Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 38 Kecewa


__ADS_3

Alex meringis menahan rasa sakit karena baru saja sudah di tampar oleh sang Bapak. Alex terlihat menundukkan pandangannya seakan tidak bisa berkata apa-apa di depan Bapaknya itu.


"Masuk, kamu!" bentak sang Bapak mengajak Alex memasuki rumah.


Alex dadanya bergemuruh hebat, dan pikiran berkecamuk. Dalam hati dia berkata bahwa sang istri yang telah bicara semuanya. Alex pun seakan memendam rasa kesal dalam diri terhadap sang istri.


"Beraninya kamu Alya, bicara kepada Bapakku, masalah Diana!" gumam hati Alex.


______


Tiba-tiba sang Ibu datang dari dalam kamar, nampak dia seperti dihinggapi rasa heran terhadap sang suami dan sang anak yang diam membisu dan gestur tubuh yang seakan kaku dan dari keduanya dengan pandangan menunduk.


"Ada apa ini!?" tanya sang Ibu dihinggapi rasa heran dan penasaran, sambil menatap sang anak. Alex nampak seakan tidak berani menampakkan wajahnya. Dia seakan takut untuk mendongakkan kepalanya yang terlihat masih menunduk.


"Pak, ada apa ini!?" sang istri kemudian bertanya kepada sang suami karena nampak dari sang anak tidak ada jawaban yang pasti.


Sang Bapak terlihat menghela napas panjang, dia mencoba mengatur detak jantungnya yang mulai tidak beraturan karena baru saja dia menampar sang anak karena dihinggapi emosi yang meluap.


______


"Tanya sama anak kesayangan kamu Bu!" sang suami malah melempar jawaban.


Nampak Ibunya Alex seakan dihinggapi rasa bingung dan penasaran yang bertambah dengan jawaban yang tidak puas dari sang suami.


"Aku pusing! Ada apa sih, sebenarnya!" sang Ibu terlihat dihinggapi rasa kesal.


"Anakmu kembali berselingkuh dengan wanita lain! Memalukan!" tegas sang Bapak.


DEGH...


Sontak sang Ibu terkejut tatkala mendengar apa yang di ucapkan oleh sang suami bahwa sang anak kembali berselingkuh. Terlihat sang Ibu seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya itu. Kemudian sang istri menggelengkan kepala dan menatap lekat ke arah sang anak.

__ADS_1


______


"Apa itu benar Nak? Apa yang Bapak kamu ucapkan barusan. Ibu tidak percaya," ucap sang Ibu seakan ingin mendengar kejujuran dari mulut sang anak sendiri.


Alex hanya diam dan menggelengkan kepalanya. Dia pikir dirinya baru ingin memulai dekat dengan Diana belum ada hubungan apapun jadi wajar kalau dia mengelak itu semua.


"Kamu jangan bohongi Ibumu!" bentak lagi sang Bapak.


"Tenang Pak, jangan menyalahkan anak berselingkuh kalau tidak ada bukti. Bapak tahu dari mana kalau anak kita berselingkuh." bela sang Ibu.


______


Sang Bapak pun menceritakan semuanya bahwa sang anak saat ini tengah dekat dengan Diana dan cerita semua cerita yang dia dapat dari Alya. Sang Bapak ungkapkan semua dengan penuh emosi. Dan nampak sang Ibu terkejut dengan menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya apa yang di ucapkan oleh sang suami.


"Alya mengada-ada dan rasanya dia masih menyimpan rasa cemburu dan dendam terhadap Alex," sang Ibu pandangan matanya mendelik dan mengarah ke kamar sang menantu.


"Kamu panggil Alya kesini!" ucap sang Ibu kembali kepada Alex.


______


Pintu tiba-tiba terbuka. Ternyata tanpa di panggil oleh sang suami, Alya datang keluar dari kamar dan nampaknya dia sedari tadi sudah menguping dari dalam kamar. Mendengar semua obrolan mengenai dirinya.


"Saya sudah mendengar semuanya dan istrimu memohon sama kamu Mas, tolong kamu berkata jujur kepada kedua orang tua kamu. Bahwa kamu ingin memulai kembali berselingkuh!" Alya nampak ketika berucap matanya berkaca-kaca seakan ada air mata yang akan tertumpah ruah disana.


"Kamu jangan memojokkan anakku, Alya!" tegas sang ibu mertua dengan mata yang melotot


______


Sang Ibu mertua pun berkata bahwa itu hanya cerita bohong Alya saja karena Diana anak baik dan Alex pun sudah menganggap Diana sebagai adik. Jadi bagaimana mungkin kalau mereka akan menjalin hubungan asmara.


"Cukup! Cukup!" sang Bapak terlihat kesal dan emosi ketika berucap karena ketika berucap sang istri nampak seakan membela sang anak dan tidak mau kalah.

__ADS_1


"Pokoknya kamu jaga jarak dengan Diana. Walaupun kamu sudah anggap dia sebagai adikmu. Awas, jangan pernah kamu pergi bareng lagi untuk berangkat kerja." kembali sang Bapak terlihat dihinggapi rasa emosi.


______


Sang Ibu dan Alex pun terdiam seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dalam hati sang Ibu seakan dihinggapi rasa kesal terhadap Alya karena dia berpikir Diana adalah wanita baik dan tidak mungkin bermain api dengan sang anak. Meskipun Diana tidak ada rasa pun terhadap sang anak dan sang anak yang mencoba mengganggu Diana, sang Ibu berpikir itu tidak mungkin terjadi. Kebaikan yang selama ini di rasakan dari Diana dan Ibunya begitu terasa nyaman oleh sang Ibu dan menganggap sebuah rasa kekeluargaan.


Terdengar tangisan Amira di dalam kamar. Alya pun pamit untuk masuk ke dalam kamar kepada kedua mertuanya itu.


_______


"Pak, Alya mungkin masih cemburu kepada Alex jadi anak kita dekat dengan siapa saja selalu di curigai," ucap sang Ibu secara perlahan karena dia tidak ingin sang suami kembali marah jika dia berbicara keras.


Terlihat sang Bapak membuang napas kasar. Seakan sedang berpikir serius mengenai karakter anaknya yang dibilang selalu bermain wanita selain sang istri. Dan Alya, sang menantu yang selalu was-was terhadap sang suami karena berkali-kali selingkuh.


"Apa karena dihinggapi rasa cemburunya Alya yang teramat besar jadi dia mencemburui Diana!? Padahal antara anakku dan Diana tidak ada hubungan apa," gumam hati sang Bapak. Berbagai pertanyaan muncul hinggap dalam dirinya.


_____


Makan malam.


Nampak hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu terdengar di meja makan. Alya dan sang suami nampak tidak banyak kata begitupun dengan sang orang tua terdiam. Alya hanya mengaduk-aduk makanannya seakan tidak selera untuk makan.


"Al makan nanti kamu sakit," bujuk sang Bapak mertua. Terlihat dihinggapi rasa khawatir dengan kesehatan sang menantu.


Alya hanya menganggukkan kepalanya dan seakan menghargai Bapak mertua. Dia pun mencoba makan dan terlihat seakan terpaksa. Sang Ibu mertua melihat hal tersebut seakan mencibir karena menurut dia, Alya terlalu manja dan hal sepele tersebut terlalu dipikirkannya.


"Sudah, jangan banyak pikiran. Kalau kamu sakit yang repot suami kamu. Dan nanti kamu nyusahin Bu Wina atau Diana, bukannya kamu sudah benci sama mereka," sindir sang Ibu mertua seakan ingin membuat hati Alya terluka.


"Bu, sudah!" sang suami menatap kearah sang istri dan mengedipkan matanya pertanda obrolan jangan di lanjutkan karena nampak Alya tidak nyaman dengan perkataan yang barusan di ucapkan oleh sang Ibu.


Alya dadanya berdesir, entah harus bicara dengan siapa lagi dia saat ini tatkala banyak masalah yang hinggap melanda. Dia pun besok rasanya ingin bertemu dengan Bram untuk bercerita semuanya. Karena hanya Bram yang tahu semua tentang masalah sang suami dan dirinya. Sekalian Alya mau mengintrogasi Bram. Apakah benar Alex dan Diana selalu pergi bersama selama ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2