
Percekcokan pun terjadi di antara Alex dan Alya. Sang istri sepertinya sudah tidak bisa lagi membendung rasa amarahnya terhadap sang suami. Untung diluar hujan begitu deras jadi pertengkaran dan adu mulut antara Alex dan Alya pun tidak terdengar keluar rumah. Amira pun yang sedang terlelap tidur nampak terbangun karena mendengar tangisan sang Mama yang terdengar sesunggukan.
"Suami pulang kerja bukannya di sambut dengan senyuman. Ini malah menyudutkan dan membahas yang tidak penting," tegas Alex dihinggapi rasa kesal terhadap sang istri.
"Aku rasanya sudah tidak kuat lagi Mas, kalau kamu terus menerus selingkuh. Kita cerai saja," ucap Alya dengan lantang.
_______
Bagi Alex ucapan Alya yang meminta kata cerai ini untuk yang kesekian kalinya karena terlalu sering Alya mengucapkan kata tersebut. Jadi Alex menanggapi dengan santai saja.
"Kamu ingat anak-anak kamu masih kecil. Tidak mudah untuk bercerai mereka masih butuh sosok Ibu dan Bapak," jawab Alex.
"Tapi aku sudah tidak nyaman dengan kamu," Alya memberikan jawaban.
"Aku mau pindah tempat kerja otomatis aku tidak akan bertemu lagi dengan Diana dan aku akan mencoba melupakan sosok dia. Lagian aku dengan Diana belum memulai perselingkuhan dan anggap saja kemarin aku khilaf," Alex seakan meyakinkan Diana bahwa dia akan berusaha lebih baik lagi kedepannya nanti.
_______
Alya terlihat membuang napas kasar, dia pun seakan ragu dengan janji manis dari suaminya tersebut. Alya terlihat membuka pesan yang masuk, disana Bram menuliskan sebuah pesan bahwa Alya coba bersabar dulu terhadap suaminya siapa tahu Alex berubah.
"Saat ini keberuntungan tengah berpihak dengan kamu dan semoga kamu puas karena untuk terakhir kalinya, aku memaafkan kamu," ucap Alya tersenyum sinis.
Alex langsung memeluk tubuh Alya seakan tidak kuasa menahan rasa bahagia karena sang suami memanfaatkan dirinya. Tapi dengan cepat Alya melepas pelukan dari sang suaminya itu.
"Lepas Mas," ucap Alya.
Lalu dengan cepat dia menyeret langkah kakinya menuju kamarnya. Alya nampak menitikkan air mata dalam hatinya berbisik. Mengapa dia selalu luluh dengan kata maaf sang suami hanya demi anak-anak yang masih butuh belaian kasih sayang kedua orang tuanya. Alya mengunci kamarnya itu dia seakan tidak mau untuk tidur bareng dengan sang suami malam itu karena ingin menenangkan pikirannya sendiri dulu.
__ADS_1
_____
"Alya, semoga kamu tidak bosan untuk menerima kata maafku. Andai kamu memberikan aku kenyamanan mungkin aku tidak pernah mengulangi perselingkuhan ini," gumam hati Alex.
Alex beberapa minggu ini tidak merasakan tubuh hangat sang istri karena sang istri seakan malas untuk melayani sang suami. Alya berpikir sang suami sudah merusak semuanya, mahligai rumah tangga dia. Jadi untuk sekedar bermesraan dengan sang suami rasanya malas untuk dilakukan Alya sang istri.
______
Pukul 8 malam hujan nampak reda Alex berjalan keluar teras rumah. Dia terlihat melamun seakan mengingat lagi kejadian yang di alaminya barusan. Pertengkaran dengan Alya sang istri, dan kejadian tadi siang. Dia membuang napas kasar dan memijit pelipisnya.
"Nak, Alex," tiba-tiba Alex di kagetkan dengan suara sang tetangga yaitu Bu Wina yang memangil namanya.
Alex sontak terkejut karena begitu cepat kedatangan Bu Wina yang tengah berada di belakangnya sambil membawa pisang goreng hangat.
"Bu Wina," ucap Alex terlihat gugup karena dia sedang melamun.
_______
DEGH...
Nampak Alex terkesiap dengan apa yang di ucapkan dari mulut Bu Wina. Antara rasa malu dan gugup campur menjadi satu. Dalam hati Alex berpikir kalau memang yang di ucapkan oleh Bu Wina benar adanya yaitu Diana sudah bicara kepada Bu Wina tentang kejadian tadi siang, betapa malu hatinya karena rasa suka dia terhadap Diana, anak dari tetangganya itu kini diketahui oleh Bu Wina saat ini.
"Ibu paham dengan kondisi kamu!" Bu Wina menepuk pundak Alex.
Sontak Alex seakan tidak paham dengan apa yang di utarakan oleh Bu Wina itu. Apa mungkin Bu Wina sudah memahami jika Alex merasa kurang nyaman dengan Alya dan dia lampiaskan kepada Diana. Tapi mengapa Bu Wina seakan tidak ada rasa kecewa dan marah sedikitpun terhadap dirinya yang sudah salah mencintai anaknya karena Alex sudah mempunyai pasangan yaitu Alya.
______
__ADS_1
"Maafkan aku Bu, yang telah berani menyukai anak Ibu. Tapi,,,," ucap Alex menggantung.
"Ibu paham, kalau menurut Ibu wajar kamu menyukai anak Ibu karena dia cantik dan pandai membawa suasana. Tapi Ibu yakin kamu menyukai anak Ibu sebatas suka sebagai adik tidak lebih dari itu," sang tetangga yang bernama Bu Wina seakan mencoba menenangkan hati Alex.
Tapi sebenarnya di dalam hati lubuk paling dalam, Bu Wina mengatakan. Mungkin jika Alex menyukai Diana akan lebih mudah bagi dia untuk meminjam uang karena kondisi keadaan ekonomi dia sedang tidak stabil.
________
"Nak Alex sekali lagi maafkan Ibu kalau selama ini Diana merepotkan kamu karena selalu pergi dan pulang bareng kerja bersama kamu. Mungkin sekarang waktunya tidak tepat untuk bicara dengan istrimu Alya. Pasti besok Ibu akan meminta maaf sama istrimu." ucap Bu Wina.
Bu Wina pun meminta agar Alex dapat membujuk Alya agar dia mau menerima Bu Wina lagi sebagai pengasuh untuk anak-anaknya. Selain dia butuh uang, dia pun merasa kehilangan anak-anak dari Alya kalau sampai di asuh oleh orang lain, selama Alya bekerja. Walau dalam diri Bu Wina ada niat licik untuk bisa meminjam kembali uang dari Alex yang selalu mengikhlaskan untuk tidak dibayar kalau meminjamkan uang.
________
"Bu, saya hanya kasian saja sama Diana. Bagaimana kalau dia ambil motor saja dan saya hanya bisa meminjamkan uang untuk uang muka saja mungkin cicilannya yang bayar Diana sendiri." ucap Alex secara perlahan kepada Bu Wina.
Alex pun merasa iba dengan kondisi keadaan keluarga Bu Wina. Jika nanti dia tidak bareng lagi pergi dan pulang bekerja dengan Diana. Sementara anak dari Bu Wina harus memakai kendaraan umum itu akan menghamburkan uang dan waktu tidak efektif.
Nampak terlihat muka dari Bu Wina tersenyum lebar. Dia seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi tatkala sang tetangga itu menawarkan uang muka untuk motor cicilan, walaupun cicilan motor perbulan nantinya dibayar oleh sang anak.
_______
"Aku ambil saja untuk uang mukanya dan pasti nanti kalaupun aku membayarnya kemungkinan besar Alex tidak akan menerimanya," gumam hati Bu Wina tersenyum puas.
"Gimana Bu, dengan tawaran saya? Apakah Diana mau kalau uang muka untuk cicilan motor saya pinjamkan," tanya Alex menatap Bu Wina sambil melirik ke arah dalam rumah karena takut Alya tiba-tiba datang.
"Pasti Diana, mau." dengan cepat Bu Wina menjawab.
__ADS_1
Bersambung...