Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 21 Hati Alya Terasa Gundah Gulana


__ADS_3

"Alya,,!" terdengar teriakan dari sang Ibu mertua begitu nyaring dan ini membuat Alya dengan cepat menyeret langkah kakinya ke teras rumah.


"Ada apa Bu!?" Alya terlihat gugup.


"Sini anakmu biar ibu gendong, kalau kamu gendong terus anakmu mana bisa selesai kamu masak di dapur." ucap sang Ibu


Sindiran sang Ibu mertua begitu pedas di telinga Alya, sang menantu pun seakan malas untuk mendengarnya. Alya berpikir kalau terus menerus sang Ibu mertua mengomel mana mungkin Alya cepat selesai kerjaannya. Dalam benak Alya berpikir dia juga bisa memasak dengan menggendong anak.


"Alya sudah terbiasa kok masak sambil gendong anak," jawab Alya.


"Jangan dibiasakan anakmu ikut dibawa masak ya, entar cucuku yang ada kena cipratan minyak," sang Ibu mertua mendelik.


_______


Alya hanya mengelus dada, dia seakan serba salah di hadapan sang Ibu mertua. Dan biasanya pagi-pagi Bu Wina suka muncul datang ke rumah Alya hanya sekedar menggendong Amira anak dari Alya, karena Bu Wina tahu Alya pagi-pagi repot jadi Bu Wina membantu Alya untuk menggendong anaknya. Tapi pagi ini nampak sosok Bu Wina tidak nampak terlihat mungkin karena ada Ibunya Alex jadi dia merasa canggung untuk datang menghampiri ke rumah Alya.


"Jarang juga sih, Bu. Biasanya Amira di gendong sama Bu Wina karena Bu Wina kalau pagi suka kesini," Alya memberikan alasan.


•••


Nampak sang Ibu mertua pandangan matanya mendelik seakan berpikir bahwa menantunya itu menyusahkan sang tetangga karena anaknya selalu di gendong oleh Bu Wina. Sang Ibu mertua kemudian melebarkan tangannya kepada sang cucu dengan tersenyum. Niat dia agar sang cucu mau di gendong olehnya namun sang cucu seakan enggan untuk di gendong oleh sang Nenek. Amira malah memeluk erat sang Mama seakan takut jika di gendong oleh sang Nenek.


"Nah, gini kalau kamu tidak dekat dengan Ibu jadi anaknya juga ikut-ikutan gak mau dekat dengan Neneknya," ucap sang Ibu beralasan.


•••

__ADS_1


Alya berpikir selalu saja ada masalah yang di usik oleh sang Ibu mertua. Alya seakan ingin keluar rumah untuk menenangkan dirinya. Dia pun seakan punya ide setelah masak dia mau menjemput sang anak Arya dan pulangnya mau ajak anak ke rumah Ibu dari teman sekolah anaknya yang bernama Rani karena Alya sudah janji dari minggu kemarin untuk bertemu dengan Rani untuk sekedar berkeluh kesah bercerita agar pikirannya terasa rileks.


Alya pun dengan cepat berlalu dari hadapan Ibu mertuanya. Alya pun seakan tidak peduli dengan ocehan sang Ibu mertua tatkala Alya berlaku dari hadapannya itu.


_____


Setengah jam kemudian setelah Alya selesai masak.


"Bu, Alya mau jemput Arya sekolah," sang menantu pamit kepada mertuanya tersebut.


Terlihat penuh curiga tatkala melihat Alya dengan membawa tas yang berisi baju ganti untuk Amira dan 2 botol susu yang di persiapkan untuk stock Amira. Pandangan sang Ibu mertua lekat ke arah tas tersebut. Alya pun seakan paham dengan pandangan mata dari sang Ibu mertua tatkala melirik ke arah tasnya tersebut.


"Arya ada les Bu, hari ini dan kebetulan orang tuanya harus ikut rapat. Takutnya dia minta susu jadi Alya bawa 2 botol susu dan baju ganti takut Amira kegerahan nanti," ucap sang menantu mencoba memberikan alasan.


____


"Ya, sudah, pergi! Nunggu apalagi," sang Ibu mertua seakan menyuruh Alya agar cepat pergi untuk menjemput cucunya.


Alya dihinggapi rasa gembira karena sang mertua akhirnya meluruskan jalannya untuk bisa pergi ke rumah temannya Rani. Tanpa berkata apa-apa lagi setelah pamit dan mencium punggung sang Ibu mertua. Akhirnya Alya pun keluar dengan menggunakan payung karena diluar nampak panas menyengat. Jarak rumah ke sekolah sekitar 15 menit kalau dilalui dengan berjalan kaki.


______


Tiba di sekolah.


Setelah anak-anak pulang sekolah dan Alya pun nampak berkunjung ke rumah Rani sahabat di sekolah anaknya tersebut. Kebetulan jarak rumah Rani dengan sekolah cukup dekat. Alya nampak bercerita mengenai kegundahan hatinya yang serba salah menghadapi sikap sang Ibu mertua. Dan nampak Rani pribadi yang dewasa dan tidak berpihak kepada yang salah walau Alya adalah sahabat darinya.

__ADS_1


"Al, kalau menurut aku, kamu jangan cepat tersinggung dengan ucapan Ibu mertua kamu itu. Mungkin Ibu mertua kamu ingin kamu bersolek karena dia tahu kan anaknya pernah selingkuh? Nah, itu dia Al, jadi sang Ibu mertua takut jika anaknya kembali berselingkuh," ucap Rani menjelaskan.


Maksud Rani berkata begitu kepada Alya agar Alya paham dan tidak salah paham kepada sang Ibu mertua. Rani berpikir pun Ibunya Alex ingin Alya bersolek karena sang ibu mertua tidak mau jika anaknya berselingkuh lagi dengan wanita lain. Mungkin dengan Alya bersolek jadi Alex betah diam di rumah karena melihat sang istri cantik dengan berdandan atau sedap dipandang.


Alya pun nampak tertegun dengan apa yang di ucapkan oleh temannya tersebut. Tapi Alya pun seakan berpikir karena tidak hanya soal bersolek saja yang selalu Ibu mertua ungkit. Tapi masalah uang pun seakan sang Ibu mertua ikut campur dan Alex entah mengapa selalu menuruti kemauan sang Ibu tersebut.


______


"Jadi Alex pelit dan selalu mengatur keuangan karena di suruh oleh Ibunya begitu?" tanya Rani seakan belum paham maksud yang sedang di utarakan oleh Alya.


Alya pun nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Senyuman Alya terlihat getir dia seakan lelah dengan semua ini. Rani tiba-tiba mengelus lembut pundak sang sahabatnya tersebut seakan menyabarkan agar Alya kuat.


"Cobaan pasti akan berlalu asal kamu kuat dan sabar," ucap sang sahabat.


Alya nampak menitikkan air mata seakan sesak ketika dia mendengar ucapan tersebut dari sang sahabat. Rani pun dengan cepat memeluk Alya dengan erat.


"Sudah jangan nangis malu dilihat sama anak kamu," bisik Rani kepada sahabatnya tersebut.


______


Mungkin hanya Rani yang mengerti perasaan Alya saat ini. Kepercayaan Alya kepada Bu Wina seakan pudar setelah mengetahui bahwa Alex sang suami meminjamkan uang kepada bu Wina tanpa sepengetahuan sang istri dan ini sampai sekarang menjadi tanya di benak sang istri. Alya pun menceritakan hal tersebut kepada sahabatnya Rani.


"Mungkin belum ada Al, nanti juga dibayar. Itu kan uangnya tidak sedikit besar, percaya deh sama aku pasti nanti kalau uangnya sudah ada Bu Wina akan membayar hutang tersebut kepada Alex." sang sahabat mencoba menyabarkan hati Alya.


"Kalau saja uang yang 5 juta itu tidak dipinjamkan kepada bu Wina tapi dikasihkan kepada istri. Mungkin sudah ku pakai uang tersebut untuk beli susu anak, keperluan sekolah, resiko dapur, dan sisanya jalan-jalan sama kamu hehehe,,," ucap Alya mencoba menghibur dirinya sendiri walau hatinya getir saat ini.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2