
Keesokan harinya.
Akhirnya barang yang sudah di kemas pun sudah siap di angkut oleh suruhan Alex ke dalam mobil box. Nampak di dalam rumah yang sudah kosong dan sudah tidak ada barang satu pun. Alya matanya berselancar di setiap ruangan dan menghela nafas secara perlahan. Dia terlihat memejamkan matanya mengenang masa-masa indah dan kepedihan selama berada di rumah itu.
Dalam benak Alya berpikir, kalau saja tidak terjadi perselingkuhan yang akan di lakukan oleh suaminya dengan Diana, pasti dia akan tetap tinggal disana.
Bagi Alya rumah itu sangat berharga karena dibeli dengan uang bersama. Ketika dulu selama Alya dan Alex bertunangan. Dan di rumah itu pula karir Alex dan usaha meningkat.
Mungkin Rasanya tidak mudah baginya untuk meninggalkan rumah itu dan melupakan semua kenangan baik dan buruk.
____
"Aku sedih untuk meninggalkan rumah ini karena banyak cerita yang aku alami di tempat ini," gumam hati Alya.
Tak terasa bulir putih pun menetes di ujung matanya dan dia pun dengan cepat menghapusnya karena takut dilihat oleh suaminya.
"Mah, sudah beres, tidak ada yang ketinggalan!?" tanya sang suami tiba-tiba datang dari arah luar rumah.
Alya nampak tatapan matanya sedang melamun jauh dan dia tidak menyadari dengan kedatangan sang suami. Alex pun menatap lekat ke arah kedua bola mata Alya yang nampak terlihat ada embun disana.
Alex berpikir Alya sudah menangis dan pasti dia sedang meratapi akan pergi dari rumah ini. Alex pun merasakan kegundahan sang istri. Pasti dia tidak mau meninggalkan rumah tersebut dengan begitu saja karena terlalu banyak kenangan yang ada di rumah itu.
_____
"Mah,,,!!"
Alex menepuk pundak sang istri dan sontak Alya pun terkesiap dan menoleh ke arah sang suami. Nampak terlihat Alya tersenyum kepada sang suami dengan tatapan gugup.
Alex kemudian memeluk sang istri dan mencoba membuat sang istri untuk tenang dan sabar. Alex pun kembali meminta kata maaf kepada sang istri dengan menitikkan air mata.
Alya nampak terkejut dengan sang suami yang kembali meminta kata maaf terhadap dirinya itu. Alya pun dapat merasakan pasti sang suami berat juga untuk melepaskan rumah tersebut karena penuh kenangan di dalamnya.
____
"Lex, sudah siap belum!" teriak sang Ibu yang tengah berada di luar.
Alex pun dan Alya nampak buru-buru bersiap untuk segera keluar rumah karena sang Ibu memanggilnya.
__ADS_1
"Sekali lagi maafkan Papa karena sudah melukai hati Mama," ucap Alex kembali sambil mencium kening sang istri.
Alya nampak hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.
Mereka pun akhirnya keluar menuju halaman rumah karena disana sudah menunggu kedua orang tua masing-masing yang tengah berada di mobil.
____
"Apa kita harus pamit kepada tetangga sebelah," ucap Ibunya Alya lekat ke kuping sang suami.
Bapaknya Alya pun nampak melirik ke arah rumahnya Bu Wina. Namun terlihat sepi disana. Motor Diana dan Bapaknya pun terlihat tidak ada di tempat.
Sang Bapak pun berpikir pasti mereka sedang tidak ada di rumah. Nampak dari arah teras rumah, Alya menatap lekat ke arah rumah Bu Wina. Niat dia mau berpamitan untuk pergi dari rumah tersebut. Tapi nampak rumah dalam keadaan sepi.
TING.
Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari ponsel milik Alya dan terlihat disana sang tetangga atau Pak Hasan memberikan sebuah pesan.
____
{"Al, Bapak doakan semoga kamu betah nanti berada di rumah yang baru. Sekali lagi maafkan Bapak ya, atas ketidaknyamanan kamu selama ini. Terhadap ulah istri dan anak Bapak. Semoga kamu memaafkan keluarga kami. Bapak beserta anak dan istri ini sedang perjalanan menuju rumah saudara jadi maaf tidak bisa mengantarkan kamu pindahan rumah,"} tulis pesan Bapaknya Diana.
Anak-anak Alya yang sangat dekat dengan keluarga Pak Hasan dan Alya selalu menitipkan anaknya kepada keluarga Pak Hasan begitu membekas di diri Alya.
Alya nampak hanya mengelus dada dan menghela nafas berat. Tatkala bayangan Diana muncul yang telah tega menggoda suaminya sendiri.
____
"Al, kenapa?" tanya Alex.
Alex pun melirik ponsel sang istri dan nampak Alex membaca isi pesan yang di sampaikan oleh Pak Hasan. Terlihat Alex hanya terdiam seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Ayo, Al, kita keluar dari rumah ini. Kedua orang tua kita sudah menunggu," ucap Alex tersenyum renyah kepada sang istri.
Alya pun dengan jalan yang begitu gontai, menuju arah mobilnya. Tentunya dengan hati yang berdegup kencang.
_____
__ADS_1
Kedua orang tuanya Alex terlihat berada di mobil terpisah bersama Amira cucu paling kecil. Sedangkan di dalam mobil Alex nampak terlihat kedua orang tuanya Alya.
Mobil Bapaknya Alya sudah lebih dulu di simpan disana semalam oleh Wisnu. Karena sang pemilik rumah Wisnu, sudah berada di sana bersama istri dan anaknya.
Mobil pun nampak keluar dari halaman rumah Alya. Terlihat Alya menatap lekat ke arah rumahnya dengan menitikkan air mata.
"Penuh kenangan di rumah ini dan aku seakan tidak rela kalau meninggalkan rumah ini," gumam hati Alya.
Secara spontan Alya sesunggukan menangis yang tengah duduk di depan mobil. Sambil menutup penuh wajahnya dengan kedua tangannya.
Terlihat Alya seakan tidak kuasa dengan semuanya. Terasa hidup rumah itu, dan seakan menangisi kepergian sang pemilik rumah.
____
"Al, istighfar. Kamu jangan nangis," ucap sang Ibu mengelus pundak sang anak yang tengah duduk di belakang mobil.
Alex yang tengah mengemudikan mobilnya terlihat hanya menghela nafas panjang. Dia merasa bersalah atas semua ini. Alex pun terlihat meratapi diri dan meremas rambutnya dengan kasar.
Bapaknya Alex nampak melihat sang menantu tengah gusar. Dalam hati sang Bapak berdoa, semoga ada hikmah di balik kejadian ini semua.
Sang Bapak mertua berharap semoga sang menantu tidak mengulangi kesalahannya kembali dan rumah nangga sang anak kedepannya berjalan dengan lancar tidak ada hambatan apapun.
____
"Abah dan Emak nanti akan tinggal lama di rumah kamu Al. Karena usaha Abah sekarang ada yang pegang, tidak apa-apa kan," ucap sang Bapak. Terlihat sang Bapak seakan melumerkan suasana, agar keheningan di dalam mobil yang di iringi dengan tangisan sang anak, dapat menjadi ceria kembali.
"Iy-iya Bah," jawabnya dengan suara parau.
"Asik,,!" ucap Arya sang anak.
Tatkala mendengar apa yang di ucapkan oleh sang Kakek.
Alex pun seakan tersindir oleh sang Bapak mertua karena dengan hadirnya sang Bapak mertua di rumahnya. Berarti Alex tidak akan pulang larut malam dari kantor dan hal ini akan membuat Alex jadi berubah gaya hidupnya. Lebih disiplin dalam hal waktu dan tidak larut waktu dengan wanita lain.
Sepertinya Alex berprasangka kepada sang Bapak mertua bahwa sang Bapak mertua masih tidak percaya terhadap.dirimya.
"Aku akan buktikan kepada istri dan kepada mertuaku, kalau aku akan berubah dan tidak akan mengulangi perbuatan selingkuh lagi," gumam hati Alex dengan melirik ke arah kaca spion dalam dan menatap ke arah sang Bapak mertua yang nampak pandangan dari sang Bapak mertua sedang menatap ke arah sang anak.
__ADS_1
Bersambung..