
Terdapat busur indah yang mengikat kotak itu. Attar membuka ikatan busur itu dan membuka secara perlahan. Ada ekspresi kagum diwajahnya saat dia melihat isinya. Tapi, tiba-tiba Attar menutup kotak itu kembali.
Mereka merasa bingung saat melihat raut wajah Attar. Mereka tidak tahu apa artinya itu.
🍂🍂🍂
Semua orang menatap Attar penasaran. Apa yang ada di dalam kotak itu?
"Katakan saja apa isinya." Vela tidak berani berjalan mendekat. Dia menarik tangan Zelle dan berkata kepada Attar dari jarak jauh.
"Zelle, kemarilah, lihat ini," jawab Attar
Zelle hendak pergi, tetapi Vela memegang tangannya dengan erat.
"Tidak apa-apa. Attar tidak akan mempermainkanku." Zelle mengenal Attar dengan baik. Meskipun dia adalah teman Brandon dan Prilly, dia orang yang baik pada nya
"Yaudah, ayo sama-sama." Semua gadis itu pun berjalan kearah Attar bersama.
Attar membuka kotak itu lagi, yang membuat mereka terkejut.
Ternyata isinya adalah sebuah gaun yang indah berwarna merah yang begitu sexy. Mereka langsung membayangkan Zelle yang memakai nya. Pasti sangat indah ditubuh Zelle. Apalagi warna itu berwarna sangat manis cocok dengan kulit putih milik Zelle.
"Keluarkan saja." Vela langsung mengambil Lingerie itu terlebih dahulu. Begitu juga dengan Audy
Gaun itu memiliki tali tipis dibahunya dengan rendah dada yang menggoda. Desainnya sederhana namun nampak mewah. Terdapat belahan dibagian paha sebelah kiri membuat nya tampak sexy. Lengkap juga dengan sepatu high heels berwarna senada.
"Siapa yang mengirimnya? Apa kamu, Mark?" Vela menatap gaun yang indah itu. Hanya mereka yang tahu kalau Zelle menyukai warna merah selain warna pink.
"Tidak. Hadiahku ada di dalam kotak itu." Mark juga merasa sedikit aneh. Hanya Attar, Vela dan Audy dan dia yang berkumpul di sini untuk merayakan ulang tahun Zelle hari ini. Bahkan Zelle sendiri tidak mengetahuinya. Siapa lagi yang tahu selain mereka?
"Sudahlah. Lagi pula gaun itu bagus kok.Jangan terlalu banyak berpikir. Ayo makan malam. Aku sudah lapar." Audy adalah gadis yang sederhana dan dia tidak mau terlalu memikirkannya.
"Iya. Mari kita makan malam. Lupakan saja. Mendapatkan hadiah merupakan hal yang sangat menyenangkan." Vela sudah ngiler karena ada udang di hidangannya kali ini
Mereka kemudian mengadakan pesta yang menyenangkan dan melupakan kado Misterius itu.
Setelah makan malam, Vela, Audy dan Zelle pun masuk ke mobil Mark. Attar sudah pergi setelah dia menerima telepon barusan. Dia sangat ingin berlama-lama bersama Vela, tetapi dia sedikit takut pada orang yang menelepon nya. Jadi dia harus pergi.
__ADS_1
Saat Attar berada didekat nya, Vela merasa kalau dia adalah pria yang sangat menyebalkan. Attar selalu berusaha ikut campur dalam urusannya. Namun setelah Attar pergi, Vela malah merindukannya.
Tetapi, Vela tidak akan menunjukkannya. Kalau tidak, Attar pasti akan besar kepala.
Dengan dorongan dari mereka, Zelle terpaksa mengenakan gaun itu dan beserta sepatu heels nya. Terlihat sangat cocok dengan Zelle, seolah-olah itu dibuat khusus untuknya.
Ditambah lagi dengan kalung Chanel dari Mark yang sangat cocok dengan gaun itu. Kalung itu adalah salah satu brand berkelas dari Prancis yang dibeli oleh Mark dengan harga tak tanggung-tanggung kisaran Rp 39,3 juta.
Zelle mengenakan gaun merah itu dan mengikat rambutnya. Dia tampak bersinar dengan penampilan barunya.
Rumah baru Mark terletak disebelah barat kota. Tempat dimana lingkungan orang kaya berada.
Mark tinggal di sini sendirian. Dia tidak tinggal di rumah utama Becher. Dia juga tidak terlalu rukun dengan keluarganya.
Mark rupanya telah menyiapkan banyak jamuan, tidak lupa pula dengan wine yang fantastic
"Wow, Mark, rumahmu sangat indah, sangat megah. Ada begitu banyak makanan lezat. Rasanya aku tidak mau pergi dari sini." Vela menatap makanan itu.
"Kalau begitu tetaplah di sini. Kamu tahu kamu bisa tinggal selama yang kamu mau. Aku sudah menyiapkan kamar untukmu di lantai dua." Mark memutar matanya ke arah Vela
"Ada empat belas kamar di lantai dua. Kamu bisa memilih salah satu yang kamu suka." Mark sangat murah hati sehingga membuat Audy dan Vela berteriak kegirangan.
Namun, Zelle lah yang paling ingin dipertahankan oleh Mark di sini, tapi, Zelle tidak mengatakan apa-apa.
Zelle sudah menikah, jadi tentu saja dia tidak akan mau tinggal di rumah laki-laki lain.
Mark merasa sedikit kecewa.
'Zelle, aku terlambat'
"Bagian menarik di rumah ini adalah bagian kolam renang begitu besar di halaman belakang. Apa kalian mau mencobanya?" Mark mungkin bersikap dingin pada orang lain, tapi dia sangat sabar menghadapi gadis-gadis dihadapannya ini
"Mark, aku telah memutuskan untuk meninggalkan orang tuaku. Aku akan pindah ke sini dan tinggal bersamamu. Seperti seorang putri sejati di sebuah kastil." Saat Vela mendengar ada kolam renang, dia sangat senang sehingga dia benar-benar tidak ingin pergi. Saat mereka di University dulu, Zelle dan dia adalah perenang yang handal. Bahkan mereka bergiliran memenangkan kejuaraan dan mereka sangat menikmati permainan air itu.
"Kalau begitu aku akan memberitahu bibi kalau kamu ingin diadopsi oleh ayahku," jawab Mark
"Tidak, tidak! Ibuku akan mematahkan kakiku kalau dia tahu. Kalau begitu aku tidak bisa pergi kemana-mana." Mendengar hal itu, Vela menjadi takut dan bergegas menghentikan Mark
__ADS_1
Semua orang disana pun tertawa, dan Vela hanya dapat menggaruk kepalanya dengan canggung.
"Baiklah, ayo kita berenang. Ada yang tidak bisa berenang?" Ketika Mark mengatakan ini, dia menatap Zelle
Saat Zelle masih kecil, dia sangat takut dengan air, apalagi berenang. Mark sudah mencoba banyak cara, tapi gagal mengajarinya berenang. Sekarang setelah Zelle tumbuh dewasa, Mark pikir kalau dia tidak perlu takut air lagi. Tapi dia masih harus bertanya karena khawatir.
Melihat tatapan Mark, Zelle tahu bahwa dia masih ingat dia dulu takut dengan air. Dan Zelle memerah mengingat nya. Dia sangat pemalu saat itu. Namun, dia telah menghabiskan banyak waktu untuk belajar berenang. Karena dia ingin memberikan kejutan untuk Mark saat Mark kembali.
****
"Nyonya, kami telah mengirimkannya ke Nona Lovata." Seorang pria berbaju hitam melapor kepada wanita.
"Baiklah, aku berhutang padanya," kata wanita itu dengan suara yang menawan.
Seorang Sekretaris yang berada di samping wanita itu pun bertanya dengan hati-hati, "Nyonya, mengapa Anda tidak menemui Nona Lovata saja? Anda telah melakukan banyak hal untuknya."
"Aku belum melakukan sesuatu yang istimewa untuknya. Inilah yang harus aku lakukan. Aku merasa bersalah melihatnya. Dia pasti sudah melupakanku. Aku akan membantunya tanpa memberi tahunya. Kita harus pergi. Suamiku akan kembali. " Wanita itu meminta sopir untuk membawanya pulang
***
Zelle dan teman-temannya pun mulai berganti pakaian renang. Kolam renangnya sudah dikontrol suhunya, jadi airnya hangat saat malam hari.
Begitu melihat kolam renang, Vela pun segera melompat ke dalamnya. Audy tidak pandai berenang, tapi dia juga ikut melompat ke dalamnya dengan bahagia.
Mark dan Zelle berjalan di belakang Vela dan Audy. Dia berdiri di samping kolam renang dan menatap mereka dengan tatapan kosong. Sementara Mark melihatnya dan mengira Zelle masih takut dengan air. Jadi, dia mencoba untuk menghiburnya.
"Tidak apa-apa. Aku ada di sini. Kamu bisa mencoba bergabung dengan mereka dan aku akan mengawasi dan melindungimu." Mark tertarik pada Zelle karena dia melihat tubuh sempurna Zelle dalam balutan pakaian renang berwarna hitam.
Mark segera membuang mukanya. Dia bangga dengan pengendalian dirinya yang begitu kuat. Saat Prilly berusaha keras untuk menggodanya, dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun padanya. Namun, kini dia merasa panas oleh Zelle hanya karena melihat nya dengan baju renang.
"Mark, aku ingat ketika aku masih kecil, aku sangat takut dengan air." Ketika Zelle mendengar kata-kata Mark, dia berbalik dan memandangnya.
Bersambung.......
Thanks for like and comment
Love you All 🖤
__ADS_1