Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Balas siapa pun yang menindas mu


__ADS_3

Zelle sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba lampu padam. Dia tahu kalau suaminya pasti telah kembali malam ini.


Zelle meletakkan Ponselnya dan berbaring dengan tenang di tempat tidur, menunggu suaminya. Sudah lama dia tidak melihatnya, dan dia sangat merindukannya.


Pintu terbuka, Seorang pria jangkung melangkah masuk.


🍀🍀🍀


Embusan angin bertiup, Brandon berjalan mendekati Zelle. Melawan cahaya, dia berdiri disamping tempat tidur, menatapnya dengan matanya yang cerah dalam kegelapan.


Zelle membuka matanya. Dia menatap suaminya dengan tenang.


"Apa kamu baik-baik saja?" Zelle membuka suara terlebih dahulu


Brandon tertegun. Kapan dia sakit?


"Aku tahu kamu sibuk, selain itu kamu juga tidak bisa terkena cahaya. Ezra bilang begitu kemaren. Kalau kamu sakit, kamu bisa meminta ku untuk merawat mu. Aku istri mu Sekarang, meski pernikahan kita tidak lama, tapi aku punya kewajiban untuk itu." Zelle duduk dan menarik tangan Brandon


Brandon mengikutinya dan duduk disamping tempat tidur.


Zelle mengulurkan tangan untuk merasakan apa dahi Brandon panas atau tidak, tapi Brandon meraih tangannya.


"Aku tidak sakit. Aku hanya sibuk dengan pekerjaan. Tapi aku sudah selesai bekerja, jadi aku kembali untuk menemuimu." kata Brandon dengan suara berat.


Zelle menghela napas. Dia kemudian dengan hati-hati menyentuh tangan Brandon. Tangannya hangat dan kering, dan jari-jarinya ramping. Dia pasti memiliki sepasang tangan yang sangat indah.


"Sayang, aku minta maaf." Zelle tiba-tiba menangis merasa sangat kasihan pada suaminya


"Apa yang salah?" Brandon tiba-tiba menjadi gugup. Apa iya Zelle jatuh cinta dengan pria lain? Perilakunya hari ini sangat aneh. Dia belum pernah bilang' sayang' selama ini. Dan malam ini dia mulai banyak bicara.


"Sayang, aku selalu bingung membedakanmu dengan bos perusahaan ku, dan terkadang kupikir dia adalah kamu. Aku merasa suaramu agak mirip. Tentu saja, aku tahu kamu pasti bukan dia. Dia seperti pria cabul, dan sering melakukan hal-hal aneh." Zelle mengkritik Brandon dengan kasar.


"Sayang, kenapa kamu hanya bisa bersamaku selama dua tahun? Kenapa kamu tidak membiarkan aku melihatmu? Sudah kubilang betapapun jeleknya kamu, aku tidak akan pernah membencimu." Setelah mengenalnya lebih dari sebulan, Zelle merasa sedikit demi sedikit telah memberikan hatinya kepada suaminya. Dia akan merindukannya jika suaminya tidak kembali ke rumah.

__ADS_1


Mendengar perkataan Zelle, Brandon tersenyum kecut.


Zelle mengatakan kalau dia pria cabul. Brandon mencoba yang terbaik untuk melindunginya. Tapi di matanya, dia tetap pria cabul.


Brandon ingin bercinta dengan Zelle sekarang. Tapi dia lebih penasaran orang seperti apa dia di matanya.


"Zelle, apa pendapat mu tentang bosmu itu?" tanya Brandon hati-hati.


"Dia adalah orang yang baik kalau dia tidak memiliki temperamen buruk, ide buruk, atau memarahi ku. Paling tidak, dia pernah membantu ku berkali-kali. Dia akan muncul Saat aku dalam masalah, tapi aku pikir dia sedikit buta." Zelle sangat antusias saat membicarakan Brandon


Namun, Saat Brandon mendengar Zelle berbicara tentang bosnya dengan jelas, dia sangat cemburu. Di dunia ini, Brandon adalah satu-satunya orang yang cemburu pada dirinya sendiri.


"Yah, mengapa kamu memanggilnya orang buta?" Brandon bertanya dengan penuh minat.


"Pacarnya berpura-pura baik, tapi sebenarnya dia adalah wanita yang licik.Triknya bisa menipu laki-laki, tapi tidak untuk perempuan sepertiku. Terakhir kali, dia dengan sengaja menuangkan teh panas ke tanganku, membuat tangan ku melepuh dan terpaksa cuti selama seminggu." Zelle bahkan melambaikan tangannya untuk menunjukkan kepada Brandon


Oh tidak! Pada hari itu, dia tidak terpikir kalau Prilly sengaja menuangkan teh panas itu pada Zelle. Namun, Zelle waktu itu tidak mengatakan apa-apa. Makanya Brandon mengira itu adalah Kecelakaan biasa.


"Apa yang bisa aku katakan? Dia adalah kekasihnya. Dia tidak akan mempercayai ucapan ku. Mengapa aku harus mencari masalah dengannya? Dia memberiku cuti beberapa hari, dan bahkan meminta Attar untuk membawa ku ke rumah sakit. Lupakan saja. Bagaimanapun, aku menghargai pekerjaan ku di Gweneth Group, jadi aku tidak perlu mempermasalahkannya lagi." Ucap Zelle tanpa beban.


Namun, mendengar ucapannya, Brandon merasa tidak nyaman.


Sungguh gadis yang bodoh! Dia terluka, tapi dia menahannya. Brandon bisa mencukupi kebutuhan nya, tapi Zelle bertindak seolah-olah dia harus bekerja untuk mencari nafkah.


"Sayang, kalau seseorang menindasmu di Gweneth Group, jangan ragu untuk membalas nya. Apa gunanya Gweneth Group? Kalau karyawan seperti mu mu bisa di ganggu. Bahkan kalau kamu dipecat, aku bisa mendukungmu!" Saat Brandon berbicara, dia lupa merendahkan suaranya, dan Zelle terus menatapnya.


Suaranya familiar. Itu persis sama dengan suara milik Brandon


"Sayang, kapan kamu bisa membiarkanku melihatmu?" Zelle tidak mengungkapkan keraguannya. Dia mengangkat wajah Brandon


"Tidak sekarang." Brandon melepas jasnya dan memeluk Zelle. Dia begitu lembut sehingga Brandon merasa nyaman saat memeluknya.


Setelah percakapan itu, Brandon merasa kalau kontrak pernikahan dua tahun itu mungkin akan dia hapuskan. Dia tidak ingin berpisah dengan Zelle.

__ADS_1


Mereka melakukan pergulatan panas. Melepas rindu satu sama lain, menyalurkan perasaan semu di hati mereka. Brandon telah menahan hasratnya selama lebih dari setengah bulan. Dan malam ini, dia tidak sabar untuk bercinta dengan Zelle


Zelle juga menginginkannya hal yang sama seperti dia. Tapi Zelle merasa tidak enak karena dia tidak tahu siapa yang mengambil keperawanannya di malam pernikahannya.


****


"Zelle, Miss Sarah ingin berbicara dengan mu dan Audy tentang terjemahannya kemarin. Tampaknya ada seseorang dari Rk Company disini." Key berkata kepada Zelle dan Audy dengan sombong.


Key tahu bahwa Perusahaan RK pilih-pilih. Saat mereka menyerahkan dokumen itu, Key sudah pasti kan mereka akan mendapatkan masalah. Moment itu lah yang Key tunggu.


"Miss Sarah ingin bertemu kita?" Zelle tidak ingat siapa Miss Sarah itu.


"Iya benar. Dia berada di ruang presedir sekarang.


Dia sangat cantik." Key memuji dan melihat ke arah Zelle. Zelle tidak selembut Prilly, bagaimana bisa mereka bersaing? jelas Zelle akan kalah.


Sekarang Zelle tahu bahwa Prilly lah yang meminta untuk bertemu dengan mereka, bukan Miss Sarah. Nah, jika karyawan dari Perusahaan RK yang datang untuk membicarakan terjemahannya, dia akan bersedia menemuinya. Jika ada yang salah, dia bisa langsung mengubahnya.


Zelle menarik Audy dan naik kelantai tiga puluh.


"Audy, kamu tidak perlu takut. Jika terjadi kesalahan, serahkan tanggung jawab itu kepadaku." Zelle memikirkan tentang apa yang dikatakan suaminya kemarin, jadi sekarang dia lebih berani!


Audy memandang Zelle dengan kagum. Belum ada wanita yang bertanggung jawab seperti Zelle. Palingan mereka hanya mau menyalahkan orang lain.


"Lalu bagaimana kalau Tuan Brandon malah memecat mu? Biarkan aku menanggung konsekuensi nya. Lagi pula, keluarga ku kaya. Aku tidak takut dipecat." Audy juga gadis yang bertanggung jawab. Dia tidak akan mengalihkan tanggung jawabnya kepada orang lain.


"Mari kita bicarakan nanti. Mungkin hasilnya tidak seburuk yang kita pikirkan. Aku sangat yakin dengan hasil kerja kita.Tidak perlu takut." Sebelum masuk, Zelle menggandeng tangan Audy.


Mereka berjalan ke ruang Brandon bergandengan tangan. Ada beberapa orang yang duduk di dalam. Mereka mendongak dan Brandon mempersilahkan mereka duduk di sampingnya. Sedangkan Prilly duduk di sisi lain.


Bersambung........


Thanks 🌚

__ADS_1


__ADS_2