Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Apa dia hantu?


__ADS_3

Mark memarkir mobil dan masuk kerestoran bersama Zelle. Ternyata di sini banyak sekali orang. Jika Mark tidak memesan meja, mereka harus makan di tempat lain sekarang.


Pelayan membawa mereka ke ruang VIP dan mereka masuk.


🐼🐼🐼


Mark memesan beberapa hidangan yang menggugah selera. Kemudian bercerita tentang kehidupan nya selama di luar negeri.


Cerita Mark, membuat Zelle tertawa terbahak-bahak. Sudah lama dia tidak tertawa seperti itu. Hanya Mark, yang membuat nya begitu bahagia.


"Maaf, Mark. Aku mau ke toilet dulu ya. Aku akan segera kembali." Zelle tiba-tiba merasakan perutnya bergejolak. Kemudian masuk ke toilet wanita.


Saat Zelle keluar dari toilet, dia menabrak seorang pria, kebetulan pria itu juga baru keluar dari toilet. Zelle meminta maaf, diliat dari fostur tubuh nya, Zelle merasa tidak asing dengan pria di depannya.


Pria itu lebih tinggi dari Zelle sehingga dia tidak bisa melihat wajahnya. Pria itu sama sekali tidak bersuara, tiba-tiba saja Zelle merasakan suhu ruangan itu begitu dingin. Zelle bingung, apa suhu di restaurant ini memang seperti ini?


Zelle menatap pria itu. Saat dia melihat wajahnya, Zelle pun kaget bercampur takut. Kemudian dengan langkah seribu, Zelle hendak pergi.


Namun, Brandon meraih lengannya, menghentikan langkah Zelle. Jika, Brandon tak menghentikan nya, Zelle akan melarikan diri.


Brandon penasaran, kenapa Zelle bisa sampai ke restaurant mewah ini. Memang dari luar terlihat biasa saja, tapi Brandon tahu ini restaurant tempat orang kaya. Seharusnya, sekarang Zelle berada di rumah sakit. Karena ayahnya akan berangkat ke luar negeri besok. Tidak mungkin Zelle datang sendiri ke restaurant ini, pasti dia bersama seseorang.Tapi siapa?


"Zelle, kenapa kamu di sini?" Brandon penasaran siapa yang membawanya kerestoran ini.


"Ya, pasti kamu tahu,apa yang dilakukan orang kalau di toilet. Ga mungkin makan. Dan aku di sini untuk melakukan apapun yang ingin aku lakukan." Zelle tidak bicara formal lagi, dia masih kesal dengan Brandon. Zelle heran, kenapa di setiap tempat dia selalu bertemu Brandon. Apa dia hantu?


"Omong-omong, Tuan Brandon, sekarang bukan jam kerja. Aku bisa pergi ke mana pun yang aku mau." Zelle berusaha melepaskan tangannya. Heran, setiap pria selalu suka megang tangan. Yang lain kek.


"Benar. Aku tidak akan menghalangi mu, tapi ingat, kamu harus kerja besok, lebih baik kamu pulang sekarang, lagian ini sudah malam, kamu bisa telat besok. Kalau sampai kamu terlambat besok pagi, aku tak akan segan memotong gaji mu." Brandon bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa bisa seperduli itu pada Zelle? dia tidak mencintai Zelle kan? dia merasa khawatir saja kalau Zelle keluar larut malam begini. Yah, pasti karena itu. pikir Brandon.


"Aku tahu, lepaskan tangan ku! apa kata orang nanti, presedir Gweneth Group mencegat seorang wanita lebih tepatnya karyawan nya sendiri, di toilet lagi. Kamu tenang saja, aku tidak akan terlambat besok. Tapi, tuan Brandon, kamu juga harus pulang, kalau kamu terlambat besok, terdengar sangat tidak bagus kan? jadi, lepaskan tangan ku!" Ucap Zelle.


Brandon pun melepaskan tangannya. Dan kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Zelle sedikit merasa kan sakit di lengannya. Ternyata Brandon memegang nya cukup kuat. Zelle menggosok lengan nya dengan lembut kemudian pergi kembali ke ruangan VIP itu.


" Kenapa lama banget, Zelle?" Mark menunggu nya cukup lama.


"Oh, tidak apa-apa. Aku bertemu dengan orang mesum. Untung saja aku bisa lolos darinya." Zelle mulai menikmati hidangannya.


Hidangan ini terlihat sangat umum, tetapi saat mereka mulai makan, Zelle mengerti mengapa ada begitu banyak pelanggan di sini. Makanannya terasa sangat enak.


Zelle makan dengan lahap dan langsung kenyang.


Sebenarnya makanan itu dipesan oleh Mark, tapi hampir semua di libas oleh Zelle, hanya tersisa sedikit sup.


"Mark, kenapa kamu makan sedikit banget? padahal makanannya enak banget loh." Tanya Zelle, karena dia melihat Mark hanya menikmati sup nya saja.


"Mau lagi?" Tawar Mark. Zelle sangat malu. Mark pasti lapar, tapi Zelle melibas semuanya. Zelle membiarkan Mark memakan sup nya.


" Ah, iya, kau tau, semua nutrisi itu berada dalam sup ini." Meski makan sisa makanan, Mark tetap tersenyum, dia suka Zelle tidak canggung padanya. Mark bersikap sebagai seorang pria terhormat.


Zelle tertegun. Dia dibesarkan dalam keluarga berkecukupan, tetapi dia tidak pernah berperilaku seperti Mark. Zelle selalu makan seperti orang kelaparan. Tak ada anggun- anggun nya sebagai anak bangsawan. Zelle kagum pada Mark.


Tidak peduli apakah Mark sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya atau makan apa pun, Zelle akan memandangnya dengan cara seperti ini, dan kemudian dengan manisnya berkata, "Ya ampun, Mark, kamu sangat imut. Berjanjilah padaku kamu akan menikah denganku saat kamu besar nanti!"


Untuk janji ini, Mark kembali dari luar negeri, ternyata dia terlambat. Zelle sudah menikah.


"Yah, aku sudah selesai. Ayo pergi. Ini sudah malam. Kamu harus pulang sekarang." Mark menyudahi makannya, menyeka mulutnya dengan tisu.


"Oke, ayo pergi." Zelle berdiri dan mengambil tasnya.


Brandon memperhatikan sepanjang jalan saat Zelle keluar dari restoran dan masuk ke mobil Mark. Brandon memasang wajah garang, membuat orang di sekitar nya merasa tidak nyaman.


"Brandon, kenapa kamu jadi aneh akhir-akhir ini? Dan selalu minta aku untuk mencari tahu beberapa hal aneh." Attar mencoba mengolok-olok Brandon.


Brandon tidak menanggapinya, dia fokus melihat mobil Mark yang mulai melaju meninggalkan restaurant itu.

__ADS_1


"Apa katamu?" Brandon menoleh kearah Attar


"Tidak apa-apa. Apa yang membuatmu terpesona?Maksudku, aku dengar kamu sangat khawatir dengan gadis baru di perusahaanmu." Attar perlahan mengguncang gelas anggurnya dan menatap Brandon dengan bercanda.


"Tidak mungkin! Brandon tidak mudah tertarik dengan wanita, Attar. Kecuali wanita itu cantik pake banget." Potong Malvin memeluk seorang wanita di sekelilingnya dan menciumnya.


Brandon sedang tidak mood untuk menganggapi ucapan teman-temannya. Dia ingin segera pergi dan melihat apa Zelle sudah dirumah atau belum.


"Aku akan pergi. Kalian bersenang-senanglah." Brandon mengambil jaketnya dan berjalan keluar meninggalkan teman-temannya yang terbengong.


"Jika nanti aku menikah di masa depan, apa kamu akan sedih?" Brandon ingat apa yang dikatakan Zelle tadi malam. Dia bilang 'tidak' saat itu. Namun, dia terus memikirkannya sepanjang hari ini. Apa dia akan merasa sedih? Jawabannya adalah 'iya'. Dia akan menderita.


Misalnya, barusan, melihat dia keluar dengan pria lain, Brandon merasa sangat marah.


"Apa aku sudah jatuh cinta padanya? Tidak, itu tidak mungkin. Itu hanya karena dia adalah istriku sekarang, dan istriku harus menjaga sikapnya." Brandon mencoba membuat alasan untuk membuktikan bahwa dia tidak mungkin jatuh cinta dengan wanita lain. Selain Prilly.


Namun, Brandon tidak memperlambat mobilnya. Sebaliknya, dia mempercepatnya. Dia ingin kembali dan memeluk Zelle yang sexy. Hanya saat bersamanya, Brandon bisa merasa nyaman.


Brandon turun dari mobil dengan tergesa-gesa, ternyata Zelle belum kembali.


'Sial! kemana dia pergi? apa dia tidak takut bersama seorang pria di malam hari? banyak pria hidung belang yang menginginkannya.' Brandon mau tidak mau memikirkan hal buruk yang mungkin saja terjadi.


Mendengar suara mobil diluar, Brandon segera pergi ke kamar tidurnya.


"Sampai jumpa, Mark.Terima kasih sudah mengantarku pulang." Zelle mengucapkan selamat tinggal pada Mark dan masuk ke Mansion


Hari sudah larut malam. Agar tidak membangunkan orang didalam, Zelle masuk diam-diam.


Para pelayan sudah tidur, terlihat ruang tamu yang kosong.


Zelle naik ke atas dengan tergesa-gesa. Zelle berniat untuk mandi lalu tidur.


Jika dia benar-benar terlambat besok pagi, gajinya akan dipotong oleh presedir kejam itu.

__ADS_1


Begitu Zelle naik ke atas, tiba-tiba tubuhnya ditarik sampai membentur ke dinding, kemudian, bibirnya dibungkam oleh bibir seseorang.


__ADS_2