Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 19 Rasa Penasaran


__ADS_3

"Bu, kita kan punya utang kepada Alex, Bapak pusing mikirin bayarnya nanti pas awal bulan. Apakah gaji Diana dulu akan dibayarkan untuk utang kepada Alex?" tanya Pak Hasan.


Pak Hasan hanya buruh pabrik, gaji dia pun bulanan hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Itu pun terkadang kurang. Nampak Bu Wina tersenyum tipis dan mencoba meyakinkan sang suami agar jangan khawatir karena Alex sepertinya membebaskan utang tersebut. Sang suami pun seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang istri.


"Kata Alex gaji pertama Diana pakai saja untuk keperluan sehari-hari," jawab sang istri.


Bu Wina pun mencoba menerangkan kepada sang suami dengan apa yang tadi di ucapkan oleh sang anak dan nampak sang suami seperti dihinggapi rasa heran. Dia pun seakan tidak percaya, dan ini menjadi tanda tanya besar di dalam benak sang suami. Dan sang suami pun seperti mengira-ngira bahwa Alex ada rasa suka terhadap anaknya.


"Jangan-jangan Alex suka sama Diana, hehehe,,," goda sang suami. Dia pun ngomong spontan tanpa ada maksud apapun.


"Ya, sudah enggak apa-apa," jawabnya serius.


"Apa sih Bu, masa Alex sama anak kita yang benar saja!" jawab sang Bapak dengan tegas.


______

__ADS_1


Sang Bapak pun berpikir jauh dari pada Alex dekat dengan anaknya, alangkah lebih baik dekat dengan anak temannya yang punya konveksi yaitu Fahmi. Sang Bapak berpikir Alex adalah suami Alya, dan Alya sudah anggap seperti anaknya sendiri dan anak Alya pun semua sudah dekat pula dengannya merasa cucu sendiri.


Sementara Bu Wina entah mengapa dia seakan punya rencana ingin mendekatkan sang anak dengan Alex hanya karena masalah finansial semata. Keadaan perekonomian yang sulit yang kini tengah menghinggapi keluarganya seakan dia buta mata.


______


"Alex sepertinya suka sama anakku, mungkin dengan begitu aku bisa meminjam uangnya kali-kali," gumam Bu Wina.


Bu Wina pun berpikir Fahmi yang akan di jodohkan oleh sang suami ternyata keberadaannya sulit di tebak karena dia sangat sibuk kelihatannya. Jadi Bu Wina pun berpikir yang ada saat ini sesosok lelaki yang peduli hanyalah Alex, suami dari tetangganya itu. Entah mengapa Bu Wina berpikir sejauh itu padahal dia sudah menganggap Alya sebagai anaknya sendiri.


Ting ..


"Selamat malam,"


Sang Ibu pun seakan menerka bahwa Alex tengah memberikan perhatian terhadap sang anak, terlihat sang Ibu tersenyum sendiri seakan mengingat masa lalunya dulu. Ketika sang suami sedang melakukan pendekatan terhadap dirinya, sang suami selalu mengucapkan kata selamat malam dan ini pertanda sang lelaki mencari sebuah kesempatan agar sang wanita merasa di perhatikan.

__ADS_1


"Pesan dari siapa?" tanya sang suami melirik ke ponsel sang anak yang masih tergeletak di atas meja.


"Alex,,," jawab sang Ibu tersenyum.


______


Sang suami nampak mengernyitkan dahinya, dia berpikir dalam hatinya, mungkin sang istri senang jika sang anak dekat dengan Alex.


Tiba-tiba Diana datang dengan memakai baju tidur dan dia pun mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Terlihat Diana tersenyum tipis saat membaca sebuah pesan di layar ponselnya tersebut.


"Ada apa, Mas Alex ini kayak kurang kerjaan," ucapnya.


"kenapa Na?" tanya sang Ibu


"Ini loh Mas Alex mengucapkan kata selamat malam, hehe,," Alya tertawa terkekeh.

__ADS_1


Sang Ibu pun nampak melirik sang suami dan sang suami hanya diam dengan menghela napas panjang.


Bersambung...


__ADS_2