
Elea, Elea, hiks, hiks." Suara tangis itu menyayat hati. Ibu Elea terkulai lemas diatas pusara Elea, dia tidak menyangka anak semata wayangnya akan pergi secepat itu.
"Mah, sudah mah, Elea sudah tenang dialam sana. Kita hanya bisa mendoakannya." Ucap sang papa mengelus punggung istrinya.
Sedangkan seorang pria yang berdiri dibalik pohon tak jauh dari tempat pemakaman Elea, dia tertegun sembari melap air matanya. Dia tidak menyangka Elea akan pergi secepat ini. Padahal baru kemaren mereka bertemu.
"Semoga kau bahagia dialam sana, Elea. Maafkan aku yang pernah berlaku kasar padamu." Liam menitikkan air matanya. Walau bagaimanapun, Elea sangat mencintai dirinya. Liam teringat dengan kenangan manisnya bersama Elea.
🍒 Happy reading 🍒
Sementara dirumah Dharmendra, masih saja terjadi pertikaian. Aria berjalan mendekati Zelle lalu berkata, "Zelle, aku minta maaf. Karena rasa iri dan dengki ku, aku tega melakukan hal itu padamu." Ucap Aria tertunduk lesu.
Zelle memegang tangannya. "Sudahlah, lagi pula aku tidak apa-apa, dan jangan pernah lakukan hal ini lagi." Zelle memandang semua orang disana kemudian dia menoleh kearah Brandon.
"Aku sudah memaafkan Aria. Dan aku rasa dia tidak perlu meninggalkan rumah ini. Kita adalah keluarga, saling memaafkan adalah kunci terbaiknya." Semua orang disana saling memandang. Mereka merasa terharu dengan kebaikan Zelle. Begitu juga dengan Aria, dia tidak menyangka Zelle akan dengan mudah memaafkan nya.
"Zelle, terima kasih banyak." Aria memeluk Zelle. Dan Zelle mengelus punggungnya.
Semua orang disana merasa lega. Akhirnya, ketegangan mereka sirna sudah. Begitu juga dengan Vernant. Dia bahagia karena istrinya masih bisa tinggal bersamanya.
"Nah, bagaimana kalau kita mengadakan pesta kecil-kecilan dirumah ini. Dan kita akan mengundang Tuan Charlie dan Nyonya Ilona, bagaimana?." Tanya Afina. Dia ingat hubungan Zelle dengan keluarga Wide belum ada kejelasan. Maka dari itu, dia mengusulkan ide ini berharap kebenaran tentang Zelle itu benar dan dia akan semakin bangga punya menantu anak dari keluarga Wide.
Brandon melirik wajah istrinya yang mulai redup. Jelas Brandon tahu penyebab nya. Ini adalah kesempatan yang bagus. "Aku setuju, kita akan semakin dekat dengan Tuan Charlie."
****
Liam terduduk lesu dikursi kerjanya. Mengetahui Elea sudah tiada dia merasa sedikit kehilangan. Selama ini Elea lah yang selalu perhatian padanya, meskipun Elea menipunya, tapi cinta Elea padanya tak pernah sirna. Liam mengusap wajahnya kasar.
TOK
__ADS_1
TOK
TOK
Pintu diketuk. Dan Liam mempersilahkan orang itu masuk.
"Maaf Tuan Liam. Tuan Duddy meminta anda untuk datang ke ruangan nya."
"Baik. Aku akan segera kesana."
Liam bersandar dikursinya, memutar-mutar kursinya, seraya berpikir tentang apa lagi yang diinginkan ayahnya. Pasti masalah dengan perusahaan Wide Group.
Liam bangkit lalu berjalan keluar menuju ruangan Duddy.
"Ada apa?" Liam to the point dan duduk disofa menyilangkan kedua kakinya.
Duddy yang melihat sikap arogan anaknya merasa kesal sekaligus jengkel, "Perusahaan kita diambang kebangkrutan. Aku sudah tidak tahu harus melakukan apa, perusahaan Wide Group telah membatalkan kerja samanya dan melaporkan bahwa perusahaan Abrisam Group telah melakukan penipuan."
Duddy memandang wajah Liam dengan jengkel, "Wide Group bukanlah perusahaan biasa. Apa yang tidak bisa dia lakukan? Lagi pula, Tuan Charlie adalah ayah kandung dari Zelle."
Mendengar hal itu Liam melotot kan matanya. Dia tidak percaya dengan kebenaran ini. Jaster adalah ayah Zelle, tapi kenapa Tuan Charlie?
Melihat raut wajah kebingungan Liam, Duddy melanjutkan perkataannya, "Aku mendapat kabar dari orang-orang yang hadir dalam pesta ulang tahun Deon kemarin malam. Jika itu benar, kita dalam bahaya. Zelle juga sudah curiga padamu. Dan itu berarti, Wide Group punya bukti yang kuat untuk mempenjarakanmu."
Liam terdiam. Semenjak dia bercerai dengan Zelle, hidupnya hancur dan selalu dalam kesialan. Apa yang harus dia lakukan sekarang? tidak mungkin dia mengemis ke Zelle untuk kembali lagi padanya. Dia sudah pernah nya, namun orang-orang disekitarnya terlalu kuat untuk dia singkirkan.
*****
"Sayang, kenapa kamu memakai pakaian hangat? apa kamu tidak gerah?" Tanya Brandon tanpa dosa. Setelah urusan keluarga telah selesai, Brandon kembali kekamar mereka. Ada sesuatu yang harus Brandon katakan pada Zelle.
__ADS_1
Zelle melihat Brandon dengan tatapan kesal. Bagaimana bisa dia berbicara begitu, sementara ini semua adalah ulahnya, ini semua karena dirimu. Karena kegilaan mu itu aku harus memakai pakaian seperti ini." Zelle tidak tahan lagi, dia kegerahan, dan akhirnya membuka asal pakaian nya dan melemparkannya ke wajah Brandon.
Brandon yang melihat istrinya hanya memakai dalaman, meneguk ludahnya, namun setelah itu dia tertawa terpingkal-pingkal.
"Oh tuhan, kenapa kamu lucu sekali. Bahkan lebih lucu dari anak macan tutul." Brandon pun terus tertawa melihat tubuh istrinya yang penuh dengan tanda cinta darinya.
Zelle yang melihat Brandon menertawainya, dia membuka celana dan melemparkannya pada Brandon lagi. Brandon pun berhenti tertawa, dia menatap Zelle dengan alis terangkat lalu berkata, "Sepertinya kamu masih rindu dengan goyangan ku? Baiklah aku akan mengabulkan keinginan istri ku ini."
Brandon berjalan mendekat ke arah Zelle. Dan Zelle langsung mundur, dia pikir Brandon pasti sudah gila. Tubuhnya masih lelah, tapi Brandon malah mau melakukannya lagi.
HAP
Brandon sudah mengapit Zelle, menekannya Kedinding. Dada Zelle naik turun, hal itu tak luput dari pandangan Brandon. Underwear yang berwarna merah terlihat sangat menantang dan menarik perhatiannya.
Brandon mengulurkan jarinya, dimulai dari wajah Zelle, lalu turun ke bibir, kemudian terus turun kebelahan dadanya. Zelle tidak bisa berkutik. Tangannya, sudah diapit oleh Brandon keatas. Dia hanya bisa pasrah. Suaminya sungguh buas.
Telunjuk Brandon berhenti dibelahan dada Zelle. Dia melihat kearah mata Zelle dan kemudian memasukkan telunjuknya kedalam sela-sela breast Zelle untuk mencari lato-latonya. 😂
Nafas Zelle mulai berat. Sentuhan telunjuk Brandon terhadap pucuk bukit kembarnya, membuat tubuhnya gemetar. Tak sampai disitu tangan Brandon juga turun kebagian inti Zelle. Dia menelusupkan jarinya, dan mulai menjelajah disana.
AKKKHH
Suara itu keluar tanpa permisi dari mulut Zelle. Sungguh memalukan, tapi dia tidak bisa menahan gejolak itu. Brandon yang mendengar nya pun semakin terpancing, dia membuka pengait Branya dan kemudian menghisap dan menjilati pucuknya layaknya seorang bayi yang kehausan. Mulut Brandon bekerja dan begitu juga dengan tangannya dibawah sana.
Ponsel Brandon berdering beberapa kali, namun dia seakan tak mendengarnya. Niat awalnya pun hilang sudah. Tidak ada hal penting baginya selain olahraga bersama istrinya.
Sementara diseberang sana, Attar tengah menyumpahi Brandon.
"Brandon sialan, apa yang dia lakukan? padahal ini sangat penting."
__ADS_1
Bersambung.......