Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab 39 Alya Memergoki Alex Sedang Bersama Diana


__ADS_3

Pertemuan antara Alya dan Bram pun terjadi di sebuah Kafe dan hanya berdua saja. Sementara anak dari Alya di titipkan ke Rani sahabatnya. Alya sudah dua hari ini gak kerja dengan alasan cuti pergi ke rumah orang tuanya.


Alya beberapa kali membuang napas kasar dan raut wajahnya terlihat gelisah, tatkala mendengar pengakuan dari Bram bahwa sang suami Alex dan Diana selalu bareng bersama ketika istirahat kantor.


Bram nampak khawatir karena takut Alya bicara kepada Alex bahwa yang membongkar kedekatan Alex dan Diana adalah dirinya.


"Al, tapi kamu jangan bilang sama suami kamu bahwa aku yang ngomong kedekatan antara Diana dan Alex dari aku," ucap Bram.


Bram seakan menjaga pertemanan dengan Alex. Bram juga mengingatkan kepada Alya bahwa Alya harus menyelidiki dengan benar. Apakah mereka benar-benar tengah menjalin asmara atau belum.


______


Satu jam lebih mereka lalui obrolan yang buat Alya sesak di dada. Alya pun siang itu juga rasanya ingin memergoki sang suami tatkala istirahat bareng dengan Diana. Kebetulan pertemuan Bram dan Alya saat itu pukul 10 pagi dan Bram nampak ijin tidak kerja karena kurang enak badan. Tapi untuk bertemu dengan Alya dia paksakan ada waktu.


"Tapi kamu enggak apa-apa kalau aku ajak untuk ngikutin, kemana langkah pergi suamiku bersama Diana." ucap Alya.


Alya pun seakan tidak enak dengan bertemu Bram hari ini karena kondisi keadaan Bram sedang sakit. Itu pun pertemuan di sebuah Kafe dekat rumah Bram.


"Tidak apa-apa Al, aku kasihan saja sama kamu," Bram menatap lekat ke arah mata Alya. Entah mengapa Bram merasa iba terhadap sosok Alya yang selalu di khianati oleh temannya itu.


_____


Entah mengapa tatapan Bram seakan buat jantung Alya dihinggapi rasa tidak karuan. Alya terlihat salah tingkah. Alya pun tidak tahu perasaan yang muncul tiba-tiba datang, rasa canggung terhadap Bram. Begitupun dengan Bram.


"Al, andai aku suami kamu. Aku bangga karena selain kamu cantik, baik dan juga sabar. Bodoh saja Alex dengan teganya dia menyia-nyiakan istri," gumam hati Bram.


Bram pun ke kasir berlalu dengan membayar semua makanan yang di pesan. Terlihat Alya pun mengeluarkan uang dari dompet namun dengan cepat Bram menepis uang yang akan diberikan oleh Alya.


_____


"Wah, mobil baru ya," ucap Alya ketika memasuki mobil Bram.


"Kakak aku datang tadi pagi dan kebetulan mobilku di bengkel. Jadi aku pakai mobil kakakku saja," jawab Bram menerangkan.

__ADS_1


Alya pun pikirannya berselancar. Mungkin dia aman jika membuntuti sang suami dengan mobil kakaknya Bram karena Alex tidak tahu mobil dari kakaknya Bram.


"Berarti suamiku tidak tahu, bahwa ini mobilnya kakakmu?" tanya Alya dihinggapi rasa penasaran.


Bram nampak menganggukkan kepalanya, pertanda semuanya aman-aman saja bahwa Alex tidak tahu kalau mobil yang dipake olehnya adalah mobil kakaknya.


_____


Nampak pukul 12 siang, Alya dan Bram sudah menunggu di depan kantor Diana. Itu pun jaraknya tidak terlalu dekat agak berjauhan agar tidak di ketahui oleh Alex.


"Nah itu mobil suami kamu datang," ucap Bram dengan telunjuk mengarah ke mobilnya Alex yang baru saja datang.


Sontak dada Alya berdegup kencang tidak karuan. Lalu tiba-tiba beberapa menit kemudian Diana datang keluar dari dalam kantorna. Diana dengan cepat memasuki mobil Alex. Mata Alya membulat sempurna tatkala melihat kejadian tersebut.


______


"Ayo, ikutin mobil mereka!" perintah Alya kepada Bram.


Sang teman Bram pun mengikuti kemana mobil Alex berjalan. Terlihat dari belakang mobil Alex, Diana tengah ngobrol serius dengan Alex sementara Alex sang suami terlihat menyimak obrolan Diana, sesekali pandangan Alex yang tengah menyetir melirik ke arah Diana.


"Sabar Al, kamu harus kuat," sang teman mencoba menguatkan hati Alya yang sedang dihinggapi rasa khawatir dan gelisah.


_____


Akhirnya mobil sang suami Alex tiba di sebuah Kafe yang terlihat sepi. Terlihat Alex keluar dari dalam mobil kemudian diikuti oleh Diana. Mereka nampak berjalan bersama memasuki Kafe tersebut. Dari kejauhan terlihat Alex bersama Diana duduk di belakang Kafe dan mereka memesan beberapa makanan.


"Inilah saatnya aku akan bicara sama mereka," ucap Alya dengan mencoba mengatur deru napasnya yang mulai tidak beraturan.


"Al, maaf aku tidak bisa menemani kamu karena ini bukan urusanku. Takut kalau aku mengantarkan kamu untuk mendatangi mereka yang sedang berdua disana," ucap Bram kepada Alya.


______


Bram takut jika dirinya menemani Alya akan terjadi perselisihan antara dirinya kedepannya bersama Alex sang teman. Jadi lebih baik dia menunggu saja di dalam mobil.

__ADS_1


"Ya, sudah kamu nunggu disini enggak apa-apa," Alya pun turun dari dalam mobil Bram dengan debaran jantung berdetak lebih cepat. Terlihat oleh Bram Alya mengelus dadanya beberapa kali.


Bram hanya bisa menghela napas panjang melihat gestur tubuh Alya yang nampak membuka pintu mau berjalan ke arah Kafe tersebut untuk menghampiri sang suami yang sedang makan bersama wanita lain.


_______


"Al, aku salut sama kamu. Berkali-kali suami mengkhianati kamu tapi kamu tetap diam dan sabar. Kamu hanya bertahan karena anak semata. Pernikahan kamu dengan suami sangat tidak sehat," gumam hati Bram.


Bram menatap Alya yang tengah berjalan secara pelan menuju Kafe yang sekarang keberadaannya disana ada sang suami dan tetangganya itu yang dia anggap sudah seperti adiknya sendiri.


Ting.


Tiba-tiba ponsel Bram berbunyi dan Bram pun merogoh ponselnya yang berada di dalam saku kemejanya. Terlihat sebuah pesan muncul disana. Di layar ponsel tertulis yang memberikan sebuah pesan adalah Alex, karena dihinggapi rasa penasaran Bram pun membaca isi pesan tersebut.


{"Kamu tidak kerja Bram, kenapa?"} tulis pesan Alex.


Bram nampak dengan cepat menyimpan kembali ponsel tersebut ke dalam saku baju kemejanya. Dia pikir rasanya tidak penting untuk membalaskan pesan tersebut karena hatinya saat ini sedang kesal dan kecewa terhadap temannya itu.


"Dasar pengkhianat kamu Lex!" ucap sang teman dengan menatap lekat ke arah Alya yang sedang menyebrang menuju Kafe.


______


Ehemm...


Deheman Alya sontak membuat sang suami dan Diana terlihat dihinggapi rasa terkejut. Apalagi wajah Alex terlihat merah padam seakan menahan rasa malu dengan kedatangan sang istri yang secara tiba-tiba datang di hadapannya.


Dengan santainya Alya duduk di hadapan mereka karena posisi Alex dan Diana bersebelahan.


"Kak Alya, sama siapa kesini?" ucap Diana dengan gugup.


Diana nampak melirik sekilas wajah Alya kemudian dia dengan cepat menundukkan pandangannya.


"Sendiri! Aku sengaja datang ke Kafe ini karena tempatnya sepi." sindir Alya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2