
Bahkan gadis-gadis yang lewat tersenyum padanya dengan penuh kekaguman.
"Ayo duduk di sini. Sudah ada empat kursi, sangat pas dengan kita." Vela menunjuk ke meja.
"Satu lagi. Maksud ku, kita butuh satu kursi lagi," kata Zelle buru-buru. Jika Brandon datang dan melihat kalau dia tidak memiliki tempat duduk, dia pasti akan marah.
"Satu lagi?" Vela dan Audy bertanya serempak.
"Ya, untuk kakakmu" Ketika Zelle mengatakan nya, dia menjadi tersipu.
🌻🌻🌻
Mendengar perkataan Zelle tersebut, Audy sontak menjadi kaget.
"Kakakku? Tidak mungkin. Brandon tidak makan ini. Dia hanya suka makanan instan." Audy mengira kalau Zelle hanya sengaja membuatnya takut. Audy melihat sekeliling dan tidak melihat mobil kakaknya.
"Bagaimana itu tidak mungkin? Tidak buruk untuk mencoba hal yang baru." Brandon datang dari belakang Audy, yang membuatnya semakin gugup.
"Brandon, kamu benar-benar datang." Brandon terlihat sangat berbeda dari dia yang dulu dengan hari ini. Tapi bagaimanapun, dia memiliki wajah yang tampan sehingga dia terlihat bagus dengan pakaian apa pun!
"Tuan, tolong satu kursi lagi. Saya sudah memesan hidangannya. Mereka akan menyajikan nya sebentar lagi." Zelle buru-buru menyuruh mereka untuk duduk.
Kemudian Brandon dan Zelle duduk bersama, sedangkan Mark dan Vela berada dihadapannya, meninggalkan Audy yang duduk sendirian di sampingnya.
Crayfish dengan cepat disajikan. Aromanya membuat mulut mereka berair.
"Mari kita nikmati!" Zelle berusaha menghidupkan suasana mereka yang tengah canggung.
Sejak kedatangan Brandon, suasana disana menjadi sangat canggung.
"Berbicara mengenai udang, aku jadi ingat saat masa kecil dulu. Waktu itu ibu tengah memasak udang yang sangat banyak untuk menu sarapan. Tetapi, ada diantara kami yang sangat rakus memakan semua nya. Hingga dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit." Saat bercerita, Brandon memasang wajah yang begitu serius.
__ADS_1
Namun, mereka yang mendengar cerita Brandon, malah tertawa, dan suasana kembali hidup sekarang.
"Sebenarnya, saat pertama kali aku melihat udang kerang ini, aku tidak tahu bagaimana cara memakannya. Tapi, ini terlihat sangat menggugah selera. Ayo, makan dan nikmati udang kerang ini." Brandon sangat senang hari ini. Dia dalam mood yang baik.
"Halo, bolehkah saya bertanya siapa disini Nona Zelle? Pesanan Anda sudah diantar. Silakan periksa." Seorang petugas pengiriman meletakkan sebuah kotak besar di atas meja.
"Aku tidak memesannya." Zelle buru-buru menyangkalnya saat melihat sebuah piring halus diletakkan di atas meja dengan tulisan Dragon Hotel di kotak makanan.
Ya tuhan! Setiap hidangan di Dragon Hotel harganya ratusan ribu! Ada begitu banyak hidangan yang dipesan. Berapa harganya? Dia tidak punya cukup uang untuk membayarnya.
"Tidak apa-apa. Ini sudah dibayar. Silakan diperiksa. Totalnya ada sepuluh hidangan." Petugas pengiriman mengeluarkan daftar dan memintanya untuk menandatanganinya.
Brandon mengambilnya dan menyerahkannya kepada Zelle. "Zelle sangat baik hati. Dia rela menghabiskan banyak uang untuk makan malam hari ini. Dia bahkan menyiapkan sebuah kejutan untuk kita semua. Silahkan Zelle, tanda tangani!"
Melihat ekspresi bahagia semua teman-temannya, Zelle merasa tidak pantas untuk menyangkal lagi. Dia mengambil daftar itu dan menandatangani atas namanya.
"Zelle kamu sangat murah hati mau mentraktir kami dengan hidangan dari Dragon Hotel. Tapi aku ingat kamu baru saja mendapat lima ratus ribu tadi malam." Vela adalah orang yang suka terus terang. Dia merasa Zelle pasti menghabiskan banyak uang untuk mentraktir mereka makan malam hari ini. Memikirkannya, dia merasa kasihan pada Zelle
"Mungkin Zelle menggunakan tabungannya.Terima kasih banyak atas semua ini Zelle." Mark mulai menikmati nya.
"Berhenti menatapku begitu. Fokus saja pada makanannya." Brandon mengupas dua udang karang dan menaruhnya di piring Zelle
Dia tampak terampil dan semuanya tampak begitu alami seolah-olah mereka adalah pasangan yang sudah lama menikah
Zelle terkejut dengan sikap manisnya, begitu pula tiga orang temannya. Bukannya Prilly adalah satu-satunya wanita di hati Brandon?
"Apa? Kenapa kalian semua menatapku? Apa kalian semua pangling dengan ketampanan ku?" Brandon bertanya dengan nada bercanda. Seketika mereka dengan cepat menundukkan kepala dan mulai menikmati nya.
"Kalau kamu tidak kunjung makan, aku yang akan menyuapi mu." Melihat Zelle yang masih linglung, Brandon mendekat ke telinganya dan berbisik.
Zelle segera sadar. Dia buru-buru mengambil garpunya. Sementara Brandon terus mengupas udang karang untuknya.
__ADS_1
Karena Brandon yang sibuk melayaninya, Zelle mengambil udang dan menaruhnya dipiring Brandon
"Nikmatilah. Kamu pasti lelah setelah mengupas begitu banyak udang karang, kan?" Sebenarnya, Zelle cukup senang Brandon datang hari ini. Ternyata dia punya sisi manis juga
Tapi Zelle tidak tahu apa yang dia inginkan darinya. Atau apakah dia sudah gila?
Mereka menikmati hidangan lezat itu, sambil mengobrol, bercerita,dan bercanda. Mark pun tak mau ketinggalan, dia juga menceritakan beberapa kejadian lucu selama dia berada diluar negeri.
Audy memandang udang yang berada dipiring Brandon. Audy ingin mengatakan sesuatu, namun, Brandon memberi nya isyarat dari gerakan mata agar dia tidak mengatakan nya.
Brandon makan dengan lahap, dan Zelle tersenyum melihatnya
Zelle kira Brandon begitu menyukai udang kerang, dan kemudian dia menambahkan udang lagi kepiring Brandon.
Brandon menikmati nya, mereka cukup senang dengan makan malam hari ini. Ada banyak makanan lezat yang dapat mereka cicipi. Dan ada juga makanan penutup yang sengaja dipesan oleh Mark. Mereka semua mengobrol berbagi cerita satu sama lain.
Namun, saat tatapan Brandon dan Mark bertemu, mereka semua yang berada disana dapat merasakan aura persaingan yang membuat mereka menjadi begitu tegang.
Waktu terus berjalan tanpa sadar sudah menunjukkan jam sebelas malam. Mereka pun mulai meninggalkan tempat tersebut, pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Brandon dan Zelle.
Zelle pikir Brandon akan tidur dengannya malam ini. Tetapi, ternyata Brandon membiarkan Zelle pergi kekamarnya sendiri, sedangkan dia pergi kekamar sebelahnya.
Zelle mengutuk dirinya sendiri. Dia terlalu banyak berpikir, harus nya dia sadar diri, dan jangan mudah ketipu dengan sikap manis Brandon. Dia harus ingat, Prilly adalah satu-satunya wanita yang dicintainya.
Zelle tidur dalam perasaan sedih. Sementara Brandon yang berada dikamar sebelah, tidak tidur sama sekali. Badannya dipenuhi ruam merah, karena dia alergi seafood.
Ezra yang mengetahui keadaan Brandon pun meminta dokter keluarga memeriksa Brandon dan memberinya cairan infus. Setelah disiksa sepanjang malam, ruam ditubuh nya belum juga hilang sama sekali. Dipagi harinya, Brandon mencabut jarum infus ditangannya dan dia berniat untuk pergi bekerja.
Sementara Zelle yang sudah bangun, sekarang tengah duduk di meja. Dia bersiap untuk menikmati sarapan yang lezat pagi ini
Namun setelah beberapa suap, tiba-tiba Zelle kehilangan nafsu makannya dan merasa perut nya bergejolak.
__ADS_1
Zelle menahannya, dia berusaha memaksa kan diri untuk makan. Baru saja dia mulai menyuap makanan kemulutnya, tapi, dia sudah tidak bisa menahan diri lagi, dan langsung berlari ke wastafel memuntahkan semua isi perut nya.
Bersambung............