Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Digantikan Prilly


__ADS_3

Ezra melihat kalung berlian di leher Zelle. Sepertinya, majikan nya itu sangat menyukai Zelle. Ezra tau, kalung berlian itu merupakan pusaka berharga dari keluarga Dharmendra. Penuh perjuangan kakek Deon untuk mendapatkan nya. Makanya harganya memang fantastic.


Ezra senang dengan Zelle. Dia juga sangat menyukai gadis ini. Meskipun baru beberapa hari sejak mereka bertemu, dan Zelle banyak terluka. Tapi dia memang gadis yang sangat baik.


🍂🍂🍂


Hari ini Zelle tidak pergi ke kantor menggunakan bus melainkan taksi. Dia ingin mencoba hal baru. Lagi pula di bus dia agak merasa sesak dengan penumpang yang lumayan padat.


Taksi berenti tak jauh dari kantor, Zelle turun Setelah membayar tagihannya. Tiba-tiba datang seseorang memanggil nya dari belakang.


"Zelle, tunggu aku. Kita masuk sama-sama." Ternyata Audy yang tengah berlari memanggil nya.


Dari atas sampai bawah, semua yang melekat di tubuh nya merk dari Balenciaga, terlihat feminine namun modern.


"Let's go." Audy menggandeng lengan Zelle, mereka berjalan ke perusahaan bersama


Saat sampai di pintu depan, mereka melihat mobil Brandon diikuti oleh mobil lainnya. Audy tahu, itu adalah mobil Prilly. Audy tidak akan membiarkan Prilly mengambil posisi kakak iparnya.


Setelah masuk ke dalam, Prilly mengangkat kepalanya dengan angkuh. Banyak orang menyapa nya. Semua orang disana sudah tahu bahwa Prilly bekerja di Gweneth Group. Dia sangat cantik. Sangat cocok dengan Brandon


Setelah Prilly pergi, semua orang beralih menatap Zelle rendah, baru kemarin Zelle diumumkan menjadi Sekretarisnya Brandon, Sekarang pasti posisi nya berubah, setelah kembali nya kekasih sang bos. Sungguh gadis yang menyedih kan. pikir mereka


Zelle merasa ada yang salah dengan tatapan orang disana, tapi, Zelle tidak ambil pusing. Dia tidak ingin terlambat berkerja.


Zelle pergi ke lantai 30 bersama Audy. Saat mereka sampai di depan pintu Brandon, mereka mendengar seseorang bicara di dalam.


"Sayang, aku tidak suka dengan meja ini. Bisakah kamu mengganti nya dengan yang baru? dan boleh kah aku membuang semua ini?." Tanya Prilly pada Brandon


"Baiklah. Lakukan apa yang kamu mau." Brandon setuju


Saat Prilly membuka pintu, dia melihat Zelle dan Audy berdiri disana.


"Loh, Zelle, kamu disini. Aku kira, perkataan mu kemarin cuma bercanda. Mengapa kamu masuk kerja? Mengapa tidak mengambil cuti lagi?"

__ADS_1


"Audy, apa yang kamu lakukan disini?." Prilly menoleh melihat Audy. Sejak kecil, mereka tidak pernah akrab sampai Sekarang.


"Aku disini untuk berkerja dengn Zelle." Audy menarik Zelle untuk masuk, dia sudah muak mendengar omong kosong Prilly


"Oh, maaf. Brandon bilang dia hanya butuh satu sekretaris di kantornya, dan dia memilihku. Kalian bisa kembali bekerja di bagian lain" kata Prilly lembut.


Namun, baik Audy maupun Zelle sama-sama merinding karena kepura-puraannya.


"Brandon, Zelle ada di sini. Menurutmu dimana dia harus bekerja?" Prilly bertindak seolah-olah dia adalah istri Brandon. Dia ingin menunjukkan kepada Zelle dan Audy bahwa Brandon sangat mencintainya.


"Nona Zelle? Anda bisa bekerja di sekretariat. Begitu juga dengan Audy. Kalian berdua akan bekerja di lantai dua puluh. Saya akan memberi tahu kalian jika saya membutuhkannya." Brandon menatap Zelle. Wajahnya menjadi gelap ketika dia melihat Audy. Dia tidak tahu mengapa ibunya mengirim Audy ke sini. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa barang-barangku." Zelle mengangguk. Dia masuk dan memasukkan barang-barangnya ke dalam kotak kardus. Kemudian, dia turun bersama Audy tanpa ragu-ragu.


Brandon ingin Zelle menolak keputusannya, dia ingin berdebat dengan Zelle. Dia merindukan nya. Tapi, ternyata Zelle tanpa ragu menerima nya.


"Sayang, apa Zelle dan Audy akan menyalahkanku karena mengambil posisinya?" Prilly mengatakan itu seolah-olah dia dianiaya saat dia melihat raut wajah Brandon sedang tertekan.


"Tidak perlu. Meja baru akan segera dikirim ke sini. Apa lagi yang kamu inginkan? Kamu bisa membelinya dan meletakkannya disini." Brandon menatap Prilly. Dia memang cantik.


Zelle tidak suka memakai riasan.Tapi jika dia melakukannya, dia mungkin terlihat secantik Prilly, wanita tercantik di B City.


Zelle lebih pendek dari Prilly, tapi dia sangat imut dengan tubuhnya seperti itu.


Brandon berdebat dengan pikirannya, dulu Prilly meninggalkan nya tanpa mau tahu bagaimana perasaan nya, selama bertahun-tahun Brandon tidak tertarik dengan wanita semenjak Prilly meninggalkan nya.


Namun, semuanya berubah sejak dia bertemu Zelle. Saat melihat Prilly yang sempurna, tapi otaknya selalu memikirkan Zelle.


"Sayang, kamu sangat baik pada ku. Apa kamu akan menyalahkanku karena aku meninggalkan mu dulu? aku minta maaf. Saat itu, aku terlalu muda sehingga aku tidak bisa membuat keputusan yang benar." Prilly ingin memeluk Brandon


Namun, tanpa sadar Brandon menghindari. Prilly menatap Brandon dengan mata terbuka lebar.


"Kita sedang dikantor. Tidak baik jika seseorang melihat nya." Brandon segera menjelaskan

__ADS_1


Brandon sedang berusaha. Haruskah dia memberi tahu Prilly bahwa dia sudah menikah sekarang?


Brandon tidak ingin mengecewakan kakeknya, jadi dia menikah dengan Zelle. Dia bisa melakukannya karena Zelle wanita yang baik.


Dia mengira kalau Prilly kembali dua tahun kedepan, dia bisa menceraikan Zelle dan kembali bersama Prilly.


Namun, semuanya berubah sekarang. Dia bahkan tidak ingin menceraikan Zelle. Alangkah baiknya dia menghabiskan sisa hidupnya bersama Zelle. Dia sangat menantikannya.


"Brandon, kamu sudah berubah. Bukankah kamu berjanji padaku bahwa kamu akan selalu menungguku? Tapi aku merasa kamu tidak memiliki perasaan apapun padaku sekarang." Prilly tampak lembut, seolah dia akan menangis.


Brandon berhati lembut. Dia memang telah berjanji. Oh tidak. Jika dia mengatakan padanya bahwa dia sudah menikah, itu mungkin merupakan pukulan besar bagi Prilly. Lupakan. Dia harus menunggu waktu yang tepat.


"Prilly, tidak ada yang tidak bisa diubah. Kita tidak bisa memaksanya. Kita hanya bisa menunggu." Brandon tidak bisa lagi menjanjikan apa pun kepada Prilly. Dia memang memiliki perasaan untuk wanita lain. Dia tidak tahu apakah itu cinta,tapi, Zelle begitu spesial baginya.


"Brandon, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Aku sangat takut. Jika kamu tidak mencintaiku lagi, lebih baik aku mati saja!" Prilly menangis. Dia percaya, kalau Brandon akan luluh kalau dia menangis.


"Prilly, jangan menangis. Aku merasa sedih saat kamu menangis." Brandon akhirnya membiarkan Prilly bersandar di bahunya. Dia memeluk Prilly. Untuk sementara, mereka diam dan tidak mengatakan apa-apa.


"Bolehkah saya masuk?" Ketika Zelle turun, dia baru ingat dia lupa membawa cangkir tehnya. Dia tidak ingin mengganggu dua sejoli itu. Tetapi dia terpaksa kembali mengambil nya.


***


Sambil berbicara, Zelle membuka pintu dan melihat Brandon memeluk Prilly. Itu sangat memalukan. Dan Prilly menatap Zelle dengan senyum puas.


Saat melihat Zelle, Brandon ingin mendorong Prilly menjauh. Tapi Prilly memeluk pinggangnya lebih erat.


"Oh, maaf. Saya kesini hanya untuk mengambil cangkir teh. Saya tidak melihat atau mendengar apapun. Kalian bisa menikmatinya." Zelle berjalan ke mejanya, mengambil cangkir tehnya, dan berlalu pergi.


Saat dia menutup pintu, Zelle menepuk dadanya. Brandon dan Prilly bahkan bermesraan di kantor pada siang hari. Huh, sungguh pasangan yang serasi!


Bersambung.......


Goodnight 🌚

__ADS_1


__ADS_2