Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Kebenaran di salon kecantikan


__ADS_3

Setelah keluar dari Gweneth Group, Attar pulang naik taksi. Dia ingin pergi ke salon Ramit. Kemaren, sudah terjadi kecelakaan di sana tetapi masih belum diketahui kebenarannya. Meskipun para wanita kaya yang berkunjung kesana tidak mengatakan apa-apa, tapi Attar sangat yakin mereka pasti memiliki keluhan di hati mereka.


Attar sampai di salon Ramit. Dan Ramit sudah menunggunya di ruangannya.


"Attar, bantu aku menyelesaikan masalah ini" Ramit yang melihat Attar datang dan dia akhirnya merasa lega.


Sebagai kakak dari Ramit, Attar akan berusaha membantu Ramit dalam mencari tahu kebenarannya.


🍒🍒🍒


Ramit menunjukkan rekaman CCTV pada hari kejadian itu kepada Attar. Kedua bersaudara itu memiliki sedikit kesamaan. Meskipun keduanya sama-sama tampan, tapi, salah satunya tampak seperti ibu mereka dan yang lainnya tampak seperti ayah mereka. Yang satu tidak sabaran dan yang satunya memiliki kepribadian yang tenang.


Attar lebih tenang dan pintar. Jadi setiap kali terjadi sesuatu pada adiknya, Ramit langsung meminta bantuan kakak laki-lakinya.


Setelah menonton rekaman CCTV itu, Attar tidak menemukan adanya sesuatu yang salah.


Namun, memang ada yang sedikit janggal dengan salah satu krim masker itu. Attar memutar video tersebut di mana ada dua ahli kecantikan yang sedang membuat krim masker dan bagian di mana Zelle sedang melakukan facial beberapa kali.


Segalanya tampak baik-baik saja. Kedua ahli kecantikan itu tampak mengikuti aturan dengan ketat dan tidak ada masalah sama sekali.


Maka satu-satunya kemungkinan adalah adanya seseorang yang melakukan sesuatu pada krim itu di luar ruangan pembuatan.


Setelah Zelle menyelesaikan facialnya, ahli kecantikannya hendak mengoleskan masker kewajahnya, tetapi Zelle tampak berdiri dan mengatakan sesuatu kepada ahli kecantikan tersebut. Kemudian, dia pergi ke kamar mandi.


Setelah itu, ahli kecantikannya memberikan krim milik Zelle kepada Prilly.


Dari awal hingga akhir, Zelle tidak pernah menyentuh krim itu.


Sebelumnya, Prilly datang kemudian dia menyapa Zelle dan Ramit. Didalam vidio itu dia tampak berdiri di samping krim masker itu sebentar dan mengatakan sesuatu kepada Ramit.


"Ramit, apa yang dia katakan padamu?" tanya Attar pada adiknya.


"Tidak ada hal yang penting. Hanya percakapan biasa. Aku lupa apa yang kita bicarakan saat itu."


Ramit tidak terlalu memiliki kesan yang baik tentang Prilly.

__ADS_1


"Kalian keluar untuk bicara. Apa yang kamu katakan saat itu?"


"Dia bilang ada yang ingin dia tanyakan padaku. Aku merasa tidak pantas membicarakannya di depan pelanggan lain, jadi aku mengajaknya pergi keluar bersamaku." Ramit berusaha mengingat-ingat nya.


Mereka melihat video rekaman itu beberapa kali, tetapi mereka tidak menemukan sesuatu yang salah.


TOK


TOK


TOK


Pada saat itu, ada seseorang yang sedang mengetuk pintu. Leena, ahli kecantikan Prilly, sedang berdiri di depan pintu.


"Ada apa?" Ramit bertanya pada Leena.


Karena kejadian yang menimpa Prilly, Leena terpaksa diberhentikan sementara sampai kasus itu selesai. Dia hanya bisa melakukan bersih-bersih sekarang. Saat kebenaran terungkap, Ramit akan memutuskan apakah Leena dan Mona masih bisa menjadi ahli kecantikan atau tidak.


"Ya, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Tuan Ramit" Kata Leena malu-malu. Dia pikir hanya ada Ramit diruangan itu, tetapi ternyata, ada lagi satu pria tampan. Dia sedikit gugup karena dia berada diruangan yang sama dengan dua pria sekarang.


"Tuan Ramit, saya..." Leena sangat gugup.


"Tidak apa-apa. Aku saudaranya. Kamu adalah ahli kecantikan yang menangani Prilly hari itu, kan?" Sikap Attar jauh lebih baik.


"Ya...ya, benar Tuan." Leena mengangguk.


"Kalau begitu katakan padaku, apakah kamu ingat sesuatu?" Attar menuangkan segelas air untuk Leena.


Leena mengambil air itu dan menatap Attar dengan rasa terima kasih. Attar sangat tampan dan memiliki temperamen yang baik.


"Jadi seperti ini. Saya menemukan ini saat saya sedang membersihkan ranjang diruang perawatan, setelah apa yang terjadi hari itu. Saya tidak tahu benda apa itu, jadi saya hanya menyimpannya. Saya pikir itu milik Nona Prilly, tapi dia tidak datang lagi untuk mengambilnya. Kemudian saya melihat namanya dan saya langsung mencari jenis benda ini di internet. Ternyata..." Leena tidak berani berkata apa-apa.


Ternyata benda itu adalah obat dalam bentuk pil. Ada dua pil dalam botol itu. Tapi, satu pilnya sudah hilang, dan satu lagi masih ada.


Saat Attar melihat nama obatnya dia pun segera mencari tahu di internet, tiba-tiba wajahnya berubah menjadi gelap.

__ADS_1


"Apa kamu yakin itu milik Nona Prilly?" Attar bertanya pada Leena.


"Saya tidak terlalu yakin, tapi saya menemukannya dilantai tepat setelah Nona Prilly pergi. Setelah kejadian hari itu, tidak ada lagi orang lain yang datang ke sana, jadi saya pikir itu milik Nona Prilly." Leena buru-buru berkata.


"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang. Aku akan memberitahumu saat kami sudah memiliki lebih banyak informasi nanti." Attar membiarkan Leena keluar.


Attar memegang obat itu di tangannya dan berkata kepada Ramit." Kita sudah menemukan sumber masalahnya. Obat ini bagus untuk luka kaki, tapi bila dicampur di krim wajah akan menyebabkan alergi kulit."


Tidak ada cedera di kaki Prilly. Sepertinya hari itu, tidak ada orang yang datang ke ruangan VIP itu yang bermasalah dengan kakinya.


"Obat ini sangat mahal. Seorang ahli kecantikan seperti Leena tidak akan mampu membelinya. Obat ini diimpor dari luar negeri dan kamu pun tidak akan dapat membelinya di sini. Kesimpulannya adalah, obat ini pasti milik salah satu pelanggan VIP." kata Attar pada Ramit.


"Kapan pun pelanggan pergi, kami selalu mengganti seprainya. Jadi tidak mungkin ada pelanggan lain yang meninggalkannya." Ramit sedikit bersemangat.


"Baiklah. Putar video itu lagi di mana Prilly sedang berdiri di samping krim itu. Pelan-pelan saja. Jangan terlalu cepat!" Attar meminta Ramit untuk memutar ulang videonya.


Perlahan tapi pasti, mereka bisa melihat kalau saat Prilly sedang berbicara dengan Ramit, tangannya yang berada di belakang punggungnya, dan krim itu pun berada tepat di belakangnya. Namun, karena Prilly menghadap langsung kearah kamera, tidak ada bukti yang jelas kalau dia yang telah memasukkan obat itu ke dalam masker.


"Pelacur ini!" Ramit memukul meja. Meski video tersebut tidak bisa dijadikan bukti secara langsung, siapa pun bisa mengatakan kalau Prilly lah yang melakukannya. Dia ingin menyakiti Zelle, tetapi dia tidak menyangka kalau Zelle tidak mau memakai krim itu dan akhirnya menjadi bumerang pada dirinya sendiri.


"Untungnya, dia tidak menyakiti orang lain. Dia pantas mendapatkannya. Mari kita hentikan ini. Leena tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi kita harus memastikan bahwa dia bisa tutup mulut dan tidak memberi tahu siapa pun tentang hal ini. Ramit, beri tahu pelangganmu kalau kamu tidak tahu Prilly ternyata alergi terhadap produk pemutih. Kira-kira begitulah yang harus kamu katakan."


Attar sudah tahu keseluruhan ceritanya. Jika Brandon tahu wanita yang dicintainya selama bertahun-tahun sebenarnya adalah wanita ****** yang sangat licik, Attar tidak tahu apa yang akan dilakukan Brandon.


Namun, Attar telah memutuskan bahwa untuk saat ini, dia tidak akan memberi tahu Brandon dulu.


Setelah keluar dari salon kecantikan Ramit, Attar meregangkan tubuhnya dengan malas. Dia pun pergi naik taksi. Dia terbiasa bermain-main sepanjang hari. Tiba-tiba dia memiliki sesuatu yang harus dilakukan, jadi dia merasa itu adalah hal yang sangat menarik baginya. Sekilas, Attar melihat seseorang!


Ketika Attar melihat orang yang tidak asing baginya, dia buru-buru meminta sopir taksi untuk menghentikan mobilnya dan mengikutinya ke sebuah supermarket. Orang itu membeli beberapa makanan dan barang-barang lainnya.


Attar mengikuti orang itu keluar dari supermarket, lalu orang itu pergi naik bus.


Attar turun dari taksi dan berusaha menghentikan bus itu yang hampir bergerak. Sehingga sopir bus itu menjadi sangat kesal.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2