Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Ada apa ini?


__ADS_3

Ketika hidangan hampir semuanya disajikan, mereka semua pun duduk. Meja Deon sudah penuh. Prilly duduk di samping Jacob dan Zelle tidak punya tempat duduk.


"Zelle, kita duduk di sini." Nyonya Ilona memandang Zelle dan mempersilakan dia untuk duduk.


Aria yang melihat Tuan Charlie yang meminta istrinya untuk menyuruh Zelle duduk bersama mereka, membuat dugaannya semakin kuat. Pasti Tuan Charlie mendambakan Zelle. Seketika itu, Aria menyeringai, dia sudah memiliki rencana untuk melumpuhkan Zelle.


🍒Happy reading 🍒


Saat semua orang sedang makan, Jacob berdiri naik kemimbar dengan gagahnya.


"Halo, semuanya. Selamat datang di pesta ulang tahun kakek saya. Atas nama keluarga Dharmendra, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua." Setelah dia selesai berbicara, dia pun meminum segelas anggurnya dan orang lain pun mengikutinya.


"Kedua, aku akan memberitahu kalian sebuah kabar bahagia. Mulai hari ini dan seterusnya, aku tidak lajang lagi. Aku sudah memiliki kekasih. Dia adalah Nona Prilly Chalondra." Kemudian, dia minum segelas anggur lagi.


Namun, semua orang tercengang. Bukankah Prilly wanita yang dicintai Brandon? Mengapa dia menjadi kekasihnya Jacob sekarang? Tidak ada yang tahu urusan rumit dari keluarga kaya itu.


"Terakhir, Salam hangat untuk kakekku. Semoga kakek selalu bahagia!" Jacob sangat senang dan dia sudah menghidupkan suasana pesta dengan kata-katanya yang terdengar indah.


Setelah dia menghabiskan tiga gelas anggurnya, ruangan itu menjadi riuh kembali. Semua orang pun bersulang dan berbicara satu sama lain.


Deon sangat senang ketika mendengar bahwa cucu sulungnya sudah memiliki kekasih. Namun, dia begitu terkejut kalau wanita itu adalah Prilly. Apa yang terjadi dengan cucunya? Lupakan saja, dia tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka.


Semua orang bersulang dan mengajak Zelle satu demi satu. Zelle tidak minum anggur melainkan jus.


Aria juga berjalan ke arah Zelle. Dia telah bersulang untuk para tamu. Sekarang dia akan bersulang untuk Zelle. Gelas Zelle kebetulan kosong.


"Seseorang, bawakan aku minuman," Aria meminta seseorang untuk membawakan minuman lagi dan menyerahkannya kepada Zelle.


"Zelle, kita adalah keluarga mulai sekarang. Mari kita lupakan dendam lama. Dan bersulang untuk hubungan baru," kata Aria dan dia mengangkat gelasnya. Gelas-gelas itu berdenting dan mereka pun meneguk air didalamnya.

__ADS_1


Setelah bersulang, Aria meninggalkan meja Zelle dan kembali ke tempat duduknya untuk makan.


Tak lama setelah itu, Zelle merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Pandangan nya mulai berkunang-kunang, Zelle memegangi kepalanya yang terasa sakit, serta jantung nya yang terus berdebar-debar. Dia berusaha berdiri, mencoba mencekam meja untuk menopang tubuhnya yang mulai memanas.


""Nona Zelle, apakah Anda sakit?" tanya Tuan Charlie yang merasa khawatir melihat wajah Zelle yang memerah.


"Oh, aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit pusing. Mungkin aku terlalu bahagia." Zelle tidak bisa berpikir terlalu banyak. Dia berusaha menenangkan diri dan tersenyum pada tuan Charlie. Zelle merasakan panas yang luar biasa. Dia ingin sekali membuka pakaian nya. Tapi, dia mencoba bergerak pergi dari sana.


PRANK


Suara gelas pecah saat jatuh kelantai. Semua orang mengalihkan pandangannya ke sumber suara tersebut.


Zelle yang berusaha berjalan normal tidak sengaja menabrak seseorang. Dia hampir saja jatuh kelantai, namun seseorang menangkapnya.


Sentuhan pria itu terhadap kulit Zelle yang terbuka membuat tubuh Zelle seperti terbakar. Yang anehnya, dia menyukai sentuhan itu, dia menginginkan lebih, namun, dia berusaha untuk tetap sadar. Zelle menggelengkan kepalanya dan berkata, "Ma....af tuan, saya tidak sengaja."


"Zelle, mari saya antar kekamar. Sepertinya, kamu tidak sehat." Tawar Tuan Charlie dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.


"Tidak, tidak. Saya tidak menerima penolakan." Tuan Charlie pun mulai menggendong tubuh Zelle. Hal itu pun disaksikan oleh banyak orang disana. Mereka bertanya-tanya, ada apa dengan tuan Charlie? kenapa dia begitu perduli pada Zelle sedangkan istrinya berada didekatnya.


Tuan Charlie menggendong Zelle. Seketika Zelle mendadak merasakan panas menjalar dari tubuhnya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan diri. Zelle mulai mengalungkan tangannya ke leher Tuan Charlie, dia sudah tidak bisa berpikir normal lagi. Zelle mencium pipi Tuan Charlie, yang membuat semua orang disana melotot kan matanya.


Aksi Zelle tersebut tidak hanya membuat para tamu histeris, melainkan Tuan Charlie sendiri mematung berhenti saat dia ingin melangkah.


Seseorang, disudut sana tersenyum menyeringai. Sudah dia duga, pasti Tuan Charlie mencintai Zelle, dan mereka pasti memiliki hubungan gelap, sangat terlihat dari wajah Tuan Charlie yang begitu mencemaskan Zelle.


Segera Tuan Charlie sadar dari keterkejutannya. Dia pun menurunkan Zelle dari gendongannya, tetapi Zelle malah semakin menempel padanya. Zelle terlihat lebih agresif, dan Deon yang menyaksikan itu masih berpikir positif, kemungkinan Zelle sedang tidak baik-baik saja. Karena dia percaya Zelle bukanlah wanita murahan.


"Panas, aku tidak tahan lagi." Zelle berniat membuka bajunya namun dihentikan oleh Tuan Charlie. "Zelle, hei, sadarlah." Tuan Charlie menepuk pipi Zelle yang kemerahan. Dia yakin ada yang salah dengan Zelle. Tapi, sentuhan itu, membuat Zelle semakin menggebu.

__ADS_1


PROK PROK PROK


Seseorang disudut sana bertepuk tangan, berjalan mendekat kearah mereka.


"Ternyata, begini ya, kelakuan mu. Ku pikir kamu wanita baik-baik Zelle. Tapi ternyata, hanya seorang wanita murahan. Saat Brandon tidak berada disini, kamu malah menggoda laki-laki lain. Tuan Charlie, aku sangat minta maaf atas perlakuan menantu keluarga Dharmendra. Tapi, sungguh kasihan Nyonya Ilona, suaminya sendiri berselingkuh dengan wanita lain didepannya." Aria memasang wajah sedih, dan menatap Zelle jijik.


Vernant begitu terkejut mendengar suara dari istrinya. Kapan istrinya, memiliki keberanian seperti itu, sungguh Vernant merasa gelisah saat ini.


"Ada apa ini?" Suara bariton seseorang, menggema keseluruh ruangan.


"Brandon, coba lihat Zelle, mungkin dia sedang tidak baik-baik saja. Jangan marahi dia dan aku yakin, pasti sudah terjadi kesalahpahaman disini. Tuan Charlie tidak mungkin mengkhianati istrinya." Prilly datang mengamit lengan Brandon. Dan Jacob yang menyaksikannya merasa tidak senang.


Brandon melepaskan tangan Prilly dari lengannya, kemudian dia berjalan menuju Zelle dan Tuan Charlie. "Ada apa ini, Tuan Charlie?." Brandon bertanya dengan nada tidak suka. Pikirannya berkecamuk, apalagi melihat keadaan dan penampilan Zelle.


"Brandon, syukurlah kamu datang, istrimu hampir saja memalukan keluarga Dharmendra." Ucap Aria memperburuk keadaan.


Brandon seketika memandang istrinya dan juga Tuan Charlie, lalu dia pun berkata, "Istriku tidak mungkin melakukan nya, jika pun iya pasti ada sesuatu yang terjadi padanya."


Seketika tubuh Aria gemetar, dia yakin pelayan yang memberikan minuman itu sudah dia singkirkan. Jadi, dia akan aman dan jika pun ketahuan, mereka tidak memiliki bukti untuk menuduhnya.


"Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja pada semua orang disini, kami semua melihat dengan mata kepala kami sendiri, kalau Zelle mencium pipi Tuan Charlie. Benarkan semuanya?"


"Benar" Semua orang berkata serempak.


Brandon menatap Tuan Charlie dengan dingin. Siapa saja bisa melakukan hal yang tidak benar, walau dia mempercayai istrinya, tapi dia tetap tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Brandon memeluk Zelle dengan erat. Zelle sudah bersimbah keringat, semakin tubuhnya disentuh dia semakin menggila.


"Ataukah mungkin mereka memiliki hubungan gelap dibelakangmu, Brandon?." Timpal Prilly yang membuat keadaan disana semakin riuh. Semua orang berbisik-bisik, tapi tidak dengan Jacob, dia takut kalau Prilly masih mencintai Brandon. Meski pada saat itu dia mengatakan bahwa tidak ada hubungannya lagi dengan Brandon.


"Apa benar itu Tuan Charlie?." Brandon pikir Tuan Charlie tidak akan sebodoh itu. Jelas dia datang bersama istrinya, dan Zelle dengannya pun hanya beberapa kali bertemu. Tapi, karena kejadian ini disaksikan oleh semua orang, Brandon harus bertindak meluruskannya agar tidak ada berita yang membuat citra perusahaan mereka berdua turun.

__ADS_1


"Apakah mungkin bagi seorang ayah menjalin hubungan dengan putrinya sendiri, selain hubungan darah?"


Bersambung.......


__ADS_2