
"Tuan Brandon, saya masih memiliki urusan yang harus diselesaikan, jadi saya permisi dulu. Lain kali saya akan mengajak Zelle berkencan saat saya memiliki waktu luang. Bangunlah, kita berangkat sekarang." Liam membantu Elea berdiri, dan mereka segera pergi.
☘️☘️☘️
Brandon tidak tertarik pada Liam, matanya fokus menatap Zelle, yang jauh lebih cantik dari sebelum nya.
'Gadis ini sebenarnya sangat cantik, tapi kenapa di cemberut begitu? Dia pasti diganggu Liam.'
"Tuan Brandon, aku pikir kamu melupakan sesuatu. Aku tidak bekerja lagi di Gweneth Group sekarang. Aku telah dipecat. Kamu bisa menikmati waktu luang mu. Shopping mungkin? Aku pergi dulu."
Zelle sedang memikirkan temannya Vela, yang masih belum menemukan titik terang dengan Attar. Dia khawatir Vela akan terluka.
Zelle tidak ingin berlama-lama berada di dekat Brandon. Hatinya selalu sakit, karena Brandon bicara sangat kasar. Meskipun, Brandon selalu menyelamatkan nya dari bahaya, itu tidak mengubah pendirian Zelle.
"Tunggu sebentar, siapa yang memecat mu? Aku adalah bos Gweneth Group, jadi tanpa persetujuan dari ku, tidak ada yang berani memecat siapa pun. Tenang saja. Aku yang bertanggung jawab atas Gweneth Group, dan aku akan memecat orang yang berani memecat mu. Datanglah besok ke kantor. Dan hari ini, kamu bisa bersantai." Brandon tampak berusaha bersikap baik.
"Aku bisa kembali bekerja besok?" Zelle mendengar ucapan Brandon. Benarkah dia bisa bekerja lagi? apalagi tadi Brandon bersikap baik padanya. Di B City, Gweneth Group memiliki gaji dan kesejahteraan karyawan terbaik. Dia akan bercerai setelah dua tahun, jadi dia harus mencari nafkah sendiri, dan Gweneth Group adalah pilihan terbaik untuknya.
"Kalau kamu tidak datang besok, kamu akan dicatat tidak hadir. Buat keputusanmu sendiri sekarang." Brandon memandangi rambut halus Zelle, dan dia ingin menyentuhnya. Sudah beberapa hari sejak terakhir kali dia pulang, jadi dia sangat merindukan tubuh Zelle, segera ingin bercinta dengannya.
Tapi dia berpikir bahwa dia harus mengendalikan dirinya sendiri, karena dia telah menahan diri selama dua puluh sembilan tahun sekarang, dia tidak boleh lepas kendali hari ini.
"Tentu, Tuan Brandon. Aku pasti akan datang bekerja tepat waktu besok." Zelle dalam suasana hati yang baik sekarang. Setelah mengatakan itu, dia segera pergi mencari Vela, dan lupa bahwa dia masih memakai gaun yang belum dia bayar.
"Tunggu!" Shopkeeper melihat nya, dan mengikuti Zelle
"Ada apa?" Brandon bertanya pada shopkeeper
"Tuan Brandon, wanita itu belum membayar gaun itu." shopkeeper menjelaskan pada Brandon
"Tidak masalah. Aku yang akan membayarnya dan jika dia datang ke sini untuk membeli pakaian lagi, tunjukkan padanya gaun terbaru dan aku akan membayar semua tagihannya. Tapi, ingat, jangan beritahu padanya, kalau aku yang membayar nya. Kalian harus mencari alasan lain." kata Brandon dan pergi.
Shopkeeper sangat terkejut, dia bertanya-tanya. Menurut nya, Zelle tidak secantik itu? sampai Brandon memperlakukan nya seperti ratu.
'Mengapa Tuan Brandon menyukainya?
__ADS_1
'Wanita itu sangat beruntung, aku harus memberitahu rekan ku yang lainnya. Ini sangat penting.'
Jadi dia kembali ke toko dengan gembira, dan bergosip dengan rekan-rekannya.
****
"Kamu! Karena Aku baik, aku rela menjaga mu sepanjang malam, tapi kamu malah menamparku tanpa alasan, sekarang, tuhan berpihak pada ku, kita bertemu disini sekarang, jadi kamu tidak bisa lari lagi dariku." Attar memeluk Vela dengan erat.
Vela tidak bisa melonggarkan pelukan nya, jadi dia hanya berpura-pura menjadi gadis yang menyedihkan.
"Ini salahku dan aku akan minta maaf karena sudah menampar mu. Apa kamu ingin membalasny? Tampar aku kalau begitu!" Vela mendongak, matanya terpejam.
'Dengan ini, aku akan bebas darinya.' pikir Vela
Attar yang melihat nya, ingin tertawa. 'Apa aku terlihat seperti orang jahat? Dan bahkan dia rela ditampar. Dasar gadis bodoh.'
Attar mengelus wajah Vela, dia menyentuh kulitnya yang putih, dia tidak bisa menahan untuk tidak membelainya.
Vela terkejut saat Attar membelai wajahnya dengan tangannya yang besar dan hangat, jadi dia membuka matanya untuk melihatnya.
"Aku menamparmu!" Kata Attar, dan dia merasa kulit Vela lembut. Dia bertanya-tanya, kosmetik apa yang Vela pakai? dan parfum apa yang dia pakai? Baunya sangat harum, mungkin Attar bisa bertanya tentang merek itu sehingga dia bisa merekomendasikannya kepada ibunya.
Attar menarik tangan Vela perlahan.
Begitu dia berhenti menyentuhnya, Vela segera menjaga jarak darinya, "Baiklah, kamu sudah membalasnya tadi, jadi, sekarang kita impas. Kamu tidak boleh mengganggu ku lagi." Vela pergi karena dia khawatir pada Zelle yang pergi dengan si brengsek itu.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Parfum apa yang kamu pakai?" Attar mengikutinya dan bertanya.
Vela berhenti dan berbalik, "Aku tidak pernah memakai parfum!"
****
Zelle bertemu Vela di lorong, dan mereka berpelukan erat seolah bersatu kembali setelah lama berpisah.
"Apa yang terjadi? Apa dia menyakitimu?"
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Apa dia menyakitimu?"
Mereka mengajukan pertanyaan yang sama dan saling memandang dengan prihatin.
"Tidak, aku baik-baik saja." Mereka tidak bisa menjelaskan secara detail sehingga mereka menjawab dengan singkat.
Melihat tidak terjadi apa-apa, Zelle dan Vela pergi berburu kuliner untuk menenangkan diri.
"Brandon, menurutku mereka sangat menyenangkan." Tidak jauh dari sana, Brandon dan Attar menatap kedua wanita itu dengan cemburu. Mereka benar-benar teman baik dan sangat peduli satu sama lain.
"Bukannya kamu ingin aku menaktir mu minum? Ayo pergi." Brandon merasa lebih baik setelah menyuruh Zelle kembali bekerja.
Dengan cara ini, dia yakin hidupnya akan kembali ceria dan cerah.
****
Keesokan harinya, Zelle sudah berada di kantor Gweneth Group. Dia menatap barangnya kembali di meja. Kehadiran nya menarik perhatian orang disana.
Setelah menata semua nya dengan rapi, Zelle mulai membersihkan ruangan itu. Dia begitu senang, karena kembali bekerja disini. Dia bahkan bersenandung sambil menyapu lantai.
Orang-orang sudah datang satu per satu dan mereka merasa terkejut melihat Zelle ada di sana.
Siapa orang yang berada di belakang Zelle? Mrs. Celina, yang sudah bekerja di perusahaan tersebuta selama sepuluh tahun, dipecat karena Zelle. Sungguh menakjubkan! Jadi mereka menyadari bahwa mereka harus memperlakukannya dengan baik sekarang.
Namun, seseorang mengabaikannya dan ingin menggertak Zelle. Dia adalah Key, yang keluarganya kaya di B City, jadi dia selalu memandang rendah orang lain, termasuk Zelle.
"Lihat! Seberapa keras dia bekerja! Menyapu? Berhenti membuat pertunjukan. Menjijikkan." Key berjalan ke arah Zelle dan berkata jahat. Dia meletakkan tas tangannya di atas mejanya, dan menatap Zelle dengan tangan bersedekap.
Zelle terus menyapu, dan dia tidak menjawab Key. Sejujurnya, dia tidak tahu harus berkata apa, jadi dia pikir sebaiknya dia mengabaikan Key.
Tapi Key tidak akan melepaskannya dengan mudah, dan dia kesal melihat Zelle tidak menjawab. Jadi dia berjalan menuju Zelle dan sengaja meninggalkan banyak jejak kaki kotor di lantai yang sudah bersih.
Bersambung......
Love you All 🤍
__ADS_1