
Tiga hari kemudian Alex pun datang dari luar kota dengan membawa Bram ke rumahnya. Bram sengaja mau melihat anaknya Alex yang sedang sakit.
Nampak setelah tiba di rumah yang membuka pintu adalah Diana. Seperti biasa dia dengan memakai baju kaos oblong dan celana pendek. Dan nampak mata Alex terlihat jelalatan. Beda dengan Bram yang nampak canggung ketika melihat kaki jenjang Diana yang terlihat seksi begitu menggoda karena memakai celana pendek. Nampak Bram yang terlihat alim menundukkan pandangannya.
"Eh, ada Diana, kamu nginap disini Na?" tanya Alex karena kebetulan Alex datang di pagi hari sekitar pukul 6 pagi.
Diana nampak tersenyum dan mengarahkan pandangan matanya ke arah Bram karena tidak bisa dipungkiri Bram sosok lelaki yang ganteng dan tubuhnya begitu atletis.
Alex pun seakan tahu isi hati Diana, dia terkesima dengan sosok temannya itu.
"Na, kenalkan ini teman Mas Alex, namanya Bram," ucap Alex.
______
Diana pun mengulurkan tangannya ke arah Bram kemudian mereka pun bersalaman. Diana yang terlihat begitu sumringah ketika mengulurkan tangannya. Sedangkan beda dengan Bram dia seakan ragu untuk mengulurkan tangannya itu.
"Anak-anak kemana Na," ucap Alex sambil berlalu dari hadapan Diana dan Bram yang masih termangu di depan pintu.
Diana yang menatap lekat sementara Bram dengan pandangan menunduk.
"Masuk Bram," ucap Alex.
"Ayo, masuk Mas Bram," ucap Diana terdengar gugup.
Diana pun nampak menyeret langkah kakinya ke dalam rumah dengan di ikuti oleh Bram dari arah belakang.
Bram mendelik saat melihat penampilan Diana dari arah belakang.
"Awas hati-hati Lex, masa gadis seksi seperti ini tinggal di rumah kamu. Seharusnya kamu harus menjaga perasaan istri kamu," gumam hati Bram ketika melirik penampilan Diana yang begitu terlihat seksi.
______
Tok...
Tok...
Tok...
"Mbak, Mbak Alya. Mas Alex datang bersama temannya Mas Bram," ucap Diana sambil mengetuk pintu kamar.
Kemudian Diana pun berlalu ke arah dapur untuk membuat minum.
CEKLEK...
Nampak Alya membuka pintu dengan menggendong Amira yang masih di kompres kepalanya. Sementara Arya sang anak yang besar sudah sembuh sakitnya.
__ADS_1
Arya langsung menghampiri sang Papa dan memeluknya.
"Sudah sembuh Sayang!" ucap Alex mencium kening sang anak.
____
Alya terlihat ingin memberikan seulas senyum kepada Alex sang suami tapi bayangan pesan masuk yang dia ingat kembali muncul. Pesan masuk yang begitu romantis dari pacar gelap Alex.
"Sakit apa Amira?" tanya Bram dengan menegang kening Amira.
"Panas Mas, tapi turun naik takutnya gejala DB," ucap Alya terlihat dihinggapi rasa khawatir.
"Wah, harus diperiksa ke Dokter itu," ucap Bram dihinggapi rasa terkejut.
Alex pun nampak gugup kemudian dia memegang kening sang anak yang terasa panas badannya.
"Kita bawa ke Dokter saja Ya, Mah," ajak Alex kepada Alya. Nampak pandangan Alya sang istri seakan tidak mau bertatapan dengan sang suami.
"Iya, lebih kita bawa saja," ucap Alya.
Alya pun berlalu dari hadapan sang suami untuk bersiap diri sementara sang anak di gendong oleh Alex.
______
SRUPUT.....
Nampak Alex menyeruput kopi panas yang dibuatkan oleh Diana. Dan nampak Alex begitu menikmati kopi yang disuguhkan oleh Diana karena menurutnya takaran yang di sajikan begitu pas untuk dinikmati.
"Gimana Mas Alex kopinya enak?" tanya Diana tersipu malu.
"Enak banget Na, belum pernah ngerasain kopi seperti ini. Rasanya pas," ucap Alex dengan kembali menyeruputnya.
"Sembarangan kalau ngomong," ucap Alya yang tiba-tiba datang dari arah kamar dengan membawa tas yang berisi perlengkapan bayi.
"Iya, gimana sih, Mas Alex ini. Masa Mbak Alya tidak pernah buatkan kopi. Padahal kalau kopi dimana-mana rasanya sama," ejek Diana tertawa terkekeh.
"Mungkin masih panas dan sudah tiga hari ini Mas Alex tidak minum kopi jadi rasanya beda," Bram mencoba menenangkan hati Alya yang nampak tersinggung dengan ucapan sang suami karena dia seakan melambungkan hati Diana sementara Alex seakan menyindir istrinya yang selama ini jika membuat kopi rasanya kurang pas.
"Iy-iya maksudnya gitu, mungkin karena sudah tiga hari enggak minum kopi jadi rasanya beda," ucap Alex.
Nampak Alex gugup ketika berucap.
Dia pun seakan menyadari jika dia baru saja salah ketika berbicara karena seakan merendahkan sang istri.
_____
__ADS_1
"Arya tunggu disini ya, Mama sama Papa antar dulu adek Amira ke Dokter. Kamu tunggu disini sama Om Bram dan Kak Diana," ucap Alya. Nampak Arya tengah duduk di pangkuan Diana. Sang anak nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.
"Aduh, gimana ini Alya, malah ninggalin aku dengan Diana." gumam hati Bram. Dia dihinggapi rasa khawatir jika harus berdua dengan Diana di rumahnya Alya dengan posisi Diana yang memakai celana pendek.
"Enggak apa-apa kan Bram, aku tinggal sebentar paling lama satu jam," ucap Alex dengan menepuk pundak sang teman.
"Ng-nggak apa-apa kok," jawabnya gugup.
"Pandang dong, wanita cantik dan seksi yang tengah ada di hadapanmu," bisik Alex lekat ke kuping Bram sambil tertawa terkekeh.
Bram nampak salah tingkah ketika sang teman berucap seperti itu, bukan karena grogi karena dihadapkan dengan wanita cantik dan berpenampilan seksi. Tapi risih jika berhadapan dengan wanita yang berpakaian seksi.
______
Nampak setelah mobil Alex berlalu dari halaman garasi rumahnya. Kini yang nampak hanya Diana dan Bram yang sama-sama tidak bergeming sedikitpun. Sementara Arya sang anak masuk kedalam kamar.
Di pikiran Diana dan Bram seakan tidak ada yang ingin disampaikan. Mereka pun seakan gugup. Diana gugup dengan sosok Bram yang ganteng sedangkan Bram gugup karena keberadaan wanita yang terlihat seksi dan rasanya ingin segera keluar dari rumahnya Alex karena baginya wanita yang tengah berada dihadapannya itu bukan tipe pujaannya.
_____
"Ehemm..."
Nampak Bram berdehem kemudian dia menghela napas secara perlahan.
"Diana kerja dimana?" tanya Bram berbasa-basi.
"Sudah keluar sekolah SMA setahun yang lalu," jawabnya tersenyum renyah dan nampak pandangan Diana begitu lekat ke arah Bram.
Sementara Bram tetap menundukkan pandangannya seakan tidak mau tergoda.
"Enggak kuliah?" tanya Bram kembali.
"Enggak ada biaya Mas, nyari kerja juga susah. Mungkin nanti kalau sudah dapat kerja aku akan sambil kuliah," jawab kembali Diana.
Diana sebenarnya anak yang ulet dan pandai bergaul jadi bukan seorang wanita yang pemalas karena sudah memasukkan lowongan pekerjaan tapi nampak belum ada panggilan.
"Mungkin belum rezekinya nanti Insya Allah kalau sudah dikehendaki oleh yang di atas pasti kerja. Yang penting sabar dan ikhlas saja," jawabnya dewasa dan bijak.
Sontak tatkala mendengar ucapan dari Bram nampak Diana terlihat terpesona.
"Lelaki ini begitu bijak dan dewasa dan rasanya dia lelaki alim," gumam hati Diana.
Nampak Diana pun seperti dihinggapi rasa malu karena sedari tadi pandangan Bram menunduk tidak berani mengarah ke wajahnya. Di tambah lagi dengan ucapannya yang seakan membawa agama dan terdengar Alim. Sontak Diana pun mengambil bantal kursi lalu dia gunakan untuk menutupi pahanya yang tengah memakai celana pendek.
Bersambung...
__ADS_1