Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Pindah kekediaman utama


__ADS_3

Elea terlalu menyebalkan. Liam sudah ditipu olehnya selama ini. Benar saja, anak yang dia kandung bukanlah darah dagingnya. Melainkan anak orang lain. Karena bayi itu lah Liam memilih Elea dan mengakhiri hubungannya dengan Zelle. Semakin Liam memikirkannya, dia merasa semakin marah. Dulu, dia sangat tergila-gila dengan tubuh Elea, namun semenjak dia tahu yang sebenarnya, Liam sudah tak memiliki rasa lagi padanya.


"Apa? Kerja sama dengan Wide Group hancur?" Elea terkejut. Duddy sendiri yang sudah berusaha keras untuk mendapatkan kesepakatan dengan Wide Group, tetapi sekarang sudah hancur.


"Ya. Kamu pembawa sial. Saat aku bersama Zelle, semuanya berjalan lancar. Tapi sekarang, semuanya berubah." Liam menyalahkan semuanya pada Elea.


Elea sangat mencintainya sehingga dia merasa itu adalah salahnya.


"Liam, jangan khawatir. Aku mungkin tidak membantumu dengan Wide Group, tetapi aku dapat membantumu dengan Gweneth Group." kata Elea pada Liam.


"Gweneth Group? Kamu pikir kamu ini siapa? Suami Zelle adalah presedir dari Gweneth Group. Apa kamu pikir kita akan mendapatkan proyeknya?" Liam menepis tangan Elea.


🍒Happy reading 🍒


Elea mengatakan bahwa dia dapat mengembalikan kepercayaan di Gweneth Group, tetapi Liam sama sekali tidak mempercayainya.


"Liam, aku tidak berbohong padamu. Aku bisa membantu mu untuk mendapatkan proyek itu lagi. Mengapa kamu tidak membiarkanku untuk mencobanya?" Elea menatap wajah tampan Liam. Dia tidak akan bisa mendapatkan pria yang lebih baik lagi dari Liam. Dia tidak mau Liam pergi darinya, bisa atau tidak dia harus mencobanya. Apalagi Liam adalah salah satu putra dari keluarga Abrisam. Tapi, Liam tidak mempercayainya.


"Yah, karena kamu sangat percaya diri, aku tidak mau lagi terikat dengan mu. Dan urusan kita sudah selesai." Liam sudah muak berurusan dengan Elea.


Liam pikir kalau Elea akan melahirkan anaknya, yang akan menjadi cucu pertama dari keluarga Abrisam, dan statusnya akan baik dikeluarganya. Namun, ternyata Elea hamil dan mengandung anak dari orang lain.


Setiap kali Liam memikirkannya, dia menjadi sangat marah, tetapi tak dapat dipungkiri, Elea cukup baik padanya. Tapi, kali ini perusahaan Abrisam dalam masalah besar, jika proyek ini batal maka akan banyak kerugian dan apalagi jika Wide Group membocorkan masalah dengan perusahaan Lovata Group, pasti dia akan dipenjara.

__ADS_1


"Liam, percayalah padaku. Beri aku satu kesempatan lagi." Tawar Elea, namun Liam tetap kekeh pada keputusan nya.


Liam tidak memperdulikan Elea, dia melangkah pergi sambil berkata, "Jangan temui aku lagi."


****


"Sayang, Mommy menyuruh kita untuk segera pindah kerumah utama. Bagaimana menurutmu?" Tiba-tiba terpikir oleh Brandon saat dia sedang mandi. Ibunya meneleponnya hari ini dan bertanya tentang hal itu.


"Kurasa itu bukan ide yang bagus." Zelle merasa sangat gugup. Ada begitu banyak orang di keluarga itu sehingga dia takut dia tidak akan bisa bergaul dengan mereka.


"Ibu bilang kalau Kakek sangat menginginkan kita tinggal disana. Kakek akan segera berusia delapan puluh tahun. Dia benar-benar ingin ditemani oleh kita semua. Lupakan saja. Kita tinggal di sini saja jika kamu tidak mau." Brandon adalah pria yang berbakti, tetapi dia tidak ingin memaksa Zelle untuk pindah.


Sekarang Zelle berada dalam dilema. Itu keinginan kakek. Jika Zelle, tidak memenuhi nya, pasti kakek akan merasa kecewa dan sedih.


"Tidak apa-apa. Jangan pikirkan itu. Kamu punya alasan sendiri. Aku tidak akan memaksamu." Brandon keluar dari kamar mandi dan melihat Zelle yang sangat khawatir.


Laki-laki biasanya sibuk mencari uang untuk menghidupi keluarga mereka, sehingga mereka tidak memperhatikan perselisihan di antara kaum perempuan. Mereka pasti tidak tahu betapa menakutkannya itu.


Zelle memikirkannya kembali dan karena Aria sudah tinggal di mansion, orang-orang disana mungkin akan membicarakannya jika dia tidak pindah kesana juga. Selain itu, Kakek dan Afina mungkin akan merasa sangat kecewa.


"Ayo kita tinggal disana. Lagi pula, aku adalah menantu keluarga Dharmendra. Sudah seharusnya, aku berada disana." Zelle segera mengambil keputusan. Dia harus mengatasi perselisihan itu. Dia juga bisa mencoba untuk menghindari mereka kalau dia tidak mau berurusan dengan mereka nanti.


"Betapa baiknya kamu sayang! Aku akan menciummu, sayangku." Brandon diam-diam berharap Zelle akan menyetujuinya. Dia percaya kalau mereka disana, akan banyak yang akan merawat dan menjaga Zelle. Terutama, kakeknya, yang akan merasa sangat bahagia.

__ADS_1


Setelah mereka membuat keputusan, Brandon menelepon Afina dan menyuruhnya membuat beberapa persiapan. Mereka hanya membawa beberapa hal-hal penting saja. Karena disana, sudah pasti keperluan mereka sudah disediakan.


Mengetahui hal itu, Afina sangat senang. Dia akhirnya memiliki teman untuk diajak bicara dirumah dan dia tidak akan merasa kesepian lagi.


Hari dimana Zelle dan Brandon pindah pun tiba, anggota keluarga Dharmendra memiliki perasaan yang campur aduk. Ada yang menjadi marah, dan ada juga yang benar-benar bahagia.


"Vernant, aku dulu membantu Ibu untuk mengerjakan tugas rumah. Sekarang Zelle sudah tinggal disini, jadi, dia pasti akan menggantikanku! Lagi pula dia adalah menantu asli keluarga Dharmendra." Elea mulai mengeluh kepada Vernant.


"Jangan khawatir, sayang, kemampuanmu sudah diakui oleh kakek. Tidak akan ada yang akan menggantikanmu." Vernant menghibur Aria.


"Kapan aku bisa memiliki pusaka keluarga ini, kalung itu pada Afina, kan? Jika aku mendapatkannya, aku tidak akan takut apa-apa lagi." Aria sangat merindukan kalung blue heart itu, tetapi Afina tidak pernah mengeluarkannya.


"Sayang, kalau kamu menginginkan kalung itu, aku akan membelikannya untukmu. Kenapa kamu hanya menginginkan miliknya?" Vernant jelas tahu kalau kalung itu akan diberikan kepada istri kakak laki-lakinya atau istri Brandon. Karena, kakak laki-lakinya, belum menikah, otomatis hanya istri Brandon yang akan mendapatkannya. Mungkin, Aria tidak akan memiliki kesempatan untuk memilikinya.


"Tidak. Aku hanya menginginkan kalung itu. Kamu tahu apa? Hanya orang yang menjalankan rumah tangga dan keluarga yang bisa memilikinya. Aku sangat ahli dalam hal itu, jadi aku rasa aku pantas mendapatkannya." Aria merasa suaminya sangat pengecut. Itulah yang pantas dia dapatkan. Karena dia yang pertama kali menikah dengan keluarga Dharmendra.


Vernant selalu memanjakan Aria. Dia akan mengikuti apa pun yang Aria katakan. Namun, dia tidak bisa memuaskannya kali ini.


"Sayang, aku ingat kamu pernah bilang kalau kamu menginginkan kalung berlian. Aku akan membelikan nya untuk mu. Apa kamu ingin melihatnya?" Vernant mengubah topik.


"Benarkah? Itu bagus. Ayo pergi sekarang, kalau tidak mungkin akan dibeli orang lain nanti." Mendengar kata berlian, Aria sangat senang. Dia ingin menjadi yang paling menarik.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2