Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Mendapat pekerjaan baru


__ADS_3

Sudahlah, dia tidak peduli tentang itu. Bahkan jika dia tidak bisa bekerja di Gweneth Group, dia bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Sudah waktunya untuk mengundurkan diri. Sepertinya dia tidak bisa tinggal diperusahaan itu lebih lama lagi.


"Baiklah" jawab Zelle. Dia duduk dan sarapan. Dia mengambil jurusan bahasa Prancis, jadi dia mungkin dapat menemukan beberapa pekerjaan paruh waktu dan bisa menjadi translator. Dia tidak bisa bekerja di luar. Kalau tidak, Ezra pasti akan menanyakannya tentang hal itu. Setelah dia menghasilkan uang, dia bisa pergi dari Brandon.


Ezra merasa kasihan pada Zelle karena dia menjadi pendiam. Tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena Brandon menyuruhnya untuk tidak banyak bicara.


🍀🍀🍀


Ezra tidak bisa memahami cara pikir mereka. Dia tahu kalau Brandon peduli pada Zelle. Hanya saja dia tidak tahu bagaimana menunjukkan kepeduliannya. Walau bagaimana pun, Brandon pada akhirnya akan menderita.


Setelah sarapan, Zelle naik ke atas tanpa mengatakan apapun. Dia menyalakan laptop nya dan mulai mencari pekerjaan. Dia tidak akan menyerah pada nasibnya. Dia akan menemukan cara untuk bertahan hidup apa pun yang terjadi.


Di sisi lain, Brandon juga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia berhenti mengejar Prilly karena Prilly sudah sampai dirumahnya.


Kemudian, Brandon menelepon Eric, saudara laki-laki Prilly, dan menceritakan semuanya, berharap Eric bisa membujuk Prilly.


Brandon tidak pernah ingin membeberkan Zelle ke publik, tapi Prilly sudah keterlaluan saat itu. Apalagi, dia tidak tahu kalau Afina telah memberikan kalung itu kepada Zelle. Tapi hal itu menunjukkan kalau mereka telah membawa Zelle ke dalam keluarga.


Apa yang harus dia lakukan sekarang? Jika Zelle kembali bekerja, bagaimana seharusnya karyawannya memanggilnya? Nyonya Dharmendra?Jadi, istrinya bekerja di sekretariat, tetapi wanita lain tetap tinggal di ruangannya?


Itu sangat memusingkan. Kemarin, Prilly sangat sedih sehingga dia melarikan diri. Brandon tidak bisa begitu saja menyuruh Prilly pindah keluar dari ruangan nya saat dia datang untuk bekerja hari ini.


Brandon tidak pernah menjadi pengecut sejak dia memasuki dunia bisnis bertahun-tahun yang lalu.


"Brandon, apa yang terjadi kemarin? Zelle adalah istrimu. Jadi, penyelidikan yang kamu butuhkan adalah memeriksa latar belakangnya sebelum menikah?" Attar mendengarnya dan datang ke kantor Brandon pagi-pagi sekali.


Attar terlihat seperti baru saja melihat hantu.


"Ya," kata Brandon acuh tak acuh.


"Kamu menikah dengan Zelle, jadi kamu harus memberitahu Prilly tentang hal itu. Sekarang apa yang akan kamu lakukan? Siapa yang akan kamu pilih? Apakah kamu akan menceraikan Zelle karena Prilly sudah kembali?" tanya Attar


Semua orang di B City tahu bahwa Brandon mencintai Prilly. Sekarang mereka menunjuk pada kebenaran yang sulit dan hanya Zelle yang akan terluka.


"Tidak." Brandon memandang Attar dengan ketidaksukaan


"Kalau begitu kamu akan memiliki keduanya? Aku tidak tahu apakah Prilly akan menyetujuinya, tapi Zelle tidak akan pernah berkompromi! Kamu mengenal Zelle dengan baik." Setelah bertemu dengan Zelle beberapa kali, Attar tahu dia adalah gadis yang tangguh dan berprinsip.


"Siapa yang memberitahumu itu?" Brandon menjadi marah karena ucapan Attar. Dia tidak pernah berpikir untuk memiliki keduanya. Dia hanya menginginkan Zelle


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Attar lega karena Brandon bukan orang yang brengsek. Jika Brandon menyerah pada Zelle, Vela mungkin tidak akan pernah berbicara dengan Attar lagi


"Jika aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak akan duduk di sini. Aku sedang berpikir. Aku ingin memberi tahu Prilly kalau aku sudah lama menikah, tetapi aku tidak bisa mengatakannya." Brandon tidak berdaya


Brandon tampak seperti pria tangguh. Tetapi Attar tahu kalau dia berhati lembut saat berbicara tentang Prilly.


"Lalu kamu bisa mengatakannya pada Zelle?" Attar mengingatkan Brandon


Brandon hanya menghela nafas. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia bahkan tidak pulang tadi malam. Zelle pasti salah paham lagi.


"Brandon." Suara manis Prilly terdengar dari luar pintu. Tidak ada yang menyangka dia akan datang bekerja hari ini.


Attar tersenyum canggung. "kamu seorang laki-laki, jadi selesaikan dengan cara mu. Aku ada sesuatu yang harus dilakukan." Attar melirik Prilly dan tahu kalau dia tidak tidur nyenyak tadi malam. Sebab terlihat dibawah matanya lingkaran hitam.


Setelah Attar pergi, Prilly pun masuk dan menutup pintu.


"Brandon, apa kamu menikah secara tidak sengaja? Apa Zelle yang menggodamu dan memaksamu untuk menikahinya?" Prilly berjalan kearah Brandon dan dia duduk.

__ADS_1


"Tidak." Brandon mencium parfum Prilly. Dia merindukan aroma alami tubuh Zelle


"Lalu keluargamu yang memaksamu?" Prilly bertanya lagi, bersandar di bahu Brandon


Brandon terdiam. Keluarganya memang mendorongnya untuk menikah, tetapi dia sendiri yang memilih Zelle.


"Prilly, bukan itu yang harus kau pikirkan. Aku sendiri yang memilih menikah dengan Zelle." Brandon menyimpulkan kalau dia menikahi Zelle atas keinginannya sendiri. Zelle lah yang dipaksa menikah dengannya.


"Brandon, apakah ini balas dendammu padaku karena aku meninggalkanmu? Tapi kamu tidak harus menikahi wanita seperti itu. Keluarganya sudah bangkrut, dan dia pernah menikah sebelumnya. Aku bisa menerimanya jika kamu memilih orang lain." Prilly menangis.


Zelle sudah menikah? Brandon tidak pernah memikirkannya. Itu tidak masalah baginya. Lagi pula Zelle masih perawan saat menikah dengan Brandon. Liam hanyalah sampah.


"Prilly, kamu gadis yang baik. Sekarang setelah kamu kembali, kamu harus menikah dengan pria baik yang mencintaimu. Aku sudah menikah, jadi jangan buang waktumu untukku." Pada akhirnya, Brandon berkata dengan tegas.


Brandon menyuruh Prilly untuk tidak menyia-nyiakan waktunya untuknya. Namun, Prilly tidak mendengarkannya. Dia melepaskan mimpinya. Dia akan benar-benar gila jika Brandon mencampakkannya.


Prilly masih bersandar pada bahu Brandon dan melepas roknya, memperlihatkan dada dan bahunya yang indah.


"Brandon, kamu bisa memiliki ku. Aku akan memberimu segalanya. Tolong jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu." Prilly melemparkan dirinya ke dalam pelukan Brandon. Dia mencoba menciumnya, tetapi Brandon dengan cepat menghentikannya.


"Prilly, bagiku, kamu seperti seorang dewi dan aku ingin tetap seperti itu." Brandon berdiri dari sofa dan membantu Prilly mengenakan pakaian nya lagi.


"Brandon, apakah kamu akan meninggalkanku? Kaki ku terluka dan itu untukmu, dan aku tidak bisa menari lagi. Bagaimana kamu bisa meninggalkanku?" Prilly menolak melepaskan Brandon


Brandon berhenti sejenak. "Maafkan aku, Prilly. Aku akan menebusnya dengan cara lain." Brandon tidak ragu kali ini. Itu tidak baik untuk siapa pun.


Kemudian, Brandon pergi. Dia tidak ingin tinggal bersama Prilly lagi sekarang. Dia takut dia akan luluh karena air matanya.


"Brandon, Brandon, Brandon! Kamu tidak bisa melakukan ini padaku!" Melihat Brandon membuka pintu dan keluar, Prilly pun berteriak.


'Zelle, aku membenci mu. Aku membencimu!'


****


Sementara Zelle melihat-lihat iklan lowongan kerja di kamarnya. Karena Prilly juga bekerja di Gweneth Group, Zelle tidak mau tinggal di sana lagi. Dia perlu mencari pekerjaan dan menghasilkan uang. Lalu dia bisa pindah.


Zelle juga memeriksa harga sewanya. Sial, semua yang ada di B City sangat mahal. Harga sewanya sangat tinggi.


Setelah memeriksa tabungannya, dia hanya mampu membayar sewa selama satu tahun.


Zelle mengirim resumenya ke beberapa perusahaan yang bagus.


Dia telah menatap layar laptop nya sepanjang pagi ini, dan matanya lelah. Dia juga merasa sangat haus.


Jadi Zelle keluar untuk mengambil segelas air. Ketika dia kembali ke laptop nya, ternyata ada notif masuk dan itu adalah sebuah perusahaan yang telah menjawab emailnya.


Itu adalah perusahaan terjemahan. Mereka dapat menawarkan Zelle apa yang dia butuhkan. Tapi dia harus mengikuti tes terlebih dahulu. Jika dia lulus, dia bisa langsung mendapatkan pekerjaan itu.


Zelle sangat gembira. Dia meminum semua air di gelasnya dan membuka dokumen yang dikirim oleh perusahaan tersebut. Mereka ingin dia menerjemahkannya ke dalam dua bahasa, Prancis Jerman.


Itu hanya sekitar 10.000 kata. Zelle bisa menyelesaikannya sore ini.


Zelle kemudian mulai bekerja. Itu tidak sulit. Ada banyak istilah teknis, tapi dia bisa mengatasinya.


Zelle sibuk dengan tugasnya dan tidak mendengar Ezra memanggilnya untuk makan siang. Jadi, Ezra datang ke kamarnya dan memanggilnya disisinya.


"Ezra, aku melewatkan makan siang. Bisakah kamu menunggu sampai aku selesai dengan pekerjaanku?" Zelle akan lupa semuanya saat dia sedang bekerja.

__ADS_1


Ezra tidak bisa berkata apa-apa. Brandon memberitahunya kalau Zelle bisa melakukan apa pun yang diinginkannya di rumah ini, selama dia tidak pergi keluar.


Saat Zelle selesai menerjemahkannya, waktu pun sudah menunjukkan pukul tiga sore. Dia memeriksanya untuk terakhir kali dan mengirimkannya.


Dia sangat lapar, dan dia akan makan siang.


Zelle akhirnya merasa lebih baik setelah makan tiga mangkuk bubur dan dua sup. Dia sangat kelaparan.


Ezra memperhatikan Zelle makan dan dia merasa lega. Nafsu makannya yang baik adalah sebuah keberkahan!


Setelah makan siang, Zelle pun memutuskan untuk tidur siang. Karena mereka mungkin perlu waktu untuk memeriksa terjemahannya, Dia bisa tidur nyenyak tanpa diganggu.


****


Brandon menelepon Ezra dan menanyakan apa yang telah dilakukan Zelle hari ini. Ezra menceritakan semuanya.


Mendengar Zelle dalam keadaan tenang, Brandon malah merasa tertekan. Dia sangat kesal, namun Zelle terlihat sangat bahagia. Dia sepertinya tidak terganggu sama sekali.


"Tapi aku melihat Nyonya Dharmendra memiliki lingkaran hitam di bawah matanya pagi tadi, Tuan" tambah Ezra. Dia benar-benar merasa tidak enak pada Zelle


"Oh, kalau begitu biarkan dia beristirahat dengan baik. Aku tidak akan kembali untuk beberapa hari ke depan. Jaga dia baik-baik." Setelah memberi tahu semua orang kalau Zelle adalah istrinya, Brandon tidak tahu bagaimana menghadapi Zelle sekarang.


Tetapi Ezra bertanya-tanya mengapa Brandon tidak merawat istrinya sendiri. Apakah Brandon lebih memilih untuk tetap bersama Prilly?


Namun, Ezra tidak bisa membantu. Dia hanya bisa merawat Zelle dengan baik.


Notification dari Email lain masuk dan suaranya membangunkan Zelle. Dia menguap dan membuka kotak emailnya dengan bingung. Anehnya, dia mendapat beberapa email.


Zelle langsung sadar. Dia membuka email dan membacanya satu per satu.


Beberapa perusahaan membalasnya dan ingin melakukan wawancara dengannya. Itu adalah perusahaan terjemahan juga yang memberitahunya kalau terjemahannya telah lulus dan menyuruh nya untuk menandatangani kontrak besok. Dia bisa bekerja dari rumah.


Itu luar biasa! Dia menerima tawaran itu dan mengabaikan perusahaan lain.


Zelle sangat senang memiliki pekerjaan. Dan lingkaran hitam di bawah matanya juga hampir menghilang setelah dia tidur sepanjang sore ini.


Keesokan paginya, Zelle sangat bersemangat dan bangun lebih awal. Dia akan menandatangani kontrak. Dia tidak akan lagi cemas tentang uang untuk saat ini.


Dia mengenakan gaun merah muda. Sangat sederhana, tetapi terlihat bagus untuknya. Dia juga menyisir rambutnya dan mengikatnya menjadi sanggul, memperlihatkan leher jenjang nya yang putih.


Dia tidak ingin memakai kalung itu lagi. Setiap kali dia memakainya, dia akan menemukan rahasia yang mengejutkan.


Sekarang dia terlihat percaya diri dan energik, siap tampil dengan pakaian sederhananya.


"Nyonya Dharmendra, anda mau ke mana?" Ezra bertanya ketika dia melihat kalau Zelle akan pergi keluar.


"Ezra, aku ada urusan diluar." Zelle tersenyum pada Ezra dan Ezra terkejut dengan senyumnya yang cemerlang.


"kalau begitu biarkan saya mengantar Nona" Brandon telah menyuruh Ezra untuk mengikuti kemana pun Zelle pergi. Dia khawatir Zelle akan melukai dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi.


"Tidak apa-apa, Ezra. Aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak akan melakukan hal bodoh. Jangan khawatir!" Zelle tahu Ezra peduli padanya.


"Baiklah kalau begitu!" Ezra mengangguk ragu. Zelle tampak baik-baik saja, jadi dia seharusnya tidak menghentikannya.


Bersambung............


🌝

__ADS_1


__ADS_2