Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab:11 Alya Kecewa Terhadap Alex


__ADS_3

Tiga hari sudah keluarga dari Alya menginap di rumah Alya. Dan nampak Bapak dari Alya bersama Wisnu pamit untuk pulang. Sementara sang Ibu dan Mila istri dari Wisnu masih ada di rumah Alya tidak ikut pulang ke kampung. Dan anak dari Wisnu pun Yana akan mulai kerja dua hari lagi jadi sementara tinggal bersama Alya di rumahnya.


"Wisnu, tidur di rumah Emak saja ya, temani Abah sementara Emak tinggal disini, mungkin 3 hari lagi baru Emak sama Mila pulang." ucap sang Ibu kepada Wisnu anak pertamanya itu.


Sang Nenek khawatir dengan sang cucu, anak dari Wisnu karena belum masuk kerja. Jadi setelah Yana masuk kerja dan berada di Mess baru sang Nenek dan Mila nanti akan kembali pulang ke kampung. Sementara Wisnu dan sang Bapak masih banyak urusan di kampung sana jadi mereka pulang duluan.


______


Hujan cukup deras mengguyur kota Bandung, tepat pukul 9 malam nampak sang suami dari Alya yaitu Alex belum kembali pulang. Alya mencoba menelepon sang suami namun ponselnya tidak aktif. Alya ingin menelepon suami karena ingin menitip membeli susu anaknya yaitu Amira.


Alya nampak melihat kalender yang dia lihat di layar ponselnya dan Alya terlihat nampak mengernyitkan dahi karena hari ini tepat masa gaji sang suami sudah lewat 3 hari. Tapi nampak setelah Alya mengecek saldo di rekeningnya belum ada saldo masuk dari sang suami. Sedangkan kebutuhan dia buat sehari-hari sudah habis. Alya pun dihinggapi rasa penasaran dan curiga. Kemudian dia mengirimkan sebuah pesan kepada teman suaminya Bram.


{'Mas Bram, maaf mau nanya, sedang bersama Mas Alex tidak? Apa di kantor Mas Alex gaji sudah keluar?"} tulis.pesan dari Alya dan nampak Alya berpikir kembali.


{"Mas Bram, saya kirim pesan jangan bilang sama Mas Alex ya!"} tulis kembali pesan Alya.


•••


Mungkin Alya takut jika dia memberikan pesan kepada Bram, Alex tahu dan ini akan menjadi pertengkaran antara dia dan Alex. Alya pun berpikir tidak biasanya Alex memberikan uang gaji kepadanya telat karena biasanya suka tepat waktu walaupun gaji yang diberikan oleh sang suami tidak banyak hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan kadang untuk beli susu anak pun kadang kurang atau tidak punya uang.


Tapi sang Ibu di kampung seakan mengerti kondisi dari anaknya tersebut kalau sang anak tidak diberikan gaji full oleh suaminya, jadi sang Ibu selalu memberikan uang lebih kepada Alya.

__ADS_1


_____


CEKLEK..


Nampak pintu dibuka oleh sang Ibu, dan nampak sang Ibu membawakan teh hangat untuk anaknya tersebut. Terlihat sang Ibu memandangi kedua cucunya yang sedang terlelap tidur dan selimut tebal pun seakan buat nyaman anak tersebut karena hujan diluar seakan buat badan terasa begitu menusuk tulang.


Sang ibu kemudian menatap Alya yang sedang melamun. Wajah Alya terlihat kusut seakan banyak pikiran. Sang Ibu pun seakan memberanikan diri untuk bertanya kepada sang anak, walau dalam hati kecilnya berpikir pasti sang anak sedang memikirkan sang suami yang belum pulang datang.


"Neng, kenapa belum tidur? Alex, mungkin lembur ya, karena sudah pukul 9 dia belum pulang, kan biasanya sore dia sudah pulang," ucap sang Ibu seakan dihinggapi rasa khawatir dan hujan pun semakin lebat nampak sang Ibu melihat dari arah jendela kamar. Angin diluar cukup kencang sehingga pohon mangga yang berada di teras pun daunnya berjatuhan.


"Iya, mungkin dia lembur Bu," jawab Alya.


____


Tiba-tiba sang Ibu mendekati Amira yang tengah tidur di dalam box dan tanpa sengaja dia melihat botol susu yang nampak kosong kemudian sang ibu mengambilnya dan setelah itu dia mengambil kaleng susu yang berada di atas meja rias. Niat dari sang ibu mau membuatkan susu buat sang cucu jadi kalau sang cucu bangun susu sudah tersedia dan Alya tidak perlu repot untuk membuatnya.


•••


"Loh, habis susunya, yang baru susunya kamu taruh dimana Neng, biar ibu bikinkan buat persediaan malam. Jaga-jaga nanti dia kebangun jadi tidak nangis," ucap sang Ibu.


Alya nampak dihinggapi rasa cemas karena susu sang anak habis dan dia tidak berani bilang terhadap sang Ibu. Alya berpikir jika dia bilang terhadap sang Ibu pasti jadi pikiran sang Ibu dan pasti sang Ibu akan langsung memberikan uang untuk membeli susu.

__ADS_1


Alya rasa cukup besar pengorbanan sang Ibu untuk dirinya. Sang Ibu selalu membantunya terus dalam masalah finansial dan sang Ibu memberikannya secara rutin dan jika Alya menolaknya pasti sang Ibu dan Bapak pasti marah karena mereka berdalih kehidupan Alya belum stabil seperti Wisnu sang Kakak. Yang lebih penting adalah sang Ibu melihat kondisi Alya yang diberikan resiko dapur pas-pasan oleh sang suami jadi keadaan ini yang membuat kedua orang tua dari Alya seakan prihatin.


____


"Habis Bu, Alya lupa tadi sore enggak beli. Tadinya mau beli tapi hujan deras jadi enggak jadi beli. Alya sudah telepon Mas Alex, tadinya mau nitip susu anak tapi ponselnya tidak aktif," ucap Alya.


"Neng, kenapa kamu biarkan susu sampai ludes begini. seharusnya sebelum habis ada persediaan stok di rumah. Gimana kalau anakmu ngamuk nanti malam enggak ada susu," jawab sang Ibu seakan mengkhawatirkan hal itu.


Sang Ibu terlihat menatap lekat ke arah sang anak. Dia seakan tahu isi hati dari sang anak bahwa anaknya tersebut sedang tidak mempunyai uang. Terlihat sang Ibu menghela napas secara perlahan lalu duduk di pinggir sang anak.


_____


"Besok beli susunya," sang Ibu kemudian mengambil uang dari dalam dalam dompet yang di simpannya di saku bajunya, uang tersebut nampak terlihat 2 lembar berwarna merah. Tadi setelah pulang dari mini market nampak sang Ibu masih menyimpan dompet tersebut jadi belum.dia simpan dompet tersebut. Terlihat Alya menolak uang pemberian dari sang Ibu. Namun sang Ibu dengan cepat menyimpan uang tersebut di bawah bantal Amira.


"Jangan menolak rezeki karena tidak baik," ucap sang Ibu.


Nampak Alya terlihat gusar dan dihinggapi rasa malu karena dia berpikir selalu menyusahkan sang Ibu dan sampai saat ini dia belum memberikan sesuatu yang bernilai kepada sang Ibu. Beda dengan sang Kakak Wisnu, dia selalu memberikan sesuatu kepada sang Ibu. Entah itu berupa barang atau pun uang walau sang Ibu tidak berharap diberi oleh sang anak.


Alya pun sebenarnya mampu memberikan barang atau uang seperti sang Kakak jika sang suami bersikap jujur dalam masalah keuangan atau tidak pelit dan perhitungan.


"Sebenarnya aku malu oleh Emak karena Emak selalu memberikan uang, seharusnya aku sebagai anak memberikan uang lebih kepada Emak namun ini sebaliknya malah aku yang diberikan uang lebih sama Emak, padahal aku sudah mempunyai suami," gumam hati Alya.

__ADS_1


Alya terlihat sedih dia berandai-andai, sang suami memberikan uang lebih terhadap dirinya mungkin dia akan bisa memberikan juga sekedar untuk beli sembako kepada sang Ibu. Walau sang Ibu keadaannya lebih. Tapi mungkin itu suatu hal yang buat Alya bahagia jika dapat memberikan uang atau sesuatu barang yang buat sang Ibu bahagia.


Bersambung...


__ADS_2