
Elea menatap Zelle tajam, lalu menatap Liam penuh cinta. Tapi melihat Liam marah, dia tidak berani berkata apa-apa, jadi dia pergi ke restoran di lantai atas.
"Zelle, dengarkan aku. Maafkan aku, waktu itu, hanya salah paham, aku tidak berniat melakukan hal seperti itu padamu." kata Liam pada Zelle
🍂🍂🍂
"Zelle, dengarkan aku. Hari itu, aku mabuk, dan aku sangat merindukanmu, makanya aku hampir melakukan sesuatu yang buruk padamu. Maafkan aku." Liam memegang tangan Zelle dengan erat.
Dia sangat dekat dengan Zelle, mencium aroma manis darinya, yang jauh lebih manis dari pada parfum Elea yang begitu menyengat. Dia memiliki selera yang buruk pada wanita sehingga dia jatuh cinta pada Elea saat itu.
"Lepaskan aku! Liam, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, jadi tolong tinggalkan aku sendiri." Zelle ingin melarikan diri darinya, tetapi Liam memegang tangannya terlalu erat sehingga Zelle tidak bisa melarikan diri.
"Liam, lepaskan Zelle. Dia dulu sangat mencintaimu, tapi kamu menyakitinya. Sekarang kamu tahu kamu salah, tapi sudah terlambat. Lepaskan atau aku akan memukulmu!" Vela melihat Liam yang brengsek itu terus menggandeng Zelle, jadi dia pergi untuk membantu, tetapi mereka berdua pun tidak sekuat Liam.
"Liam, apa yang kamu lakukan disini? kekasih mu sudah naik ke atas, dan kamu masih di sini main mata dengan wanita lain. Sebaiknya kamu berperilaku baik di depan umum." Seseorang berkata dengan suara dingin tapi magnetis, yang mengejutkan Liam. Jadi dia mengendurkan tangannya dan melepaskan Zelle dan Vela
"Attar? Apa kamu tidak punya kesibukan?" Liam menatap Attar dengan tatapan sinis, menganggap Attar sebagai playboy pengangguran, sehingga menurutnya Attar tidak berhak menghakiminya.
"Ya, tapi kenapa menurutku kamu juga tidak melakukan apa-apa selama ini? Liam, kamu laki-laki, jadi tolong tunjukkan rasa hormatmu kepada kedua wanita ini." Attar berjalan ke arah mereka.
Attar ingin membelikan hadiah untuk ibunya, lalu dia membuat janji dengan Brandon. Brandon bilang bahwa dia akan membayar tagihan minumannya.
Namun, dia mendengar Vela berbicara, dan berbalik, dia melihat Liam sedang memeluknya dan sekretaris wanita Brandon. Dia merasa senang karena dia bertemu dengannya dengan mudah, dan dia berjalan ke arah mereka, berusaha menyelamatkannya.
Tapi ketika Vela melihatnya, dia lari seperti melihat hantu.
__ADS_1
"Ini istri ku, dan ini sahabatnya. Apa kamu keberatan jika aku berbicara dengan mereka?" Liam tidak takut pada Attar
"Jangan dengarkan dia. Mereka sudah bercerai sekarang." Tadinya Vela sudah melarikan diri dengan Zelle tetapi saat dia mendengar Liam berbohong, dia tidak dapat menahan diri untuk kembali dan menjelaskannya. Tapi saat dia kembali kesana, dia ditahan oleh Attar.
Melihat Vela pergi, Attar merasa cemas, tapi ternyata, dia melihat Vela kembali berjalan kearah mereka untuk menjelaskan kebenaran nya, Attar pun tidak akan membiarkannya melarikan diri lagi kali ini.
"Zelle, tolong maafkan aku. Dulu aku tidak menyukai wanita, jadi aku menyerah dan jatuh cinta dengan orang lain. Aku ingin menikahimu lagi, dan aku akan menghargaimu kali ini." Liam melihat Zelle semakin cantik sekarang, dia berusaha merayunya dengan tulus.
Mereka telah menjalin hubungan selama tiga tahun, tapi mereka tidak pernah sampai bercinta. Bahkan di hari pernikahannya, dia masih tergoda oleh pesona Elea. Saat itu, Liam mendengar Elea berbicara dengan seseorang, menyuruh nya melecehkan Zelle.
"Tidak, Liam. Aku yang memiliki selera buruk, dan sungguh, kamu membuatku mengerti dan aku berterima kasih untuk itu. Namun, aku harap, mulai sekarang, kamu tidak mengganggu ku lagi." Zelle menarik tangan Vela ingin pergi, namun Attar malah ikut menarik tangan Vela.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" Vela ingin menendang selangkang Attar
Tapi, dengan cepat Attar menghentikannya, Attar menarik tangan Vela hingga mereka saling berpelukan dengan canggung.
"Liam, kuharap kamu tinggalkan aku sendiri, atau aku akan membencimu dan jangan harap aku akan memaafkan mu." Zelle sangat membenci Liam sekarang, jadi dia tidak akan pernah kembali lagi padanya.
"Zelle, tolong jangan marah padaku. Mari kita bicara baik-baik" Liam mengendurkan pegangannya saat hanya ada mereka berdua.
"Zelle, kamu yang aku cinta, dan aku ditipu oleh Elea. Jujur, aku menyesal sekarang. Zelle, aku tidak ingin meninggalkanmu, Mari kita menikah lagi." Liam hampir ingin berlutut di depan Zelle
"Liam, aku sudah lama menunggumu, tapi kamu malah disini menyenangkan dia. Kamu pikir aku ini apa?" Elea sudah bosan menunggu, karena Liam tak kunjung datang, jadi, dia turun kebawah mencarinya.
Elea menatap wajah Zelle yang tampak sangat cantik saat di make-up. Dia merasa iri dengan semua yang Zelle punya, termasuk body yang langsing.
__ADS_1
Pada hari pernikahan Zelle, Elea menyuap penata rias pengantin untuk merias wajah Zelle agar terlihat buruk, supaya Liam merasa muak dengan Zelle.
Tapi hari ini, Zelle memakai riasan yang cantik, begitu cantik sehingga semua orang akan menyukainya.
"Zelle, bukankah kamu tidur dengan lelaki tua itu? Mengapa kamu menggoda suamiku?" Elea berjalan ke arah Zelle, dan dia mencoba untuk menampar Zelle. Tapi, Liam menghentikan nya.
"Elea, siapa yang kau sebut suamimu? Lihat, Zelle adalah istriku dan kita berbicara di sini, jadi kamu tidak berhak ikut campur. Jangan membuat ku membenci mu." Liam mendorong Elea dengan keras, hingga Elea terjerambab ke lantai.
"Elea, lihat dia. Dia adalah pria yang kau perjuangkan sampai kau rela menghancurkan persahabatan kita. Aku sungguh berterima kasih pada mu Elea, berkat mu aku bebas dari pria brengsek ini. Dan sekarang, kau terima akibatnya, dari perbuatan mu." Zelle tertarik ikut campur di tengah perdebatan mereka.
Dan semua itu membuat Elea sangat canggung dan merasa malu.
"Zelle, kamu salah paham denganku, aku tidak akan pernah melakukan hal itu padamu. Aku sangat mencintaimu dan aku akan memperlakukanmu dengan baik. Sungguh, Zelle, tolong katakan iya padaku. Tidak peduli dengan siapa kamu tidur, aku tidak keberatan, aku akan menerima mu. Mari kita kembali bersama." Liam memohon pada Zelle
"Zelle, apa yang kamu lakukan di sini? Kupikir kamu bekerja di kantor sekarang." Seorang pria jangkung datang ke hadapan Zelle dan auranya yang dingin membuat Liam takut.
Semua orang melihat pria itu dengan takjub. Liam ingin kabur, karena dia ditabrak pria ini beberapa hari yang lalu, dia masih ketakutan.
"Tuan Abrisam, beruntung sekali bertemu dengan mu lagi!" Brandon bersikap seakan tidak terjadi apa-apa saat dia berbicara dengan Liam. Tapi, Zelle merasa heran, dia selalu saja bertemu dengan Brandon.
'Tapi dia muncul hampir setiap kali aku dalam bahaya!'
"Tuan Brandon, saya masih memiliki urusan yang harus diselesaikan, jadi saya permisi dulu. Lain kali saya akan mengajak Zelle berkencan saat saya memiliki waktu luang. Bangunlah, kita berangkat sekarang." Liam membantu Elea berdiri, dan mereka segera pergi.
Bersambung........
__ADS_1
Love you All 🤍