
Brandon mengeluarkan kertas yang ditinggalkan Zelle untuknya. Ternyata kertas itu adalah perjanjian perceraian. Tidak ada isinya kecuali tanda tangan Zelle tepat dibagian bawah surat itu.
Brandon sangat marah sehingga dia mengambil kertas di tangannya dan merobeknya menjadi beberapa bagian. Apa dia sama sekali tidak percaya padanya?
"Zelle, kembalilah. Aku sangat merindukanmu." Brandon memeluk bantal dan membenamkan kepalanya. Untuk pertama kalinya, dia tidak bisa menahan tangis.
🍒🍒🍒
"Zelle?" Saat Zelle hendak naik bus, ada seseorang yang mencengkeram lengannya. Dia berhenti dan berbalik untuk melihat orang itu.
Prilly memakai riasan lembut diwajahnya. Dia tampak bahagia dan ceria. Sepertinya dia rukun dengan Brandon, jadi dia terlihat jauh lebih energik.
"Apa yang kamu inginkan?" Zelle bertanya padanya.
"Zelle, aku benar-benar minta maaf. Aku yang meminta Brandon untuk pergi ke Prancis bersamaku akibatnya, dia tidak bisa menjagamu." Wajah Prilly dipenuhi rasa bersalah, seolah dia benar-benar kasihan pada Zelle, tapi matanya penuh dengan kebanggaan.
"Tidak masalah. Aku baik-baik saja. Kalau begitu, aku akan pergi." Melihat bus berangkat, hati Zelle hancur. Bus berikutnya tidak akan tiba secepat itu
"Aku ingin menaktir mu secangkir kopi, bagaimana? Ada sesuatu yang ingin kuberitahukan padamu." Prilly memasang ekspresi polos.
"Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja di sini. Aku tidak mau minum kopi." Zelle menolak. Dia tidak ingin ada hubungannya dengan Prilly
"Ini tentang Brandon dan kamu. Apa kamu tidak ingin tahu?" Prilly menatap wajah Zelle. Dia ingin tahu bagaimana perasaan Zelle tentang Brandon. Dia tidak sabar untuk melihat betapa kecewa dan sedihnya Zelle
"Aku tidak ingin mendengarnya. Masih ada yang harus kulakukan, aku tidak punya waktu bercerita denganmu." Zelle tidak akan memberi Prilly kesempatan untuk pamer di depannya.
Prilly ragu-ragu sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, aku minta maaf padamu atas nama Brandon. Dan kalian berdua masih menikah. Brandon dan aku ..."
"Kalau kalian mau menikah, aku sudah memberikan surat perjanjian perceraian dengan Brandon. Dia bisa menandatanganinya kapan saja. Aku sudah menandatanganinya. Maaf, aku harus pergi." Zelle tidak ingin mengatakan apa-apa kepada Prilly sekarang. Dia berbalik dan melambaikan tangannya untuk menghentikan taksi. Dia naik taksi dan pergi.
__ADS_1
Prilly memandang punggung Zelle dan dia ingin tertawa. Dia hanya menggunakan trik kecil dan Zelle langsung tertipu. Ibunya benar-benar pintar. Dia beruntung karena sudah mengikuti nasihat ibunya.
Prilly pun tidak mau berlama-lama lagi. Dia pulang dan ingin bertanya kepada ibunya bagaimana cara menjaga agar Brandon selalu di sisinya.
****
"Brandon, bajingan! Dimana Zelle? Bawa dia kembali padaku!" Afina selalu ingin pergi berbelanja dengan Zelle, tetapi dia tidak bisa menghubungi Zelle lagi. Jadi dia memutuskan untuk pergi ke Mansion Brandon dan orang di Mansion memberi tahu nya kalau Zelle sedang pergi keluar.
Namun, dia merasa aneh karena setiap kali dia datang ke sana, Zelle selalu pergi keluar. Dia tidak mungkin seberuntung itu. Afina sudah mengintrogasi Audy, akhirnya Audy mengatakan yang sebenarnya padanya, kalau Zelle telah mengalami keguguran.
Saat Afina mendengar bahwa cucunya telah tiada, dia sangat marah sehingga dia mengemudikan mobilnya bersama Audy dan mendatangi Brandon untuk meminta penjelasan.
Melihat ekspresi marah ibunya, Brandon buru-buru menghentikan pekerjaannya dan dia berjalan, berusaha menghibur ibunya.
"Mom, apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa Mommy tidak memberitahuku dulu kalau Mommy kesini?" kata Brandon kepada Afina sambil membawanya duduk di sofa
"Mom, tenanglah dan minumlah teh ini."
Brandon mengambil teh dari tangan Prilly dan menyerahkannya pada Afina
"Aku tidak mau minum teh. Aku ingin Zelle-ku kembali. Temukan dia. Cari dia untukku." Afina selalu dimanjakan oleh ayahnya Brandon. Dia baru saja kehilangan kesabarannya, dia akan meminta apa pun yang dia inginkan terlepas dari segalanya.
"Prilly, tinggalkan kami. Aku akan memanggilmu nanti jika aku membutuhkanmu." Brandon menyuruh Prilly pergi.
"Baiklah. Nyonya Dharmendra, saya keluar dulu." Prilly dengan sopan berkata kepada Afina dan pergi. Ibunya berulang kali memperingatkannya untuk tidak menyinggung siapa pun dari keluarga Dharmendra. Kalau tidak, dia tidak akan bisa menikah dengan keluarga Dharmendra
Melihat Prilly pergi, Afina berdiri lagi.
"Brandon, kamu sudah menikah, jadi jangan melakukan hal bodoh lagi. Ada apa dengan Zelle? Kenapa kamu memperlakukannya seperti ini? Aku mendengar dari Audy kalau kamu membiarkan Zelle menggugurkan bayinya. Mengapa Brandon? Apa ini semua demi Prilly?" Afina berjalan ke arah Brandon
__ADS_1
"Mom, bukan seperti itu." Brandon ingin menjelaskan.
"Lalu apa? Kamu pikir aku bodoh? Zelle mengalami keguguran, tapi kamu malah menemani Prilly ke Prancis. Kenapa kamu pergi ke Prancis? Apa kalian pergi berbulan madu?" Semakin banyak kata Afina keluar, semakin dia marah. Dia tidak tahu mantra macam apa yang diberikan Prilly pada putranya.
"Mom, aku pergi ke Prancis bersama Prilly karena ada urusan mendesak." saat ini, Brandon merasa kalau ibunya tidak akan mempercayainya tentang apapun yang dia katakan.
Dia memiliki perjanjian dengan Prilly yang tidak bisa dia ceritakan kepada orang lain sehingga dia bisa meninggalkan Prilly
"Hal yang mendesak, seberapa mendesakkah itu? Apa kamu tahu betapa rentannya seorang wanita ketika dia baru saja mengalami keguguran? Tapi kamu tidak peduli padanya. Kamu bahkan meninggalkannya di rumah sakit sendirian." Afina merasa sakit hati saat memikirkannya.
"Mom, aku sudah meminta Ezra untuk merawatnya dengan baik. Aku ingin menjelaskan padanya saat aku kembali, tapi dia sudah pergi." Brandon membawa Afina duduk di sofa lagi.
"Aku tidak peduli. Kamu harus segera menemukan menantu perempuanku. Dan, yeah, Brandon, jangan berpikir untuk menceraikan Zelle. Jika kamu ingin bercerai, aku akan bunuh diri!" Afina juga berbicara dengan sangat kejam. Zelle jauh lebih baik dari pada Prilly, tetapi putranya terlalu bodoh untuk melihat itu!
"Mom, jangan khawatir. Aku tidak akan pernah menceraikan Zelle." Brandon dengan cepat berjanji. Zelle hilang, dan dia juga sangat cemas, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan.
"Bagus. Aku akan pulang." Afina adalah orang yang tidak sabaran. Setelah mendapatkan janji anaknya, dia merasa lega. Brandon adalah pria yang memegang kata-katanya dan tidak akan membohonginya.
Prilly juga mendengar kata-kata Afina. Dia sangat marah sehingga dia menggertakkan giginya. Apa yang begitu baik tentang Zelle? Zelle tidak lain adalah putri dari keluarga miskin. Namun, dia, Prilly, adalah putri dari keluarga Chalondra. Bagaimana Zelle bisa dibandingkan dengannya?
Mendengar Afina yang hendak pergi, Prilly buru-buru bersembunyi ke arah samping.
"Attar, ini sudah tiga hari. Apa kamu belum mendapatkan apa-apa?" setelah ibunya pergi, Brandon mengangkat telepon dan langsung mendesak Attar
"Tidak. Aku hanya bertanya pada Vela. Kurasa dia tahu sesuatu karena dia terlihat cukup tenang. Menurutku itu sangat tidak normal." Attar mencari di seluruh kota B tapi tidak dapat menemukan Zelle.
"Kalau begitu mari kita mulai dengan Vela dan gunakan semua caramu yang tidak tahu malu itu untuk membuka mulutnya!"
Bersambung...........
__ADS_1