
Vernant selalu memanjakan Aria. Dia akan mengikuti apa pun yang Aria katakan. Namun, dia tidak bisa memuaskannya kali ini.
"Sayang, aku ingat kamu pernah bilang kalau kamu menginginkan kalung berlian. Aku akan membelikan nya untuk mu. Apa kamu ingin melihatnya?" Vernant mengubah topik.
"Benarkah? Itu bagus. Ayo pergi sekarang, kalau tidak mungkin akan dibeli orang lain nanti." Mendengar kata berlian, Aria sangat senang. Dia ingin menjadi yang paling menarik.
🍒 Happy reading 🍒
Beberapa hari pun berlalu, Zelle merasa nyaman tinggal disana. Banyak yang menyayanginya, meskipun tak luput dari hal-hal yang dilakukan Aria untuk menarik perhatian semua orang padanya. Namun, Zelle tidak mempermasalahkan itu, dia tahu kalau Aria kurang menyukainya, selagi dia tidak berbuat sesuatu yang lebih, Zelle akan baik-baik saja.
"Zelle, ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Minggu depan ulang tahun kakek yang kedelapan puluh satu tahun. Bantu aku memilihkan hadiah untuknya. Sepertinya aku tidak bisa kembali tepat waktu," kata Brandon kepada Zelle. Dia harus pergi untuk mengurus sesuatu.
"Oke. Aku akan urus semuanya. Jangan khawatir. Kita semua ada di rumah," kata Zelle. Dia tahu Brandon sangat peduli pada kakeknya.
"Aku tahu, aku bisa mempercayaimu. Aku akan berangkat malam ini." Brandon pun bersiap untuk pergi.
***
Seminggu kemudian.....
Brandon belum kembali dari urusannya. Sementara pesta ulang tahun kakek Deon sudah digelar. Pesta ulang tahunnya sangat meriah dan banyak orang yang datang untuk mengucapkan kata 'selamat ulang tahun' kepada Deon.
Tuan Charlie dan istrinya juga berada di sana, yang menambah keriuhan dipesta itu.
Karena Brandon belum kembali, maka Jacob dan Vernant lah yang menyambut kedatangan para tamu. Begitu juga dengan Afina dan kedua menantu perempuannya yang bertugas mengatur tempat duduk untuk para tamu.
Hari ini, kakek Deon mengenakan setelan jas yang bagus, yang mana membuatnya terlihat sangat energik.
Dia menyambut dengan baik teman-temannya dan juga rekan-rekan bisnisnya. Pasangan Tuan Charlie dan Ilona adalah tamu terhormat malam ini.
__ADS_1
"Tuan dan Nyonya Ilona, tolong ikut saya." Zelle mengenakan gaun ungu hari ini. Rambutnya disanggul dan lehernya yang indah terpampang jelas..
Aria terus saja memperhatikan Tuan Charlie yang tak berhenti menatap Zelle. Dia menduga kalau Tuan Charlie tertarik pada Zelle dan dia berencana akan mempermalukannya.
"Tuan dan Nyonya Ilona, silakan istirahat disini. Saya akan memberitahu kalian nanti bila saat makan malam tiba." Zelle terus tersenyum dan keluarga pasangan itu sangat menyayanginya.
"Gadis yang baik," puji Tuan Charlie.
"Tuan Charlie, Anda menyanjung saya. Silakan istirahat. Saya akan menemui tamu lain," kata Zelle dengan sopan. Dia berjalan keluar untuk menyambut tamu lain.
"Jacob, Aria, kalian sangat sibuk, ya." Prilly mengikuti keluarganya untuk hadir ke pesta ulang tahun kakek Deon.
Prilly menyapa semua orang dan bahkan memberi salam khusus kepada Zelle. Meskipun Prilly tersenyum, tapi Zelle dapat merasakan kebusukan dari senyumannya.
Aria mengatur tempat duduk untuk keluarga Chalondra. Zelle tidak tahu di mana tempat duduk mereka. Bagaimanapun, dia tidak ingin melihat Prilly lagi.
Saat makan malam dimulai, Zelle pergi untuk memberitahu pada Tuan Charlie dan istrinya. Tepat berada didepan pintu, tangan Zelle berhenti di knop pintu, mendengar suara dari didalam.
"Benar sayang, putri kita sudah dewasa, tapi, apakah dia mau kembali bersama kita? apalagi yang dia tahu, Jaster adalah ayahnya, dan baginya, ibunya sudah tiada. Bagaimana dengan perasaan mu? apa kamu tidak ingin dipanggil ibu olehnya?." Tuan Charlie memahami perasaan istrinya. Meskipun, Ilona tidak mengatakan nya, tapi Charlie tahu, Ilona adalah seorang ibu. Pasti dia merindukan putrinya.
CEKREK
Pintu dibuka, terlihat Zelle berdiri mematung di ambang pintu dengan tatapan penuh tanya. Dia hanya diam seribu bahasa.
Mendengar pintu terbuka, Tuan Charlie dan istrinya pun menoleh, mereka saling pandang, apakah Zelle mendengar obralannya?
"Pesta makan malam akan dimulai, harap pada Tuan dan Nyonya segera datang keruang makan." Zelle berbicara dengan nada aneh. Banyak pertanyaan didalam benaknya. Apa maksud dari perkataan mereka? bukankah ibunya sudah meninggal?
Saat dia beranjak dari sana, dia melihat Jacob dan Prilly bersama. Mereka terlihat sangat intim.
__ADS_1
"Zelle, ada apa dengan wajahmu? kenapa kau terlihat pucat? apa karena aku sudah lama tidak melihatmu?" Prilly memanggil Zelle. Zelle hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.
Prilly berpura-pura merasa bersalah. Jacob memandang Zelle dengan dingin dan berpikir bahwa Zelle sama sekali tidak sopan.
"Prilly, jangan pedulikan dia. Dia berasal dari keluarga rendahan yang miskin dan dia sangat kasar dan tak tahu malu."Jacob menghibur Prilly.
"Maukah kamu memberi tahu Kakek tentang hubungan kita nanti?" Prilly bertanya malu-malu sambil memegang lengan Jacob.
"Ya. Kamu adalah kekasihku. Aku ingin memberitahu semua orang. Aku akan mengumumkannya saat makan malam nanti." Suasana hati Jacob sangat baik hari ini. Dia sangat mencintai Prilly dan akhirnya dia mendapatkannya.
"Jacob, kamu sangat baik padaku," kata Prilly manja dan menyenangkan Jacob.
Zelle yang melihat kemesraan mereka, rasanya membuat perutnya bergejolak. Akhir-akhir ini, dia memang agak aneh pada dirinya. Dia juga mudah lelah, ditambah lagi dengan hal yang baru saja dia ketahui. Dia akan menanyakannya nanti pada Jaster. Sekarang dia harus terlihat baik didepan semua orang, apalagi hari ini adalah pesta kakeknya.
"Kamu pantas mendapatkannya sayang. Kamu gadis yang baik. Aku akan baik padamu sepanjang hidupku," Jacob bersumpah pada Prilly.
Prilly langsung menutup mulutnya dan menghentikannya seolah-olah dia sangat mengkhawatirkannya.
****
Saat pesta makan malam dimulai, semua orang bersulang mendoakan kesehatan Deon. Mereka mengatakan banyak hal baik seperti "Semoga panjang umur, sehat selalu dan bla-bla".
Dalam suasana hati yang baik, Deon meminum segelas wine dalam sekali teguk.
Saat pesta makan malam itu juga, Zelle, Afina, dan Aria sibuk memeriksa semua hidangan yang sudah disajikan ke meja. Ada banyak sekali tamu dan banyak hidangan yang membuat mereka sedikit takut ada sesuatu yang tidak beres.
Ketika hidangan hampir semuanya disajikan, mereka semua pun duduk. Meja Deon sudah penuh. Prilly duduk di samping Jacob dan Zelle tidak punya tempat duduk.
"Zelle, kita duduk di sini." Nyonya Ilona memandang Zelle dan mempersilakan dia untuk duduk.
__ADS_1
Aria yang melihat Tuan Charlie yang meminta istrinya untuk menyuruh Zelle duduk bersama mereka, membuat dugaannya semakin kuat. Pasti Tuan Charlie mendambakam Zelle. Seketika itu, Aria menyeringai, dia sudah memiliki rencana untuk melumpuhkan Zelle.
Bersambung.....