Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 34 Alya Kecewa


__ADS_3

Seperti biasa Alya sedang sibuk dengan rutinitas kerjanya di sebuah Mall. Dan setelah pengunjung nampak sepi, Alya pun sesaat duduk sambil membuang napas kasar. Terlihat dia cape dan badannya terasa pegal. Karena sedari tadi dia berdiri terus tatkala sibuk melayani pengunjung datang.


Hari itu tepat pukul 12 siang dan pengunjung mall pun terlihat ramai karena waktunya istirahat. Mata Alya terlihat berselancar melihat pengunjung yang datang. Tiba-tiba matanya mengarah ke pintu Mall masuk dan dadanya begitu bergetar hebat dan matanya terbuka lebar


"Alex dan Diana!" ucapnya, matanya terbelalak sempurna menatap lekat ke arah Alex dan Diana yang tengah berjalan.


_______


Diana dan Alex terlihat satu sama lain cuek dan seperti teman biasa, jadi Alya pun nampak berpikir mereka tidak ada hubungan apa-apa. Tapi tiba-tiba Alex memegang tangan Diana, entah itu sengaja atau tidak yang jelas dengan cepat Diana melepaskan genggaman dari Alex. Mereka nampak memasuki sebuah rumah makan. Nampak Alya mengatur deru napasnya yang mulai tidak beraturan.


"Al, serius amat sedang lihat apa sih!?" tanya Amel menepuk pundak temannya itu seakan membuyarkan lamunan sang teman.


Terlihat Alya terkesiap karena nampak dia sedang melamun pandangan mengarah ke sang suami yang tengah memasuki rumah makan bersama Diana.


"Ng-nggak apa-apa kok," jawabnya gugup.


______


DRETT...


DRETT..


DRETT..


Tiba-tiba suara telepon berbunyi dari ponsel Alya dan nampak terlihat Bram menelepon. Alya pun dengan cepat mengangkat ponselnya.


{"Al, kamu kerja ya!?'} tanya Bram teman dari suaminya tersebut dan sekaligus sudah akrab dengan dia.


{"Iya, aku kerja sekarang,"} jawab Alya.


Bram pun seakan tahu mengapa Alya bekerja karena alasannya masalah finansial sangat kurang dicukupi oleh suami.


{"Al, kamu apa enggak curiga dengan suami kamu Alex? Aku khawatir dia bermain api dengan Diana."} ucap Bram seakan memberitahu kelakuan busuk dari Alex.

__ADS_1


______


Terlihat Alya diam tidak berucap sedikitpun. Alya seakan dihinggapi rasa bingung dan juga penasaran. Dalam hatinya berpikir, apakah dia harus menyelidiki lebih lanjut mengenai kelakuan suaminya itu. Tapi dia seakan tidak percaya jika sang suami bermain api dengan anaknya Bu Wina. Tetangganya yang begitu baik selalu memperhatikan anak-anaknya.


{"Sebenarnya aku barusan lihat suamiku dengan Diana masuk kesebuah rumah makan, tapi aku coba tepis semua kegundahan hati agar tidak berprasangka buruk,"} ucap Alya.


{"Aku pun berpikir semoga mereka hubungannya sebagai teman atau adik,"} jawab Bram. Padahal Bram merasa kasihan dengan Alya yang selalu dikhianati oleh suaminya.


_______


Sambungan telepon pun di tutup oleh Alya karena terlihat Bos-nya datang ke outletnya. Nampak Alya terlihat gugup di depan Bos-nya tersebut dan hal ini menimbulkan rasa tanya di hati Bos-nya tersebut.


"Kenapa Al, kamu sakit?" tanya Andre, Bos sekaligus temannya itu.


"Enggak apa-apa, cuma kurang tidur aja," jawabnya tersenyum tipis.


"Pulang kalau begitu Al, mungkin kamu kecapean," jawab Andre.


______


"Tinggal satu jam lagi Pak, enggak apa-apa kok, aku paksakan kerja," ucap Alya.


Alya pun kembali melayani customer yang datang ke counter tersebut. Dan tidak terasa waktu sejam telah berlalu.


_____


Alya seperti biasa ketika sore itu, setelah pulang ke rumah dari tempat kerja. Dengan cepat membawa sang anak untuk dia bawa pulang dari rumah Bu Wina ke rumahnya.


Anak-anak nampak terlihat santai bermain dan Alya jadinya bisa istirahat duduk di sofa dengan merebahkan badannya. Karena dihinggapi rasa ngantuk yang teramat Alya pun tertidur hanya beberapa menit saja.


Suara mobil masuk ke dalam garasi rumah pun tidak terdengar olehnya. Dan antara sadar atau mimpi. Sayup terdengar suara tawa canda yang begitu manja dari teras rumah, dan Alya yakin itu adalah suara Diana. Alya membuka matanya secara perlahan. Karena dihinggapi rasa penasaran, akhirnya Alya memberanikan diri untuk menyeret langkah kakinya keluar teras.


_______

__ADS_1


"Kalian tidak pantas bersenda gurau, seperti itu!" tegas Alya tatkala melihat Diana tetangganya tersebut dan sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri sedang tersenyum dan tersipu karena Alex suaminya tengah merapikan rambut dari Diana.


DEGH...


Alex dan Diana sontak terkejut dengan kedatangan Alya yang menghampiri mereka ketika tengah duduk di depan teras rumah. Dan Alek pun dengan cepat menyangkal bahwa kejadian tidak seperti yang dia pikirkan.


"Mas, tidak ada maksud apa-apa dan Mas hanya merapikan rambut Diana," ucapnya gugup.


"Diana sekarang juga kamu keluar dari rumah Kakak dan maaf mulai besok kamu jangan pernah di antar jemput lagi oleh suamiku! Sudah cukup aku bersabar dengan kelakuan Kalina selama ini," Alya seperti menahan kecewa dan matanya berkaca-kaca. Seakan ada air mata yang akan tertumpah disana.


"Kamu kenapa sih, Al, tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba menuduh yang tidak jelas," ucap Alex dengan debaran jantung yang tidak terkontrol karena tidak bisa dipungkiri barusan dia tengah menggoda Diana dan dia pikir Alya tidak cepat keluar dari dalam rumah.


_______


"Cukup Mas! Aku sudah kesal dan kecewa sama kamu. Tadi siang sebenarnya aku melihat kalian makan berdua di sebuah Mall." ucap Alya kembali dengan dada yang berdesir.


"Ma-maafkan Mbak, tapi aku dan Mas Alex sungguh tidak ada hubungan apa-apa kok," ucapnya terdengar panik.


"Iya, Na, maaf ya, jaga jarak saja sama Mas Alex karena Mbak sudah beberapa kali dikhianati sama Mas Alex. Jadi mungkin sekarang krisis kepercayaan saja," ucap Alya.


Alya seakan tidak bisa membendung gejolak hatinya yang kian tidak terkontrol. Sebenarnya dia tidak mau menuduh Diana tapi ternyata rasa cemburu dan kesal seakan mengalahkan segalanya.


________


"Mbak, aku minta maaf," ucap Diana dan dia memegang jemari tangan Alya begitu erat. Sementara Alya hanya menunduk seakan tidak bisa berkata apapun.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Mas Alex, dan kalau Mbak menginginkan aku untuk tidak bareng bisa pergi dan pulang bersama Mas Alex untuk kerja, itu tidak apa-apa dan aku bisa memahaminya." Diana matanya berkaca-kaca.


Diana yang nampak polos dan berpikir kasih sayang yang diberikan oleh Alex seakan dia rasakan bersifat seorang kakak. Tapi kalau Alex menganggap spesial terhadap sosok Diana, mungkin ini sangat bertolak belakang. Sedangkan Alya sudah tahu watak dan karakter dari sang suami seperti apa.


Diana pun kemudian dengan cepat berlalu keluar dari teras rumah dan menundukkan kepalanya. Sambil berlalu pamit ke arah Alya. Nampak muka dari Diana merah padam seakan tidak bisa menahan rasa malu dan gugup.


Alya nampak menghela napas panjang, matanya lekat ke arah Alex. Kepalan tangannya seakan menandakan bahwa ada sebuah kecewa yang hinggap mendera di dada.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2