
Jam menunjukkan pukul 7 malam dan nampak Alex baru datang bersama Diana. Mereka seakan tidak ada rasa salah dan terlihat Diana membawa 2 kresek. 1 kresek berisi susu dan 1 kresek lagi berisi makanan, entah itu apa tidak terlihat jelas oleh Alya mungkin itu cemilan makanan ringan.
"Mbak, ini susu nya," Diana menyerahkan susu untuk Amira kepada Alya dengan raut muka yang tersenyum lebar dan melirik Alex yang terlihat cengengesan.
Entah mengapa dada Alya terasa berdesir seketika tatkala melihat Alex sang suami dan Diana yang seakan tersipu malu. Dalam diri Alya dihinggapi rasa penasaran kepada kedua orang yang tengah mematung tepat di hadapannya itu.
______
"Jadi berapa Na?" tanya Alya menanyakan harga susu tersebut dan niat Alya mau menggantinya.
"Sudah, dibayarin sama,,," Diana melirik kepada Alex.
Sontak Alya mengernyitkan dahi dan seakan timbul rasa curiga karena barusan Diana bilang sudah di bayarin oleh Alex karena tatapan Diana mengarah ke arah Alex suaminya itu. Berarti Diana tadi belanja dengan suaminya ketika beli susu untuk Amira. Dan Alex pun seakan sudah mulai tahu situasi dia tidak mau sang istri curiga kalau sebenarnya dia bersama Diana sepulang kerja mampir ke Kafe untuk makan.
"Tadi pas pulang kerja aku sama teman pergi ke Kafe dan ketika berada di Kafe kebetulan Diana juga berada di Kafe itu bersama teman-temannya. Pas dia mau pulang aku pun sama mau pulang di Kafe itu, kemudian dia bilang kamu nitip susu untuk Amira. Ya, jadi sekalian saja aku temani Diana dan kita pulang bareng, betul kan Diana," Alex terlihat pandai sekali bersandiwara dan mengedipkan satu matanya seakan memberikan isyarat terhadap Diana.
"Iy-iya, Mbak," dengan gugup Diana menjawab.
_______
"Na, kamu sudah pulang!" teriakan Bu Wina di rumah sebelah seakan menyelamatkan Diana yang sedang dihinggapi rasa terkejut karena baru saja dia berbohong kepada Alya yang dia anggap sebagai kakaknya.
"Ya, Bu,,," jawab Alya.
Diana kemudian pamit kepada Alya dan Alex dengan hati yang gusar. Dalam hati Diana berpikir untung sang Ibu memanggilnya kalau tidak dia bisa gelagapan dengan pertanyaan Alya yang seakan mengintrogasi dirinya. Diana pun ketika keluar dari halaman rumah Alya terlihat menghela napas lega.
Arghhhh....
Terlihat Alya mengelus dada dan mukanya pucat dan perubahan ini nampak terlihat oleh sang Ibu. Terlihat sang Ibu dihinggapi rasa penasaran kepada sang anak. Terlihat sang anak belum masuk ke dalam rumah tapi dia nampak duduk di teras rumah dan pandangan matanya melirik ke arah dalam rumah kemudian dia menanyakan sang Bapak, apakah sudah pulang kerja atau belum.
"Kenapa kamu tumben nanyain Bapakmu, kan kamu tahu jadwal kerja Bapakmu tadi sore jadi Bapakmu baru pulang besok pagi," jawab sang Ibu.
__ADS_1
______
Nampak Diana bisa bernapas lega karena dia mau bicara kepada sang Ibu takut di dengar oleh sang Bapak. Diana kemudian menceritakan semuanya ketika sepulang kerja tadi siang karena hari sabtu jadi setengah hari dan dia langsung pergi bersama Alex jalan-jalan. Kemudian nongkrong di Kafe dan setelah itu belanja ke super market kemudian pulang ke rumah.
"Kamu ada-ada saja Nak," sang Ibu tertawa terkekeh.
Diana dihinggapi rasa heran mengapa sang Ibu tidak marah karena dia sudah berani pergi bersama Alex dan sungguh Diana tidak menyangka karena sang Ibu terlihat seakan mendukung jika Diana pergi bersama Alex. Apalagi dengan membawa makanan satu kresek itu dan terlihat sang Ibu mengeluarkan makanan yang ada di kresek tersebut. Terlihat ada beberapa kue kesukaannya. Dalam hati sang Ibu berpikir kenapa Alex tahu makanan kesukaannya itu.
"Ini yang pilih makanan kamu atau Alex?" tanya sang Ibu tersenyum menatap sang anak.
"Yang pilih Mas Alex sama aku," jawabnya.
______
Sang Ibu pun teringat bahwa dia pernah bicara kepada Alya tentang kue-kue kesukaannya dan mungkin Alya bercerita kepada Alex kesukaan kue yang disukai Bu Wina. Dan nampak Alex ingat dengan makanan kesukaan dari tetangganya itu.
"Memang baik, memang baik!" tersenyum lebar dan berlalu ke dalam kamar sang Ibu sambil membawa kresek.
_______
Sementara di teras rumahnya Alya, nampak Alya terlihat dihinggapi rasa curiga kepada Alex. Terlihat Alya cemberut duduk dan tidak sedikit pun menampakkan senyumnya.
"Mas, apa benar kamu tadi bertemu dengan Diana di Kafe jadi tidak sengaja kan, pergi ke Kafe dengan Diana?" tanya Alya dihinggapi rasa penasaran.
"Kan tadi sudah di jelasin aku pergi sama teman Al," jawab Alex tegas dan mencoba mengatur detak jantungnya yang mulai tidak beraturan karena dihinggapi rasa bersalah.
"Kenapa hatiku mengatakan tidak percaya," ucap Alya.
Nampak Alex menghela napas secara perlahan, dia pun seakan takut jika Alya mengetahui yang sebenarnya bahwa dia baru saja pergi bersama Diana acara makan.
______
__ADS_1
Tiba-tiba Ibunya Alex datang dengan membawa secangkir kopi panas untuk sang anak dan duduk di pinggir Alex. Kopi tersebut wanginya begitu menyeruak ke indera penciuman Alex dan Alex pun menyeruput kopi tersebut secara perlahan seakan ingin menenangkan pikirannya karena dia baru saja tengah berbohong pada sang istri.
"Suami datang itu cepat-cepat kasih minum bukannya diintrogasi tidak jelas," sindir sang Ibu mertua.
DEGH...
Sontak Alya terkejut dengan sindiran pedas yang muncul dari dang Ibu mertua tersebut. Dalam hati Alya berkata, mengapa selalu mencari kesalahan kecil dan menyindir dirinya. Alya nampak diam tidak melawan sedikitpun apa yang di ucapkan oleh sang Ibu mertua.
"Enggak kok Bu, Alya cuma nanya Alex pulang kerja lembur tadi mampir kemana, jadi bukan mengintrogasi Alex," jawab sang suami nampak masih membela sang istri di hadapan sang Ibu mertua karena Alex merasa iba dengan sang istri yang terlihat pandangannya menunduk seakan tidak bisa berkata apa-apa di hadapan mertuanya itu.
______
"Ya, sudah Bu, permisi Alya mau nyiapin makan buat Mas Alex" ucapnya dengan berlalu Alya masuk ke dalam dapur.
Terlihat sang menantu itu seakan malas untuk berselisih paham dengan sang Ibu mertua karena percuma jika dia bicara sang Ibu mertua selalu tidak mau kalah dan pada akhirnya akan terjadi percekcokan karena berselisih paham.
Alya nampak menyiapkan makan malam untuk suaminya dengan hati yang dihinggapi rasa gundah gulana.
TING ..
Tiba-tiba pesan masuk dari layar ponsel Alya dan nampak Bram memberikan sebuah pesan yang menanyakan kabar Alex. Apakah suaminya sudah datang atau belum dan Alya pun menjawab pesan tersebut dan mengatakan bahwa suaminya sudah kembali datang ke rumah baru saja.
{"Katanya kemana dia tadi? Terus pulang bareng Diana kan,"} pesan dari Bram membuat Alya pun seakan dihinggapi rasa kesal kembali karena tadi Alex nampak pulang bersama Diana meskipun Diana sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.
Alya pun menerangkan kepada Bram bahwa suaminya pulang bersama dengan Diana dan sang suami beralasan bahwa dia bertemu dengan Diana di sebuah Kafe ketika pulang kerja.
{"Lalu kamu percaya dengan semua itu!?"} tanya Bram dengan menambahkan emoticon senyum di akhir tulisan pesan tersebut.
Arghhhh...
Nampak Alya Nadira hanya menghela napas panjang.
__ADS_1