
"Mungkin dia pendatang baru. Dia tidak terlalu cantik tapi sedikit pemarah, yang membuatku sangat terkesan!" Attar mengingat pertengkaran mereka hari itu, diam-diam dia tersenyum bahagia.
Brandon menatap Attar dengan kejam. Attar adalah spesies yang mencintai semua jenis wanita dan predikat playboy tak akan dapat dipisahkan darinya.Tidak ada yang akan percaya bahwa dia akan jatuh cinta dengan seorang gadis.
π―π―π―
Vela mendapat kabar bahwa Zelle hampir dilecehkan oleh Liam hari itu. Dia merasa sangat bersalah. Seandainya, waktu itu dia tidak ikut minum, pasti dia bisa menjaga Zelle.
Begitu juga yang dirasakan oleh Mark. Dia merasa tidak becus menjadi laki-laki, tak bisa melindungi sahabatnya sendiri.
Mereka berdua sangat menyesal. Mengapa bisa mereka mabuk?
Zelle tidak masuk kerja selama beberapa hari ini, dia memang benar-benar beristirahat menenangkan dirinya. Vela takut Zelle trauma.
Mereka pergi ke restaurant kemaren berniat melepaskan beban masalah nya. Tapi tak disangka, mereka bisa mabuk. Yang paling parah malah Zelle.
Memang restaurant itu dilengkapi fasilitas yang wah. Di dalamnya terdapat sebuah bar kecil khusus bagi orang yang ingin menikmati hari mereka.
***
Saat ini Vela berada di sebuah bar, guna menenangkan kegundahan hatinya. Di kantor tadi, dia tidak bersemangat, dia selalu memikirkan keadaan Zelle. Dia merasa tidak enak menghubungi Zelle.
Vela berjalan menelusuri bar itu, melewati pasangan muda mudi yang asik berdansa dan menari. Vela mencari tempat yang agak sunyi, dia duduk di sudut ruangan yang lumayan sepi. Hanya gemerlap lampu warna warni dan musik yang begitu keras yang menemaninya.
Sementara itu, Attar yang ingin menyedu minuman nya pun terhenti, saat dia melihat gadis yang baru saja mereka bicara kan. Apa ini yang dinamakan pucuk dicinta bulan pun tiba?
Vela sibuk dengan pikiran nya. Vela pikir tidak akan ada orang yang akan memperhatikan nya, semua orang disana sibuk dengan urusan masing-masing.
Namun ternyata Vela salah, ada seorang pria yang dari tadi tak berhenti menatap nya.
Attar mengucek-ngucek matanya, demi memastikan apa yang baru saja dia lihat. Dia tidak berhalusinasi kan?
Setelah memastikan bahwa itu benar gadis pujaannya. Attar meletakkan gelas di meja, kemudian dia berkata kepada Brandon, " Aku sangat beruntung sekali hari ini Brandon. Kamu tetap lah disini, nikmatilah minumanmu. Aku harus pergi menemui gadis pujaan ku." Attar bahkan tidak melihat Brandon, dia berbicara, tapi matanya, malah terus memperhatikan Vela.
Attar menyugar rambut nya kebelakang, merapikan jasnya, lalu berjalan menuju Vela.
Vela Menyusuri tempat itu dengan matanya. Di tempat nya sekarang, cukup sepi, hanya pasangan muda saja yang saling bercumbu. Selebihnya, mereka berdansa.
Bertender yang melihat keberadaan Vela pun menghampiri nya, Vela memesan sebotol wine dan makanan ringan.
Vela duduk menghadap ke tempat dansa. Melihat orang yang menari- nari dengan liar mengikuti alunan musik.
" Ini pesanan anda Nona. Selamat menikmati." Ucap bertender itu lalu pergi.
Vela meneguk wine, dua gelas wine berhasil membuat Vela merasa jauh lebih baik dari sebelum nya. Dia begitu bahagia minum sendirian.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa mabuk hari itu? Aku bisa minum banyak. Tapi kenapa aku tidak ingat, kalau Zelle tidak bisa minum alkohol terlalu banyak. Liam, kamu bajingan. Kamu meninggalkan dan menghina Zelle. Kamu harus pergi ke neraka!" Ucap Vela geram. Dia meminum sebotol anggur lagi, yang membuat dia meracau tidak jelas.
Ternyata Attar duduk di kursi bagian belakang, Vela tidak menyadarinya. Dia sibuk melontarkan kutukan pada Liam.
Attar yang mendengarnya tertawa sendiri. Sungguh unik gadis incaran nya ini.
Merasa sudah waktunya untuk bertemu, Attar duduk berhadapan dengan Vela. Tapi, Vela fokus pada dirinya sendiri dan tidak memperhatikan pria yang duduk di hadapannya.
"Liam, kuharap kamu tidak bahagia seumur hidupmu, kamu bisa bercinta dengan Elea setiap malam, tapi itu tidak akan menjamin kalau Elea tidak akan selingkuh. Kau berselingkuh di belakang Zelle, dan Elea pun akan melakukan hal yang sama pada mu." Vela mengutuk Liam
"Kamu sangat membenci Liam." Attar berbicara pada Vela dengan nada bercanda.
"Aku sangat membencinya. Dia berani melecehkan temanku ketika aku tidak ada. Jika waktu itu aku ada di sana, aku pasti akan memotong pusakanya." Vela bahkan membuat gerakan seakan dia menggunting.
Attar langsung menutup pusakanya. Seakan dia merasakan sakitnya, jika pusaka itu di potong.
'Gadis ini sangat tidak berperasaan dan kejam.'
Padahal yang ingin di potong itu pusakanya Liam, tapi malah Attar yang ketakutan.
"Apa kamu mabuk?" Attar pikir Vela sedang mabuk, sampai bicara melantur seperti itu. Dia melihat ada dua botol kosong di atas meja.
"Tidak. Aku tidak akan mabuk. Aku bisa minum banyak! Bartender! Beri aku sebotol lagi." Vela melambaikan tangannya, meminta satu botol lagi kepada bartender.
Bartender datang, tapi Attar malah memintanya pergi. Dia tahu bahwa Vela sedang mabuk.
"Oh, anggur ini terasa aneh. Mengapa berbeda dari sebelumnya?" Vela menatap gelasnya, dengan mata kabur.
Melihat gelas kaca itu dalam waktu yang lama, dia tidak tahu apa yang salah dengan botol itu.
"Aku pergi sekarang.Tempat ini menyebalkan. Bahkan anggurnya sudah busuk.Tidak heran Liam juga berubah pikiran. Liam brengsek. Brengsek!" Vela berdiri dengan goyah, mencari kunci mobilnya.
"Apa kau akan pergi?" Attar memegang lengan Vela yang mulai sempoyongan.
"Ya, anggur di sini rasanya tidak enak. Aku mau mencari bar lain. Di mana kunci mobil ku?" Vela mencari kemana-mana tapi dia tidak menemukan nya.
"Aku menemukan kunci mobil mu. Aku butuh tumpangan, jadi, dimana tempat tinggal mu?." Attar mengeluarkan kuncinya sendiri dan menyerahkannya kepada Vela
Vela mengambil alih kunci mobil tetapi dia mengabaikan Attar. Dia berjalan melewati kerumunan orang sendirian dan berlalu pergi.
Attar tidak menghentikannya tetapi mengikutinya diam-diam.
Sepanjang jalan, Vela selalu mengupat Liam.
'Apa Liam melakukan sesuatu yang buruk sampai membuatnya semarah ini?' Attar bertanya-tanya.
__ADS_1
Jika, seandainya memang benar Liam yang membuat gadis pujaannya, semarah ini. Attar berniat membalas perbuatan Liam.
Vela berjalan menabrak semua benda yang berada di depannya, dan berakhir di sebuah pintu.
BRUGH
Vela jatuh tersungkur. Dengan sigap Attar menggendong nya membawa keluar dari bar.
***
Liam sedang berada di kantornya, melihat bekas luka di wajahnya di depan cermin.
"Sial. Zelle selalu membawa banyak kesialan untukku." Saat dia bersama Zelle dulu, dia selalu beruntung. Tapi sekarang, hampir setiap hari dia dalam masalah.
Zelle adalah wanita sempurna yang ditakdirkan untuknya. Tapi, dia rela membuang nya hanya demi Elea.
Liam mengoleskan obat pada lukanya. Dia pikir Elea masih menunggunya untuk menemaninya di rumah sakit. Tapi, ternyata dia malah meninggalkan nya. Membuat Liam semakin kesal.
Dulu, Elea merayunya dengan bercinta dengannya. Sampai mereka menjalin hubungan. Liam ternyata tidak beruntung.
Jika bukan karena bayinya, Liam akan memutuskan Elea.
"Tuan Abrisam, ada sesuatu untuk anda" Sekretarisnya masuk dan memberikan sebuah amplop.
Liam mengira itu adalah beberapa materi atau file, jadi dia langsung merobeknya.
Ternyata amplop itu berisi sebuah surat dari rumah sakit.
Liam melihatnya dengan hati-hati. Membacanya penuh teliti, sampai dibagian kalimat yang membuat hatinya merasa di peras.
Liam memasukkan surat itu ke dalam sakunya, dan pergi ke rumah sakit dengan raut wajah marah.
***
Elea terbaring di rumah sakit. Dia kira bahwa dia sangat pintar. Dengan memutar balikkan keadaan, dia membuat Liam semakin membenci Zelle, dan dia juga bisa menyingkirkan bayinya.
'Zelle, kamu selalu memiliki kehidupan yang lebih baik dariku, tetapi kamu tidak sepintar aku. Aku akan mengambil semuanya dari mu, termasuk laki-laki dan kekayaan mu.'
Elea sangat bangga pada dirinya sendiri. Dia yakin bahwa Zelle pasti telah membuat kesepakatan dengan seorang lelaki tua dan menjual tubuhnya. Untuk operasi Jaster, membutuhkan banyak uang, mana mungkin Zelle sanggup membayarnya.
BRAKK
Tendangan keras pada pintu kamar, membuyarkan fantasi Elea. Liam masuk dengan wajah merah padam.
Bersambung........
__ADS_1
Love you Allπ€