Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 72 Alya Hamil


__ADS_3

Nampak Alex mengelus rambut sang istri secara perlahan di dalam mobilnya sambil berucap tenang dan sabar karena sebentar lagi akan tiba di rumah sakit. Peluh pun bercucuran di kening Alex, terlihat dia sangat gugup dan khawatir kepada sang istri dengan keadaannya.


"Mah, sabar dan tenang. Maafkan Papa," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Alya hanya menganggukkan kepalanya dan Alex pun memberikan minum air mineral kepada istrinya yang berada di dalam botol. Terlihat Alya pun meminum air tersebut. Tatapan Alex kepada sang istri buat Aya nyaman dan merasa tenang karena dia terlihat penuh rasa khawatir dan begitu perhatian dan dalam hati Alya pun berpikir. Inilah yang di inginkan dirinya, bahwa suami bertanggung jawab dan perhatian terhadapnya dengan tulus dan penuh perhatian.


____


Beberapa menit kemudian.


"Alhamdulillah sudah sampai," ucap Alex setiba di depan rumah sakit.


Alex pun menurunkan sang istri dari dalam mobil untuk menuju ke dalam rumah sakit dan langsung Alya pun mendapatkan perawatan insentif dari pihak rumah sakit. Alex menggenggam erat jemari tangan sang istri dan matanya berkaca-kaca. Berkali-kali dia berbisik meminta kata maaf kepada Alya.


"Sudah Pah, Mama pasti baik-baik saja dan Mama sudah maafkan kesalahan Papa," Alya tersenyum ketika memasuki ruangan dokter.


______


Setengah jam kemudian.


Alya terlihat sudah di obati oleh sang dokter pelipisnya yang tadi berdarah dan nampaknya Alya sudah tidak pucat lagi wajahnya. Hal ini membuat hati Alex tersenyum bahagia.


"Selamat ya, istri anda hamil." ucap sang dokter tersenyum ramah kepada Alex.


"Ha-hamil! Maksud dokter," ucap Alex terlihat gugup dan bibirnya bergetar seakan tidak percaya dengan apa.yang di ucapkan oleh sang dokter tersebut bahwa istrinya tengah mengandung.


"Iya, Pak. Istri Bapak sekarang tengah hamil dan kehamilannya baru berjalan satu bulan," ucap sang dokter kembali.


_____


Nampak Alya dan Alex saling bertatapan. Mereka pun seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang dokter bahwa istrinya sedang hamil. Dalam hati Alex berpikir pantesan istrinya akhir-akhir ini merasa mual, pusing juga mukanya pucat. Tingkat emosi pun selalu memuncak, ternyata Alya sedang hamil. Begitu pun dengan Alya yang pikirkan saat ini sedang memikirkan kondisi badannya yang mulai tidak stabil.


"Mah, kamu hamil lagi," ucap Alex dengan lirih. Alya hanya mengusap perutnya seakan tidak percaya karena dia pun tidak merencanakan kehamilannya.

__ADS_1


Sang dokter pun memberikan beberapa resep obat untuk Alya agar dia pikirannya tenang dan kesehatan bayi dalam perut sehat.


Setelah semuanya beres Alya pun dan Alex keluar ruangan.


______


Di dalam mobil.


Nampak Alya melamun dengan keadaan dirinya yang tengah hamil. Dia berpikir apakah dengan dia hamil lagi, mungkin ini jawaban sang suami akan berubah sifatnya karena akan mempunyai lagi tanggung jawab yang besar karena anak bungsu mereka Amira yang masih belum genap 2 tahun.


"Aku ragu," ucapnya pelan.


"Ragu kenapa Mah?" jawab Alex


Sontak Alya terkejut karena dia barusan berucap sangat pelan dan spontan. Dia berucap berharap tidak terdengar oleh sang suami. Tapi nyatanya ucapannya tersebut terdengar oleh sang suami. Alya nampak tidak menjawab dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami.


"Mah, tidak apa-apa anak itu titipan yang maha kuasa, kita jaga dan rawat. Meskipun Mama berpikir masih ada anak kita yang kecil yang perlu perhatian." Alex mencoba menenangkan hati sang istri sambil menggenggam erat jemari tangan sang istri. Alex kemudian mencium lembut kening sang istri.


____


"Aku bahagia dengan kamu hamil lagi dan aku akan memberitahu kabar gembira ini kepada Ibuku," ucap Alex antusias.


Nampak Alex dan Alya masih di parkiran dan belum mengemudikan mobilnya. Terlihat Alex sedang menelepon sang Ibu dan memberi tahu bahwa menantunya kini tengah hamil lagi.


{"Apa! Alya hamil lagi. Apakah dia becus untuk mengurus lagi anak!?"} ucap sang Ibu di sambungan teleponnya.


Terdengar jelas di kuping Alya suara dari sang Ibu mertua. Sungguh ucapannya itu terasa menusuk hatinya. Betapa tajam ucapannya itu sangat menyinggung perasaan hati Alya. Dalam hati Alya berpikir mengapa sang Ibu mertua begitu benci terhadap dirinya. Nampak Alex menatap Alya dan dia pun seakan tahu betapa hancur hati dan perasaannya sang istri tatkala mendengar ucapan dari Ibunya itu.


______


"Aku salah, mengapa aku menelepon Ibuku kalau ternyata perkataannya sangat menyakiti hati istriku," gumam hati Alex menghela nafas secara perlahan.


Terlihat Alya terisak tangis seakan tidak kuasa mendengar perkataan sang Ibu mertua yang mengatakan bahwa dia tidak pandai mengurus anak. Nampak Alex mencoba menenangkan hati sang istri dan membelai lembut rambutnya. Suara tangisan dari Alya pun nampak terdengar oleh sang Ibu mertua.

__ADS_1


{"Istrimu nangis dia, mungkin dia menyadari tidak mampu mengurus cucu. Sudahlah anakmu yang dua akan Ibu urus, biar dia yang sedang hamil tidak terganggu dengan kedua anaknya,"} sindir sang Ibu dari Alex


{"Bu, jangan ngomong begitu. Ya, sudah Alex tutup teleponnya,"}


TUT...


TUT...


TUT....


_____


Sambungan teleponnya nampak di tutup oleh Alex karena dia sudah tidak tahan dengan ocehan sang Ibu yang menyudutkan istrinya terus. Alex berpikir dalam hatinya dia menyesal sudah menelepon sang Ibu. Alex berpikir sang Ibu akan senang jika mendapatkan kabar bahwa Alya atau sang menantu hamil lagi. Tapi diluar dugaan dia ternyata sang Ibu malah memojokkan sang istri dan Alex sungguh tidak bisa menerima hal tersebut.


"Mah, maafkan ucapan Ibuku ya," ucap Alex seakan menyesali dirinya sendiri.


Alya nampak hanya menganggukkan kepalanya dan dia juga tidak habis pikir mengapa sang Ibu mertua tidak sedikitpun punya rasa perhatian dan sayang kepada dirinya.


______


TING...


Tiba-tiba pesan masuk ke ponsel milik Alex dan di layar ponsel terlihat sang Ibu memberikan sebuah pesan yang bertuliskan dia akan membawa kedua cucunya untuk di asuh olehnya, karena dia tidak percaya kalau Alya atau sang menantu mampu mengasuh anaknya.


{"Selama ini anakmu akrab dengan tetanggamu Bu Wina dan Diana anaknya. Malah ibu lebih percaya dengan Diana. Terlihat cara mengasuh anak dia sangat telaten di banding dengan istrimu itu,"} tulis pesan sang Ibu.


Sontak Alex dengan cepat memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya karena menurutnya, pesan itu sungguh membuat hati Alya sakit jika Alya membaca pesan tersebut.


"Itu pesan dari Ibu ya? Dia tulis pesan Pa Pah?" tanya Alya penuh curiga menatap lekat kepada Alex sang suami.


"Ng-nggak apa-apa kok, nanyain kabar cucunya," jawab Alex dengan gugup.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2