
Jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi pada Prilly, itu akan menjadi aib bagi kedua keluarga.
"Bu, apakah Brandon akan datang?" Berbaring di tempat tidurnya, Prilly bertanya pada ibunya dengan lemah.
"Kurasa dia akan datang. Aku sendiri yang memanggilnya. Anakku, kenapa kamu begitu bodoh?Selain Brandon, ada banyak pria baik di luar sana. Kenapa kamu harus bersamanya?" Yolan tidak ingin melihat putrinya menderita.
Namun, dia juga merasa aneh. Dia ingat putrinya pernah naksir dengan Mark dan bahkan rela pergi ke luar negeri hanya untuknya. Padahal Mark sendiri tidak pernah menyukai nya.
🍂🍂🍂
Prilly mogok makan hanya untuk menarik perhatian Brandon. Dulu, disaat dia menyukai Mark, Prilly tidak pernah bertingkah begitu. Yolan bingung siapa sebenarnya yang lebih disayangi putrinya.
Hanya Yolan yang tahu kalau Prilly pernah menyukai Mark. Semua orang mengira Prilly pergi ke luar negeri untuk mengambil pelajaran menari, tetapi kenyataannya, dia pergi ke luar negeri untuk mengejar Mark. Namun, Mark tidak menunjukkan ketertarikan padanya bahkan setelah lima tahun.
"Dia pasti akan datang ke sini. Dia masih peduli padaku. Aku akan bertaruh untuk itu!" Prilly berkata dengan lemah. Dia tahu Brandon selalu mencintainya.
Dia benar. Setelah beberapa saat, seorang pelayan melaporkan kepada Prilly kalau Brandon telah tiba.
Senyum muncul di wajah Prilly. Brandon pergi ke samping tempat tidurnya dan melihat wajah pucat dan bibir kering Prilly.
"Prilly, apa yang terjadi? Kenapa kamu mogok makan?" Brandon tidak menyangka Prilly menjadi gadis yang begitu lemah.
Brandon kemudian teringat pada Zelle yang memiliki nafsu makan yang sangat baik dan merasa itu adalah hal yang baik. Dia menemukan wanita yang lebih kuat dan lebih menarik.
****
"Brandon, kamu di sini. Terima kasih sudah datang menemuiku. Aku baik-baik saja." Prilly berjuang untuk duduk, tetapi dia tidak bisa bangun karena dia terlalu lemah.
"Ya, aku di sini untuk menemuimu. Aku temanmu. Tentu saja aku akan datang menemuimu. Prilly, aku sangat mengkhawatirkanmu. Kasian ibu mu. Dia telah merawatmu lebih dari dua puluh empat tahun. Dan pikirkan juga tentang keluargamu. Semua orang akan sedih jika kamu mogok makan." Brandon duduk di samping Prilly. Dia ingin membujuknya
"Brandon, apa gunanya aku hidup kalau kamu tidak peduli padaku lagi? Kamu satu-satunya pria yang aku cinta di dunia ini, tapi kamu berbohong padaku. Kamu berjanji untuk menungguku, tapi kamu malah menikah dengan gadis lain. Aku sudah kembali. Sekarang aku hancur. Lalu apa yang harus aku lakukan?" Prilly berbicara banyak tanpa jeda. Dia merasa lelah karena dia tidak makan apapun selama beberapa hari
Prilly terbatuk. Sepertinya dia tersedak karena terlalu banyak bicara.
Yolan buru-buru menghampiri Prilly dan menepuk punggungnya. Kalau Brandon mengetahui cerita masa lalunya, Brandon pasti akan merasakan sakit hati.
__ADS_1
Brandon hanya diam menyaksikan Yolan yang menepuk punggung Prilly. Dia sama sekali tidak berniat membantunya.
"Prilly, kita harus move on dari masa lalu. Kamu masih muda, dan ada banyak pria baik di luar sana untukmu. Aku datang kesini hari ini untuk memberitahumu dan ibumu kalau sekarang aku sudah menikah, dan aku tidak akan pernah bercerai." Melihat apa yang terjadi hari ini, Brandon merasa harus menjelaskan semuanya dengan jelas.
"Nyonya Chalondra, saya ingin memberi tahu Anda, tidak peduli apa yang Anda pikirkan tentang saya, saya sudah menikah sekarang. Saya bertanggung jawab atas istri saya. Prilly dan saya sudah berakhir dan kami tidak akan pernah kembali lagi. Masa lalu tetap lah masa lalu. Apakah Anda setuju dengan apa yang saya katakan?" Kata Brandon dengan serius.
Dia tidak dapat menyangkal fakta bahwa dia harus disalahkan karena tidak memberitahu Prilly bahwa dia sudah menikah sejak awal. Dia terlalu ragu-ragu. Tapi sekarang dia ingin menjelaskan kepada Prilly bahwa dia sudah menikah, dan dia harus menerima kenyataannya.
Yah, Prilly merasa seperti ada yang menikam jantungnya. Dia bertanya-tanya mengapa dunia begitu tidak adil. Pertama, Mark mengatakan kalau dia sudah memiliki gadis pujaan nya, jadi dia tidak bisa menjadi kekasih Prilly.
Lalu, Brandon, pria yang dulu mencintainya sepenuh hati, juga telah jatuh cinta pada orang lain. Prilly mengira dia benar-benar terlalu sial.
Tapi Prilly berkata pada dirinya sendiri kalau dia setidaknya harus menjadikan salah satu dari dua pria paling menonjol di B City sebagai kekasihnya, apa pun yang terjadi. Mark tidak pernah tertarik padanya, jadi Brandon adalah pilihan yang lebih baik. Brandon pernah peduli padanya, jadi dia pikir mungkin dia akan terpesona dengan kecantikan nya.
"Brandon, aku tidak akan mengganggumu lagi. Jangan khawatir, aku masih memiliki harga diriku." Prilly memalingkan muka, mencoba menunjukkan kepada Brandon kalau dia kuat.
Jika dia tidak bisa membuat Brandon menceraikan Zelle, dia akan mencoba membujuk Zelle untuk menceraikan Brandon. Prilly tidak menyangka kalau Zelle begitu memercayai Brandon.
Brandon telah memutuskan kalau dia harus memberi tahu Prilly kebenaran yang pahit ini, tetapi dia masih merasa tidak enak saat melihat air mata Prilly.
"Aku tahu bagaimana menjaga diriku sendiri. Brandon, jangan khawatirkan aku. Pergi saja!" Prilly berusaha keras menahan air matanya. Dia berkata pada dirinya sendiri kalau dia tidak bisa gagal. Dia pasti tidak bisa gagal.
Brandon memandang ibunya dan mengucapkan selamat tinggal pada mereka. Kemudian, dia pergi tanpa melihat ke belakang. Dia telah membuat dirinya sangat jelas kali ini. Tidak ada jalan untuk kembali. Dia menikah dengan Zelle dan memutuskan untuk setia padanya.
Saat dia kembali ke perusahaan, dia mendapat telepon dari kantor cabang di Prancis. Mereka mengatakan bahwa ada kasus yang mendesak di Prancis dan meminta Brandon untuk segera pergi ke sana.
Brandon awalnya berencana untuk pulang dan bertemu Zelle, tetapi panggilan itu memaksanya untuk menunda lagi menjelaskan semuanya kepada Zelle
Dia tidak punya waktu untuk kembali kerumah. Dia segera memesan tiket penerbangan dan berangkat ke Prancis.
***
Zelle sibuk akhir-akhir ini, karena dia menghabiskan seluruh waktunya untuk menerjemahkan dokumen. Brandon telah menyuruhnya untuk tidak pergi ke Gweneth Group untuk saat ini, dan dia setuju dengan itu. Dia akan mengundurkan diri dan bagaimanapun juga dia tidak ingin melihat Prilly.
Baru-baru ini, baik Vela maupun Audy tidak ada yang menghubunginya. Zelle tidak tahu mengapa, tetapi dia tidak dapat menghubungi mereka melalui telepon. Dia cukup cemas, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia hanya bisa mencoba membenamkan dirinya dalam pekerjaannya.
__ADS_1
Ulang tahun Zelle akan segera tiba, tapi dia merasa kalau dia mungkin harus merayakannya ulang tahunnya sendirian tahun ini. Dia tidak tahu kemana teman-temannya. Mereka seolah-olah hilang ditelan bumi.
Akhirnya, hari ulang tahunnya pun tiba. Di pagi hari, Zelle mendapat telepon dari ayahnya. Dia mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
Sayangnya hanya menelepon, tetapi Zelle tetap merasa sangat bahagia. Zelle berterima kasih padanya karena masih mengingat hari ulang tahunnya.
Suasana hati Zelle sekarang jauh lebih baik, setelah mengobrol sebentar dengan Jaster. Dia juga perlu menyerahkan dokumen yang telah dia terjemahkan hari ini. Setelah mengganti pakaiannya dan sarapan, sudah waktunya dia untuk keluar.
"Nyonya Dhar..... Zelle, hari ini kamu keluar lagi?" Melihat Zelle sedang mengganti sepatunya, Ezra bertanya
Ezra bisa merasakan kalau akhir-akhir ini Zelle begitu sibuk. Dia mengunci diri di kamarnya setiap hari, jadi dia tidak tahu apa yang Zelle lakukan.
"Ya, aku emm. Aku tidak akan kembali untuk makan siang." Karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, Zelle memutuskan untuk pergi ke apartemen yang baru disewanya untuk merayakan ulang tahunnya sendiri.
"Oke, aku mengerti. Jaga dirimu baik-baik." Ezra membuka bibirnya, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa, selain mendoakannya.
Zelle belum pernah bertemu Brandon sejak dia mengumumkan kalau dia adalah istrinya.
Terkadang, Zelle hampir lupa kalau dia memiliki suami.
Dia mengira Brandon mungkin ingin mempercepat waktu pengakhiran kontrak itu. Sebenarnya, dia tidak terlalu peduli tentang itu. Dia hanya berpikir kalau Brandon harus berterus terang dengan nya, karena dia bisa mempersiapkan diri saat waktu itu tiba.
Setelah tiba di Perusahaan SY, Zelle menyerahkan dokumen yang dia terjemahkan kepada Malvin dan menanyakan apakah ada tugas baru untuknya.
"Malvin, kamu belum memberiku tugas baru." Setelah menunggu beberapa saat, Zelle akhirnya bertanya, karena Malvin tidak berniat memberinya tugas yang baru.
"Oh, maaf. Saya lupa. Saya juga tidak memilikinya. Klien belum memberikannya kepada saya. Bagaimana kalau saya berikan alamatnya, dan kamu bisa mencarinya sendiri?" Malvin mengeluarkan pulpen dan menuliskan alamat di catatan kecil untuk Zelle
"Ngomong-ngomong, Zelle, sebaiknya kamu naik taksi ke sana, karena klien mengatakan ini sedikit mendesak. Aku akan membayar biayanya untuk mu nanti." Malvin menekankan hal itu.
"Oh, begitu. Aku akan pergi sekarang." Bahkan, Zelle merasa Malvin terlalu murah hati padanya
Setelah dia mendapatkan alamatnya, dia pun naik taksi dan pergi ke sana.
Bersambung.........
__ADS_1