Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 71 Alya Jatuh


__ADS_3

Alex nampak tidak terima dengan sindiran Rani sahabat istrinya itu. Rani seakan menyudutkan dan menyinggung masa lalunya. Terlihat sorot mata Alex menatap tajam kepada sahabat istrinya itu dan Rani dengan santai dia menanggapinya. Tidak ada rasa gugup atau takut sedikitpun terhadap Alex. Alya pun merasa dihinggapi rasa serba salah dengan kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu.


Alex yang notabene suaminya yang wajib dia patuhi dan Rani sang sahabat yang wajib dia hargai keputusannya. Karena bagaimanapun Rani sudah sangat dekat dan kedekatannya seperti seorang kakak sendiri.


"Al, kamu harus berani tegas sama suami kalau suami kamu mencemburui kamu. Sementara kamu tidak melakukannya dan dia masih tetap ngotot dengan ucapannya itu benar. Padahal ucapannya hanya isapan jempol belaka. Lebih baik kalau menurut aku kamu mundur saja dari dia. Mungkin dia sudah tidak sayang sama kamu buktinya dia tidak percaya sama kamu," sindir Rani seakan memanasi keadaan.


Rani berucap seperti itu semata-mata agar ingin sahabatnya itu tidak di jajah terus oleh suaminya yang selalu memperlakukan sang istri dengan seenaknya.


"Diam kamu Rani!" nada suara Alex keras dengan mata merah menyala.


______


DEGH .


Sontak Rani dan Alya terkejut karena Alex sudah terpancing emosinya yang mengakibatkan dia tidak nyaman dengan apa yang di ucapkan oleh Rani sahabat dari istrinya tersebut.


"Ran, sudah diam jangan bicara lagi," bisik Alya kepada Rani.


"Kamu cinta mati ya, sama suami kamu. Jelas-jelas dia salah. Aneh kamu Al, ngapain selama ini kamu curhat sama aku kalau akhirnya kamu ngeyel gak mau dengerin saranku," Rani terlihat kecewa kepada sahabatnya itu.


Rani menghela nafas panjang kemudian dia pun berlalu dari hadapan Alex dan Alya. Nampaknya dia akan pamit pulang ke rumahnya. Sontak Alya pun mengekor dari arah belakang menuju arah teras rumah. Terlihat Alya menepuk punggung Rani secara perlahan.


_____


"Ran maafkan aku, bukan maksud aku tidak mau denger saranmu. Terima kasih kamu selalu ada untukku tapi kali ini aku benar-benar di posisi yang sulit." ucap Alya seakan menghalangi langkah Rani yang akan berlalu keluar halaman.


"Kamu mulai hari ini jangan lagi cerita masalah kamu kepadaku Al," ucap Rani sambil melengos dari hadapan sahabatnya itu. Dengan cepat Alya menggenggam tangan sang sahabat dan menitikkan air mata. Kemudian Alya pun memeluk erat sang sahabat dengan erat. Terdengar Alya sesunggukan menangis yang mengakibatkan rasa iba dari hati sahabatnya itu. Rani pun seakan luluh dengan tangisan Alya. Rani kemudian membalas pelukan erat dari Alya.


"Sabar kamu Al, maafkan aku. Saat ini aku begitu peduli dan sayang sama kamu. Tapi kamu mengapa tidak merasakan hal itu," bisik Rani menatap lekat dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


_____


Alya nampak menggelengkan kepalanya seakan ingin bicara dan maksud Alya bukan seperti itu yang terjadi.


"Aku ngerti kok, apa yang kamu maksud Ran. Kamu sangat peduli sama aku. Makannya kamu tadi bicara seperti itu terhadap suamiku," ucap Alya menatap sahabatnya dengan lekat.


Rani pun akhirnya pulang karena dia tidak enak oleh Alex suami dari sahabatnya itu.


"Aku pamit Al, maafkan aku ya," ucapnya.


Alya hanya tersenyum sedih saat sahabatnya itu berlalu dari hadapannya. Nampak Bu Wina dan Diana yang akan pergi dari rumah, mengintip di teras rumahnya tatkala melihat Rani dan Alya sedang menangis. Bu Wina tersenyum licik sepertinya dia puas dengan melihat kejadian tersebut. Alya sedih karena rumah tangganya di ambang kehancuran.


"Ayo, Bu! Jangan liatin terus mereka yang sedang sedih," sindir Diana kepada sang Ibu. Bu Wina hanya tertawa terkekeh. Mereka pun berlalu dari teras rumah mereka dengan memakai sepeda motor.


_____


Beberapa menit kemudian.


"Kamu pergi saja sendiri dan anak-anak tinggal disini saja," jawab Alex.


Sontak mata Alya terbelalak sepertinya dia terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami bahwa dia boleh pergi. Tapi anak- anaknya tidak boleh dibawa olehnya dan di suruh tinggal diam di rumah saja.


"Maksud kamu apa Pah! Enak saja aku pergi sendiri, pasti aku pergi akan bawa anak-anak," jawab Alya kesal.


"Anak-anakmu adalah anak-anak aku juga. Jadi aku berhak untuk bersama mereka juga," jawab Alex


"Tidak kalau anakku harus dalam asuhanmu!" tegas Alya.


"Nanti Ibuku yang urus mereka nunggu mereka disini selama ku kerja," jawab Alex.

__ADS_1


_____


Alya pun bersikukuh untuk mempertahankan sang anak agar bisa bersama dia. Sepertinya dia tidak rela juga jika anak-anaknya di asuh oleh Ibu mertua yang teramat cerewet dan buat anak-anaknya tidak nyaman. Alya pun berucap kepada Alex dia akan menelepon sang Bapak agar bisa menjemputnya sekarang juga ke rumahnya.


"Kamu jangan ngaco! Pokoknya anak-anak jangan dibawa." ucap Alex kembali.


Dia tidak mau jika Bapaknya Alya datang kemudian dia nanti menjemput Alya juga kedua anaknya itu. Sedangkan Alex sangat menyayangi anak-anaknya. Meskipun dia sudah melakukan perselingkuhan beberapa kali terhadap wanita lain. Tapi rasa sayang yang tulus Alex terhadap anaknya sungguh tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.


Alex kemudian menyambar ponsel yang kini tengah di pegang oleh Alya karena takut Alya benar-benar nekat menelepon Bapaknya.


"Serahkan ponsel itu!" teriak Alya kesal.


"Tidak, pasti kamu nekad akan menelepon Bapak kamu dan akhirnya ngadu sama Bapakmu bahwa rumah tanggamu denganku sedang ada masalah lagi," jawab Alex.


______


Alya terlihat merebut ponselnya dari genggaman tangan sang suami. Tapi sang suami memegang erat ponsel tersebut. Tarik menarik ponsel terjadi antara sepasang suami istri tersebut. Akhirnya karena dorongan kuat dari sang suami nampak Alya terpeleset kakinya dan akhirnya terjatuh. Kepala Alya membentur ujung meja kayu yang mengakibatkan pelipisnya luka dan berdarah. Nampak Alex terkejut dengan sang istri yang bercucuran darah.


"Al, kamu tidak apa-apa," ucap Alex gugup.


Alex pun nampak panik dan dia dengan cepat membawa Alya kedalam mobil. Dan di tengah kepanikannya terlihat Pak Hasan baru datang turun dari motornya. Alex pun meminta pak Hasan untuk menemani anak-anaknya di rumah karena dia akan membawa Alya ke rumah sakit.


"Pak, tolong saya. Anak-anak sedang ada di dalam. Jaga mereka sebentar karena aku akan bawa Alya ke rumah sakit," ucap Alex.


Terlihat Pak Hasan gugup karena melihat Alya keningnya bercucuran darah dan muka dari Alya pucat pasi. Pak Hasan nampak menganggukkan kepalanya.


"Ada apa dengan Alya!?" tanya Pak Hasan dengan bibir yang bergetar.


"Alya jatuh Pak, pelipisnya kena ujung meja," jawab Alex sambil memasuki mobil.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2