
Terima kasih untuk yang sudah baca, komen, dan likenya.
Karena cerita ini akan segera tamat."-"
🍒 Happy reading 🍒
Sementara diseberang sana, Attar tengah menyumpahi Brandon.
"Brandon sialan, apa yang dia lakukan? padahal ini sangat penting."
****
Anggota keluarga Dharmendra sibuk mempersiapkan semua hal untuk makan malam nanti. Apalagi makan malam kali ini, dihadiri oleh Tuan Charlie dan Nyonya Ilona.
Sehabis pertempuran panas mereka, Zelle kembali terbaring tak berdaya. Entah lah akhir-akhir ini dia sering kelelahan. Sementara Brandon, semakin hari semakin energik.
"Brandon, dimana Zelle?." Tanya Afina curiga.
Brandon yang baru keluar dari kamar terkejut mendengar suara ibunya.
"Mom, Zelle sedang istirahat mom. Sepertinya, dia kelelahan." Jawab Brandon tanpa dosa. Kemudian dia pergi keluar menemui Attar.
Afina hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia jadi teringat dengan suaminya di luar negeri. Afina tersenyum, "sungguh anak muda tak tahu waktu, siang bolong begini pun masih sempatnya ehem-eheman."
****
"Kau dari mana saja? sudah sepuluh kali aku menelepon mu, tapi tidak ada jawaban. Apa yang kau lakukan?." Sungut Attar kesal.
Mereka sekarang sedang berada di cafe tak jauh dari perusahaan. Tadi, Attar mengirim pesan padanya untuk bertemu disana.
"Hanya orang yang sudah menikah yang boleh mengetahuinya. Kamu masih jomblo." Kelakar Brandon.
Attar pun mendengus kesal. Mungkin kalau Vela mau diajak menikah, maka pasti dengan cepat dia akan menikahinya, dan bisa memamerkan nya pada Brandon.
"Semua bukti sudah ku serahkan pada pihak yang berwajib. Aku rasa kali ini, mereka tidak akan bisa mengelak lagi." Ucap Attar sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Bagus. Kerjamu sangat cepat. Kita tunggu saja berita penangkapannya." Brandon sambil meletakkan gelas kopinya.
"Sebenarnya, ini semua campur tangan dari Tuan Charlie dan Nyonya Ilona. Aku heran, kenapa mereka mau membantu ku untuk mendapatkan bukti itu." Attar bertanya-tanya, dia cukup heran dengan pasangan itu. Padahal menurutnya, tidak ada hubungannya dengan Zelle.
"Untuk itu, datang lah kerumah utama malam ini. Kau akan mengetahui jawabannya." Jawab Brandon.
"Baiklah. Tugasku sudah selesai. Sekarang tepati janjimu. Siapa pria itu?." Tanya Attar.
"Kamu." Jawab Brandon santai.
"Ayolah Brandon, apa maksud mu? aku bertanya tentang pria masa kecil Vela?"
"Ya, kamu. Attar Chokri. Kau pernah memberikan gelang itu pada seorang gadis kecil. Dan gadis itu adalah Vela." Kata Brandon.
Attar terdiam. Benarkah yang dia dengar ini. Jika iya, berarti dia dan Vela memang sudah ditakdirkan bersama. Pantas saja dia tidak asing dengan gelang itu. Attar baru ingat dulu semasa kecil tepat disaat dia pulang sekolah dia melihat anak perempuan yang menangis dibawah pohon. Pasti itu Vela, tapi dia tidak terlalu mengingatnya, kejadian itu sudah berpuluh puluh tahun yang lalu. Dan wajah Vela juga sudah berubah.
"Sayang, ada apa dengan wajahmu? kenapa terlihat seperti luka? kamu ada alergi kosmetik ya?." Tanya Jacob. Sebab jika dilihat dari dekat wajah Prilly sedikit berbeda dari yang pernah dia lihat sebelumnya.
Attar maupun Brandon menoleh kesumber suara. Ternyata disana sudah ada Prilly dan Jacob yang sedang bercengkrama.
"Ini semua karena Zelle. Seharusnya, dialah yang seperti ini." Jawab Prilly kesal
"Aku yang memasukkan sesuatu kedalam masker wajahnya. Tapi, malah aku yang kena imbasnya."
"Ha? kenapa kamu melakukan itu?"
"Karena aku membencinya. Dia selalu saja mengambil apa yang ku punya. Tapi, sekarang sudah tidak lagi. Mungkin dulu aku mencintai Brandon, tapi sekarang aku sudah memiliki dirimu yang lebih dari segalanya." Prilly buru-buru menjelaskannya saat dia melihat raut wajah Jacob yang mulai berubah.
Jacob pun tersenyum lebar. Dia yakin Prilly sudah mencintainya.
Sementara dua pria dimeja seberang sana, tengah mengepalkan jari-jarinya. Mereka berdua menatap Prilly benci dan jijik. Begitu tega Prilly mengkhianati persahabatan mereka.
Attar sangat marah, karena perbuatan Prilly telah mencemari salon adiknya.
Begitu juga dengan Brandon, dia tidak menyangka Prilly yang lemah lembut bisa melakukan hal licik seperti itu. Jika seandainya, waktu itu rencananya berhasil, mungkin Zelle akan menderita. Brandon sangat tidak terima dengan ini semua.
__ADS_1
BRAKK
Mereka berdua menggeprak meja lalu berdiri. Suara tersebut membuat semua orang dicafe itu melihat padanya. Termasuk Prilly dan Jacob.
Brandon dan Attar berjalan kearah mereka berdua. Dan Prilly yang mengetahui Brandon ada disana merasa ketakutan. Dia berharap Brandon tidak mendengar perkataannya.
"Aku tidak menyangka, kau akan selicik ini. Aku kira kau adalah orang yang pantas ku jadikan teman. Rupanya, selama ini aku berteman dengan seorang penjahat." Kata Brandon kepada Prilly. Prilly dan Jacob pun berdiri. Attar dan Brandon sudah berdiri disamping mereka.
"Brandon, dengarkan aku dulu. Aku bisa menjelaskan nya padamu. Aku melakukan itu semua karena aku mencintaimu Brandon. Kau hanya milikku. Tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang. Tapi, kau tega mencampakkan aku dan pergi bersama Zelle." Prilly berusaha memegang tangan Brandon namun Brandon segera menjauh darinya.
"Aku bersyukur tidak bersama mu lagi. Dan aku beruntung bisa memiliki istri seperti Zelle. Aku sudah benar mencampakkanmu." Kata Brandon dengan dingin.
"Mulai sekarang dan seterusnya, kau bukan lagi bagian dari kami. Dan aku sangat menyesal telah berteman denganmu." Ucap Brandon menunjuk wajah Prilly dengan dingin. Kemudian dia melangkah pergi.
"Dan aku tidak menyangka, kau bisa melakukan hal gila ini hanya untuk memenuhi obsesimu. Karena ulahmu, hampir saja mencemari nama baik salon adikku." Kata Attar.
"Dasar pengkhianat." Setelah mengatakan itu, Attar pun pergi menyusul Brandon.
"Brandon, Brandon, dengarkan aku dulu." Teriak Prilly dengan isak tangisnya. Dia lupa dengan keberadaan Jacob yang menatap dan mendengar semua perkataannya.
"Ternyata, kamu menipuku, Prilly. Kamu tidak mencintaiku. Mungkin aku hanya jembatan bagi mu untuk mendapatkan Brandon. Aku kira aku sudah memiliki hatimu. Tapi, ternyata kau hanya memberiku cinta palsumu." Jacob merasakan hatinya tertusuk ribuan jarum. Baru kemarin malam dia mengumumkan hubungan nya, tapi sekarang, semuanya sudah hancur. Mungkin akan lebih baik dia sendiri, pasti dia tidak akan merasakan sakit hati seperti ini.
"Hiks, hiks, maafkan aku Jacob. Aku tidak bisa melupakan Brandon. Aku minta maaf. Tapi, kali ini aku berjanji padamu, aku akan membuka hatiku untuk mu." Prilly mendekati Jacob dan berusaha meraih tangannya. Namun, Jacob menepis tangan nya dan berkata.
"Aku tidak membutuhkan cinta mu lagi. Mungkin benar yang dikatakan Brandon dan Attar, kau seperti ular dalam selimut. Aku sudah memaafkan mu. Tapi, aku tidak akan mengejarmu lagi." Setelah mengatakan itu, Jacob pun pergi meninggalkan Prilly yang semakin terisak.
"Akkkkkkkh"
Prilly melempar semua barang dimeja itu. Dia berteriak histeris seperti orang gila. Semua orang disana menatapnya iba. Sangat disayangkan wajah cantiknya, jika benar dia sampai mengalami gangguan jiwa.
****
"Siapa yang memasak makanan ini. Baunya menyengat sekali. Jauhkan makanan ini dariku." Brandon merasa mual mencium bau dari makanan itu.
Semua orang yang berada di sana terheran-heran melihat Brandon. Apalagi Zelle, jelas makanan itu sangat lezat. Dan bahkan bukan pertama kalinya, Brandon memakannya.
__ADS_1
"Brandon, kamu kenapa?"
Bersambung........