Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Zelle dan Audy


__ADS_3

Sambil berbicara, Zelle membuka pintu dan melihat Brandon memeluk Prilly. Itu sangat memalukan. Dan Prilly menatap Zelle dengan senyum puas.


Saat melihat Zelle, Brandon ingin mendorong Prilly menjauh. Tapi Prilly memeluk pinggangnya lebih erat.


"Oh, maaf. Saya kesini hanya untuk mengambil cangkir teh. Saya tidak melihat atau mendengar apapun. Kalian bisa menikmatinya." Zelle berjalan ke mejanya, mengambil cangkir tehnya, dan berlalu pergi.


Saat dia menutup pintu, Zelle menepuk dadanya. Brandon dan Prilly bahkan bermesraan di kantor pada siang hari. Huh, sungguh pasangan yang serasi!


🍂🍂🍂


Mungkin dia datang pada waktu yang salah. Lupakan. Dia harus berhenti bergosip. Lagi pula, dia tidak akan bekerja di ruang Brandon lagi.


"Zelle, kamu memerah. Apa kamu abis berlari?" Audy memperhatikan Zelle ketika dia kembali dan duduk di hadapannya.


"Iya, agak panas." Zelle menundukkan kepalanya.


"Nah, Zelle? Kenapa kamu di sini? Untuk memeriksa pekerjaan kami? Kupikir kamu bekerja di ruang bos. Ini baru beberapa hari dan kamu sudah kembali kesini. Kami benar-benar tersanjung." Key berjalan mendekat, menatap Key dan berkata dengan nada aneh dengan sengaja.


Zelle menatap Key dan bertanya-tanya mengapa dia belum dipecat. Bukannya Brandon mengatakan kalau Key akan mengundurkan diri jika dia tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya hari itu?


"Apa kamu terkejut melihatku? Apa kamu pikir kamu bisa merayu dan menipulasi Tuan Brandon dengan wajahmu itu? Kamu harus ingat bahwa Tuan Brandon hanya mencintai Prilly. Sekarang setelah Prilly kembali, tidak ada tempat untukmu!" Key tidak lagi takut pada Zelle. Prilly kembali dan berbicara dengan Brandon untuk menyelesaikan masalahnya. Jadi dia bisa bekerja lagi di perusahaan.


Zelle akhirnya mendapatkan jawaban nya. Ternyata Key adalah teman Prilly. Jadi, Prilly memang sangat penting bagi Brandon.


"Bahkan jika Tuan Brandon mencintai Prilly sekali pun, itu tidak ada hubungannya denganmu. Mengapa kamu begitu bangga?" Audy menarik Zelle. Audy menatap Key, mulutnya yang besar, Audy berharap dia bisa langsung menampar Key


"Siapa kamu?" Key memandang Audy dengan heran. Dia tidak mengenal Audy, dia juga tidakb tahu bahwa mereka memiliki kolega baru hari ini.


"Key, kamu tidak di sini. Ini sekretaris baru, Audy Dharmendra." Seseorang berbisik kepada Key


"Oh, jadi dia baru di sini. Kenapa dia begitu sombong dan bagaimana dia bisa membalasku?" Key tidak menyadari bahwa nama keluarga Audy adalah Dharmendra.

__ADS_1


Dia memandang Audy, yang tampak mengenakan pakaian biasa. Audy cantik, terus kenapa? Dia seharusnya menjadi junior yang miskin karena dia adalah teman Zelle. Key percaya diri.


"Baiklah, aku orang yang sangat murah hati. Jadi aku tidak ingin berdebat denganmu. Karena kamu sudah kembali, kamu harus bekerja keras. Tunggu sebentar. Aku akan mengatur pekerjaan untukmu hari ini." Key berhenti berdebat karena dia tidak ingin menimbulkan masalah. Dia baru kembali hari ini. Meskipun dia masih menjabat sebagai kepala sekretariat, dia belum memegang kendali penuh.


Semua orang pergi. Mereka mengira bisa menonton pertarungan lain hari ini, tetapi api padam lebih awal.


Dengan sangat cepat, Key datang dengan setumpuk dokumen dan memberikannya secara setara kepada Zelle dan Audy


"Ini adalah pekerjaanmu hari ini. Karena kamu baru saja kembali, aku tidak akan memaksamu. Serahkan saja terjemahan ini dalam tiga hari." Key menyeringai.


Sekretariat Gweneth Group juga bertanggung jawab atas pekerjaan penerjemahan. Jadi saat mempekerjakan sekretaris, mereka meminta pelamar untuk mengetahui setidaknya satu bahasa asing. Jadi semua sekretaris bisa bekerja sebagai penerjemah.


Ketika Zelle melamar pekerjaan ini, dia memberi tahu mereka bahwa dia pandai bahasa Prancis. Tapi dokumen yang Key berikan padanya semuanya dalam bahasa Jerman.


Audy bahkan lebih sengsara. Dia pandai bahasa Inggris, tetapi Key memberikan dokumennya dalam bahasa Jerman.


Memang benar bahwa mereka dapat menyelesaikan terjemahan dalam tiga hari, tetapi hanya jika mereka mahir dalam dua bahasa tersebut. Namun, Key tidak membiarkan mereka melakukan apa yang mereka kuasai.


"Audy, jangan khawatir. Aku akan bekerja lembur untuk menyelesaikan terjemahan ku. Kemudian aku akan membantu mu. Aku pandai bahasa Jerman." Zelle menghibur Audy.


"Zelle, terima kasih. Kebetulan aku fasih berbahasa Prancis. Mari kita tukar tugas saja." Audy sangat berterima kasih kepada Zelle. Dia tidak sebodoh itu. Dia mungkin tidak pandai dalam hal lain, tapi dia bisa berbicara tiga bahasa asing. Terjemahan ini bukan masalah baginya.


Zelle terkesan dan merasa beruntung bisa bertemu Audy. Dia mengira Audy adalah gadis kaya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Namun ternyata Audy cukup kompeten.


"Trik Key gagal! Lucu sekali. Zelle, ayo cari tempat yang tenang dan terjemahkan dokumen-dokumen ini. Kurasa kita bisa menyelesaikannya dalam dua setengah hari. Kalau begitu aku akan mentraktirmu makan malam dan merayakannya!" Audy sangat senang bisa bekerja dengan Zelle


"Baiklah, sebelum kita pergi, kita harus memberitahu Key dulu. Lagi pula, dia memberi kita waktu tiga hari. Kita tidak bisa diganggu saat mengerjakan nya nanti. Ayo pergi ke kafe tempat terakhir kali Mommy membawa kita. Biarkan kali ini aku yang menaktir mu." Zelle memeriksa saldo banknya. Dia mampu membayarnya


"Baiklah, mari kita lakukan ini!" Audy pergi untuk berbicara dengan Key. Dia tidak menyangka Key akan langsung setuju. but


Nyatanya, Key senang dia bisa menyingkirkan sumber masalah nya

__ADS_1


Kedua dokumen itu dari Perusahaan RK, yang bosnya adalah orang tua yang sangat pemilih. Dia memiliki persyaratan yang sangat ketat tentang keakuratan terjemahan. Jadi mereka biasa meminta perusahaan penerjemah profesional untuk merevisi lagi terjemahannya sebelum diserahkan ke perusahaan RK.


Namun lelaki tua itu tidak pernah puas. Hari ini, Key baru saja melemparkan kentang panas ini ke Zelle dan Audy. Mereka pasti akan dimarahi dan dia bisa menunggu dan menikmati pertunjukannnya.


Zelle dan Audy meninggalkan Gweneth Group, mereka bergandengan tangan. Mereka pergi ke kafe untuk ngopi bareng. Mereka masuk bersama. Dihidang kan juga beberapa makanan penutup. Dan mereka mulai mengerjakan tugasnya.


Waktu berlalu. Mereka hampir menjadi robot. Audy punya laptop, tapi Zelle hanya bisa melakukannya dengan tangan. Jadi, Zelle jauh lebih lambat dari Audy.


"Hello, Mom, bisakah kamu meminta seseorang untuk membawakan ku sebuah Laptop? Yang sama dengan milikku. Aku di kafe tempat Mommy datang terakhir kali. Aku membutuhkannya sekarang."


Melihat Zelle tidak bekerja seefisien dia, Audy segera menelepon Afina dan memintanya untuk membawakan sebuah Laptop.


"Audy, jangan repot-repot. Aku bisa kok. Tiga hari sudah lebih dari cukup." Saat Zelle mendengar bahwa Audy menelepon ibunya, dia buru-buru menghentikan Audy. Sebuah Laptop itu sangat mahal. Dia tidak mampu membelinya sekarang.


"Tidak apa-apa. Anggap saja sebagai hadiah dariku. Mommy telah memberimu hadiah. Tapi aku belum. Aku tidak tahu apa yang kamu suka. Sekarang kamu membutuhkan laptop, bukankah itu hadiah yang luar biasa?" Audy merasa senang memberikan hadiah untuk kakak iparnya. Meski tidak semahal pemberian ibunya, tapi yang diberikan itu sangat praktis.


Dan pintu pun di ketuk, seseorang masuk membawa sebuah Laptop. Dan kemudian Audy menyalakan laptop tersebut, dan mengunduh banyak kamus, dan menyerah kan nya pada Zelle.


"Baiklah, kamu pasti akan lebih efisien dalam bekerja kalau memakai laptop." Kata Audy


Zelle tidak menolak kebaikannya lagi. Prioritasnya adalah bekerja sekarang.


Di ruangan itu, hanya ada mereka berdua, sehingga suara keyboard menggema seluruh ruangan tersebut.


Mereka fokus dengan pekerjaan masing-masing.


Pintu diketuk, waitress membawa hidangannya. Namun, Audy menolak, karena mereka disini hanya ingin mengerjakan pekerjaan nya. Secangkir kopi sudah cukup untuk menemani mereka.


Bersambung........


Good morning 🌻

__ADS_1


__ADS_2