Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Pesta


__ADS_3

Ketika Brandon dan Zelle tiba, mereka mendapat begitu banyak perhatian.


Brandon tinggi dan tampan, sedangkan Zelle mungil dan imut. Mereka berpegangan tangan dan terlihat sangat manis.


Namun, sebenarnya sejak mereka turun dari mobil, Brandon memegang erat tangan Zelle. Sehingga Zelle merasa risih dibuatnya.


"Hai, Brandon!" Ketika mereka sampai dipintu, seseorang menyapa Brandon dengan hangat.


🍂🍂🍂


"Tuan Charlie! Senang bertemu dengan Anda!" Brandon tidak menyangka Charlie akan menyambutnya di pintu depan. Namun, pandangan Charlie selalu tertuju pada Zelle


"Siapa wanita ini?" Charlie bertanya dengan senyum hangat.


"Oh, Tuan Charlie, ini milik say...." Sebelum Brandon sempat menyelesaikan kata-katanya, Zelle langsung memotongnya.


"Tuan, saya Grizelle Lovata rekan Tuan Brandon untuk pesta hari ini."


Brandon mendengus kesal. 'Mengapa aku tidak boleh mengakui kalau dia adalah istriku? Apa dia malu menjadi istriku?'


Namun, Zelle tidak menatapnya. Dia pikir untuk apa memberitahu mereka siapa dirinya sebenarnya bagi Brandon. Toh, sebentar lagi mereka akan bercerai.


"Oh, Nona Lovata, kamu sangat cantik." Charlie berjabat tangan dengannya


Zelle terpesona karena Charlie sangat tampan!


Charlie dikenal sebagai pengusaha sukses. Setiap orang yang berbicara dengannya pasti akan merasa ketakutan.


Namun, pria konglomerat itu benar-benar berjabat tangan dengan Zelle. Zelle merasa tersanjung.


"Tuan Charlie, Anda sangat ramah." Jawab Zelle dengan sopan.


"Silakan masuk, Nona Lovata. Ada banyak makanan lezat diperjamuan hari ini. Kebanyakan didatangkan dari berbagai negara. Saya harap Anda menyukainya." Charlie memiliki reputasi internasional yang baik. Dia sangat mencintai istrinya, dan mereka memiliki seorang putra yang tampan


Tapi hari ini, Charlie tampaknya terlalu antusias terhadap Zelle


Bahkan Brandon pun merasa heran dan aneh. Lagi pula, ini pertama kalinya Zelle bertemu dengan Charlie


Charlie membimbing mereka masuk dan meminta mereka untuk beristirahat di sebuah ruangan yang telah disiapkannya sambil menunggu pestanya dimulai. Lalu dia pun keluar.

__ADS_1


"Apakah dia Tuan Charlie yang terkenal itu?" Entah bagaimana, Zelle merasa Charlie mudah akrab dan baik hati.


Charlie bahkan berjabat tangan dengannya. Memikirkan hal itu, Zelle membuka telapak tangannya dan mengamatinya. Tangan Charlie sangat besar dan hangat.


"Ya, tapi Charlie hanya mencintai istrinya." Brandon sedikit cemburu. Dia pikir kalau Tuan Charlie sedang menunggunya dipintu. Tapi, Charlie malah fokus pada Zelle. Dia tidak senang akan hal itu.


Zelle memutar matanya ke arah Brandon. Dia pasti sudah gila. Dia hanya ingin menunjukkan betapa dia menghormati Tuan Charlie. Mengapa Brandon malah membawa-bawa nama istrinya?


Mereka berdua asyik berbicara, saat pintu kembali terbuka, Seorang pria berjas hitam masuk dengan troli makanan.


Banyak makanan lezat ditempatkan ditroli itu. Dan baunya sangat enak!


"Nona Lovata, Tuan Dharmendra, ini makanan yang disiapkan oleh Tuan Charlie untuk kalian. Anda bisa mencicipi nya terlebih dahulu." Pria bersetelan itu mendorong troli masuk dan meletakkan makanan lezat di atas meja


Aneka buah-buahan, makanan ringan, dan minuman itu membangkitkan nafsu makan Zelle. Hampir saja dia lupa bersikap elegan, rasanya dia ingin segera melahap hidangan itu.


"Baiklah, silakan bersenang-senang." Pria itu sangat ramah, dia bahkan menutup pintu untuk mereka saat dia keluar


"Wow, begitu banyak makanan lezat." Zelle adalah gadis yang rakus. Dia segera memakan nya.


"Bukankah seharusnya kamu memperhatikan penampilanmu, Zelle?" Brandon berjalan mendekat. Makanannya memang terlihat enak. Tapi Zelle bersikap seolah-olah kelaparan.


"Baiklah." Zelle memegang buah di masing-masing tangannya. Mendengar kata-kata Brandon barusan, barulah dia bersikap seperti biasa.


Semuanya terasa sangat lezat sehingga Zelle tidak bisa menahan diri. Jika ada orang lain, Brandon mungkin akan menjaga jarak darinya karena malu.


"Akan ada banyak makanan lezat lainnya di pesta nanti." Brandon meneguk minumannya dan mengingatkan Zelle. Sebenarnya, Zelle hampir memakan semuanya.


Akan ada lebih banyak? Zelle melambat. Dia masih perlu menghemat ruang di perutnya


Pada saat itu, seseorang mengetuk pintu dan memberi tahu mereka kalau pesta akan segera dimulai.


"Ayo pergi. Pestanya akan segera dimulai." Brandon memegang tangan Zelle dan keluar.


Hari ini benar-benar ramai. Banyak kalangan selebritas B City yang di undang. Semua orang asyik mengobrol dan tertawa.


Dari jauh, Zelle dapat melihat kehadiran Mark. Dia mengenakan jas putih, berdiri di tengah keramaian.


Ternyata Mark juga memperhatikannya. Mark tersenyum padanya.

__ADS_1


Zelle sangat cantik hari ini. Dia hanya memakai riasan sederhana. Tapi dia terlihat sangat menawan dalam balutan gaunnya.


Brandon menarik Zelle ke belakangnya.Tatapan Mark terlalu membuat nya panas. Brandon sedikit menyesal telah membawa Zelle ke sini.


"Brandon!" Prilly berjalan mendekat sambil memegang tangan Eric. Dia mengabaikan Zelle dan hanya menyapa Brandon


"Brandon."


"Eric." Brandon dan Eric saling menyapa.


Prilly tidak menyapa Zelle, dan Brandon juga tidak menatap Prilly


Prilly merasa malu. Dia tidak punya pilihan selain menyapa Zelle


Menurut Zelle, dia harus bersikap sopan terlepas dari sikap Prilly. Jadi, Zelle balas dengan senyuman


Eric melirik Zelle. Brandon lebih memilihnya dari pada saudara perempuannya dan bahkan menikahinya. Tapi menurut nya, Zelle tidak sebanding dengan Prilly. Prilly pernah bilang kalau Zelle adalah gadis yang penuh perhitungan. Tapi bola mata Zelle begitu murni dan terlihat sangat polos.


Dipikiran Zelle sekarang hanyalah makanan lezat. Dia bertanya-tanya apa yang akan disajikan untuk mereka. Dan dia berencana mencari tempat duduk dan bersenang-senang.


Attar dan Ramit berjalan mendekat. Tinggi dan tampan, mereka tumbuh bersama Brandon. Dan mereka sama-sama pria penuh ambisi. Hanya saja kadang Ramit sedikit tidak waras. Ya, Tau lah kadang dia maco terkadang dia lembek.


Brandon sedang mengobrol dengan teman-temannya. Tapi Zelle tidak tertarik dengan percakapan mereka, jadi dia diam-diam pergi dan ingin mencari tempat untuk bersantai.


Tuan Charlie pun memberikan pidato singkat. Di awal acara, dia bersulang sederhana dengan istrinya. Sedangkan Zelle sibuk mencari tempat yang nyaman untuk nya. Akhirnya dia memilih duduk di bagian depan sehingga dengan jelas dia bisa melihat istri dari Tuan Charlie.


Bagian pertama dari acara ini adalah makan. Kabarnya nanti akan ada lelang amal. Dan ada hadiah misterius yang telah ditetapkan.


Semua orang tertarik dengan lelang Amal itu Bagaimanapun, mereka sudah mendapatkan kesempatan yang bagus untuk berbicara dan belajar dari begitu banyak orang hebat.


Zelle sudah lama mendambakan makanan lezat itu. Dia berjalan mendekat dan memegang sebuah piring besar di tangannya, siap untuk memindahkan semua makanan itu.


Zelle sudah lama tidak menyukai kerang. Tapi Kali ini kerang itu malah terlihat sangat enak sehingga Zelle langsung berlari ke sana melewati orang-orang dengan santainya. Zelle sudah Memegang garpu dan piring yang besar, dia siap bertarung demi kerang.


Namun, tiba-tiba, orang lain langsung mengambil kerang itu


Tentu saja dia tidak akan terima. Dia yang lebih awal menginginkan nya. Zelle menjadi marah.


"Jangan marah dulu Nona, kita bisa berbagi bukan?," Pria itu dapat merasakan kemarahan Zelle dan dia pun bergegas meletakkan setengah dari kerang itu ke piring Zelle.

__ADS_1


Bersambung......


🌚


__ADS_2