
Brandon dulu sangat mencintai Prilly, jadi dia akan melakukan apa saja untuknya. Tapi sekarang, dia telah pindah hati dan jatuh cinta pada Zelle. Prilly harus berusaha lebih keras lagi jika mau memenangkan cinta Brandon lagi.
"Aku tidak mau mereka datang atau melihatku. Lihat Zelle. Dia merasa sangat bangga. Bu, apa yang harus kita lakukan? Brandon tidak peduli lagi padaku. Tapi aku masih mencintainya. Aku ingin dia kembali!" Prilly menangis.
🍀🍀🍀
Prilly menangis dan membuat keributan didepan Yolan. Dia telah dimanjakan oleh orang tua dan kakak laki-lakinya sejak dia masih kecil, jadi dia tidak pernah merasa salah atas apa yang dia lakukan.
"Prilly, kamu mungkin boleh berbuat apa saja di rumah, tapi bagaimana kamu bisa memperlakukan orang tua Brandon seperti itu? Kamu harus belajar bertahan dan bermain bijak. Aku sudah memberitahumu berkali-kali bahwa keluarga Brandon tidak menyukaimu karena sifat mu ini, menurut mereka kamu itu terlalu sombong. " Yolan menatap putrinya, merasa kasihan padanya.
"Bu, apa yang harus kulakukan sekarang? Mark juga tidak menyukaiku, dan bahkan sekarang Brandon pun tidak menginginkanku. Apa aku seorang pecundang?" Air mata Prilly mengalir di pipinya, sampai menghapus sebagian salep di wajahnya, jadi dia terlihat sangat lucu.
"Jangan khawatir. Mark tidak akan pernah menyukaimu. Jangan bicara tentang dia lagi. Brandon akan selalu mencintaimu. Mungkin dia sengaja menikah hanya untuk membuatmu marah. Selama kamu melakukan apa yang aku katakan, dia pasti akan kembali kepadamu." Yolan begitu percaya diri pada putrinya.
Brandon bahkan rela melawan rasa takutnya akan ketinggian dan memanjat pohon hanya untuk memetik bunga untuk Prilly. Semua orang tahu betapa Brandon sangat mencintai Prilly.
"Bu, aku pasti akan mendengarkanmu. Aku tidak akan keras kepala lagi." Prilly sekarang sangat patuh. Dia ingin merebut kembali Brandon dari Zelle.
****
"Mom, biarkan aku mengantar kalian berdua pulang," kata Brandon pada Afina dan Zelle
"Terima kasih atas tawaran nya. Kami tidak perlu tumpangan. Ayo, Zelle, kita shopping. Setiap suasana hati yang sedang tidak baik, shopping adalah solusinya." Afina masih kesal pada Brandon
Afina pikir Brandon bukan lah pria yang tegas. Prilly sudah meninggalkannya selama bertahun-tahun, tapi sekarang, setelah dia kembali, Brandon malah dengan mudahnya luluh dengan Prilly sampai mau memberikan perhatiannya yang berlebihan. Afina marah pada putranya.
__ADS_1
Brandon tampak tak berdaya saat ibunya menarik Zelle menjauh dan pergi. Zelle bahkan tidak menoleh lagi ke belakang. Sepertinya kedua wanita itu memang marah padanya.
Tapi bagaimana dia bisa menjelaskannya kepada mereka? Lupakan saja. Brandon melihat arlojinya. Dia benar-benar ada rapat sore ini, jadi dia masuk ke mobil dan kembali keperusahaan.
"Zelle, jangan marah pada Brandon. Anakku itu sangat tidak fleksibel. Kalau kamu marah padanya, pukul saja dia. Jangan menahan amarahmu. Itu tidak baik untuk kesehatanmu! Wanita tidak boleh menahan amarahnya. Kalau tidak, dia tidak akan cantik. Omong-omong, apakah kamu melihat wajah Prilly tadi? Lucu sekali, kan?" Setelah sekian lama menahan tawanya, Afina akhirnya tertawa terbahak-bahak. Dia sungguh terhibur dengan wajah Prilly.
Zelle juga ingin tertawa, tapi dia merasa itu tidak pantas. Jadi, dia hanya tersenyum.
"Nyonya Wade! Sungguh hari yang sangat beruntung bisa bertemu dengan Anda di sini!" Saat Afina sedang berbicara dengan Zelle, dia melihat Nyonya Wade yang terlihat sangat anggun!
Zelle mengikuti suara itu dan menoleh. Seorang wanita cantik sedang melihat ke arah mereka.
Mendengar Afina menyapanya, Nyonya Wade pun tersenyum dan berjalan ke arah Zelle dan Afina
"Nyonya Dharmendra, sudah lama kita tidak bertemu." Nyonya Wade tersenyum dan menyapa Afina, lalu dia mengangguk pada Zelle
"Wah, nona muda yang cantik ini adalah menantu perempuanmu. Nyonya Dharmendra, Anda sangat beruntung. Bolehkah saya tahu siapa orang tua dari Nona Zelle?" Nyonya Wade bertanya dengan sopan, namun, tersirat sebuah tujuan
"Dia adalah putri dari keluarga Lovata, Ayahnya dulu seorang pemimpin dari Lovata Group." Afina telah menyelidiki latar belakang Zelle
"Wah, benarkah itu kamu. Tapi aku dengar Lovata Group baru-baru ini sudah bangkrut." Nyonya Wade berkata dengan sengaja. Dia ingin tahu apakah Afina benar-benar menyukai Zelle dengan tulus atau tidak. Jika, iya, maka dia tidak akan peduli dengan latar belakangnya.
"Tidak masalah Lovata Group bangkrut. Bagaimanapun, Gweneth Group perusahaan suaminya, masih berjalan dengan baik. Meskipun tidak dapat dibandingkan dengan Lovata Group, suaminya benar-benar dapat memenuhi kebutuhan Zelle." Kata Afina berucap sembarangan, kata-kata dan tindakannya mengungkapkan kasih sayangnya yang sebenarnya pada Zelle
Nyonya Wade lega mendengarnya.
__ADS_1
"Nyonya Dharmendra, Anda adalah ibu mertua yang sangat baik. Menantu perempuan Anda juga terlihat baik dan sopan. Apakah Anda keberatan jika kita pergi shopping bersama? Nona Zelle, waktu itu, kamu menolak hadiah dari lelang itu. Jadi, hari ini, biarkan saya yang akan memberikan sesuatu pada mu." Nyonya Wade tampak cantik dengan senyumannya.
Saat melihat Nyonya Wade, entah kenapa Zelle merasa sangat akrab dan hangat, dia terpesona oleh penampilannya yang begitu cantik.
"Nyonya Wade, jangan repot-repot." Zelle buru-buru melambaikan tangannya saat mendengar bahwa Ny. Wade akan memberinya hadiah.
"Ayo kita pergi berbelanja." Nyonya Wade berjalan mendekat, memegang tangan Afina dan juga tangan Zelle
Afina tidak menyangka kalau Nyonya Wade begitu mudah untuk didekati. Dia hanya bertemu Nyonya Wade sekali. Yang mengejutkannya adalah, Nyonya Wade masih mengingatnya. Apalagi Nyonya Wade begitu antusias dengan mereka berdua.
Mereka jalan-jalan sebentar di mall. Nyonya Wade membeli banyak barang, dan Afina membeli banyak barang untuk Zelle. Tapi Zelle tidak menginginkannya, jadi Afina terus saja memaksanya.
"Zelle, kamu tidak perlu menabung. Semakin banyak kamu berbelanja, maka Brandon akan semakin semangat untuk mencari uang. Jadi, kamu harus belajar cara menghabiskan uang! Lihatlah syal ini. Harganya 1.800, 3.600, dan 8,800. Jangan ragu untuk membeli yang seharga 8,800!" Sambil berbicara, Afina meminta pramuniaga untuk mengemas barang yang seharga 8,800.
"Nyonya, ada seseorang yang mencari Anda di sana. Silakan datang untuk menemui nya." Seseorang mau berbicara dengan Ny. Wade sebelum dia membeli semua barang yang dia inginkan.
"Silakan kalian berbelanja dulu. Saya permisi sebentar." Nyonya Wade menyerahkan barang-barang di tangannya kepada seorang pramuniaga. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Zelle dan Afina lalu pergi.
"Zelle, lihatlah Nyonya Wade. Dia tahu cara menggunakan uang dengan baik. Dia memilih barang-barang edisi terbatas. Itu contoh yang bagus untukmu! Tapi, menurutku kamu agak mirip dengan Nyonya Wade. Apa itu perasaan ku saja ya.!" Afina berkata dengan santai, dan Zelle tidak mengingatnya.
Mereka melanjutkan berbelanja. Afina memborong semuanya. Mereka berdua pun pergi membayar belanjaannya.
"Permisi, Nyonya Dharmendra dan Nona Zelle, tagihan kalian sudah dibayar," kata kasir dengan sopan kepada mereka.
"Apa?" Afina sangat terkejut. Dia melihat sekelilingnya, dia tidak melihat siapa pun yang dia kenal.
__ADS_1
"Nyonya Wade sudah membayar tagihannya. Nyonya Dharmendra, Nona Zelle, izinkan saya membantu kalian untuk membawakan barang-barang ini." Pramuniaga dengan antusias membantu mereka mengeluarkan barang-barang mereka.
Bersambung..............