nya fokus ke Vela. Dia bahkan tidak menyadari bahwa dokter laki-laki itu adalah Mark


" Attar, sudah lama kita tidak bertemu."Kata Mark pada Attar. Mark tidak begitu akrap dengan Attar.


"Memang, sudah lama. Kudengar kamu pergi keluar negeri. Kapan kamu kembali? Ngomong-ngomong, apa kalian mencari Zelle?" Tak satu pun dari kalimatnya yang penting bagi Attar. Intinya adalah mendekati Vela.


"Oooh, jadi kamu salah satu kenalan Mark. Ku kira kamu orang jahat!" Saat itulah Vela keluar dari belakang Mark


Zelle dan Vela adalah dua wanita yang sudah membuat nya kesal setengah mati. Bagaimana wajah tampan nya ini di bilang jahat?


"Tentu saja aku bukan orang jahat. Mark dan aku satu alumni. Dia mengenal diri ku dengan sangat baik. Mungkin aku bukan orang yang baik, tapi aku jelas bukan orang jahat." Attar menjelaskan tentang dirinya sendiri.


Sementara Mark hanya diam mendengar kan. Dia tidak mengatakan apa-apa


" Oh, iya, apa kamu tahu Zelle dimana? tadi ku dengar dia terluka. Kami sudah menncari nya kemana-mana, tapi tidak juga menemukan nya." Vela bersikap seperti biasa Sekarang. Tidak seperti sebelum nya.


" Dia sudah pergi. Tadi aku bersama nya, aku mengantar nya ke terminal. Abis itu kita berpisah." Attar berkata sambil terus menatap Vela yang begitu cantik di matanya. Dia tidak sama seperti kebanyakan wanita yang pernah dia temui.

__ADS_1


"Dia sudah pergi? Bagaimana keadaan nya? Apa lukanya parah? Kapan dia bisa sembuh? Apa dia bisa masuk kerja besok?" Begitu Vela mendengar bahwa Zelle telah pergi, dia bertanya bertubi-tubi


Attar menatapnya. Dia benar-benar tidak tahu pertanyaan mana yang harus dijawab terlebih dahulu. Itu adalah serangkaian pertanyaan.


"Brandon sudah menyuruh nya libur untuk beberapa hari, mulai besok dia tidak masuk kerja sampai tangannya sembuh. Hanya itu yang ku tau." Attar berkata namun, otaknya terus bekerja, bagaimana cara menanyakan nama Vela.


Vela dan Mark sama-sama kecewa. Mereka datang untuk mengunjungi Zelle, tetapi mereka tidak sempat melihatnya.


"Kalian bisa menghubunginya. Tadi aku yang membawanya kerumah sakit. Awalnya terlihat cukup parah, tapi tenang saja, lukanya akan segera membaik, karena dokter sudah mengoleskan salep super ajaib." Jelas Attar pada mereka.


Mendengar penjelasan Attar barusan, mereka berdua merasa lega. Berarti Zelle akan baik-baik saja.


"Mark, aku mau pulang. Kalau nanti kamu punya waktu luang, datannglah kerumah, kita dinner bareng." Vela menoleh ke arah Mark


"Biarkan aku yang mengantar mu pulang. Rumah kita searah." Attar segera menawarkan diri


Mark dapat melihat tatapan mata Attar pada Vela, tersirat ketertarikan dimatanya pada Vela. Mark menyadarinya, dia sama sekali tidak khawatir jika melepas Vela dengan Attar. Memang Attar terkenal playboy, tapi sebenarnya dia tidak begitu. Mark cukup mengenal Attar, karena mereka satu alumni.


"Baiklah, Vela, kamu bisa pergi dengan Attar. Aku harus pergi bekerja." Markmemutuskan untuk memberi Attar kesempatan.


"Baiklah." Karena sepupunya berkata demikian, dia pikir Mark tidak akan salah dalam mengambil keputusan.


"Lewat sini. Mobilku ada di sana." Attar merasa berada dilangit ketujuh. Dia ingin melompat kegirangan.


Dia berjalan di belakang Vela dan Attar merasa hanya dengan melihat punggungnya saja, dia merasa sangat bahagia.


Dia dengan gagah membuka pintu mobil dan membiarkan Vela masuk duduk di dalamnya.


"Vela, kamu tinggal dimana?" Attar masuk kedalam mobil dan menyadari bahwa dia tidak tahu dimana Vela tinggal.


"Itu, No. 35, Gang Selatan." Vela sengaja memberinya alamat yang salah. Dia tidak bisa membiarkan Attar tahu di mana dia tinggal. Begitu dia turun dari mobil, dia bisa berjalan kembali ke rumah.


Namun saat mereka sampai di No. 37, Attar menghentikan mobilnya.


"Baiklah, ini dia. Kamu bisa naik sendiri. Aku mau pulang," kata Attar pada Vela

__ADS_1


"Bagaimana kau tahu aku tinggal di sini?" Vela menatap Attar heran. Dia pasti sangat jenius sampai tahu kalau Vela kasih alamat palsu.


Sebenarnya, Attar hanya menebak-nebak saja. Dia berharap Vela tidak akan memberitahunya alamat yang benar. Dia menduga alamatnya adalah No. 37 atau No. 39. Dia mencoba No. 37 dan tidak menyangka itu benar.


"Gak penting. Yang penting kamu pulang dengan selamat. Baiklah, segera lah masuk. Kalau tidak, orang tuamu akan khawatir." Setelah mengatakan itu, Attar pergi tanpa melihat ke belakang.


Tindakan kecil ini saja telah mengubah pendapat Vela terhadapnya. Mungkin Attar sendiri tidak menyangka citranya membaik di mata Vela


***


Ketika Zelle sampai di rumah, Ezra sudah menunggunya di depan pintu.


Melihat tangan Zelle di perban, Ezra merasa sedih. Sejak Zelle datang ke sini, dia cukup sering terluka. Dia bertanya-tanya apa Brandon dan Zelle benar-benar cocok satu sama lain?


Ezra membantu Zelle masuk kerumah dan memasak sup untuknya sesuai instruksi Brandon, agar kulitnya bisa pulih secepat mungkin.


Brandon tidak datang ke Mansion. Setelah Prilly kembali, Brandon lebih sering tinggal di apartment miliknya.


Brandon tidak tahu mengapa Prilly kembali sekarang. Kembalinya dia tidak membuat Brandon bahagia. Sebaliknya, dia merasa kesal.


Brandon enggan menceraikan Zelle sekarang. Ketika mereka menandatangani kontrak, dia mengira semuanya akan berada di bawah kendalinya.


Tapi hal-hal tidak berjalan seperti yang dia pikirkan. Perasaannya terhadap Zelle semakin tak terkendali.


***


Zelle berbaring di tempat tidur, melihat tangannya yang terluka dan bertanya-tanya mengapa suaminya tidak pulang akhir-akhir ini. Apakah dia sakit?


Sebenarnya, Zelle ingin tahu sedikit tentang dia. Bahkan jika dia sakit, Zelle tidak akan tahu. Dia lebih suka menanggungnya sendiri. Zelle merasa kasihan padanya.


Meskipun Suaminya itu jelek, dan kalau sakit tidak ada yang mengurus nya. Sebagai seorang istri seharusnya dia yang melakukan nya.Tapi, selain itu, Zelle sering memikirkan Brandon. Zelle pikir dia sudah keterlaluan. Dia sudah bersuami Sekarang, jadi, dia harus menerimanya.


Bagaimana mungkin dia bisa memiliki perasaan pada pria lain?


Bersambung.....

__ADS_1


Goodnight 🤍


__ADS_2