
"Kenapa sampai sekarang Zelle belum meneleponku?" Brandon terus menunggu telepon dari Zelle. Dia tidak bisa menunggu lagi. Dia memang memberi tahu pihak HRD untuk tidak memberikan izin pada Zelle selain darinya. Brandon menghubungi HRD.
"Maaf, Tuan Brandon. Saya tidak tahu kenapa? Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa dia harus bertanya kepada Anda jika dia ingin meminta cuti." HRD menjawab gugup. Dia yakin sudah menjelaskan nya pada Zelle tadi, tapi kenapa juga tidak meneleponnya?
🦠🦠ðŸ¦
" Kak, istrimu cantik dan Humble. Aku menyukainya." Audy berkata kepada Brandon di meja makan.
"Benarkah? Kalau begitu Mommy juga ingin bertemu dengannya. Mommy ingin tahu seperti apa menantu perempuanku itu. Jiika, Audy bilang cantik, berarti dia memang cantik." Afina tertarik dengan istri Brandon setelah mendengar komentar dari Audy.
Tapi Brandon hanya diam, dan fokus memakan makanannya.
Afina dan Audy tidak peduli. Mereka mulai berbicara tentang Zelle.
" Jangan terlalu mengurusinya. Dia tidak tahu kalau aku suaminya." Brandon mengingatkan mereka, karena mereka sangat bersemangat tentang rencana mereka.
" Apa maksud mu Brandon? Kenapa kamu tidak mengatakan nya?." Afina tidak habis pikir apa yang dilakukan putranya. Dulu, di saat Brandon bersama Prilly, Afina tidak menyukainya. Karena Prilly hanya memanfaatkan Brandon.
" Itu urusan ku, Mom. Kalian tidak perlu ikut campur. Bukannya kalian menyuruh ku menikah? dan Sekarang aku sudah menikah. Urus saja, urusan kalian." Brandon menghentikan makannya.
Kakek Deon menatapnya. Brandon adalah salah satu cucu terpintar nya. Dan dia juga yang paling penyayang. Prilly pergi meninggalkan Brandon sejak lima tahun lalu. Brandon tidak pernah melupakannya. Jika, Deon tidak mengancam Brandon untuk menikah, pasti dia akan melajang sekarang di umurnya yang menginjak kepala tiga.
" Afina, dia sudah menikah. Kita tidak perlu ikut campur urusan rumah tangga nya." Kata kakek Deon bijak
"Tapi, Brandon, tidak masuk akal rasanya, jika kamu tidak memberikan nya nafkah. Itu bukan cara yang tepat untuk menangani masalah." Lanjut kakek Deon pada Brandon.
"Aku tidak mengizinkan kalian untuk sering bertemu dengannya. Ini pernikahan ku. Aku sudah memberikan uang yang paling dia butuhkan." Brandon berdiri tidak ingin melanjutkan pembicaraan.
"Jadi, kalian jangan memberitahu nya, kalau aku adalah suaminya. Brandon Calvin Dharmendra."
Setelah mengatakan itu, Brandon pergi meninggalkan meja makan. Semakin dia lama disana, maka kuping nya terasa panas. Brandon tahu keluarga nya tidak menyukai Prilly.Tapi, Brandon tidak mau menyakiti Prilly. Prilly adalah kelemahannya.
__ADS_1
Brandon sedang duduk di mobilnya. Dia memeriksa teleponnya memastikan bahwa Zelle menelepon nya atau tidak. Ternyata, Zelle juga belum menelepon nya. Jadi, Brandon menelepon Ezra.
***
Zelle sangat senang sekaligus gugup mendengar kabar bahwa ayahnya akan menjalani operasi di luar negeri. Dia mendengar bahwa operasi itu sangat berisiko. Dia takut ayahnya akan meninggal karena operasi.
"Zelle, ini aku, Mark." Saat itu, Zelle menerima telepon dari Mark.
"Mark? Kenapa kau meneleponku?" Zelle terkejut menerima panggilan telepon darinya. Mereka tidak pernah bertemu lagi, setelah makan bersama kemaren.
"Aku mendapatkan nomormu dari Vela. Kamu bisa menyimpan nomorku. Ayahmu akan dipindahkan ke rumah sakit lain dan menjalani operasi di luar negeri. Ku dengar mereka sudah menemukan jantung yang tepat untuk ayahmu," kata Mark.
" Iya, mereka sudah mendapatkannya. Jadi, ayahku harus segera dioperasi."jawab Zelle.
"Ya. Maukah kamu datang ke rumah sakit besok? Kita bisa bertemu dan berbicara secara detail. Sulit untuk menjelaskannya di telepon."tanya Mark.
"Baiklah. Aku akan datang setelah bekerja besok. Lalu mari kita bicarakan." Zelle setuju. Sebenarnya, dia mempercayai Mark dan bersedia mengikuti apa yang dia katakan. Mark sangat baik padanya, lebih baik dari pada Vela.
Setelah kepergian Mark, Zelle merasa tidak semangat menjalani hari-harinya. Sampai dimana, Zelle bertemu dengan seorang pria.
****
Zelle sedang berbaring di tempat tidurnya, mengingat bagaimana dia bertemu Liam dan jatuh cinta satu sama lain.
Dulu Zelle adalah gadis tercantik disekolah. Begitu banyak pria merayunya. Zelle sangat bangga dan yang terpenting, dia tidak melupakan Mark.
Zelle tidak tahu bagaimana Liam mendekatinya. Zelle baru ingat bahwa ada seorang anak laki-laki menyapanya setiap pagi. Anak laki-laki itu bernama Liam Abrisam. Tapi saat itu Zelle tidak terlalu menanggapinya.
Anak laki-laki itu akan mengantar nya pulang sekolah. Padahal Zelle tidak memintanya atau bahkan Zelle tidak memintanya untuk mengobrol dengan nya. Anak laki-laki itu selalu mengikutinya diam-diam.
Hingga pada akhirnya, mereka dekat dan bahkan Zelle menjadi pacar Liam.
__ADS_1
Hari itu, di saat perjalanan pulang, Zelle berjalan ke rumah yang disewa orang tuanya untuknya di dekat sekolah. Butuh hampir 20 menit bagi Zelle untuk berjalan menuju rumah. Kemudian, datang segerombolan pria berniat ingin melecehkan Zelle.
Beruntung saat itu, Liam melihatnya, dan menghajar mereka. Meskipun Liam babak belur, dia berhasil menangkap para bajingan itu. Zelle pun membawa Liam ke rumah sakit.
Setelah meninggalkan rumah sakit, Liam menyatakan cintanya padanya. Zelle mengira dia pria yang baik, setidaknya Liam bisa melindunginya, jadi, Zelle menerimanya.
Mereka telah bersama selama 3 tahun. Liam menunjukkan rasa cintanya yang begitu besar dan tidak berbuat sesuatu yang keterlaluan.
Mereka adalah sepasang kekasih tapi tidak terlalu dekat. Liam memakluminya, karena Zelle tidak bepengalaman dalam cinta.
Namun, Zelle tidak pernah mengharapkan kisah cinta mereka berujung seperti ini.
Zelle pikir dia sangat bodoh saat itu. Elea selalu mengikuti mereka saat mereka pergi kemana pun. Tapi Zelle tidak curiga sedikit pun.
' ****! Mengapa aku malah mengingat mantan? Lupakan! Berhenti memikirkannya! Sekarang aku menjalani kehidupan yang lebih baik. Aku sudah memiliki seorang suami yang peduli pada ku. Meski pernikahan ini hanya berlangsung selama 2 tahun, tapi, aku senang kok.' Zelle bermonolog dalam hati.
Tiba-tiba Zelle merasakan seseorang memeluknya. Pasti Itu suaminya. Zelle merasa sangat bersyukur bahwa suaminya menyelamatkan ayahnya.
Zelle menyentuh wajah suaminya, dia dapat merasakan kulit suaminya begitu lembut dan sedikit brewokan.
"Hei, aku tidak tahu seperti apa rupamu. Tapi aku sangat menghargaimu sebagai suami ku. Kamu sudah menyelamatkan ayahku dan aku." Dia berkata kepada Brandon.
"Tidak apa-apa. Kamu menghabiskan waktumu denganku selama dua tahun. Jadi kamu pantas mendapatkannya." Brandon berkata dengan tenang.
Brandon terobsesi dengan Zelle yang seksi. Dia tahu itu tidak baik. Mungkin kah dia bisa menjalani hari nya, saat tiba waktu perceraian nanti? Bisakah dia terbiasa?
Mendengarnya, hati Zelle terasa sakit. Dia peduli pada suaminya. Mungkin hanya karena mereka menghabiskan waktunya dengan bercinta setiap malam. Zelle tidak mungkin mencintai nya.
"Jangan mencintai ku. Kontraknya hanya 2 tahun. Setelah itu kita akan bercerai. Kalau kamu mencintai ku, kamu akan terluka. Ingat, kita menikah, hanya atas dasar keuntungan masing-masing." Brandon berkata dengan dingin.
Perkataan Brandon barusan, menghancurkan kasih sayang Zelle padanya.
__ADS_1