
Sang Bapak meraih tangan Diana secara kasar, tatkala sang anak tengah memasuki ke dalam rumah. Mata sang Bapak melotot seakan ada rasa kesal disana. Sang Bapak mencoba menahan rasa marah yang kian memuncak.
"Duduk kamu!" perintah sang Bapak dengan telunjuk mengarah ke sang anak yang pandangan matanya menunduk seakan tidak kuasa untuk menatapnya.
Kemudian Diana duduk dengan rasa hati yang tidak karuan, dalam hatinya berpikir. Kemanakah Ibunya nampak sepi tidak ada di rumah, dia berharap sang Ibu datang menemani tatkala dia sedang di sidang oleh Bapaknya.
Kebetulan tadi Bu Wina pergi keluar bersama Amira ke warung dan kebiasaan dari Bu Wina kalau sedang membawa Amira ke warung selalu lama. Selain mengajak anak tersebut itu jajan beli kue juga ngerumpi dengan sang pemilik warung.
"Kamu pasti mencari Ibumu dan minta perlindungan kepada Ibumu!" sindir sang Bapak dengan pandangan mata mendelik karena terlihat kedua bola mata Diana berselancar ke tiap sudut ruangan.
_____
"Maaf, Pak! Maafkan Diana," ucapnya dan hanya kata itu yang terucap dari bibir mungil sang anak.
Kata maaf dari sang anak seakan menambah rasa kesal dari sang Bapak, secara tidak langsung berarti dia sudah mengakui kalau sang anak telah melakukan kesalahan.
"Berarti kamu mengakui bahwa kamu itu salah!" bentak sang Bapak.
Diana hanya menganggukkan kepalanya dan terlihat dia mempermainkan jemari tangannya dengan erat dan menggenggamnya seakan ada rasa gelisah terlihat disana.
"Apa kamu tidak punya perasaan terhadap Alya yang sudah kamu anggap sebagai Kakak kamu sendiri?" tanya sang Bapak menatap lekat ke arah sang anak.
"Maaf Pak, Diana hanya mau mengantar Mas Alex keluar kota dan lumayan kan dia selalu kasih uang tips, lagian tadi Mas Alex sudah ijin ke Bos nya Diana, kan Bapak tahu Bos nya Diana adalah temannya Mas Alex," jawabnya gugup.
______
Sang Bapak nampak seperti sedang mengernyitkan dahi, karena apa yang baru saja di ucapkan oleh sang anak dengan pesan yang di sampaikan sang anak tadi di ponsel sang Ibu sangat beda.
__ADS_1
"Bukannya tadi kamu bilang sama Ibumu bahwa kamu akan bermain dengan Alex bukan untuk urusan pekerjaan," selidik sang Bapak.
"Enggak Pak, sebenarnya Diana mau pergi antar Mas Alex urusan kerja," Diana nampak membela diri.
"Jadi maksud kamu apa! Kamu mau bohongi Ibu kamu begitu, kamu pikir bahwa kamu bisa menjerat hari Alex karena kamu sudah pandai bisa pergi berduaan dengannya," kembali sang Bapak memojokkan sang anak.
______
Diana pun menggelengkan kepalanya seakan dia di pojokan sama sang Bapak dan dia pun berpikir. Kenapa sang Bapak bisa tahu maksud dengan apa yang akan dia rencanakan kepada sang Ibu, bahwa dia memang ingin di pandang lebih cekatan bisa mengambil hati Alex.
"Kamu keluar kerja!" pinta sang Bapak.
"Maksud Bapak apa sih," jawab Diana dengan dihinggapi rasa terkejut dan penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh sang Bapak barusan.
"Kalau kamu bekerja sepertinya banyak kesempatan untuk bertemu dengan Alex dan kamu pandai bersandiwara," ucap sang Bapak.
"Tidak, kalau aku keluar kerja tidak mungkin Pak, karena aku pun harus bayar cicilan motor, beli kebutuhan aku," jawabnya seakan tidak menerima dengan keputusan yang diambil oleh sang Bapak.
______
Tanpa sepengetahuan sang istri ternyata Bapaknya Diana mulai minggu depan sudah memulai usaha. Jadi barang dagangan semua akan datang ke rumahnya dan sistem penjualan bersifat online. Dan sang Bapak berencana barang tersebut juga akan dia pasarkan ke sebuah pasar dan toko.
"Kalau aku hanya kerja di rumah mungkin suntuk dan aku tidak bisa bertemu dengan Alex dan tidak bisa berkumpul lagi dengan teman-teman," gumam hati Diana.
Nampak dari raut muka Diana menampakkan rasa tidak sukanya dengan keputusan yang di ambil dari sang Bapak. Diana nampak cemberut dan tanpa memberikan reaksi sedikitpun dengan usaha yang akan di jalankan kedepannya seperti apa.
_______
__ADS_1
"Kamu tidak senang dengan keputusan Bapakmu!?" sang Bapak terlihat kecewa karena nampak sang anak tidak memberikan reaksi rasa gembiranya.
"Diana belum bisa jawab Pak, karena yang di inginkan Diana hanya ingin kerja keluar rumah," jawabnya memberikan alasan.
"Sudah kamu jangan membantah perintah Bapakmu, kamu nurut saja dengan keputusan yang sudah Bapak berikan," jawab sang Bapak sambil melengos dari hadapan sang anak menuju teras rumah.
_____
Sang Bapak nampak merebahkan tubuhnya di kursi teras. Pikiran seakan tidak karuan karena memikirkan tingkah polah sang anak yang tidak mau di atur.
Tiba-tiba sang istri datang dan tatkala melihat sang suami seperti dihinggapi rasa kesal. Nampak sang istri pun bertanya kepada suaminya tersebut.
"Pak, ada apa?" tanya sang istri menepuk pundak sang suami dengan lembut dan nampak Bu Wina sambil menggendong Amira yang nampak anak tersebut sepertinya mau tidur karena kelelahan sudah di ajak bermain oleh Bu Wina.
Sang Bapak pun mencoba menghela nafas panjang kemudian dia menceritakan semuanya kepada sang istri. Mulai dari pesan masuk tadi dari Diana dan akhirnya Diana pulang dan membicarakan usaha yang akan dia bina kedepannya seperti apa.
Nampak Bu Wina pandangan matanya mengarah ke dalam rumah dan sepertinya dia sedang melihat keberadaan sang anak sedang apa di dalam rumah. Bu Wina seperti dihinggapi rasa khawatir kalau sang anak kembali di tampar pipinya oleh suaminya itu.
_______
"Kamu malah mencari keberadaan anakmu. Kalau suami sedang bicara beri tanggapan bukannya seakan tidak peduli. Memang ya, kelakuan kamu sama saja seperti dengan anakmu. Sama-sama keras kepala dan tidak mau di atur," sindir sang suami.
Bu Wina nampak seperti dihinggapi rasa malu dengan sindiran dari sang suami. Terlihat dia gugup dan mencoba menahan rasa tersebut. Dalam hatinya berpikir dia tadi sangat teledor, kenapa ponselnya dia simpan dimana saja dan tidak dia amankan jadi sang suami membaca pesan masuk yang di berikan oleh anaknya itu.
"Iya, Pak, mending Diana keluar kerja saja biar fokus kerja usaha di rumah," ucapnya gugup.
Padahal dalam hati Bu Wina, sama seperti sang anak. Dia tidak mau jika anaknya harus kerja di rumah karena nantinya sang anak tidak bisa lagi bebas keluar rumah dan yang paling penting mungkin pertemuan dengan Alex tidak akan lagi intens terjadi.
__ADS_1
"Serius kamu bicara? Atau hanya omong kosong saja," sindir sang suami menatap tajam ke arah kedua bola sang istri karena nampak terlihat ada keraguan disana.
Bersambung...