
Mereka mengkhawatirkannya, Zelle merasa sangat terharu, ternyata masih ada orang di kantor ini yang perduli padanya.
"Aku tahu. Terima kasih, dan sampai jumpa." Zelle mengucapkan selamat tinggal lagi dan kemudian pergi dengan tergesa-gesa.
Tapi saat sampai diluar, dia tidak sengaja menabrak seseorang.
☘️☘️☘️
Saat Zelle ingin berbelok, tak sengaja dia menabrak seorang pria. Kepalanya membentur dada pria tersebut. Zelle mengelus kepalanya yang sakit. Zelle mendorong pria tersebut, namun karena kekuatan Zelle tak seberapa, alhasil tubuh pria itu tidak bergerak sama sekali.
" Apa yang kamu lakukan ha? Apa kau sengaja menghalangi jalan ku?." Zelle membentaknya. Dia tidak bisa sabar lagi. Dia berkata tanpa melihat wajah pria itu.
Tapi, saat Zelle melihat wajah pria yang menatap nya garang dia pun berubah menjadi lembut bahkan sangat lembut.
" Eh, Tuan Brandon, tidak apa kok, maaf, tadi itu kesalahan saya. Apa ada yang sakit?." Zelle berkata lembut memeriksa tubuh Brandon
"Tidak, kembali ke kantor sekarang." Ucap Brandon tegas
'Oh, dia peduli padaku.' Brandon merasa sangat senang dengan Perhatian Zelle
" Ah, baiklah kalau begitu." Zelle mengikuti langkah kaki Brandon dengan patuh, mereka kembali ke ruang Brandon di lantai 30
Zelle membuka pintu, hal pertama yang dia lihat adalah, seorang wanita yang duduk di sofa sambil membaca majalah.
"Nona Zelle, pergi dan ambilkan secangkir teh untuk Prilly." kata Brandon kepada Zelle
'Jadi, dia meminta ku kesini hanya untuk melayani kekasihnya?' tapi wajar sih, aku kan dia bayar buat melayani perintahnya.'
Zelle melangkah kan kakinya membuat secangkir teh untuk kekasih bosnya
Prilly mengalihkan pandangannya dari majalah, dia melihat gadis muda. Tapi dia tidak tahu siapa gadis itu, yang dia lihat adalah kulit putih, dan sexy.
Prilly juga merasa Brandon memiliki ketertarikan pada gadis muda itu. Dia dapat melihat nya dari tatapan mata Brandon
__ADS_1
"Prilly, nikmati lah waktu mu. Aku perlu melakukan beberapa pekerjaan dan kemudian kita bisa makan siang bersama. Kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh. Jadi setelah makan siang, aku akan mengantarmu pulang untuk beristirahat." Brandon sudah membuat rencana.
Prilly tersenyum lembut, dan dia adalah wanita muda yang lembut yang terkenal di B City, dengan keanggunan dan kelembutannya.
"Tidak masalah terima kasih." Prilly berkata dengan lembut.
Tapi dia cemas. Jika bukan karena panggilan Key, Prilly akan tetap berpikir dengan yakin bahwa Brandon akan selalu ada untuknya selamanya tidak peduli sudah berapa lama dia pergi.
Tapi sekarang, sepertinya Key benar. Brandon mulai menyukai wanita lain.Tapi dia tidak akan membiarkan itu karena Brandon hanya menjadi miliknya bagaimana pun caranya.
Zelle membuat secangkir teh dan memberikannya pada Prilly. Prilly membenci Zelle dalam benaknya, tetapi dia tetap tersenyum dan mengambil cangkir itu.
"Oh!" Secangkir teh itu dituangkan ketangan Zelle, dan Zelle tidak menyangka ini akan terjadi, jadi tangannya langsung memerah, terbakar oleh air panas. Baik Zelle maupun Prilly berteriak
"Brandon, aku sangat menyesal. Oh, kasihan dia. Lihat tangannya sekarang. Apa dia terluka?" Prilly tampak sangat bersalah.
Brandon mendengar teriakan mereka, dia melihat tangan Zelle memerah terkena tumpahan teh. Padahal Zelle baru sembuh, dan tangannya sekarang terluka lagi.
Brandon berdiri menatap tangan merah Zelle. Brandon mengira Zelle akan menangis seperti sebelum nya, tapi ternyata Zelle diam saja.
"Brandon, aku minta maaf, padahal aku baru kembali dari luar negeri, tapi aku sudah membuat masalah. Kamu baik sekali mau memaafkan aku." Prilly bersandar di dada bidang Brandon memeluk nya dengan mesra.
Saat Zelle beranjak keluar, dia masih mendengar omongan Prilly. Dia tahu Prilly sengaja menumpahkan teh panas itu ketangannya. Tapi, dia tidak mengatakan nya, menurut nya percuma saja, Brandon akan lebih mempercayai kekasih nya.
Brandon terpaksa bersama Prilly, tapi pikiran nya tertuju pada Zelle. Dia tidak bisa pergi sekarang, jari, dengan berat hati Brandon meminta Attar merawat Zelle di rumah sakit.
"Apa yang kamu pikirkan, Zelle?" Tanya Attar
Zelle memperhatikan dokter mengoleskan salep ke tangannya, dan dia tidak bergerak sama sekali.
"Aku berpikir apa tangan ku akan menjadi lebih baik atau tidak." Zelle ymenatap tangannya, begitu merah hingga akan mengelupas.
"Tentu saja kamu akan menjadi lebih baik. Rumah sakit ini memiliki salep terbaik dan tanganmu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Santai saja sekarang." Attar yakin Zelle sangat mengkhawatirkan hal itu, jadi dia menghiburnya.
__ADS_1
'Aku teman yang baik kan? aku membantu Brandon mengejar cintanya, dan sekarang aku disini merawat Sekretarisnya. Tapi, sejujurnya, Brandon memperlakukan Sekretarisnya dengan baik. Bahkan meminta ku untuk menjaga nya secara khusus. Aku, si pria tampan nan kaya raya di B City, menjaga seorang sekretaris Sekarang. Woow. Hal gila apa ini?." Pikir Attar
"Zelle, siapa nama temanmu itu?" Attar ingin berteman dengan Vela
"Mengapa kamu ingin tahu?" Zelle menatap Attar dengan curiga
"Santai saja. Aku hanya ingin tahu namanya. Apa aku terlihat seperti orang jahat?" Attar berdiri, berjalan mondar-mandir di depan Zelle dengan sengaja, untuk pamer.
Tapi Zelle menghancurkan kepercayaan dirinya dengan hanya mengatakan sepatah kata pun.
"Iya." Zelle memandangnya, menganggapnya sebagai playboy. Dia terlalu tampan dan suka pamer di matanya.
"Kalau begitu, aku pergi saja sekarang. Karena aku orang jahat, aku akan menjauh darimu. Takutnya suatu hari nanti kamu terpengaruh olehku dan menjadi wanita jahat." Attar merasa marah, berpura-pura pergi sekarang.
"Tunggu sebentar! Aku tidak bermaksud mengatakan kamu adalah orang jahat. Bagaimana bisa orang jahat bisa begitu tampan sepertimu." Zelle berhenti menggoda Attar, dan dia bertanya-tanya apa yang ingin dilakukan Attar pada Vela
Vela bilang, dia takut Attar akan melakukan sesuatu yang buruk pada keluarganya, tetapi setelah melihat Attar sekarang, Zelle pikir kalau dia hanya seorang playboy kaya dan dia tidak jahat sama sekali.
" Ah, benar sekali. Anyway, Zelle, Brandon bilang kalau kamu dapat istirahat selama seminggu, dan kembali bekerja saat sudah sembuh. Kamu tenang saja, gaji mu tetap jalan kok." Attar ingat yang dikatakan Brandon
Zelle merasa tidak senang. ' Apa dia pikir aku akan mengganggu waktunya berduaan dengan kekasihnya itu? Tapi dia bos disini. Perintah dia harus di laksanakan.'
" Baiklah. Sampaikan ucapan Terima kasih ku padanya." Kata Zelle pada Attar
Dalam perjalanan pulang, Attar tetap menjaga Zelle dengan baik. Dia mungkin terlihat ceroboh tetapi sebaliknya, dia sangat lembut dan dapat diandalkan.
"Kalau begitu biarkan aku mengantarmu pulang.Tidak aman bagimu untuk pulang sendirian, apalagi dengan tanganmu yang terbakar." Attar membuka pintumobil, dan meminta Zelle untuk masuk.
"Tidak, perlu. Aku bisa naik bus. Terima kasih Attar." Zelle tidak ingin orang lain tahu dimana dia tinggal.
"Baiklah. Aku akan pergi setelah kamu naik bus." Attar melihat bahwa Zelle sangat bertekad akan hal itu, jadi dia berhenti memaksa. Dia mengantar Zelle ke terminal. Setelah memastikan Zelle pergi, dia pun juga pergi.
Bersambung......
__ADS_1
Good Afternoon 🖤