
Elea sangat bangga pada dirinya sendiri. Dia yakin bahwa Zelle pasti telah membuat kesepakatan dengan seorang lelaki tua dan menjual tubuhnya. Untuk operasi Jaster, membutuhkan banyak uang, mana mungkin Zelle sanggup membayarnya.
BRAKK
Tendangan keras pada pintu kamar, membuyarkan fantasi Elea. Liam masuk dengan wajah merah padam.
🐼🐼🐼
Saat Liam masuk, Elea menyambutnya dengan seringai.
"Liam, kemana saja kamu? Kamu tidak datang menemuiku. Aku sangat merindukanmu," kata Elea sambil menempelkan buah dadanya yang montok ke dada Liam.
Liam dulu sangat menyukainya. Tapi tiba-tiba, dia menampar wajah Elea.
"Kamu ******. Beraninya kamu berbohong padaku?" Liam berkata pada Elea dengan kejam.
Elea bingung dengan tamparan itu. Dia tidak tahu kesalahan apa yang dia lakukan didepan Liam, pria yang sangat mencintainya.
"Liam, kenapa kamu menamparku? Kapan aku berbohong padamu?" Ucap Elea dengan wajah sedih.
Elea menangis, patah hati. Liam tidak pernah berbuat kasar padanya, tapi sekarang bahkan dia tidak perduli, dia benar-benar berbeda.
"Lihat ini." Liam mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya dan melemparkannya ke wajah Elea.
Elea mengambil amplop itu dan melihatnya. Dia bingung, kenapa bisa kacau begini? karena Elea yakin, selama ini, tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan nya. Mengapa seseorang bisa melakukan tes paternitas?
"Liam, dengarkan aku. Jangan salah paham dulu. Ini semua tidak benar." Elea memegang tangan Liam. Elea dapat melihat luka di wajah Liam.
"Liam, wajah mu kenapa? apa kamu terluka? Siapa yang menyakitimu?" tanya Elea cemas.
"Elea, kita sudah bersama selama dua tahun, dan kamu tidak hamil. Mengapa saat kamu hamil dan tiba-tiba ingin menikah denganku? Tapi sebenarnya aku bukan ayah dari bayi itu. Tingkat kesamaan tes paternitas nya adalah nol. Nol! Betapa tak tahu malu nya dirimu!." Liam mengusirnya.
Sebagai seorang pria, dia bisa saja bermain wanita. Namun, jika istrinya sendiri selingkuh, dia sungguh merasa teramat sakit dan kecewa.
"Liam, ini pasti tipuan. Dengarkan aku. Bagaimana kita bisa melakukan tes paternitas dengan bayi yang belum lahir? dan aku yakin tidak ada yang mengambil rambutmu atau sesuatu yang lain darimu untuk melakukan tes itu. Pasti si ****** itu, Zelle. Pasti dia sengaja melakukan ini, untuk membalas dendam pada ku." Elea panik. Dia sangat bergantung pada Liam sekarang.Tanpa Liam, dia bukan siapa-siapa.
"Baik. Karena kamu mengatakan bahwa semua ini rencana Zelle, kita akan melakukan tes paternitas lagi. Jika hasilnya sama, maka kamu akan menanggung akibatnya." Liam berkata dengan marah.
Elea yakin dia sudah menyingkirkan bayi itu, jadi dia mengangguk.
__ADS_1
"Tidak masalah. Jika kamu bukan ayah kandung bayi ini, aku akan bunuh diri!" Elea terus memegang lengan Liam.
Liam menemui dokter, dokter mengatakan bisa melakukan tes tersebut.
Waktu itu, Elea hampir keguguran, dokter melakukan operasi Cesar, keadaan bayi itu cukup memprihatinkan. Dokter menaruhnya dalam incubator. Semenjak itu lah, Elea berusaha menyingkir kan bayi itu. Dia mengatakan pada Liam, bahwa Zelle lah yang berbuat sesuatu padanya, hingga keadaan nya seperti itu.
Liam meminta para dokter untuk melakukan tes paternitas lagi untuknya.
Sekarang Elea panik karena Liam bukan ayah biologis dari bayi tersebut.
Dulu, saat Elea mendengar Zelle akan menikah dengan Liam, membuat nya frustasi, hingga dia bercinta dengan pria lain. Sampai sekarang Elea menyesali perbuatan nya.
"Liam, aku bisa menjelaskannya, tolong dengarkan aku." Elea tidak akan berani melakukan tes paternitas lagi.
"Kamu tidak berani mengikuti tes ini, Elea. Aku heran, mengapa nasib ku selalu Sial, dan ternyata kamu lah penyebab nya. Kamu yang menghancurkan hubungan ku dengan Zelle. Dan bahkan, karena kehadiran mu lah, aku selalu bernasib sial. Sepertinya, aku memiliki selera yang buruk terhadap wanita, semenjak mengenal mu." Selesai mengatakan itu, Liam mendorong Elea menjauh darinya, lalu melangkah pergi.
Elea jatuh terduduk di lantai. Siapa yang melakukan nya? Dia yakin, ini semua adalah ulah Zelle.
'Dia tidak ingin aku memiliki kehidupan yang lebih baik, dan dia cemburu jadi dia mengatur semua ini.'
"Zelle, aku akan membalasmu." Elea sangat marah, menggigit bibirnya.
Setelah berbicara dengan Afina, Zelle merasa jauh lebih baik dan sekarang dia mulai bekerja. Dia tidak ingin rekan-rekannya memandang rendah dirinya.
Dalam tampilan kasual, suasana hati Zelle sedang baik hari ini.
Zelle mengenakan T-shirt biru muda garis-garis plus blezer berwarna cream dipadukan dengan jeans hitam. Rambutnya, dibiarkan tergerai indah. Dia terlihat seperti gadis remaja. Sangat cantik.
Saat ini, Zelle sudah berada di kantornya. Masih terlihat sepi, karyawan lain belum datang.
Zelle membersihkan ruangan nya, dan rekan-rekannya mulai datang satu persatu.
"Zelle, datanglah ke ruangan ku." Celina memandang Zelle dan meminta Zelle pergi ke ruangannya.
Zelle membuang sampah sebentar, lalu pergi ke ruang Mrs. Celina
"Zelle, coba kamu pikir sendiri. Kamu baru bekerja diperusahaan ini selama dua bulan, tapi kamu meminta cuti satu bulan. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Baru kamu karyawan yang berani melakukan nya"
Menurutku kamu tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan ini. Mengapa kamu tidak mengundurkan diri saja?" Mrs. Celina menatap Zelle. Dia percaya bahwa Zelle tidak memiliki kelebihan kecuali penampilannya yang cantik. Dia bahkan curiga bagaimana dulu bisa dia mendapat tawaran pekerjaan ini?
__ADS_1
"Tapi, Mrs. Celina, saya..." Zelle ingin mengatakan sesuatu tapi Mrs. Celina memotongnya.
"Hal terpenting bagi seorang wanita adalah memiliki harga diri. Kamu tidak boleh terlalu bangga dengan wajah cantik mu."
Zelle tahu bahwa Mrs. Celina masih menginginkan dia mengundurkan diri. Tidak masalah. Mungkin itu yang terbaik baginya. Dia tidak akan berurusan lagi dengan Brandon yang mesum.
"Baik. Saya akan menulis surat pengunduran diri." Zelle berhenti bicara dan pergi.
Setelah selesai menulis surat pengunduran diri, Zelle menyerahkannya kepada Mrs.Celina dan siap pergi dengan membawa barang-barangnya.
Rekan-rekannya sangat senang saat melihat Zelle pergi. Mereka semua bekerja disini hanya Karena ingin dekat dengan Brandon.Tapi hanya Zelle yang berhasil melakukan nya. Mereka semua menganggapnya sebagai pelacur tak tahu malu.
Di pintu depan, Zelle menelepon Vela.
"Vela, aku sudah mengundurkan diri. Kamu harus tetap tinggal dan bekerja keras di perusahaan ini."
"Zelle, kamu dimana? Datanglah kerumah ku sekarang. Aku tidak bekerja hari ini karena aku punya masalah besar. Ayo tinggal bersamaku," kata Vela, merasa tertekan.
Mendengar hal tersebut, Zelle pun naik ke bus dan langsung menemui Vela, dia masih memegang semua barangnya.
Ibu Vela membukakan pintu, dan dia merasa lega setelah melihat Zelle.
"Zelle, akhirnya kamu datang juga. Dia mengurung diri di kamarnya sejak dia pulang kemarin." Bu Ririn mencoba membantu mengambil kotak berisi barang-barang Zelle.
"Tidak perlu, bu. Biar saya saja yang membawanya. Saya mau melihat keadaan Vela, dulu." Zelle menolak, saat But Ririn membantunya, lalu dia masuk dan pergi kekamar Vela.
Zelle mengetuk pintu terlebih dahulu, kemudian dia diseret masuk ke dalam.
Vela memeluk Zelle dan menangis sejadi-jadinya. Saat mereka masih kecil, Vela jarang menangis di depan Zelle. Tapi sekarang dia menangis. Zelle cukup bingung.
'Apa yang terjadi padanya?'
Bersambung........
Note :
Nih buat yang bingung, apa itu tes paternitas?🤭
*Tes paternitas merupakan pemeriksaan DNA untuk menentukan apakah seorang pria adalah ayah biologis dari seorang anak.
__ADS_1
Love you All 🤍