
Ditambah, Mark yang membuatnya kesal. Mark tampan dengan mata yang indah. Brandon bisa lihat kalau Mark memandang Zelle dengan mata penuh perasaan. Sebagai laki-laki, dia mengerti artinya—Mark pasti naksir Zelle! Brandon tidak akan membiarkan Zelle jatuh pada orang lain.
🌻🌻🌻
Zelle menyerbu keluar dari mobil, membanting pintu dengan marah. 'Ada apa dengan Brandon? Aku baru saja makan bersama teman-temanku. Kenapa dia merusaknya dan bersikeras mengantarku pulang? Kenapa dia begitu baik padaku?'
Sekarang, setelah Zelle tiba di Mansion, dia tidak bisa mengeluh lagi. Melihat Brandon pergi, dia bahkan ingin menghancurkan mobilnya dengan batu. Tapi dia tidak melakukan itu, karena dia tidak mampu membayar perbaikannya nanti.
"Nona, akhirnya Anda kembali juga. Supnya sudah siap. Apakah Anda mau?"kata Ezra sambil berdiri di depan gerbang. Melihat wajah Zelle yang masam, diam-diam dia senang.
Ezra percaya bahwa Brandon pasti sangat peduli pada Zelle. Jadi itu semacam kabar baik. Memikirkan hal itu, Ezra tidak bisa menahan senyum.
"Tidak, terima kasih. Aku sangat kesal dan tidak mau makan sama sekali. Dia sangat menyeblkan! aku mau istirahat! Bukan urusannya bahkan jika aku diculik oleh seorang sopir taksi sekalipun." kata Zelle dengan nada marah. Dia tidak sungguh-sungguh. Tapi dia tidak pernah berharap bahwa itu akan benar-benar terjadi padanya.
Ezra mendengarkannya dengan seringai lebar. Hal itu semakin membuat Zelle kesal. "Kenapa kau tertawa, Ezra?Apa kamu menertawakanku?" Zelle menatap Ezra dengan mata marah.
Ezra mengusap wajahnya sendiri karena dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya sekarang.
"Oh, tidak! Nona! Anda salah paham. Saya senang karena Anda kembali dengan selamat dan sehat. Saya merasa lega jadi saya tersenyum. Jadi,siapa yang mengantarmu pulang, Nona?" tanya Ezra dengan sengaja, pura-pura tidak mengenal pria itu.
"Si Brengsek!" kata Zelle dan masuk begitu saja.
Ketika dia kembali ke rumah dengan selamat, dia memutuskan untuk memberi tahu Vela, jadi Zelle segera menelepon Vela.
" Zelle, apa kamu di rumah sekarang?Apa yang terjadi denganmu dan Tuan Dharmendra? Apa yang dia lakukan padamu? apa kamu pernah menyinggung perasaannya?" Vela mengajukan serangkaian pertanyaan kepada Zelle.
"Aku di rumah dan aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku minta maaf karena pulang lebih dulu tadi. Aku akan mentraktirmu lain kali." Setelah itu, Zelle menutup telepon dalam suasana hati yang buruk. Dia hanya ingin mengakhiri pembicaraan sekarang.
__ADS_1
Zelle mematikan lampu di kamar tidurnya. Saat itu, Brandon masuk dan berkata, "Apa kamu kesal?" Brandon bisa melihat kemarahannya.
" Iya." Zelle memunggunginya. Zelle tahu suaminya akan datang, tadi dia mendengar pintu terbuka.
"Jadi, siapa yang membuatmu kesal?" Suara Brandon terdengar sangat aneh sehingga Zelle merasa sedikit bersimpati padanya. Zelle menikah dengan pria jelek dengan suara yang mengerikan!
"Tidak ada. Aku hanya mengganggu diriku sendiri. Kamu sudah pulang?" Zelle menoleh padanya. Saat itu gelap. Jadi dia hanya bisa samar-samar melihat sosok tinggi mendekatinya dengan bau yang familiar. Dia tidak tahu pria di depannya adalah Brandon.
Brandon melepas pakaiannya, dan berbaring disampingnya. Kemudian Brandon memasukkan tangannya ke dalam pakaian Zelle dan mulai membelai pahanya.
Zelle yang ramping tetapi dia memiliki buah dada besar, yang benar-benar membuat Brandon bergairah.
"Semuanya akan baik-baik saja setelah tidur nyenyak. Kamu harus punya tenaga untuk menghadapi hari esok." Brandon tahu dia yang membuat Zelle kesal. Tapi dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, hanya itu cara untuk menghiburnya.
" Kamu benar. Dia bosku. Apa lagi yang bisa aku lakukan? aku bekerja untuknya. aku hanya berharap bahwa dia tidak akan mempersulit ku lagi." Zelle berbagi pikiran dengannya di ruangan gelap itu. Zelle pikir bercerita dengan suaminya, dia akan merasa baik, tapi ternyata masih sama seperti tadi. Menyedihkan.
"Baiklah. Jangan terlalu dipikirkan." Brandon tidak bisa menahan godaan ini. Dia segera naik ke atas tubuh Zelle. Dia begitu menginginkannya sehingga dia tidak bisa menahannya lagi. Keduanya mulai bercinta dengan penuh gairah.
Zelle menyentuh tubuhnya yang berkeringat. Keinginan yang tak terkatakan muncul di benaknya.
Akhirnya, Zelle berhasil membujuk Brandon untuk mengizinkannya pergi bekerja. Zelle tidak tahan tinggal di rumah sendiri. Zelle akan marah jika dia tidak diizinkan bekerja.
****
Dipagi hari. Zelle tidak menyuruh Ezra untuk mengantarnya ke kantor. Zelle bangun pagi-pagi sekali, dan pergi bekerja dengan naik bus.
Turun dari bus, dia berjalan kaki sepuluh menit ke Gweneth Grup. Dia berjalan dengan senyum cerah secerah mentari pagi. Dia sangat senang sampai melompat-lompat ke atas dan ke bawah.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti di samping Zelle. Dan kemudian, keluar seorang wanita seksi dari mobil. Itu adalah Elea.
Elea memiliki rambut panjang bergelombang. Dengan kacamata hitam, dia mengenakan gaun merah dan sepasang sepatu hak tinggi.
" Grizelle Lovata!" Wanita itu berkata dengan heran sambil berjalan ke arah Zelle.
Tapi Zelle mengabaikannya, melirik sekilas, dan terus berjalan. Elea mengejar Zelle, dan akhirnya berhasil menyusulnya. Banyak orang berkumpul di pintu gerbang.
"Oh, kamu mengabaikanku ya setelah berhubungan dengan lelaki tua yang kaya raya?." Elea sengaja berbicara keras. Suaranya yang nyaring menarik Perhatian beberapa orang untuk melihat kembali pada mereka.
"Bukannya dia kaya? Kenapa kamu masih naik bus? Hahaha, apa kamu berbohong? Kamu bilang kamu punya empat set berlian. Kamu meminjamnya dari oranglain, kan?" kata Elea sinis.
Zelle berdiri di sana, menyilangkan tangan di depan dada dan mengawasinya seperti sedang menonton sebuah pertunjukan.
Elea tidak takut. Semakin banyak orang berkerumun di sekitar mereka, maka dia akan semakin ingin mempermalukan Zelle.
" Zelle, ayolah. Meskipun Liam meninggalkanmu, kamu tidak boleh menyerah pada dirimu sendiri. Kamu seharusnya tidak berhubungan dengan orang tua seperti itu hanya demi uang. Jika kamu butuh uang, katakan saja padaku. Kita teman baik, kan? Aku akan memberimu uang. Kamu tidak harus menjadi pelacur!" Kata Elea dengan nada serius, yang membuatnya tampak tidak sedang membual.
Semua orang di sana termakan omongan Elea. Mereka mulai memandang Zelle dengan sangat aneh.
"Apa kamu sudah selesai? kalau sudah, aku harus pergi. Aku harus bekerja. Aku tidak bisa menikmati pertunjukanmu di sini. Sayang banget kamu tidak memilih untuk menjadi seorang aktris." kata Zelle dengan sarkas dan pergi.
Tapi Elea memanfaatkan keadaan dan menyeret Zelle saat itu juga.
"Lepaskan aku!" kata Zelle sambil menatap Elea dengan wajah merah.
Tapi Elea yang licik menentangnya. Dia tidak melepaskan Zelle, malah menariknya dengan erat. Zelle meronta-ronta, kemudian Elea menekuk kakinya hingga jatuh ke tanah.
__ADS_1
Paha Elea mulai berdarah. Tapi Zelle tidak menyadarinya. Dia berjalan lurus menuju kantornya setelah berusaha lepas dari Elea.
" Zelle! Berhenti!" teriak Elea dengan marah.