Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Pertengkaran di Mall


__ADS_3

Brandon menelepon Ezra tetapi Ezra mengatakan Zelle belum pulang.


Brandon menutup telepon dan bertanya-tanya di mana Zelle berada. Karena dia tidak ada, apa dia benar-benar pergi?


'Baik. Dia pasti merasa kesal setelah dipecat. Mungkin dia pergi mengunjungi sahabatnya.'


' Haruskah aku memberinya hadiah untuk menghiburnya?'


🍂🍂🍂


"Zelle, aku sangat takut. Mau ya temenin aku shopping? nanti kita makan sesuatu dan aku pasti tidak akan minum lagi. Aku janji. Minum itu merepotkan." Vela tidak tahan lagi, jadi dia ingin bersantai dengan Zelle


"Iya, baiklah. Lagian aku juga butuh refreshing. Ayo kita pergi." Zelle langsung setuju. Akhir-akhir ini, dia sangat sial, jadi dia benar-benar perlu bersantai juga.


"Oke. Jadi mari belanja dulu, baru setelah itu, kita menikmati sesuatu yang enak, dan malam nya kita akan pergi ke karaoke. Bagaimana menurutmu?" Vela membuat rencana.


" Let's go." Mereka setuju


"Bu, aku akan pergi dengan Zelle, dan aku tidak makan malam di rumah malam ini." kata Vela pada ibunya saat mereka berkemas dan siap berangkat.


Melihat wajah bahagia Vela dengan kehadiran Zelle, Bu Ririn merasa senang.


"Nah, nikmati waktumu, gadis-gadis." Bu Ririn menyetujuinya dengan cepat. Jadi mereka segera pergi bergandengan tangan.


Mereka tiba di mall dan mulai berbelanja dengan penuh semangat.


"Hei, Ladies, lihatlah products baru kami. Ini terlihat alami dan akan tahan lama di wajah sepanjang hari." shopkeeper menyambut mereka ketika mereka berjalan melewati sebuah toko kosmetik.


"Benar! Ayo kita pakai make-up. Dengan make-up akan membuat kita bahagia." Vela masuk ke toko bersama Zelle.


Zelle bahkan tidak tahu Jenis kosmetik itu, Zelle hanya belajar dari YouTube, itu pun hanya yang simple. Dia hanya duduk di meja rias dalam kebingungan.


Kemudian, seorang shopkeeper menghampiri Zelle, dan mulai membersihkan kulitnya begitu cepat sehingga Zelle tidak bisa menolak.

__ADS_1


Setelah satu jam, mereka selesai merias wajah. Mereka saling memandang dengan penuh semangat. Mereka tampak sangat berbeda!


"Wow, Zelle, kamu sangat cantik." Vela terkejut tidak percaya


"Vela, kamu juga cantik, sangat cantik malah, sampai aku bahkan tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Kalau aku laki-laki, aku akan sangat menyukaimu," puji Zelle


Mereka berpegangan tangan dan saling memuji. Vela akhirnya membeli satu set kosmetik.


Mereka kemudian sampai ke area pakaian wanita.


Semua pakaian di sini mahal. Zelle melihat harga tinggi dan ingat dia tidak punya banyak uang, kecuali kartu bank yang diberikan Ezra padanya.


"Zelle, lihat gaun ini. Kupikir kamu akan terlihat cantik, kalau kamu memakai nya." Vela sudah memilih gaun untuk dirinya sendiri, jadi dia sekarang memilih satu untuk Zelle


Zelle mengintip label harganya, lalu dia menggelengkan kepalanya, "Seratus juta! Mahal sekali. Cari yang lain saja." Zelle berbisik kepada Vela


Cobalah. Ngomong-ngomong, aku punya uang kok untuk shopping hari ini. Ulang tahunmu sebentar lagi, jadi, mari kita anggap itu sebagai hadiah ulang tahunmu." Ucap Vela bersikeras.


Zelle tidak bisa menolak Vela. Terpaksa dia harus mencobanya, tapi dia memutuskan bahwa dia tidak akan menerima gaun itu, dia akan bilang kalau gaun itu tidak bagus. Jadi, nanti, pasti mereka pergi ke toko pakaian yang berada di lantai bawah, harganya jauh lebih murah. Dia bisa membeli nya tanpa uang Vela. Pikir Zelle



"Bagaimana kelihatannya? Tidak bagus kan? Aku tahu! Ini tidak cocok dengan ku. Kita cari yang lain saja, dilantai bawah, sepertinya banyak yang lebih cantik." Zelle salah paham. Karena dia pikir itu tidak terlihat bagus, dia tidak perlu memilih sendiri kekurangannya.


"Aku akan mengambil gaun ini." Vela segera berkata kepada shopkeeper


"Vela, rasanya tidak nyaman, dan aku tidak menyukainya." Zelle tidak menginginkan gaun semahal itu. Dulu, saat keluarganya masih kaya, dia mampu membeli gaun ini. Tapi sekarang ayahnya membutuhkan banyak uang untuk berobat dan dia juga kehilangan pekerjaannya, jadi dia tidak akan mampu membayarnya.


"Tapi aku menyukainya, dan aku tahu kamu terlihat sangat cantik dengan gaun ini, jadi biarkan aku yang memutuskan." Vela memutuskan untuk membeli gaun itu untuk Zelle


"Kamu sekarang benar-benar berbeda ya setelah tidur dengan orang kaya, Zelle. Sekarang kamu sangat kaya sampai bisa membeli gaun semahal itu." Sebuah suara terdengar di belakang.


Zelle bahkan tidak menoleh ke belakang, dan Vela bergegas menghampirinya, "Hee, mak Lampir. Aku kasih tau ya, kamu adalah wanita yang tidak tahu malu, dan kamu harus berhenti menindas Zelle."

__ADS_1


"Vela, jaga bicara mu ya, Kapan aku menindasnya? dan mengapa aku tidak tahu malu?." Elea juga berdiri di depan Vela dan mereka saling menyalahkan.


"Kamu yang menggoda Liam, apa kamu lupa ha? dasar tidak tahu malu!" Vela berkacak pinggang berkata langsung kepada Elea


"Baiklah, Vela, gaun ini ..."


"Tolong tagihannya!" Vela menyela Zelle dan Zelle tidak tahu betapa cantiknya dia dalam gaun itu, hampir seperti seorang princess


Meski gaun itu memang mahal, tapi desainnya yang sederhana dengan menonjolkan kecantikannya.


Zelle tinggi, dan dia sangat cocok dengan gaun itu. Dengan pinggang dan kaki yang ramping, Zelle terlihat lebih cantik dari seorang model.


Elea menatap Zelle cemburu.


"Kamu bilang aku wanita yang tidak tahu malu. Coba kau lihat teman mu itu! aku yakin dia punya sugar daddy. Keluarganya sudah bangkrut, tapi dia bisa membeli gaun semahal itu. Sekarang aku katakan padamu, Vela. Zelle itu seorang pelacur." Elea menatap nya rendah


Dulu, Zelle merupakan yang terkaya di antara mereka. Sedangkan Elea dan Vela berasal dari keluarga yang sederhana.


Sekarang perusahaan Zelle bangkrut, jadi, Elea merasa sedikit lebih unggul dari nya. Sehingga dia lebih leluasa menghina Zelle.


"Mengapa kamu peduli? Kami tidak mencuri atau merampok apa pun. Ayo kita pergi Zelle, tidak usah melayani wanita siluman ini." Vela pergi bersama Zelle.


"Zelle, tunggu! Ada yang ingin kubicarakan padamu. Tunggu sebentar." Tiba-tiba Liam muncul menghampiri Zelle


Elea yang melihatnya, merasa tidak senang, jadi, dia berusaha menghentikannya.


"Liam, bukankah kamu mengajakku kencan, bukan dia? Mari kita bicara di lantai atas."


"Lepaskan! Duluan saja. Aku akan bicara denganmu nanti." Liam tidak senang dengan Elea


Elea menatap Zelle tajam, lalu menatap Liam penuh cinta. Tapi melihat Liam marah, dia tidak berani berkata apa-apa, jadi dia pergi ke restoran di lantai atas.


"Zelle, dengarkan aku. Maafkan aku, waktu itu, hanya salah paham, aku tidak berniat melakukan hal seperti itu padamu." kata Liam pada Zelle

__ADS_1


Bersambung..............


Love you All 🤍


__ADS_2