Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Kita teman sekarang


__ADS_3

Di ruangan itu, hanya ada mereka berdua, sehingga suara keyboard menggema seluruh ruangan tersebut.


Mereka fokus dengan pekerjaan masing-masing.


Pintu diketuk, waitress membawa hidangannya. Namun, Audy menolak, karena mereka disini hanya ingin mengerjakan pekerjaan nya. Secangkir kopi sudah cukup untuk menemani mereka.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Zelle melanjutkan pekerjaan nya dirumah. Dia ingin secepat mungkin menyelesaikan nya agar bisa membantu Audy.


Suaminya juga belum pulang, entah apa yang terjadi padanya. Namun, Zelle tidak punya waktu untuk memikirkan nya, pekerjaan nya adalah prioritas nya sekarang.


Zelle menyelesaikan pekerjaannya dalam dua hari, setelah itu dia membantu mengerjakan tugasnya Audy. Ternyata, Audy pergi bersenang-senang dengan temannya, sehingga dia lambat pulang.


"Zelle, apa kamu sering lembur? Mengingat kemampuan kita, kita dapat menyelesaikan pekerjaan ini dalam waktu dua setengah hari. Tidak perlu buru-buru. Begadang tidak baik untuk kecantikan mu." Audy merasa malu karena Zelle membantu nya.


"Tidak apa-apa, Audy. Kalau pekerjaan ku belum selesai, rasanya tidak enak, aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak." Zelle mengerjakan tugas, Sedangkan, Audy dia suruh untuk istirahat.


Tak lama kemudian, mereka menyelesaikan pekerjaannya. Zelle menyortir materi dan mengirimkan salinannya ke emailnya. Driver USB sudah disiapkan. Dia hanya perlu mencetaknya besok di kantor.


"Zelle, aku berjanji akan mentraktirmu makan malam jika kita selesai bekerja tepat waktu. Jangan ragu untuk memberitahuku apa yang kamu inginkan. Aku cukup kaya," kata Audy dengan murah hati kepada Zelle


"Bolehkah, aku membawa orang lain?." Zelle merindukan makanan di tempat dia dan Brandon kunjungi dulu. Karena Vela belum pernah menikmati makanan disitu, makanya Zelle ingin mengajak nya.


"Orang lain?" Audy mengangkat alisnya.


"Ah, iya. Lupakan saja, tadi aku hanya becanda." Zelle mengira Audy tidak mau.


"Jangan salah paham. Maksudku, kamu bisa membawanya, kalau perlu sepuluh orang pun tidak masalah. Kamu boleh mengundang siapa saja sesukamu. Ajak mereka semua. Aku suka kamu, dan aku juga akan suka semua temanmu." Audy berkata seolah-olah dia adalah pacar Zelle


"Yah, hanya ada satu orang. Dia adalah sahabatku. Namanya Vela. Kepribadiannya sangat mirip denganmu. Mungkin kalian berdua juga bisa menjadi teman baik." Zelle merasa Audy sangat lucu. Dia sangat menyukai Audy dan ibunya.


"Kalau begitu panggil teman baikku itu. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya." Ketika Audy mendengar bahwa Vela memiliki kepribadian yang mirip dengannya, dia langsung memasukkan Vela ke dalam daftar teman baiknya.


Zelle menelepon Vela. Dan Vela pun menyetujui nya, dia langsung minta izin pulang lebih cepat dan pergi menemui Zelle.


"Ini Audy. Dan Ini sahabatku, Vela." Zelle memperkenalkan mereka masing-masing.


"Kudengar kepribadianmu sama denganku, jadi aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku Audy. Senang bertemu denganmu." Ketika Audy melihat Vela, dia berharap, kenapa tidak dari dulu mereka bertemu.


"Benarkah? Aku juga merasa kepribadian kita mirip. Namaku Vela, jadi kita teman sekarang." Audy dan Vela mulai mengobrol dengan antusias, mengabaikan Zelle


Zelle sengaja batuk, ingin menarik perhatian mereka.


"Zelle, apa ada yang salah dengan tenggorokanmu?Minum air ini."


"Ya, air minum baik untuk tenggorokanmu!" Mereka berbalik dan peduli pada Zelle. Kemudian mereka terus berbicara tentang masa lalu mereka sejak usia muda.


Zelle merasa dirinya telah dikucilkan. "Kapan kita akan makan? Aku tahu restoran yang bagus." Zelle mengingatkan mereka lagi.


"Benarkah? Kalau begitu ayo pergi sekarang. Kita akan bicara saat kita makan malam nanti!" Ketika mereka mendengar bahwa Zelle telah menemukan restoran yang bagus, mereka berhenti berbicara. Tidak ada yang lebih penting dari pada makanan.


"Itu loh, yang tidak jauh dari perusahaan kita. Ayo pergi dan lihat. Seharusnya tidak banyak pelanggan sekarang." Oh, Zelle akhirnya mendapat perhatian dari teman-temannya.


Mereka pun langsung datang ke restoran.

__ADS_1


Audy memarkir mobilnya. Ketika dia melihat restoran itu, dia mengerutkan kening. Namun, melihat Zelle dan Vela sama-sama bersemangat, dia tidak mengatakan apa-apa.


"Halo, apakah Anda ingin meja seperti biasa?" Cindy mengenali Zelle


"Ya," Zelle merasa meja yang biasa cukup bagus, karena tenang dan menikmati pemandangan yang luar biasa.


"Hidangan biasa?" Cindy tersenyum pada ketiga wanita cantik itu. Mereka semua dipenuhi dengan semangat muda, tampak enak dipandang.


"Iya." Bagaimanapun, hidangan biasa itu rasanya cukup enak.


"Baiklah. Tunggu sebentar. Aku akan membuatnya untuk kalian." Cindy pergi memasak dengan langkah yang bahagia.


"Zelle bagaimana kamu tahu kalau makanan di sini enak? Apa kamu pernah datang ke sini dengan seseorang?" Vela menggoda Zelle


"Terakhir kali aku lembur, Brandon membawaku ke sini. Menurutku makanan di sini enak. Karena kamu belum pernah ke sini, dan Audy juga ingin menaktir kita, makanya aku mengajak mu." Zelle berkata jujur menjelaskan apa yang terjadi


"Brandon, aku akan masuk!" Saat mereka berbicara, mereka mendengar seseorang meneriaki Brandon di luar pintu.


Saat mereka sedang menunggu hidangan, mereka mendengar seseorang memanggil nama Brandon didepan pintu. Menilai dari suaranya yang lembut, mereka tahu kalau itu pasti Prilly.


Prilly memakai gaun putih dengan rambut tergerai indah. Bak bidadari turun dari langit. Siapa pun yang melihat nya, pasti akan klepek-klepek padanya. Secara dia memang sangat cantik


Saat melihat Zelle dan teman-temannya, Prilly berhenti di depan pintu.


"Prilly, kenapa kamu tidak masuk?" Ketika Brandon berjalan mendekat, dia melihat Prilly berdiri di depan pintu.


"Sayang, meja kita sudah diambil." Prilly berkata dengan santai. Dia melihat kemeja yang dulu paling dia sukai. Ternyata telah diambil oleh tiga wanita yang menyebalkan.


"Kalau begitu, kita cari tempat lain saja. Lagipula tidak banyak orang di sekitar sini." Brandon juga melihat Zelle. Setiap kali dia bersama Prilly dan melihat Zelle, dia merasa seolah-olah dia memergokinya selingkuh.


"Bagaimana kalau kita pergi kerestoran lain?" Saat melihat Zelle, Brandon merasa tidak nyaman.


"Tidak perlu,sayang, kamu lapar. Disini saja. Aku sudah bertahun-tahun tidak menikmati hidangannya. Aku menantikannya!" Mereka banyak bicara di depan pintu, seolah-olah mereka sedang berakting. Prilly jelas pamer, tapi Zelle mengabaikannya.


"Selamat datang. Anda bisa duduk di sana. Meja itu cukup bagus. Pemandangannya juga bagus." Ketika Cindy sedang menyajikan piring, dia melihat Brandon dan Prilly berdiri di depan pintu.


Dia buru-buru menyapa mereka. Dia mengalihkan pandangannya dari Brandon ke Zelle tanpa berkata apa-apa. Tidak ada yang tahu apa yang dia maksud.


"Nona, apakah Anda ingat saya?" Senyum cerah muncul di wajah Prilly saat dia menyapa Cindy


Perubahan Prilly membuat Cindy merasa tidak nyaman. Prilly sudah berkali-kali datang, dan dia selalu bersikap sombong dan sok berkuasa, seolah dia benci berbicara dengannya.


Tapi sekarang Cindy tidak terbiasa dengan perubahan Prilly yang tiba-tiba.


"Ya. Anda pasti pacar Tuan Brandon. Anda dulu sering menjadi pelanggan disini. Tapi sepertinya Anda sudah lama tidak datang ke sini." Cindy adalah seorang pengusaha, dan dia memiliki otak yang encer


"Nona, ingatanmu bagus. Terimakasih sudah mengingatku." Prilly berpura-pura menjadi wanita murni lagi.


"Tentu saja aku mengingatmu. Kamu sangat cantik. Aku akan terus mengingatmu. Aku tidak akan pernah melupakanmu. Silakan duduk dulu. Apakah kamu ingin memesan dengan menu yang sama?" Cindy membawa mereka ke tempat duduk mereka.


"Ya." Brandon ingat kalau Zelle juga menyukai hidangan yang dipesannya.


"Sayang, kali ini aku ingin menu yang beda. Aku bosan makan makanan itu-itu terus. Sajikan saja hidangan khas di restaurant ini." Prilly memperhatikan bahwa Zelle dan teman-temannya memiliki hidangan yang sama seperti yang biasa mereka pesan. Dia cemburu. Ketika dia pergi, Brandon membawa Zelle ke sini untuk makan malam. Duduk di dekat mejanya, Brandon dan Zelle memiliki hidangan yang sama saat dia bersama Brandon


Apa artinya semua ini? Zelle ingin menggoda Brandon. Untungnya, Key menelepon Prilly dan menyuruhnya kembali.

__ADS_1


"Baiklah, lakukan apa yang dia minta." Brandon tersenyum pada Cindy


"Oke, saya akan menyiapkannya sekarang. Hidangan spesial saya diperbarui setiap bulan. Saya akan menyajikan hidangan terbaru untuk kalian." Cindy pergi ke dapur lagi.


Hal paling istimewa tentang restoran ini adalah semua hidangan dikembangkan dan dimasak oleh Cindy sendiri. Meski mungkin memakan waktu sedikit lebih lama, rasanya sangat unik. Banyak orang menyukai hidangan di sini, jadi bisnisnya cukup bagus.


"Zelle, lihat wanita itu. Siapa dia? Apa dia pacar Brandon? Aku belum pernah melihatnya." Vela tidak mengenal Prilly, tapi dia sama sekali tidak menyukai wanita sombong itu


"Dia adalah mantan pacarnya. Dia telah pergi selama lima tahun. Aku ingin tahu mengapa dia kembali kali ini." Audy langsung menjawab.


Ketika Zelle dan Vela menatapnya, Audy menyadari bahwa dia telah membocorkan rahasia.


"Apa kamu tidak mengetahuinya? Ini adalah berita besar saat itu. Pada dasarnya semua orang di B City tahu bahwa Brandon telah dicampakkan." Audy buru-buru menjelaskan.


Namun, lima tahun lalu, Vela dan Zelle baru berusia lima belas tahun. Tentu saja, mereka tidak tahu banyak tentang ini, jadi mereka dibodohi oleh Audy.


Semua hidangan telah disajikan. Mereka juga memesan sebotol anggur merah untuk merayakan selesainya pekerjaan dan perkenalan mereka. Selain itu, mereka merayakan hari ini hari Kamis. Mereka memiliki alasan untuk minum anggur.


"Aku mau ke kamar mandi." Melihat Zelle sedang minum, Brandon menjadi gugup. Apa Zelle tidak tahu minum anggur bisa menimbulkan masalah? Kenapa dia masih meminumnya? Brandon lihat, ternyata Zelle telah menghabiskan secangkir anggur.


"Oke, cepat kembali." Prilly tersenyum manis.


Brandon berdiri dan berjalan ke arah Zelle dan teman-temannya.


"Apa kamu tidak bekerja hari ini?" kata Brandon tegas. Untungnya, mereka bekerja diperusahaannya.


"Kami telah menyelesaikan pekerjaan kami, jadi kami keluar dan bersantai. Tuan Brandon, Anda sangat malas. Anda bahkan menemani mantan pacar Anda!" Audy berbicara dengan Brandon, dia memutar matanya malas


Keluarga Dharmendra tidak menyukai Prilly, kecuali Brandon


"Minum sedikit saja anggur nya." Mendengar jawaban Audy, Brandon bingung untuk berkata. Dia hanya mengatakan itu dan pergi ke kamar mandi.


Namun, tidak ada yang mendengarkan Brandon. Mereka semua ingin minum anggur, dan dengan cepat mereka menghabiskan sebotol anggur.


Tidak ada sisa satu pun di atas meja.


"Baiklah, aku kenyang. Aku tahu di mana bisa membeli es krim yang enak. Ayo pergi. Aku akan mentraktir kalian es krim." Vela berdiri dan menepuk tasnya.


"Baiklah, aku paling suka es krim. Ayo pergi." Mereka belum mabuk. Mereka hanya tidak suka melihat Prilly dan ingin mencari tempat lain untuk bersantai.


***


"Brandon, kenapa kamu melamun saat makan? Apa yang kamu pikirkan?" Prilly memperhatikan kalau Brandon telah meletakkan makanan di tempat yang salah berkali-kali.


"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa senang kau kembali. Aku berpikir untuk mengajak teman-teman kita pergi bersama suatu hari nanti." Brandon buru-buru menjelaskan. Tapi dia memang ingin mengundang Attar dan yang lainnya untuk makan malam, jadi dia tidak merasa telah selingkuh.


"Baiklah. Aku sudah lama tidak bertemu mereka. Kita harus berkumpul." Brandon berencana untuk mengajak teman-temannya berkencan, dan ternyata itulah yang diharapkan Prilly. Prilly hanya ingin semua orang tahu bahwa Brandon adalah miliknya.


Bersambung........


Sorry for the short chapter.


Lagi fokus ujian solanya😁


Good Evening All:)

__ADS_1


__ADS_2