Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Zelle adalah putriku


__ADS_3

Brandon menatap Tuan Charlie dengan dingin. Siapa saja bisa melakukan hal yang tidak benar, walau dia mempercayai istrinya, tapi dia tetap tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Brandon memeluk Zelle dengan erat. Zelle sudah bersimbah keringat, semakin tubuhnya disentuh dia semakin menggila.


"Ataukah mungkin mereka memiliki hubungan gelap dibelakangmu, Brandon?." Timpal Prilly yang membuat keadaan disana semakin riuh. Semua orang berbisik-bisik, tapi tidak dengan Jacob, dia takut kalau Prilly masih mencintai Brandon. Meski pada saat itu dia mengatakan bahwa tidak ada hubungannya lagi dengan Brandon.


"Apa benar itu Tuan Charlie?." Brandon pikir Tuan Charlie tidak akan sebodoh itu. Jelas dia datang bersama istrinya, dan Zelle dengannya pun hanya beberapa kali bertemu. Tapi, karena kejadian ini disaksikan oleh semua orang, Brandon harus bertindak meluruskannya agar tidak ada berita yang membuat citra perusahaan mereka berdua turun.


"Apakah mungkin bagi seorang ayah menjalin hubungan dengan putrinya sendiri, selain hubungan darah?"


🍒 Happy reading 🍒


Semua orang terbengong mencerna ucapan Tuan Charlie. Begitu juga dengan Brandon, dan Zelle dalam pelukannya sedang gelisah bergerak menggerayangi Brandon. Zelle sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, sehingga dia mengabaikan perkataan Tuan Charlie.


Melihat keterbengongan semua orang, Tuan Charlie menghela nafas. Nyonya Ilona mendekat mengamit lengan Tuan Charlie seraya mendukung keputusan yang akan dibuat sang suami.


Tuan Charlie menoleh pada sang istri dan Nyonya Ilona menganggukkan kepalanya. Kemudian Tuan Charlie menghela nafas lagi memandang semua orang dan berkata, "Zelle adalah putriku."


Ruangan yang tadinya tampak sepi sekarang kembali riuh. Mereka berbisik-bisik merasa tidak percaya dengan perkataan Tuan Charlie. Bukankah, Zelle anaknya Jaster pemilik perusahaan Lovata Group? semua orang tahu kalau perusahaan itu telah bangkrut.


Bukan hanya mereka diruangan itu yang terkejut, seorang wanita yang berada didepan pintu gedung itu juga terdiam. Dia datang ingin menemui seseorang disini. Saat dia sampai didepan pintu, dia terkejut dengan ucapan Tuan Charlie. Siapa yang tidak kenal dengannya, dan yang lebih mengejutkannya ialah, dia mengatakan bahwa Zelle adalah putrinya. Mendengar hal itu, wanita itu semakin membenci Zelle.


"Zelle adalah putri kami. Aku adalah ayahnya, dan tidak mungkin bagi seorang ayah menjalin hubungan terlarang dengan putrinya sendiri." Lanjut Tuan Charlie.

__ADS_1


"Apa?, bagaimana bisa? maksudku bukankah Jaster adalah ayahnya Zelle?." Brandon bertanya dalam kebingungan.


Zelle yang berada dalam pelukannya, merasakan tubuhnya mulai lemah, kepalanya semakin sakit. Dia butuh sesuatu buat menenangkan dirinya.


"Yang dikatakan suami saya benar, Zelle adalah putri kami. Ceritanya sangat panjang, saya rasa ini hanya urusan dalam keluarga kami. Dan kau," Ilona menunjuk Aria, "Jaga lidahmu, belum tentu yang kau lihat itu benar. Siapa pun dirimu, saya tidak perduli, meskipun kau menantu dari keluarga Dharmendra, jika sekali lagi kau mengatakan yang tidak-tidak, terima saja akibatnya." Ancam Nyonya Ilona. Dia sungguh geram dengan orang-orang yang mudah sekali percaya pada berita yang belum jelas asal usulnya.


Aria diam mematung, dia sangat yakin, dengan apa yang dia lihat. Namun ternyata dugaannya salah, dia ketakutan, Nyonya Ilona bukanlah orang sembarangan. Jika benar Zelle adalah putrinya, maka makin sulit baginya untuk menyingkirkannya. Vernant yang melihat kecemasan diwajah istrinya, dia pun menarik istrinya, menjauh dari sana.


Kejadian ini cukup membuat semua orang disana terdiam. Begitu juga dengan Prilly. Suasana pesta yang harusnya meriah, sekarang menjadi senyap seakan semuanya tidak memiliki keberanian untuk berbicara. Tiba-tiba terbesit dibenak wanita itu sebuah ide. Dia berjalan menyelip dikerumunan para tamu, dia mendekati sebuah meja dan mengambil sebuah pisau buah. Melihat kondisi Zelle yang tampak lemah, wanita itu sangat yakin rencananya akan berhasil.


Dia berjalan mengendap-endap dibelakang semua orang. Pisau buah dia sembunyikan dibalik tangannya, dan dia menutupi wajahnya dengan kain segitiga. Tidak ada yang menyadari gelagat aneh darinya, semua orang fokus dengan kebenaran yang disampaikan Tuan Charlie.


"Brandon, panas, panas, a.... ku sudah tidak tahan lagi. "Zelle memandang Brandon dengan tatapan penuh kabut gairah. Brandon yang melihatnya pun merasa iba, dia menutup tubuh Zelle dengan jasnya, baru beberapa hari dia tidak bersamanya, sekarang sudah terjadi sesuatu padanya. Brandon yakin ada sesuatu yang sudah terjadi pada istrinya. Tidak mungkin Zelle mabuk, sama sekali tidak ada bau alkohol dari mulutnya.


"Brandon, pergilah bawa Zelle, hanya kamu yang bisa mengobatinya. Untuk masalah ini, saya akan menjelaskannya nanti." Kata Tuan Charlie yang tidak tega melihat Zelle dalam keadaan tersiksa.


Saat Brandon berniat menggendong Zelle, tiba-tiba....


"Siapa kamu?." Seketika pisau ditangan wanita itu jatuh kelantai. Sekarang tatapan semua orang beralih padanya begitu juga dengan Brandon. Namun tidak ada yang mengenali wajahnya, karena dia memakai penutup wajah.


Tuan Charlie yang menyadari wanita bercadar itu ingin melarikan diri, dia pun segera menghentikannya, wanita itu memberontak dan dia terus melemparkan barang-barang yang bisa digapainya. Namun, Tuan Charlie tak membiarkan wanita itu lepas dari jangkauannya. Wanita itu berlari tepat ditengah ruangan. Lampu hias berukuran besar mulai goyang dan....

__ADS_1


BRUK


Lampu hias itu jatuh tepat mengenai tubuh wanita itu. Tuan Charlie berhenti mengejarnya, dia mematung melihat kejadian tersebut. Semua orang disana menutup mulutnya, mereka tidak percaya bisa menyaksikan kejadian tragis itu didepan mata kepala mereka sendiri.


Darah mengalir dari tubuhnya. Semua orang disana sangat syok menyaksikannya. Begitu juga dengan Brandon. Mungkin jika Tuan Charlie tak mencegah wanita itu, pasti antara dia dan Zelle lah yang akan menjadi korban.


"Brandon, segera bawa Zelle keluar dari sini. Biarkan kami yang mengurus masalah ini." Nyonya Ilona pun tersadar dari keterkejutannya, dia masih ingat putrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Brandon pun menggendong Zelle keluar dari sana. Sebelum dia memasuki mobilnya, dia meminta Ezra untuk menangani masalah dipesta itu.


****


"Brandon, ah....ah...a..ku sudah tidak tahan lagi. A...ku mohon, bantu a..ku." Zelle sudah duduk dipangkuan Brandon. Dia sudah membuka gaun yang dia kenakan sampai kepinggangnya.


Brandon melihat gunung kembar itu menari dan tubuh Zelle yang meliuk-liuk bak ulat bulu, membuat tubuhnya menegang apalagi Zelle berada diatas bagian intinya yang mulai mengeras. Sedari tadi dia menahan diri, karena Zelle terus saja menciuminya. "Sayang, bersabarlah sebentar lagi, kita akan sam....hmpp."


Zelle membungkam mulut Brandon dengan mulutnya. Tangannya mulai menjelajah masuk kedalam kemeja Brandon, yang perlahan membuka kancingnya. Brandon begitu syok mendapatkan serangan dadakan itu. Dia juga sudah tidak tahan tapi mereka masih dalam perjalanan pulang. Tak cukup sampai disitu, tangan Zelle mulai turun kebawah membuka resleting celana Brandon.


Brandon yang merasakan sentuhan lembut dari tangan Zelle, berusaha menahannya, dengan mulut yang masih menyatu dia berusaha untuk berpikir jernih. Namun...


AHHHHK

__ADS_1


Akhirnya ******* lolos keluar dari mulutnya. Dengan terpaksa Brandon menepikan mobilnya ditempat yang sunyi. Dia sudah tidak bisa mengontrol diri lagi.


Bersambung...........


__ADS_2