
Ngomong-ngomong, Zelle, sebaiknya kamu naik taksi ke sana, karena klien mengatakan ini sedikit mendesak. Aku akan membayar biayanya untuk mu nanti." Malvin menekankan hal itu.
"Oh, begitu. Aku akan pergi sekarang." Bahkan, Zelle merasa Malvin terlalu murah hati padanya
Setelah dia mendapatkan alamatnya, dia pun naik taksi dan pergi ke sana.
🍂🍂🍂
Zelle naik taksi dan tiba di sebuah hotel mewah.
Setelah keluar dari mobil dan memeriksa alamatnya, dia pergi menuju kamar pribadi di hotel yang tertera di catatan itu. Meskipun Zelle menganggap permintaan klien itu sedikit aneh, dia tidak terlalu memikirkannya. Dia percaya kalau Malvin tidak akan membohonginya.
Tidak ada pelayan hotel di luar kamar. Zelle mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang menjawab.
Zelle mencoba mendorongnya dan kaget karena pintu tiba-tiba terbuka. Kemudian dia bisa melihat seberapa besar ruangan itu. Namun, kosong. Tidak ada orang di dalam. Dia bertanya-tanya apakah dia datang ke tempat yang salah.
Zelle mengeluarkan catatan itu lagi, tetapi dia tiba-tiba didorong masuk oleh seseorang. Dan saat dia memasuki kamar itu, lampu di dalamnya pun langsung padam.
"Siapa kamu?" saat Zelle berbicara, dia mendengar seseorang membuka pintu kamar. Dan kemudian, dia melihat nyala api di sudut kamar. Api itu perlahan bergerak ke arahnya. Dia kemudian mendengar orang-orang menyanyikan sebuah lagu.
"Selamat ulang tahun untukmu, selamat ulang tahun ..." Sekelompok orang berjalan keluar dari dalam kamar itu. Mereka semua bernyanyi dan bertepuk tangan. Ternyata pancaran api itu berasal dari lilin. Dibawah cahaya lilin, ada kue yang besar.
Seseorang mendorong kue itu ke arah Zelle. Sekarang dia melihat dengan jelas kalau Mark sedang memegang kue diikuti oleh Vela, Attar, dan Audy.
Setelah menyanyikan lagu, Vela mendekati Zelle dan berkata kepadanya, "Zelle, buatlah permohonan. Buatlah permohonan sebelum kamu meniup lilinnya."
Pada saat itu, Zelle begitu terharu hingga kehilangan kata-kata. Dia menutup mulutnya dengan tangannya.
Dia mencoba yang terbaik untuk tidak menangis dan menarik napas dalam-dalam.
"Ya, Zelle, buat lah permintaan." Audy juga mendesaknya.
Keduanya mendatangi Zelle dan berdiri di sampingnya. Mereka semua menunggu Zelle membuat permohonan.
Di bawah cahaya lilin, Zelle membuat permintaan dengan sangat bahagia dan mereka meniup lilin bersama.
"Oh! Luar biasa! Zelle, selamat ulang tahun!" Mereka mengelilingi Zelle dan tertawa terbahak-bahak.
Lampu kembali dinyalakan. Mark menyerahkan sebuah pisau kepada Zelle dan memintanya untuk memotong kue untuk mereka.
__ADS_1
Pelayan menyajikan hidangan dengan cepat. Saat Zelle selesai memotong kue, semua piring dibawa ke meja. Mereka mendapat sepotong kue yang indah.
"Aku ... aku benar-benar merasa tersentuh! Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa." kata Zelle dengan emosional.
"Hari ini ulang tahunmu yang ke-24. Kami semua mengingatnya. Kami hanya ingin memberimu kejutan besar!" kata Vela pada Zelle. Dia menggigit kue itu dan merasa bahwa makan sendiri saja tidak cukup, jadi dia mengambil garpu dan memberikannya juga pada Zelle
Kue itu terasa begitu manis dan enak.
"Baiklah, semuanya, duduklah. Hidangan hari ini juga sangat enak. Saya menyarankan kalian semua untuk mencobanya." Mark meminta semua orang untuk duduk.
Zelle menatap Mark. Dia mengenakan jas abu-abu dan kemeja putih hari ini. Zelle masih ingat kalau Mark selalu mengenakan kemeja putih saat masih kecil. Selera berpakaiannya tidak berubah bahkan setelah sepuluh tahun.
Mark juga menatap Zelle. Dia hanya berpakaian santai hari ini. Tapi itu masuk akal karena tidak ada yang menyuruhnya berdandan untuk pesta. Untungnya, semua orang telah menyiapkan hadiah untuknya.
"Jadi, inilah rencananya hari ini. Kita akan makan siang di sini dulu, lalu kita akan pergi ke tempat lain. Aku ingin menunjukkan tempat baruku." Mark berkata kepada semua orang.
"Wow! Mark ingin menunjukkan tempat barunya kepada kita. Tempat baru! Bagus sekali!" Semua orang tertawa ketika Vela berbicara berlebihan. Attar yang duduk di sampingnya, menatapnya dengan penuh cinta
Kebetulan Attar ada disini hari ini. Dia tidak tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahun Zelle, dan dia baru saja mengikuti kemana pun Vela pergi. Dia tidak pernah berpikir kalau Vela adalah gadis yang begitu menarik. Tadi, Vela ingin mengusirnya, tetapi akhirnya dia menarik nya masuk untuk bersembunyi saat dia mendengar kalau Zelle hampir sampai.
"Zelle, bagaimana menurutmu?" Mark memandang Zelle dengan penuh kasih sayang.
Dia berpikir kalau dia akan merayakan ulang tahunnya sendirian hari ini. Dia tidak pernah menyangka kalau teman-temannya telah menyiapkan kejutan besar untuknya.
TOK
TOK
TOK
Seseorang mengetuk pintu.
Seorang pelayan datang dengan sebuah kotak di tangannya. Tampak seperti kado ulang tahun.
"Nona Lovata, ini kado ulang tahun untukmu. Selamat ulang tahun untukmu." Pelayannya juga cukup manis. Dia kemudian menyerahkan kotak itu kepada Zelle
Zelle mengambilnya. Dia pikir itu juga kado dari teman-temannya, jadi dia mengesampingkannya tanpa berpikir terlalu banyak.
"Zelle, ini kado dariku untukmu." Audy memberikan hadiahnya kepada Zelle
__ADS_1
Vela yang mengusulkan pesta kejutan hari ini, dan Mark yang memberikan instruksi dan mempersiapkan pestanya. Sedangkan Attar tidak melakukan apa-apa.
Setelah mereka semua memberikan hadiah mereka kepada Zelle, dia tersenyum lebar saat dia melihat hadiah itu.
"Terima kasih! Terima kasih semuanya." Zelle terus berterima kasih kepada mereka semua
Attar merasa dia juga harus memberi Zelle sesuatu. Dia melihat sekeliling dan menyadari kalau hanya dia yang tidak menyiapkan apa pun untuknya.
"Zelle, hadiah dari ku menyusul besok. Aku lupa membelikan hadiah untukmu." Hanya itu yang bisa Attar katakan
"Tidak apa-apa. Aku sangat senang melihatmu disini." Ujar Zelle sambil tersenyum.
Dia bersungguh-sungguh karena dia tidak terlalu peduli dengan hadiah. Dia sangat berterima kasih kepada siapa pun yang hadir disana.
"Hei, coba lihat itu. ini sangat aneh. Hadiah ini dari kami. Tapi bagaimana dengan yang ini? Siapa yang mengirimkannya..." Audy tiba-tiba menyadari sesuatu. Dia melirik, dan terkejut menemukan yang ekstra.
Audy benar. Zelle memiliki empat hadiah di depannya, tetapi hanya ada tiga orang di ruangan itu yang memberikan hadiahnya.
"Buka dan lihat, takutnya itu jebakan." Vela berkata dengan hati-hati.
Semua orang setuju dengannya. Vela melihat sekeliling dan menatap Attar
Attar menggigil saat melihat bagaimana Vela menatapnya.
"Attar, kamu yang buka." kata Vela
Attar membuka kotak itu dan melihat apa yang ada didalamnya.
Menurut Zelle itu bukanlah ide yang bagus. Bagaimana jika jebakan itu ditujukan untuknya tetapi malah menyakiti orang lain? Dia pikir dia harus membukanya sendiri.
"Biarkan aku yang melakukannya." Attar menghentikan Zelle dan mengambil kotak itu.
Kado itu sangat indah. Warnanya merah muda. Dan warna favorit Zelle adalah pink.
Terdapat busur indah yang mengikat kotak itu. Attar membuka ikatan busur itu dan membuka secara perlahan. Ada ekspresi kagum diwajahnya saat dia melihat isinya. Tapi, tiba-tiba Attar menutup kotak itu kembali.
Mereka merasa bingung saat melihat raut wajah Attar. Mereka tidak tahu apa artinya itu.
Bersambung.......
__ADS_1