
Dipeluk oleh seorang gadis seperti Zelle, Afina juga merasa sangat nyaman.
"Tidak masalah. Kamu bisa menganggapku sebagai ibu kandung mu. Jadi, aku akan punya tiga anak. Mulai sekarang panggil aku Mommy, oke?." Afina menatap nya penuh kasih sayang.
Zelle tersenyum malu-malu, tetapi tiba-tiba dia menyadari bahwa wanita elegant di depannya, pasti kerabat pemilik Mansion ini. 'Apakah dia ibu mertuaku?'
π―π―π―
"Baiklah, Mommy datang kesini untuk mengunjungi seseorang, ya?" Zelle membersih kan wajahnya dan menghapus semua air mata.
"Apa yang harus Mommy katakan? Mommy kesini memang ingin menemui seseorang.Tapi dia tidak ada di sini. Karena dia tidak ada di sini dan kita sangat cocok satu sama lain, jadi, kita harus mengobrol panjang lebar sekarang." Afina memegang tangan Zelle, menatap gadis kurus itu.
"Oh, baiklah, Mom. Kita akan mengobrol sepuasnya. Aku akan mengambilkan air untuk mu." Zelle berdiri dan Ezra datang membawa segelas air.
"Nona, ini airnya." Ezra meletakkan gelasnya.
"Zelle, kenapa kamu tidak tinggal dan mengobrol dengan Madam? Apa kamu ingin makan siang disini, Madam?" Ezra berkata kepada kedua wanita itu, dan mereka masih berpegangan tangan.
Afina adalah wanita pemilih, tapi saat bersama Zelle, dia sangat menyukainya. Berarti Zelle adalah perempuan baik nan cantik yang tepat untuk putranya.
Bahkan saat bersama Prilly dulu, Afina tidak memperlakukan nya dengan hangat. Berbeda dengan Zelle, mereka sangat akrab.
Hal itu lah yang dilihat Ezra. Jauh berbeda dengan mantan pacar bosnya.
"Tidak, terima kasih. Saya tidak bisa lama, ada hal yang harus saya urus.Jadi, lain kali saja. Saya hanya ingin mengobrol dengan gadis cantik ini." kata Afina kepada Ezra
Lalu Ezra pergi. Afina merapikan rambut Zelle yang berantakan.
"Kamu Zelle, kan?" Afina mengobrol dengan Zelle
"Iya, boleh aku tahu siapa diri mu, Mom?" Zelle bertanya pada Afina
"Yah, tentu saja sayang. Mommy adalah keluarga pemilik dari Mansion ini. Tadinya, Mommy ingin bicara dengan putra mommy, ternyata dia tidak ada. Jangan bilang ya, kalau Mommy berkunjung kesini. Ini antara kamu dan Mommy saja, oke?" Afina tidak ingin putranya bertengkar dengannya lagi, jadi dia meminta Zelle merahasiakannya.
__ADS_1
"Tidak masalah, Mom. Aku tidak akan memberitahunya. Aku janji." Kata Zelle
Afina merasa bahwa menantunya itu sangat menyenangkan dan mereka sudah mengobrol selama satu jam lebih.
"Dengar, kita bukan orang asing lagi sekarang. Kita sudah akrab satu sama lain. Mommy bahkan tidak menyadari waktu telah berlalu dengan cepat. Mommy harus pulang sekarang. Jika, butuh sesuatu, segera beritahu Ezra. Dia akan melakukan semua yang kamu minta. Ingat, kamu pantas mendapatkannya. Kamu adalah nyonya di rumah ini," Kata Afina kepada Zelle ketika dia akan pergi.
"Baiklah, Zelle paham kok Mom. Aku memang bukan tamu dirumah ini." Zelle rasa dia sangat menyukai wanita elegant ini. Afina cantik dan baik hati.
Zelle bisa melihat dari tutur katanya yang lembut dan juga sopan. Memang wanita berkelas. Tapi, Zelle yakin, suatu hari nanti, pasti mertuanya ini sangat cerewet. Liat saja nanti.
Afina juga memperingatkan Ezra untuk tidak memberi tahu Brandon bahwa dia datang ke sini untuk mengunjungi menantunya.
Aneh rasanya mengunjungi menantu kesayangan nya secara diam-diam begini. Namun, apa boleh buat? kekuasaan bukan padanya.
Afina sudah pergi dan sekarang, Zelle merasa jauh lebih baik.
"Ezra, aku ingin makan. Aku sangat lapar," kata Zelle pada Ezra
Ezra, yang mendengarnya, langsung menuju dapur menyiapkan makanan nya. Ini merupakan kejutan besar. Ternyata, kedatangan Majikan nya, membawa dampak positive bagi Nonanya.
Brandon duduk di bar, meminum segelas wine di tangannya. Di depannya, sudah banyak berjejer botol kosong.
"Brandon, ada apa denganmu akhir-akhir ini?Apa kamu tidak sibuk? Mengapa kamu punya waktu luang untuk mengajak ku minum?" Attar juga ikut minum. Dan saat dia sedang minum, dia melambaikan tangan ke wanita cantik di bar itu.
"Kalau kamu tidak suka ku traktir, kamu bisa bayar sendiri nanti." Brandon memesan sebotol anggur lagi.
Meskipun anggurnya tidak terlalu kuat, tapi Brandon sudah terlalu banyak meminum nya.
"Tidak mungkin. Aku yang membayar tagihannya, Brandon. Kamu yang mengajak ku kesini, jadi kamu yang harus bayar. Aku bingung, kenapa kamu bisa begini? apa ada sesuatu yang terjadi pada mu? kamu sudah lama tidak berkunjung kesini. Tapi sekarang, kamu malah melimpah kan urusan kantor ke Sekretaris mu. Biasanya, kamu tidak akan membiarkan perempuan mana pun ikut campur urusan mu. Apa kamu benar-benar sudah melupakan Prilly?"
Attar melihat wajah dingin Brandon. Meskipun Brandon adalah salah satu orang terkaya di kota B, dia selalu keren, jadi tidak ada yang berani bergaul dengannya.
Begitu banyak orang ingin bercinta dengannya, tapi Brandon selalu menolak. Dia sama sekali tidak melirik wanita mana pun, kecuali Prilly cinta pertamanya.
__ADS_1
Namun belakangan ini, banyak yang berubah dari Brandon. Apa yang terjadi padanya?
"Kenapa kamu banyak bicara sekarang? Kamu hanya perlu minum anggur dan mengejar gadis-gadis itu. Lalu aku akan membayar tagihannya. Nikmati saja!" Brandon menyadari yang dikatakan Attar benar tetapi dia tidak mengakuinya.
"Yah, seperti yang kamu katakan, aku akan pergi mengencani mereka sekarang. Kamu tetap di sini dan minum anggurnya." Attar mendengar apa yang dikatakan Brandon. Dia tidak sabar untuk mencari wanita. Semua orang di kota B tahu bahwa Attar adalah seorang playboy sejati.
Attar berjalan-jalan di bar, tapi dia tidak menemukan wanita yang cocok. Dia selalu memikirkan seorang gadis yang wajahnya memerah karena marah. Matanya yang berkilau membuatnya sangat terpesona.
Merasa tidak begitu tertarik, Attar kembali menemui Brandon, duduk di sebelahnya dan meminum wine.
"Kenapa malah disini? Kamu tidak tertarik dengan kecantikan mereka hari ini?" Brandon menertawakan Attar
Attar adalah seorang playboy tapi sebenarnya itu tidak benar. Semua orang melihat Attar bermain-main dengan banyak wanita, tapi tidak ada yang tahu bahwa dia masih perjaka.
"Ya. Sepertinya aku kehilangan minat pada semua wanita disini. Terakhir kali, aku bertemu dengan seorang gadis yang menyenangkan di perusahaan mu, tapi aku tidak tahu namanya." Attar merasa kecewa
"Perusahaan ku? kamu melihat semua wanita di perusahaan ku sebelumnya. Mengapa kamu tertarik pada mereka sekarang?" Brandon menyadari bahwa selama Zelle tidak disebutkan, dia merasa jauh lebih baik.
"Mungkin dia pendatang baru. Dia tidak terlalu cantik tapi sedikit pemarah, yang membuatku sangat terkesan!" Attar mengingat pertengkaran mereka hari itu, diam-diam dia tersenyum bahagia.
Brandon menatap Attar dengan kejam. Attar adalah spesies yang mencintai semua jenis wanita dan predikat playboy tak akan dapat dipisahkan darinya.Tidak ada yang akan percaya bahwa dia akan jatuh cinta dengan seorang gadis.
Bersambung.....
Note :
Hai pembaca setiaπ
Jangan lupa ya,
karena Novel ini adalah karya pertama ku, mohon maaf nyak, kalau banyak typo or ceritanya ga nyambung, xixixi
Jangan lupa tinggalkan like, comment, vote, dan bintang lima nya juga ya π
__ADS_1
Love You All π€