Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Bekerjalah untukku


__ADS_3

"Tuan Brandon, salep ini sangat ajaib! Saya tidak merasakan sakit lagi." Zelle memuji salepnya. Ingat bukan muji Brandon.


"Baiklah. Sekarang mari kita bicara tentang apa yang terjadi pagi ini." Kata Brandon serius.


🍀🍀🍀


Setelah mengoleskan salep, Brandon menjadi sangat serius. Sekarang dia perlu berbicara tentang apa yang terjadi pagi hari tadi dengan Zelle.


"Jadi, katakan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi pagi hari tadi? Mengapa Key mengatakan kalau kamu tidak menghormatinya dan bahkan menolak perintahnya?" Brandon sedang duduk didekat Zelle, yang membuat Zelle merasa sedikit cemas.


"Nah, pagi tadi..." Zelle menceritakan pada Brandon semuanya dengan detail.


Bagaimanapun, dia sudah mengatakan yang sebenarnya. Jika Brandon tidak mempercayainya, tidak akan ada gunanya berdebat.


"Meskipun kamu bermasalah dengan perintahnya, kamu bisa berbicara dengannya dengan sopan. Kamu tidak perlu memarahinya." kata Brandon


"Tuan Brandon, aku bersumpah demi Tuhan. Aku tidak memarahinya sama sekali, dan aku wanita yang baik dan sopan. Kapan aku pernah memarahi seseorang?" Zelle meninggikan suaranya, detik berikutnya dia sadar dan merasa bersalah.


"Baik, aku akan mengurus ini. Tapi aku mengkhawatirkanmu karena kamu selalu mendapat masalah. Sekarang, kemasi semua barangmu dan bekerjalah untukku. Bawa barang-barang mu kesini. Ruangan ku sangat Luas. Kamu akan nyaman disini." Brandon mengerutkan kening.


Apa? Bekerja di bawah pengawasannya! Zelle mendengar ini, seakan dia akan mati.


"Tidak, jangan repot-repot, Tuan Brandon. Lagi pula, aku tidak Salah. Aku datang ke perusahaan pagi sekali. Aku bahkan membersihkan kantor. Aku tidak tahu mengapa ini terjadi, dan aku tidak mengatakan sesuatu yang tidak sopan pada Key. Aku bahkan tidak tahu kenapa Key memilihku."


Zelle berusaha sebaik mungkin untuk tidak bekerja di ruang Brandon, karena jauh lebih baik dia bekerja di lantai bawah. Meskipun ada beberapa orang yang tidak ramah di lantai bawah, tapi, lebih menyenangkan bekerja di sekitar banyak rekan kerja. Dibandingkan bekerja didekat Brandon. Setiap hari pasti hanya melihat wajahnya yang menyebalkan itu.


"Lihat dirimu sekarang. Aku baru saja mengatakan sepatah dua kata dan kamu membalas dengan begitu banyak kata. Kamu baru saja menolak perintah Key dan kamu masih ingin kembali kesana? Tidak mungkin, kamu harus bekerja disini, aku akan mengurus semuanya." Brandon tidak memberi Zelle pilihan untuk menolak.

__ADS_1


Sekarang Zelle ingin mati saja rasanya. Bekerja di lantai atas dekat Tuan Brandon, dia akan sangat kesakitan dan menderita dengan kata-kata kasar Brandon setiap menit.


"Sekarang kamu boleh pergi. Masih banyak pekerjaan yang harus kamu lakukan. Jangan malas," kata Brandon dengan tenang.


Zelle tidak punya pilihan. Dia harus turun untuk mengambil barang-barangnya.


Begitu Zelle masuk ke ruangannya, dia mendengar Key berbicara dengan gembira, menegaskan bahwa Tuan Brandon akan memihaknya dan Zelle akan dipecat.


Melihat Zelle masuk, semua orang tiba-tiba terdiam. Tidak ada yang berbicara dan semua menoleh ke Zelle dengan rasa ingin tahu.


Sementara Zelle tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya berjalan ke tempat duduknya dan mulai berkemas.


"Huh, lihat dirimu sendiri. Sudah kubilang jangan menghalangi jalanku. Tapi kamu tidak mau mendengarkan. Kamu baru saja mendapatkan pekerjaanmu kembali dan sekarang kamu malah dipecat. Bagaimana perasaanmu sekarang?" Key berjalan ke arah Zelle dan berkata dengan sangat puas.


Sementara Zelle fokus berkemas dengan sedih, tanpa menjawab Key.


"Lain kali, belajarlah menjadi pintar dan lebih berhati-hati. Kamu harus tahu dengan siapa kamu berurusan atau seseorang akan menertawakan mu jika kamu dipecat lagi." Key sengaja berkata dengan keras. Dia ingin mempermalukan Zelle didepan semua orang.


"Ini aku dan kamu?" Key berjalan keambang pintu. Tapi dia tidak tahu siapa yang bertanya.


"Aku Benny dari Departemen Sumber Daya Manusia. Tuan Brandon memerintahkan agar kamu mengambil alih semua pekerjaan yang kamu berikan pada Zelle dan kamu harus menyelesaikannya sebelum pulang kerja. Jika tidak, kamu harus mengundurkan diri. Ngomong-ngomong, Tuan Brandon memerintahkan ku untuk mengambil beberapa foto file untuknya. Dia ingin mengetahui mempelajari nya."


Menit berikutnya, Benny masuk dan mendekati kursi Zelle. Dia mengambil beberapa foto dari semua file di meja Zelle.


"Benny, tolong dengarkan aku. Aku tidak pernah bisa menyelesaikan semua pekerjaan sendirian dalam satu hari. Ini tidak masuk akal. Tuan Brandon seharusnya tidak memberikan perintah seperti itu. Apa ada salah paham?" Mengetahui bahwaTuan Brandon memberikan perintah ini, Key langsung ketakutan.


"Apa yang kamu katakan? Sebagai karyawan senior dan berpengalaman, kamu bahkan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan ini sendiri, tetapi kamu memerintahkan Zelle untuk melakukannya dalam satu hari. Key, sekarang aku katakan padamu. Kamu telah melanggar prinsip dasar dari Gweneth Group. Disini kita dilarang untuk menindas karyawan baru.

__ADS_1


Ngomong-ngomong, Tuan Brandon yakin kalau kamu dapat menyelesaikan semua pekerjaan ini sendiri. Good luck, Key." Benny berkata dengan tenang dan langsung pergi.


Detik berikutnya, Benny berhenti dan berbalik, "Zelle, cepatlah. Tuan Brandon sudah menunggu."


"Ya, aku mengerti." Zelle merasa bahagia sekarang.Tampaknya, Brandon sangat baik dan bijaksana. Dia memercayainya dan membantunya keluar dari masalah. Nah, sekarang dia memiliki kesan yang lebih baik tentang Brandon dari pada sebelumnya.


"Kau tidak dipecat, Zelle?" Key merasa bingung.


"Tidak, aku tidak melakukan kesalahan. Tuan Brandon menganggap ku orang yang baik dan rendah hati, jadi dia memerintahkanku untuk bekerja di lantai atas di bawah pengawasannya langsung." Zelle berjalan melewati Key, memegang semua barangnya.


Astaga! Key menjadi marah. Apa yang salah dengan Brandon? Mengapa dia membela Zelle? Apa dia tidak mencintai Prilly lagi? Kemudian Key mengeluarkan ponselnya, berencana meminta bantuan Prilly. Dia adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya sekarang.


Sementara Zelle pergi ke ruang Brandon dengan membawa semua barangnya. Dia meletakkan semua barang-barangnya di atas meja.


Saat berorganisasi, Zelle merasa ada yang kurang di ruang ini.


Semua rekan kerja di Departemen Sekretaris adalah perempuan, dan mereka semua menghiasi ruangan mereka dengan beberapa bunga.


Tapi ruang Brandon sangat besar hanya dalam dua warna: hitam dan putih. Dindingnya putih, lantainya putih, dan perabotannya hitam.


Orang-orang akan merasa bosan dan hambar berada di sini. Zelle duduk dan melihat-lihat sekitar ny , Dia melihat Brandon sangat sibuk dengan mejanya yang penuh tumpukan berkas.


Hanya Tuhan yang tahu apakah dia merasablelah dan stres saat melihat semua file itu.Tapi memang benar pria yang fokus saat bekerja terlihat semakin tampan.


Brandon sangat tampan. Hidungnya yang mancung bibirnya yang lembut, dan brewok tipis yang membuat dia semakin terlihat sempurna. Dia bahkan lebih tampan dari beberapa superstar!


"Sampai kapan kamu akan menatapku? Sebaiknya kamu bergegas. Karena sekarang aku punya pekerjaan untukmu!" Brandon bahkan tidak mendongak, tapi, dia tahu kalau Zelle sedang menatap nya. Apa yang Brandon katakan membuat Zelle malu dan tersipu.

__ADS_1


Bersambung..........


Love you All 🤍


__ADS_2