
Namun, tidak ada yang menjawab; tidak ada yang tahu siapa orang nomor 24 itu.
"Nomor 24, tolong naik dan terima hadiah misteriusnya." Pembawa acara telah mengatakannya tiga kali, tetapi tidak ada yang naik ke atas panggung.
Brandon melirik Zelle dan bertanya, "Berapa nomormu?"
🍀
Saat itulah Zelle melihat kertas ditangannya. "Nomor 24," katanya acuh tak acuh.
"Ayo pergi. Aku akan mengantarmu untuk menerima hadiahnya. Kamu telah memenangkan hadiahnya." Brandon merasa Zelle benar-benar kacau. Dia bahkan tidak tahu kalau dia yang jadi pemenangnya. Bukankah dia sedikit bodoh?
"Aku pemenangnya?" Zelle sama sekali tidak menyangka akan memenangkan hadiah tersebut. Dia tidak pernah menerima hadiah sejak kecil, namun hari ini, dia telah memenangkan hadiah misterius!
Brandon berjalan ke atas panggung dengan Zelle di lengannya. Dia senang bahwa Zelle telah memenangkan hadiah hari ini, akhirnya, ketegangan mereka semua disana akan terjawab.
"Pemenangnya adalah wanita muda yang cantik. Siapa namamu, nona?" Pembawa acara terus berbicara, tetapi Zelle tidak mendengar sepatah kata pun. Dia bertanya-tanya apa isi dari hadiah misterius itu.
Setelah pembawa acara menyelesaikan pidatonya, tibalah waktunya bagi Tuan Charlie untuk memberikan hadiah misterius itu.
Seseorang datang membawa nampan yang dilapisi kain pleuche. Itu memang sangat misterius.
****
Nampan itu diletakkan di depan Zelle. Saat Tuan Charlie mengangkat kain pleuche sambil tersenyum, semua orang dapat melihat hadiah misterius itu. Mereka semua berseru kaget, karena tidak ada barang berharga di atas baki itu selain hanya sebuah kantong biasa.
Itu adalah hadiah misterius? Banyak orang mengira itu bukan sesuatu yang istimewa. Tuan Charlie sangat picik. Mungkin ada cek yang bernominal besar didalam arsip tersebut.
Namun, cek semacam itu tidak ada artinya di mata para taipan itu.
"Nona Lovata, mari sambut Tuan Charlie untuk menyerahkan penghargaan kami," kata pembawa acara dengan semangat tinggi. Zelle senang dia memenangkan penghargaan dan berjalan menuju pembawa acara dengan bahagia
Tamu-tamu lain bertepuk tangan untuk menjilat Tuan Charlie, tetapi dari mereka sebenarnya tidak ada yang tertarik dengan hadiah misterius itu.
Tuan Charlie melihat ekspresi mereka, dan dia juga memperhatikan kebahagian di wajah Zelle
"Nona Lovata, bisakah Anda menebak penghargaan apa ini?" Tuan Charlie memegang kantong arsip ditangannya dan bertanya dengan lembut.
__ADS_1
"Tidak masalah apa itu. Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya saya memenangkan penghargaan. Saya sangat senang, dan ini sudah lebih dari cukup!" Zelle berseri-seri dengan suka cita. Dia bahkan tidak melihat ke kantong tersebut dan dia terus tersenyum.
Tuan Charlie terhibur dengan kelucuannya.
"Bagus kalau kamu tidak serakah. Itu adalah kebajikan yang langka namun berharga. Jika aku memberitahumu bahwa hanya ada lima ratus di kantong ini, apakah kamu akan marah?" tanya Tuan Charlie
Saat dia terus menebak-nebak Zelle, tamu-tamu lain semua penasaran untuk mencari tahu apa sebenarnya yang ada di dalam kantong itu.
"Tidak. Apa pun itu akan baik-baik saja denganku! Lagi pula itu adalah penghargaan!" Baru sekarang Zelle beralih menatap ke kantong itu
Semua orang mendengar nya pun tertawa terbahak-bahak. Brandon juga tersenyum bahagia. Istrinya dengan mudah puas, dan dia sangat menyukainya.
"Baiklah, sekarang aku akan mengeluarkan hadiah dari kantong ini ." Tuan Charlie pun mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong itu dan menyerahkannya kepada pembawa acara di sampingnya.
"Hadiah misteriusnya adalah... Tunggu sebentar aku perlu mengatur napasku dulu. Aku sangat bersemangat hingga tidak bisa bernapas." Pembawa acara membuat para tamu tegang lagi.
"Sepuluh persen saham di Wade Group!" Pembawa acara pun mengumumkannya.
Hal itu menyebabkan keributan disana.
Sepuluh persen saham di Wade Group! Tuhan, ini benar-benar hadiah yang sangat besar. Itu berarti Zelle bisa mendapatkan lebih dari 10 Miliar tanpa bekerja setiap tahun.
"Nona Lovata, tolong tanda tangani nama Anda disini. Maka Anda akan memiliki sepuluh persen saham di Grup Wade!" Pembawa acara menyerahkan kontrak dan pena kepada Zelle
Banyak orang memandang Zelle dengan iri. Sungguh wanita yang beruntung! Tuan Charlie sangat murah hati. Dia sampai mau menggunakan sahamnya sebagai sebuah penghargaan.
Namun, Zelle tidak mengambil kontrak atau pun pena itu.
"Tuan Charlie, saya akan menerimanya dengan senang hati jika ini benar-benar lima ratus ribu. Tetapi karena ini adalah saham perusahaan Anda, saya tidak dapat menerimanya. Maaf," kata Zelle kepada Tuan Charlie dengan sopan.
Tangan si pembawa acara membeku di udara. Dalam beberapa dekade terakhir, dia belum pernah melihat orang yang tidak menginginkan uang.
"Undian ini dilakukan di bawah pengawasan semua orang. Dan itu benar-benar adil. Saya sudah mengatakan bahwa saya akan memberi Anda hadiah misterius ini, jadi bagaimana saya bisa mengingkari janji saya dan menariknya kembali?" kata Tuan Charlie. Dia menatap Zelle dengan kagum, dia pantas menerimanya.
"Tuan Charlie, bagaimana kalau Anda memberi saya lima ratus ribu saja? Saya benar-benar tidak dapat mengambil hadiah ini. Saya rasa saya tidak pantas mendapatkan penghargaan sebesar itu," saran Zelle. Dia juga berpikir dia tidak bisa pergi tanpa apa-apa karena sangat jarang dia memenangkan penghargaan.
Tuan Charlie tersenyum tulus, Zelle benar-benar gadis yang baik.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan memberimu lima ratus ribu. Tapi karena kamu memenangkan hadiahnya, aku tidak akan mengambilnya kembali. Saat kamu berubah pikiran nanti, kamu bisa datang kepadaku untuk mengambil hakmu.!" Tuan Charlie tidak memaksa dan meminta sekretarisnya untuk memberikan Zelle sebuah amplop berisi lima ratus ribu.
Zelle turun dari panggung dengan sangat bahagia membawa sebuah amplop berwarna merah.
Banyak orang mengira dia adalah gadis konyol, sebagian dari mereka juga mengira Zelle munafik. Namun, Zelle tidak memperdulikan nya, dia sangat senang.
"Benar-benar gadis munafik! Dia benar-benar menolak uang? Dia pasti berpura-pura. Kurasa dia pasti akan datang ke Tuan Charlie untuk mengambil hadiah itu setelah pesta nanti," Kata Prilly tersenyum jijik.
Eric melirik saudara perempuannya, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa karena dia sama sekali tidak mengenal Zelle
Zelle turun dari panggung dan berjalan kearah Brandon, kebahagiaan tertulis di wajahnya.
"Traktir aku makan malam besok. Kamu memenangkan penghargaan hari ini. Ayo kita rayakan!" Brandon berbisik di telinga Zelle
Zelle sangat setuju. Dia mendapat hadiah lima ratus ribu, jadi dia pikir dia harus mentraktir teman-temannya makan malam. Dia sudah memutuskan siapa yang harus dia undang besok.
Pesta koktail berakhir dengan baik. Semua orang bersenang-senang, dan banyak terjalin kesepakatan di pesta itu.
Brandon membawa Zelle pulang, dan Sepanjang jalan, Zelle tidak berhenti mengoceh.
"Aku sangat senang. Aku belum pernah memenangkan hadiah sebelumnya. Hari ini, aku mendapatkan Lima ratus ribu. Aku akan mengajak semua temanku untuk makan malam besok," Zelle terus berbicara.
Brandon tidak mengatakan apa-apa. Zelle hanya mendapat lima ratus ribu, bukan Lima ratus juta. Bahkan uang sebanyak itu tidak akan cukup untuk makan besar. Namun, dia malah mengundang semua temannya untuk makan malam. Sungguh gadis yang konyol, tapi imut!
Memikirkan hal itu, Brandon mau tidak mau memegang dagu Zelle dan mencium seluruh wajahnya.
Mungkin karena Zelle pernah minum anggur sebelumnya, dia benar-benar membalas ciuman Brandon.
Brandon terangsang oleh ciuman manisnya. Saat mereka akan tiba di rumah, Brandon berkata dalam hati, "Ternyata kau agresif juga rubahku. Begitu kita sampai rumah nanti, aku akan membawa mu langsung ke tempat tidur!"
Mobil melaju ke Mansion. Zelle masih tenggelam dalam kebahagian. Setelah memarkir mobil, Brandon berjalan keluar, membuka pintu dan menggendong Zelle masuk.
"Tuan Brandon, aku tidak mabuk. Aku bisa berjalan sendiri," Zelle buru-buru menjelaskan kepada Brandon
Namun, Brandon tidak mendengarkannya sama sekali. Dia menggendong nya, membawanya ke kamarnya melewati banyak pelayan.
Bersambung......
__ADS_1
🌚