Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Apa dia akan tidur disini?


__ADS_3

Melihat Zelle mengabaikannya dan terus menonton TV, Prilly semakin marah.


Keluarga Zelle sudah bangkrut. Mengapa dia begitu sombong? Prilly duduk di samping Zelle


"Zelle, aku dengar bahwa pria yang memperkosa mu itu berumur enam puluh tahun. Dia juga gemuk dan jelek. Bagaimana kamu bisa tahan dengannya? Aku saja merasa jijik hanya dengan memikirkan nya." Prilly mengatakan itu pada Zelle punya tujuan tertentu


Prilly menunggu Zelle marah agar dia bisa bermain cantik


Namun, Zelle, bukan hanya tidak bisa berbicara, dia juga bertindak seolah-olah dia tuli.


Prilly mengucapkan banyak kata kasar, dan Zelle sepertinya tidak mendengar apa-apa.


🌼🌼🌼


"Zelle, aku tahu kamu tidak jadi diperkosa. Cepat atau lambat kamu juga akan menikah. Jika calon suamimu tahu kalau kamu dilecehkan secara seksual, apakah dia masih menginginkanmu? suamimu pasti akan sedih kalau dia mengetahuinya? Yah, kurasa kamu belum menikah. Kamu sudah lama berada di rumah sakit, namun suamimu tidak pernah muncul." Prilly memilih kata-kata yang paling beracun karena hanya mereka yang ada di ruangan itu.


Zelle akhirnya menanggapi kata-kata Prilly. Dia berbalik dan tersenyum pada Prilly, menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara.


"Itu bukan urusanmu!"


Namun, Prilly gagal memahaminya. Dia hanya melihat senyum Zelle. Senyumnya begitu indah dan tidak dibuat-buat.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Prilly


"Dia bilang itu bukan urusanmu!" Vela datang. Dia baru saja keluar untuk membeli makanan dan Prilly masuk. Prilly benar-benar sebuah kutukan.


"Siapa kamu?" Prilly tidak mengenal Vela, tetapi dia memperhatikan kalau Vela tidak terlalu ramah padanya.


"Aku teman Zelle." Vela mengesampingkan barang-barang yang telah dibelinya. Dia tidak mengenal Prilly, dia juga tidak menyukai penampilannya. Vela tidak iri dengan kecantikan Prilly. Dia entah bagaimana merasa kalau Prilly itu munafik.


"Yah, akhirnya burung-burung sejenis berkumpul juga. Aku disini untuk mengunjungi Zelle karena aku peduli padanya. Apa begini caramu membalas kebaikan orang lain? Betapa jahatnya dirimu!" Prilly mengejek Vela


"Tidak sopan? Nona, kamu pikir kamu baik-baik saja? Kami hanya baik kepada orang-orang yang berbudaya. Mengapa kami harus sopan kepada orang sepertimu? Yang bisa kamu lakukan hanyalah berbicara omong kosong." Kata-kata Vela seperti peluru.


Meskipun Zelle tidak dapat berbicara, dia ingin memuji Vela. Mereka tersenyum penuh arti dan ber tos sebagai tanda kemenangan.


"Kamu itu hanyalah anak orang susah! Mengunjungimu adalah penghinaan bagiku." Prilly berdiri. Dia merasa kalau dia adalah wanita yang anggun, karena keluarganya yang kaya dia mewarisi sifat temperamennya. Namun, ketika dia menyindir Zelle, dia tidak pernah memikirkan martabat nya.


"Kalau begitu, silakan pergi. Kami tidak meminta kunjunganmu. Wanita sepertimu membuat kami jijik! Enyahlah!" Vela sangat muak melihatnya, dia melambaikan tangannya dan mengusir Prilly


Prilly mendengus dan berdiri. Namun, saat dia berdiri, dia melihat Attar menuju ke ruangan itu. Jadi, Prilly pun duduk lagi.


"Aku datang untuk menemui Zelle dengan niat baik. Mengapa Kamu mengusir ku?" Kata Prilly, sedih.


Perubahan tiba-tiba pada nada suara Prilly mengejutkan Vela dan Zelle. Barusan dia berkata jahat. Kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi menyedihkan?


"Zelle, Vela, Prilly! Kalian semua ada di sini." Attar hanya terfokus melihat Zelle dan Vela, dan dia tidak melirik Prilly.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Saat melihat Attar, Vela menjadi waspada.


"Aku datang ke sini untuk menemui Zelle. Aku tidak menyangka kau juga ada di sini. Aku tidak ada maksud lain." Attar tahu kalau Vela tidak menyukainya. Mereka belum pernah bertemu sejak Attar mencuri ciuman pertama nya.


"Prilly, apa ada yang salah? Apa mereka mengatakan sesuatu?" Attar memandang Prilly yang menyedihkan dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Zelle dan Vela


Zelle tidak bisa bicara, tapi dia tahu Vela itu gadis bar-bar.


"Vela, Prilly ini kekasih nya Brandon. Bagaimana kamu bisa menyinggung perasaannya?" Attar bertanya-tanya.


"Tidak apa-apa. Ini semua salahku. Seharusnya aku tidak membuat mereka marah. Ini semua salahku. Attar, jangan salahkan mereka." Prilly menarik lengan baju Attar dan berkata dengan murah hati.

__ADS_1


"Kamu adalah orang yang paling tak tahu malu yang pernah kutemui." Vela menatap Prilly. Betapa memalukannya Prilly!


"Vela, jangan seperti itu." Attar menarik Vela kesamping.


"Kenapa? Aku benci orang munafik. Dia pikir dia siapa? Mother Theresa? Yah, dia tidak seperti ini tadi. Dia baru saja menghina kami. Siapa disini yang kurang ajar?" Vela sangat marah pada Prilly


Attar tidak bisa menghentikan Vela. "Dia pacar Brandon. Apa kamu mau Brandon menghentikan pengobatan Zelle?." Attar berbisik di telinga Vela


Benar saja, perkataan Attar berhasil. Vela kembali tenang.


Memang benar. Jika Zelle ingin mendapatkan perawatan terbaik, Brandon lah satu-satunya orang yang mampu mewujudkannya. Karena hanya dia yang mampu membeli obat terbaik dan termahal.


Vela membetulkan pakaiannya dan menarik Zelle keluar dari ruangan itu. "Ayo kekamar mandi."


Prilly dan Attar hanya bisa melihat kepergian mereka.


"Prilly, apa kamu butuh tumpangan?" Attar mau mengantar Prilly pulang. Kalau tidak, mereka akan bertengkar lagi, dia tidak tahu harus berbuat apa.


"Tidak apa-apa, Attar. Aku akan pulang sendiri. Vela dan Zelle tidak sebaik yang kita lihat. Kamu harus hati-hati." Prilly menasihati Attar


"Ya. Aku tahu. Kalau begitu berhati-hatilah saat pulang." Attar mengantar Prilly ke lift


Brandon sangat sibuk sepanjang hari ini, jadi dia meminta Attar untuk datang dan melihat apa yang dibutuhkan Zelle. Attar senang sekaligus terkejut saat dia datang.


Dia senang kalau Vela juga ada disana. Dia sudah lama merindukannya.


Yang mengejutkannya adalah kehadiran Prilly. Brandon sangat memanjakan Prilly, jadi teman-temannya harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk menghadapi Prilly.


Untungnya, Vela mendengarkannya dan menyuruh Prilly pergi. Akan jauh lebih mudah bergaul dengan Vela sekarang.


Namun, ternyata Attar salah. Di benak Vela Attar lebih mempercayai Prilly.


***


Attar pikir dia sudah melakukan hal yang benar. Namun, ketika Vela dan Zelle kembali dan melihat Prilly telah pergi, mereka melampiaskan amarahnya pada Attar.


"Dia sudah pergi. Kenapa kamu masih di sini?" Vela berkata dengan dingin kepada Attar. Dia benci kalau Attar begitu antusias dengan Prilly.


"Apa hubungannya kepergiannya denganku?" Attar tidak terima. Vela tidak bisa bergaul dengan Prilly. Bagaimana itu bisa menjadi kesalahannya?


Vela mengabaikan Attar. Dia membantu Zelle naik ketempat tidur dan memintanya untuk membuka mulutnya agar dia bisa mengoleskan obat pada lukanya.


Obat itu sangat mahal. Tapi sangat efektif dalam penyembuhan luka.


"Coba ini juga. Ini juga cukup efektif. Dibeli dari Prancis. Aku kemari khusus untuk memberimu salep." Attar kemudian ingat kalau dia ada di sini untuk mengantarkan salep. Dia hampir saja melupakannya.


"Kau tidak bisa melakukan apa-apa dengan benar. Serahkan padaku." Vela berjalan mendekat dan mengambil obat itu. Dia melihat-lihatnya, tapi bahasa Prancisnya tidak sebaik Zelle. Jadi, dia menyerahkan obat itu kepada Zelle


Zelle membacanya dan mengangguk. Vela menyimpan obatnya.


"Kalau begitu terima kasih. Kamu bisa pergi sekarang." Vela mulai mengusir Attar


"Sudah waktunya makan malam. Aku punya ide. Aku akan membelikanmu makanan sebelum aku pergi." Sebenarnya, Attar melihat kalau Vela sudah membeli banyak makanan.


Namun, itu semua hanya makanan ringan. Dia merasa kalau mereka mungkin akan lapar nanti.


"Kami punya makanan ringan, jadi jangan repot-repot. Kamu bisa pergi." Vela tidak ramah padanya.


Hari itu, Attar mencuri ciuman pertama nya. Meskipun Vela tampak marah, tapi, jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


Vela bahkan memimpikannya selama ini. Tapi Attar malah berpihak pada Prilly, dan itu merusak kesan baik Vela terhadap Attar. Selain itu, dia mengambil gelangnya dan tidak berniat untuk mengembalikannya.


Attar melirik Vela dan kemudian menatap Zelle. Dia berjalan mendekat dan berkata kepada Zelle.


"Zelle, Brandon memintaku untuk menemui mu. Selamat beristirahat." Tanpa pamit pada Vela, Attar berbalik dan pergi.


"Dia pikir dia siapa? Dia gampang sekali marah. Memang, orang yang akrab dengan Prilly itu tidak pernah baik. Mereka tidak punya sopan santun." kata Vela sambil melihat punggung Attar


Vela sangat marah. Attar telah menciumnya, tapi dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Zelle menatap sahabatnya. Dia ingin sekali tertawa, tetapi karena lidahnya terluka, terpaksa dia hanya bisa menahannya.


Zelle mengenal Vela dengan baik. Meskipun Vela sedikit galak dan tangguh, dia tidak akan peduli dengan hal sepele seperti itu. Begitu dia melakukannya, itu berarti dia telah jatuh cinta pada pria itu.


Vela selesai mengoleskan obat untuk Zelle, dan dia masih marah pada Attar


Saat pintu terbuka lagi, Attar dan Brandon sama-sama berdiri didepan pintu.


Attar memegang kantong plastik di tangannya yang penuh dengan makanan.


"Aku pergi membeli makanan untukmu. Kamu tidak bisa hanya makan makanan ringan saja. Ayo kita makan di luar. Brandon ingin membicarakan sesuatu dengan Zelle." Attar yang mengetahui kalau Brandon ingin berbicara dengan Zelle, jadi dia berencana mengajak Vela keluar.


Namun, Vela tidak mengerti maksud Attar.


"Aku tidak mau makan." Vela masih marah. Attar berjalan mendekat dan menariknya keluar memegang tangannya.


"Kamu..." Sebelum Vela mengatakan sesuatu, dia telah ditarik keluar oleh Attar


Brandon berjalan ke tempat tidur Zelle. Dia melihat dan menemukan kalau salep baru yang diberikan padanya hari itu masih utuh. Zelle hanya menggunakan salep lama.


"Yang baru lebih baik. Jangan gunakan yang lama. Lidah tidak bisa dibalut dan selalu terkena air liur. Lidah sulit untuk sembuh, jadi kamu perlu menggunakan salep yang terbaik." Brandon berkata pada Zelle dan membuang salep yang baru sekali digunakan.


Zelle tidak ikhlas salep itu dibuang. Dia diam-diam mengutuk Brandon yang membuang-buang uang. Dia mendengar dari perawat kalau sekotak salep kecil itu berharga ratusan ribu dan Brandon membuangnya begitu saja.


"Buka mulutmu, biarkan aku melihat bagaimana lidahmu." Brandon meminta Zelle untuk membuka mulutnya, tetapi Zelle tidak mau. Lidahnya dijahit. Pasti sangat jelek. Dia tidak ingin menunjukkan sisi buruknya pada Brandon


"Apa yang kamu takutkan? Aku pernah melihat yang paling buruk. Hampir putus saat itu. Seharusnya terlihat baik-baik saja sekarang. Dokter menggunakan jahitan transparan." Brandon menghibur Zelle. Dia masih ingat ketika melihat mulut Zelle saat itu, dia sempat kaget.


Jika dia tidak cepat datang waktu itu, mungkin, dia akan kehilangan Zelle. Dia akan menjadi hot duda.


Brandon sudah memahami perasaan nya, dengan Ketakutan yang dia rasakan saat melihat Zelle terluka, sudah dapat dia pastikan kalau dia sudah jatuh cinta pada Zelle.


Mendengar perkataan Brandon, Zelle dengan enggan membuka mulutnya.


Operasi dilakukan dengan sempurna dan jahitannya tidak terlihat sama sekali. Brandon merasa puas.


Setelah itu, Brandon mengambil snack yang dibeli Vela dan memakannya. Dia membutuhkan satu hari penuh untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah menumpuk selama lima hari dan dia belum makan sepanjang hari. Dia kelaparan sekarang.


Brandon memakan setengah dari camilan yang dibeli Vela


Zelle memandang Brandon dengan rasa ingin tahu. Dia belum pernah melihat seorang pria yang begitu menyukai makanan ringan. Dia hampir menghabiskan makanan ringan yang dibeli Vela.


"Kamu tidak bisa makan sekarang. Berhenti lah menatapku." Brandon memperhatikan Kalau Zelle sedang menatapnya. Dia mengira Zelle juga menginginkannya.


Zelle buru-buru menarik pandangannya. Lagi pula, dia bisa membelinya nanti, setelah itu, dia bisa memakannya dengan puas.


Setelah kenyang, Brandon mengeluarkan barang-barang yang dibawanya. Dia duduk di sofa dan mengganti sepatunya.


Zelle menatapnya lagi. 'Apa yang dia lakukan? Apa dia akan tidur di sini?'

__ADS_1


Bersambung.....


🌝


__ADS_2