Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Kamu adalah milikku


__ADS_3

Mark segera membuang mukanya. Dia bangga dengan pengendalian dirinya yang begitu kuat. Saat Prilly berusaha keras untuk menggodanya, dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun padanya. Namun, kini dia merasa panas oleh Zelle hanya karena melihat nya dengan baju renang.


"Mark, aku ingat ketika aku masih kecil, aku sangat takut dengan air." Ketika Zelle mendengar kata-kata Mark, dia berbalik dan memandangnya.


🌺🌺🌺


Melihat mata Zelle yang cerah, Mark teringat caranya cemberut dan menangis saat masih kecil waktu itu sedang mengikuti kelas renang. Dia terlihat sangat manis saat bertingkah seperti itu.


Jadi, Mark hanya bisa tersenyum.


"Aku ingat betapa lucunya kamu ketika kamu masih kecil dulu. Waktu itu kamu takut banget sama air." Mark membelai rambut Zelle seperti dulu.


Seolah-olah mereka telah kembali ke masa kecil mereka.


"Apa yang kalian lakukan? Ayo, Zelle, kita gabung. Sudah lama kita tidak berenang bersama. Aku tidak sabar lagi." Vela menghabiskan beberapa waktu di dalam air bersama Audy. Melihat Mark dan Zelle mengobrol di tepi kolam, Vela mengajak mereka turun dan ikut bersenang-senang.


"Baiklah!" Zelle menatap Mark dan tersenyum.


"Mark, lihat aku!" Detik berikutnya, Zelle pun melompat ke air.


Mark menjadi gugup dan menangis saat melihatnya.


Zelle berenang jauh sebelum dia muncul dan menarik napas.


"Mark, aku di sini. Aku tidak takut air lagi." Kolam renang itu dipenuhi tawa Zelle


Melihat Zelle berenang-renang bak putri duyung, Mark pun tersenyum dan melompat ke kolam renang. Mereka bersenang-senang bersama.


Setelah beberapa saat, sudah waktunya bagi Zelle untuk pulang.


"Tunggu, aku ingat sekarang. Rekan dari Perusahaan SY meminta ku untuk mengambil dokumen di hotel. Aku tidak punya dokumen itu. Apa Kalian punya?" Zelle mengganti pakaiannya dan mengingat pekerjaannya. Dia sangat bahagia hari ini sehingga dia hampir melupakan pekerjaannya.


Sebenarnya, Mark menggunakan alasan ini untuk mengelabui Zelle ke hotel. Dokumen-dokumen itu masih ada di mobilnya.


"Oh, ada di mobilku. Aku akan memberikannya padamu dan mengantarmu pulang nanti," jawab Mark


Setelah kembali ke rumah, Zelle pun kembali kekamarnya dengan membawa dokumen-dokumen itu. Sudah lebih dari jam 10 malam. Zelle mengira Ezra dan yang lainnya mungkin sudah tidur, jadi dia masuk dengan hati-hati


"Zelle." Tiba-tiba, lampu di ruang tamu menyala, dan Ezra sudah menunggunya di sana.


Zelle ketakutan, lalu dia merasa sedikit malu. "Ezra kamu menungguku."


"Ya, Zelle, hari ini adalah hari ulang tahun mu. Tuan Dharmendra telah meminta kami mengadakan sebuah pesta ulang tahun untukmu, tetapi kamu tidak pulang. Tuan Dharmendra juga sudah menyiapkan hadiah untukmu." Ezra menceritakan semuanya kepada Zelle


Sekarang Zelle merasa sedikit menyesal. Ezra telah menunggunya sepanjang malam, tetapi dia lupa meneleponnya dan memberitahunya bahwa dia akan pulang terlambat.


"Maaf, Ezra. Aku lupa meneleponmu hari ini." Zelle menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, Zelle. Kamu masih muda. Wajar kamu bersenang-senang di luar. Ini dia. Ini dari Tuan Dharmendra." Ezra menyerahkan sebuah kotak kepada Zelle


kado itu sangat besar. Zelle mengambilnya dan berterimakasih kepada Ezra. Dia naik ke atas setelah mengucapkan selamat malam.


Zelle tidak membuka kotak itu. Dia tidak menginginkannya. Selain itu, dia tidak berpikir bahwa dia bisa menerima apa pun dari Brandon. Kalau Prilly tahu, pasti dia akan marah besar.


Jadi, Zelle hanya menaruh kotak itu di ruang penyimpanan. Kemudian dia mandi dan mulai membaca dokumen.


Tiba-tiba, Zelle teringat bahwa dia tidak memeriksa ponselnya sepanjang malam. Dia bangkit dari tempat tidur dan mengeluarkan ponselnya dari tasnya.


Tidak heran teleponnya tidak berdering sepanjang malam. Ternyata mati.


Setelah mengisi daya ponselnya, Zelle pun menyalakannya.


Dia melewatkan banyak panggilan, beberapa di antaranya dari Ezra. Brandon mengiriminya pesan teks, mengucapkan Selamat Ulang Tahun padanya.

__ADS_1


Zelle mengesampingkan ponselnya dan kembali membaca dokumen. Karena ini tidak terlalu sulit, Zelle dapat menyelesaikan terjemahannya dalam tiga hari.


Setelah bersenang-senang dengan teman-temannya, Zelle merasa sangat lelah sekarang. Dia sangat mengantuk saat sedang dia membaca dokumen. Kemudian dia tertidur.


Brandon pulang pada pukul 11:30 malam. Dia telah melewati beberapa lampu merah dalam perjalanan kembali dari bandara.


Jadi, dia berhasil kembali sebelum tengah malam. Dia sangat ingin menghabiskan ulang tahun pertama dengan Zelle setelah mereka berkumpul.


Brandon membuka pintu kamar tidur. Di dalamnya sangat gelap. Brandon tidak menyalakan lampu. Dia meletakkan barang-barangnya dan mandi dalam gelap.


Ada beberapa kertas yang berserakan mengenai wajah Zelle. Oh sungguh gadis yang konyol, Brandon merapikan nya.


Dia menutupi tubuh Zelle dengan selimut, mencium aroma tubuh Zelle dan memeluknya.


"Mama." Zelle memeluk pinggang Brandon dan membenamkan kepalanya ke pelukannya.


Brandon merasa terangsang sekaligus. Dia sudah lama tidak bercinta dan mau tidak mau dia pun mulai membelai gundukan Zelle


Zelle langsung terbangun saat merasakan ada yang menyentuh buah dadanya


Lalu dia mencium aroma yang begitu familiar. Itu aroma milik Brandon


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Zelle tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kapan Brandon kembali?


Bukankah seharusnya dia tidur dengan Prilly sekarang?


"Ini rumahku. Kenapa aku tidak boleh pulang?" Brandon tidak berhenti dan tangannya tetap bergerak ke bawah di atas tubuh Zelle


Dia tidak pernah puas dengan kulit lembut dan buah dada besar milik Zelle


"Baiklah, kalau begitu jangan sentuh aku. Tidur saja." Zelle ingin menarik tangan Brandon


"Kamu adalah milikku. Tentu saja aku bisa menyentuhmu." Napas panas Brandon hampir melaju membuat Zelle gila.


Detik berikutnya, Brandon berhenti membelai nya dan berpindah mengungkung Zelle. Dia menundukkan kepalanya dan mencium wajah Zelle, sampai turun ke bibir manisnya. Brandon mulai menciumnya dengan sangat liar.


Brandon selalu melakukan apapun yang dia inginkan. Dia tidak pernah meminta izin terlebih dahulu pada Zelle. Hal itu membuat Zelle marah, dia mencoba mendorongnya.


Namun, Zelle jauh lebih lemah dari Brandon. Sepertinya Brandon terpaku padanya. Tidak peduli seberapa keras dia mencoba, itu tidak akan berhasil.


Brandon memandangi Zelle dan merasa geli. Dia sangat manis saat marah. Sekarang dia cemberut dengan wajah tegas.


"Simpan saja tenaga mu. Apa kamu pikir kamu bisa mendorongku?" Brandon tertawa senang. Dia hanya merasa sangat santai saat bersama Zelle


"Tuan Dharmendra, apa kamu tidak malu pada diri mu sendiri? kamu sudah memiliki kekasih, jadi apa yang kamu lakukan di sini?" Melihat Brandon tertawa, Zelle menjadi semakin marah.


"Tidak, tidak sama sekali. Kurasa tidak ada yang perlu dipermalukan. Kamu adalah istriku. Tentu saja aku bisa tidur denganmu. Ada apa dengan ini? Kamu sangat aneh. Kenapa kamu menolakku?" Sekarang Brandon tidak terburu-buru ingin bercinta Sebaliknya, dia menatap Zelle penuh arti.


Brandon mengusap hidung Zelle dengan tangannya yang besar. Tak lama kemudian berubah menjadi merah.


"Tuan Brandon, kontrak kita hanya akan bertahan dua tahun. Dan ini sudah berjalan beberapa bulan. Aku akan pergi setahun kemudian. Pernikahan kita hanyalah alasan untuk mu, jadi kamu bisa memiliki Prilly seutuhny. Dia telah kembali, seharusnya kamu mengakhiri kontrak denganku bukan?" Zelle dengan ramah mengingatkan Brandon


Bagaimanapun, kontrak mereka akan segera berakhir. Jadi, mengapa dia begitu intim dan bahkan bercinta dengannya?


"Pertanyaan yang bagus." Brandon turun dari tubuh Zelle. Dia takut membuatnya tidak nyaman. Tapi detik berikutnya, dia meraih tubuh Zelle dan meletakkannya di atas tubuhnya


"Lalu kapan kamu akan menceraikanku?" Masih berada ditubuh Brandon, Zelle berbicara dengan sangat serius, yang membuatnya terlihat lucu dalam adegan ini.


"Aku tidak ingin membicarakan hal lain sekarang. Mari bersenang-senang." Brandon menjadi terangsang karena Zelle. Dia sudah mencoba tetapi dia tidak bisa fokus pada hal lain.


Brandon merobek pakaian Zelle dengan cepat. Mereka kemudian melakukan pertempuran panas yang luar biasa. Pada akhirnya, Zelle pun melupakan pertanyaannya.


Permainan mereka sangat liar, sehingga Zelle selalu merasa kualahan dan lelah saat menghadapi Brandon. Mereka melakukan nya sampai pagi, sehingga Zelle marah pada Brandon. Apa yang salah dengan dia? Dia sangat energik. Seolah-olah dia ingin mencabik-cabik Zelle

__ADS_1


"Brandon sialan!" Zelle hanya bisa mengutuk.


"Hai?" Seseorang tiba-tiba memeluk Zelle dari belakang. Dia terkejut. Sejujurnya, dia lupa Brandon masih di sini.


Lagi pula, dia belum pernah melihat suaminya sebelumnya saat dia bangun tidur. Tapi hari ini, dia masih di sini. Jadi, Zelle pun menutup matanya.


"Aku pasti sedang bermimpi," gumam Zelle. Ketika dia membuka matanya lagi, dia melihat wajah tampan Brandon


"Sayang, kamu tidak sedang bermimpi. Suamimu yang tampan ada di sini untukmu." Brandon menatap Zelle dan pusaka nya menjadi keras lagi. Karena mereka sangat dekat, dia bisa merasakan reaksi tubuhnya dengan jelas.


"Sial. Tuan Brandon, kenapa kamu masih disini?" Zelle tidak terbiasa melihat Brandon di mana-mana apalagi saat dia bangun dipagi hari.


"Jangan panggil aku begitu. Panggil saja aku Brandon. Atau panggil sayang juga boleh." Brandon memegang wajah kecil Zelle


"Sekarang pilih salah satu yang kamu suka." Brandon mendesak Zelle untuk memanggilnya sayang.


Zelle berbalik. Dia tidak ingin memanggilnya seperti itu! Dasar Playboy sialan!


"Baiklah. Lupakan saja," kata Brandon. Jadi, Zelle kira dia sudah menyerah, tetapi tangan Brandon mulai turun ke pahanya.


Brandon tahu cara membuat Zelle on. Dia membelai tubuhnya dengan tangannya yang lembut yang membuat Zelle marah.


"Berhenti! Lepaskan aku!" Zelle segera memohon belas kasihan.


"Panggil dulu aku sayang." Brandon adalah orang yang keras kepala sejak kecil.


"Baiklah sayang." Zelle tidak ingin menderita sekarang, jadi dia pun akhirnya memanggil Brandon sesuai keinginannya.


Kemudian Brandon pun berhenti, dia merasa sangat puas. Dia memeluk Zelle erat. Oh, Zelle-nya sangat menggemaskan!


"Ingatlah untuk selalu memanggilku sayang. Jangan berpikir omong kosong. Kamu bisa tinggal di sini." Brandon ingin memberi tahu Zelle bahwa dia tidak akan menceraikannya. Dia bisa bertahan dengan nya


Namun, bukan itu yang didengar Zelle. Dia mengira Brandon merasa kasihan padanya, karena dia tidak punya tempat tujuan. Itu sebabnya dia mengizinkannya tinggal di sini.


Ezra sangat senang saat Brandon dan Zelle turun untuk sarapan bersama. Brandon akhirnya menerima Zelle. Mereka terlihat sangat manis.


Zelle memalingkan wajahnya? Dia pasti malu!


Ezra tersenyum dan menyapa mereka. Sarapan sudah siap. Ezra menarik kursi untuk mereka. Dan mereka duduk dan menikmati sarapan yang lezat.


Zelle memiliki nafsu makan yang baik. Dia menyukai roti kukus dan makan dengan lahap


Roti itu sedikit berminyak. Sehingga meninggalkan sisa minyak di mulut nya, jadi dia ingin mengambil tisu.


Brandon pun dengan cepat mengambil tisu itu. Tapi dia tidak memberikannya kepada Zelle, melainkan dia mengulurkan tangannya dan dengan lembut menyeka mulut Zelle


Sepertinya mereka adalah pasangan yang sangat mesra.


Namun, Zelle terkejut dengan perilakunya. Kenapa dia begitu baik padanya sekarang? Apakah Prilly sudah membuatnya kesal?


Zelle menatap Brandon, mencoba mencaritahu apakah ada yang salah dengannya hari ini.


"Kenapa kamu menatapku?" Di bawah tatapan Zelle, Brandon merasa malu dan menyentuh wajahnya. Apakah ada makanan diwajahnya?


"Tidak, tidak apa-apa." Zelle segera menundukkan kepalanya dan melanjutkan makan.


Dia makan sedikit lebih banyak dari biasanya hari ini. Dia dalam suasana hati yang baik. Hanya saja dia sendiri tidak menyadarinya.


"Apakah kamu menyukai hadiah ulang tahun yang ku berikan kemarin?" Brandon tiba-tiba bertanya kapan Zelle makan bubur. Dan kemudian Zelle tersedak makanannya.


Dia tidak bisa menahan batuk.


"Kamu sangat menyukainya ya? Aku tahu itu sangat bagus, tapi kamu tidak perlu terlalu bersemangat begini. Aku akan lebih sering mengirimimu hadiah seperti itu." Brandon mengira Zelle sangat bahagia sampai tersedak makanannya sendiri

__ADS_1


"Ya, aku sangat menyukainya!" Zelle segera berkata. Meskipun dia tidak tahu apa yang dikirim Brandon padanya, yang dia tahu sekarang lebih baik dia mengatakan kalau dia menyukainya.


Bersambung............


__ADS_2