
Ah," teriak Zelle. Apa yang akan dia lakukan untuk menutupi nya? Kemeja putih itu menempel di tubuhnya, menjadi sangat transparan. Zelle dengan cepat menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi buah dadanya.
Mendengar teriakan Zelle, Brandon pun menoleh padanya. Jantung Brandon berdegub kencang. Kemeja putih itu menempel sempurna menambah pesona Zelle. Brandon menatap gundukan sintal itu, air liur nya hampir saja menetes.
π―π―π―
Brandon menjadi "panik". Dia buru-buru berdiri, berjalan ke ruang pribadi nya, dan mengambil kemeja hitam untuk Zelle.
"Ganti bajumu.Tadi aku tidak melihatnya kok. Maafkan aku." kata Brandon
Tidak ada yang bisa dilakukan Zelle. Bajunya basah semua. Jika dia keluar seperti ini, orang akan bergosip tentang mereka berdua.
Jadi, Zelle mengambil kemeja yang diberikan Brandon dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya yang basah.
"Hei Brandon, aku akan memberitahumu sesuatu. Akhir-akhir ini aku menemukan sesuatu yang sangat menarik." Attar Chokri dengan bersemangat membuka pintu ruang Brandon
Attar tak percaya dengan apa yang dia lihat. Brandon tersenyum, apa lagi senyum nya lebih seperti pria cabul. Sejak Prilly Chalondra pergi, sudah lama pria seperti gunung es ini tidak pernah lagi tersenyum.
Brandon langsung berhenti tersenyum begitu melihat pria ini masuk. Sebaliknya, dia langsung memasang wajah datar.
"Apa yang kamu lihat?" Brandon bertanya pada Attar dengan dingin.
Attar hampir saja tersedak. Bagaimana Brandon bisa mengubah sikapnya secepat itu? jelas dia melihat Brandon tersenyum lebar tadi. Apa itu hanya halusinasinya?
"Aku terpesona melihat senyum mu babang Brandon. Aku pikir tadi aku melihat nya dengan sangat jelas. Katakan pada ku, apa yang membuat mu tersenyum cabul seperti itu?." Attar melihat ada hal menarik yang tidak dia ketahui dari Brandon
"Kamu terpesona? Katakan sesuatu atau keluar?." Kata Brandon dengan wajah dingin.
"Baiklah, jangan galak-galak dong. Aku ingin mengatakan bahwa Lovata Group bangkrut tahun lalu, dan itu semua terjadi karena adanya konspirasi dari seseorang." Attar duduk di sofa tak jauh dari Brandon
"Apa?!" Brandon juga terkejut. Lovata Group kurang lebih adalah sebuah perusahaan di B City, tetapi telah mengalami kerugian sejak dua tahun lalu, dan akhirnya bangkrut.
Attar mendengar suara orang lain bercampur dengan suara Brandon, dan suara itu sama sekali bukan miliknya.
Kemudian Brandon melihat mulut Attar terbuka lebar.
Akhirnya terpikir oleh Brandon bahwa Zelle sedang mengganti bajunya di kamar mandi. Zelle membuka pintu kamar mandi. Mengenakan kemeja hitam Brandon, membuat kulitnya semurni batu giok yang sempurna.
__ADS_1
Kemeja itu terlalu panjang sehingga Zelle mengikat simpul di pinggangnya. Kaki rampingnya tertutup tepat di bawah rok hitam. Dia tampak sangat mempesona.
Attar dengan obsesif menatap Zelle dan hampir ngiler.
"Apa yang Anda bicarakan, Tuan? Apakah kebangkrutan Lovata Group dikonspirasi oleh seseorang?" Zelle langsung menghampiri Attar dan bertanya dengan cemas.
"Dengan siapa kamu bicara?" Attar menoleh ke wajah Zelle, sebab dia bingung, disana ada Brandon dan dia, lalu tuan siapa yang Zelle maksud?
"Tuan, saya ingin bertanya tentang sesuatu padamu. Apakah Anda tahu kebenaran tentang kebangkrutan Lovata Group?" Zelle mendekati Attar dan sedikit emosional.
"Zelle, tenanglah. Dia tidak tahu apa-apa tentang itu. Nah, jadilah gadis yang baik dan kemarilah." Ketika Brandon melihat Zelle mulai lepas kendali, dia menghampirinya dan menariknya.
Sampai saat ini Attar ingat bahwa gadis yang diminta Brandon untuk diselidiki ternyata putri dari pemilik Lovata Group. Dan gadis itu tampaknya adalah Zelle.
"Kamu Zelle?" Tanya Attar padanya.
"Baiklah, Attar, kamu boleh pergi sekarang. Kita akan membicarakan ini nanti malam." Brandon memperhatikan bahwa Zelle marah, jadi dia menyuruh Attar pergi dan Attar mengangguk patuh.
"Tuan Brandon, Tuan baru saja mengatakan bahwa kebangkrutan Lovata Group karena adanya sebuah persekongkolan. Apa yang Sebenarnya terjadi? Bisakah anda membantu ku menanyakan padanya?." Zelle terlalu bersemangat Sekarang, yang mungkin membuat Attar sedikit takut.
"Tapi aku harus tahu yang Sebenarnya." Tidak peduli bagaimana Brandon mempermalukannya, Zelle tetap ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Itu semua terjadi karena mantan suami mu, Liam Abrisam. Tapi, apa gunanya kebenaran itu sekarang? Kamu tidak bisa mengandalkan orang lain. Kalau kamu ingin balas dendam, maka kamu sendiri yang harus turun tangan. Aku yakin kamu bisa melakukan nya." Brandon menatap bibir Zelle yang kering dan memaksanya minum air.
Zelle minum seteguk air, dan dia sedikit terbatuk.
Brandon ingin menepuk punggungnya agar dia bisa membantunya merasa lebih baik. Tapi gerakannya berhenti di udara.
***
Sepanjang sore Brandon sibuk dengan pekerjaannya, tapi dia selalu melirik Zelle dari waktu ke waktu. Zelle sedang mempelajari file yang diberikan Brandon padanya.
Banyak hal yang dipikirkan Zelle. Dia telah berspekulasi tentang apa yang dikatakan Attar, tapi apa yang di katakan Brandon ada benarnya. Dia tidak mampu membalas dendam pada Liam saat ini. Lovata Group telah bangkrut, dan ayahnya sakit. Dia tidak memiliki apa-apa selain suaminya, namun dia harus merahasiakan fakta bahwa dia memiliki seorang suami.
"Apa kamu akan mempelajari file ini sampai besok?" Zelle tidak memperhatikan Brandon, bahkan saat Brandon berdiri tepat di sampingnya.
Zelle tidak mempelajari sepatah kata pun dari file itu, tapi dia terus menulis nama Liam Abrisam di kertas.
__ADS_1
"Aku minta maaf?" Karena panik, Zelle ingin menyingkirkan kertas itu.
"Apa kamu masih memikirkan pria ini?" Brandon meraih kertas itu. Dia melihat banyak nama Liam Abrisam disana.
Apa sebenarnya yang ada di dalam hati wanita ini? Liam Abrisam sudah menyakitinya dan dia masih saja memikirkan pria ini.
"Tidak, aku sama sekali tidak memikirkannya. Aku sangat membencinya!" Zelle berhenti mengambil kertas itu lagi.
Dia siap untuk mulai mempelajari file itu dengan serius. Dengan tumpukan kertas yang begitu banyak, Zelle pikir ini akan menghabiskan waktu yang lama.
Brandon melihat Zelle mengabaikannya dan mulai mempelajari file itu dengan hati-hati. Dia mengenakan kemeja besarnya, dan kancing pertama di dadanya dilepas. Dari sudutnya, Brandon bisa melihat payudara besarnya yang enak.
Brandon menelan ludahnya, memberikan kertas itu pada Zelle, dan berbalik duduk kembali di kursinya. Dia harus mandi untuk menenangkan dirinya.
Tidak ada yang tahu apakah dia yang menghukum Zelle atau malah menghukum dirinya sendiri dengan membawa Zelle ke ruangan nya.
Agar tidak lama berada seruang dengan Brandon, Zelle mempelajari file tersebut dengan cepat. Dia ingin meninggalkan tempat ini segera setelah pekerjaan selesai.
Brandon mandi air dingin. Ketika dia keluar, dia melihat Zelle masih sibuk dengan file itu, sungguh wanita yang bertanggung jawab. pikir Brandon.
Brandon kembali ke tempat duduknya, dia merasa puas dengan kerja Zelle.
Apa Zelle akan marah, jika dia tahu yang Sebenarnya?
Bersambung.....
Note :
Hai pembaca setiaπ
Jangan lupa ya,
karena Novel ini adalah karya pertama ku, mohon maaf nyak, kalau banyak typo or ceritanya ga nyambung, xixixi
Jangan lupa tinggalkan like, comment, vote, dan bintang lima nya juga ya π
Love You All π€
__ADS_1