Terjebak Cinta Tetangga

Terjebak Cinta Tetangga
Bab: 78 Bu Wina Kesal


__ADS_3

Kedua orang tuanya Alex dan Alya terlihat menginap di rumahnya sang anak. Sang cucu pun terlihat gembira dengan kedatangan Nenek dan Kakeknya tersebut. Suara dari barang-barang yang akan di kemas di masukkan kedalam dus dan tas besar. Terdengar begitu riuh mengisi ruangan rumah Alya, dan hal ini mengakibatkan rasa tanya di dalam hati keluarga Bu Wina.


"Mungkinkah Alya jadi akan pindah rumah." ucap Bu Wina berbicara sendiri.


Tanpa dia sadari sang suami pun mendengar apa yang di ucapkan oleh sang istri. Nampak sang suami terlihat kesal terhadap sang istri karena sang istri selalu ikut campur masalah tetangganya itu.


Yang di inginkan sang suami adalah, sebaiknya sang istri diam saja jangan banyak kata dan terlalu dalam untuk mencampuri urusan tetangga tersebut.


"Kamu kenapa sih, terus saja mencampuri urusan Alya. Biarkan saja dia mau pindah rumah juga. Mungkin akan lebih baik karena kalau dia terus menerus tunggal disini di ganggu terus oleh kamu dan anakmu," sindir sang suami dengan pandangan terlihat kesal.


Bu Wina hanya mendelik ke arah sang suami. Dia pun seakan kesal kepada sang suami karena terus menerus sang suami membela Alya seakan tidak perduli dengan dirinya.


____


Tiba-tiba Diana datang dari arah dalam kamar sambil memegang pipinya yang masih terasa sakit dan linu. Sang Bapak tatkala melihat sang anak meringis menahan sakit, dia seakan tidak peduli.


"Nak, kamu sudah agak mendingan badannya," sang Ibu nampak mengkhawatirkan anaknya itu.


Diana nampak diam dan duduk di kursi sofa. Kemudian dia mengambil air minum yang ada di atas meja. Diana melihat sang Bapak dengan ekor matanya yang tengah fokus tatapan matanya ke arahnya. Dalam hatinya berpikir pasti sang Bapak akan membicarakan sesuatu hal terhadap dirinya.


Eheem...


Deheman pun terdengar jelas di mulut sang Bapak dan Diana pun akhirnya bisa menebak kalau sang bapak akan bicara serius terhadap dirinya.


"Na, besok Fahmi dan Bapaknya akan datang berkunjung kesini dan Bapak berharap kamu harus bersikap ramah terhadap mereka," ucap sang Bapak.


____


DEGH.


Nampak Diana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Bapak. Dia pun berpikir pasti sang Bapak akan menjodohkan dia dengan Fahmi. Lelaki yang pernah di ceritakan dulu kepada dirinya.


"Untuk apa dia datang kesini. Pasti Bapak akan menjodohkan aku kan?" tanya Diana penuh selidik kepada sang Bapak.

__ADS_1


Sang Bapak pun menegaskan. Jika dia di jodohkan dengan Fahmi pasti sang anak tidak akan menggoda lagi Alex karena sudah ada pasangan. Sontak sang Ibu merasa tersinggung dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami karena sangat menyinggung perasaan sang anak.


Diana pun nampak menundukkan kepalanya dan raut mukanya terlihat kecewa karena tersindir oleh ucapan sang Bapak.


____


"Pak, kalau ngomong jangan menyinggung perasaan anakmu." ucap sang Ibu lekat ke kuping sang suami.


"Nyatanya juga kan begitu. Kamu juga sebagai Ibunya biar mikir dan jangan terus-terusan dukung anakmu untuk dekat dengan Alex." sindir sang Bapak.


Sang Ibu pun akhirnya nampak terdiam juga. Dia merasa tersindir dengan ucapan sang suami karena tidak bisa di pungkiri rasa ingin menjodohkan sang anak terhadap Alex begitu besar.


"Pokoknya kalian besok kalau ada Fahmi dan Bapaknya bersikap ramah. Dia lelaki mandiri dan baik. Bapak yakin kamu akan hidup senang kedepannya bersama dia. Dan satu lagi kamu tidak akan di cap pelakor kalau menikah dengan dia. Beda dengan kamu kalau menikah dengan Alex suaminya orang." sindir sang Bapak.


____


Sontak Bu Wina dan Diana mendongakkan pandangan mereka dan menatap lekat ke arah sang Bapak dengan pandangan sinis. Dalam hati mereka mungkin tidak terima jika ada kata pelakor.


"Kalau ngomong jaga mulutnya Pak!" sang istri menatap sinis ke arah sang suami.


Terlihat Diana menitikkan air mata karena dia seakan tidak terima kalau di sebut pelakor oleh Bapaknya sendiri. Sang Ibu pun seakan memahami kegundahan hati sang anak.


Sang Ibu Kemudian memeluk sang anak begitu erat sambil mengelus pundak sang anak dengan penuh kelembutan.


"Sabar Na, Ibu pun sebenarnya berharap besok kamu bersikap ramah kepada tamu Bapakmu," ucap sang Ibu.


Dengan cepat Diana menggelengkan kepalanya.Dia seakan enggan kalau di jodohkan dengan Fahmi.


"Kamu kan belum bertemu Fahmi. Siapa tahu setelah kamu bertemu nanti kamu ada rasa cinta terhadap dia," kembali sang Ibu membujuk.


____


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Diana pun hanya terdiam dan entah mengapa dia begitu menginginkan sosok Alex yang menjadi kekasih hatinya. Padahal jelas-jelas Alex sudah mempunyai seorang istri.


Rasa nyaman mungkin mengalahkan segalanya. Diana yang notabene usianya masih muda dan masih panjang perjalanan hidupnya seharusnya berpikir. Masih banyak diluar sana lelaki yang buat lebih nyaman terhadap dia selain Alex.


Nampaknya cinta telah membutakan segalanya. Hanya lelaki yang beristri yang ingin di pilih dia yaitu Alex.


Pikiran Diana berselancar mengingat kejadian demi kejadian kebersamaan dirinya Dengan Alex. Sangat penuh kenangan dan kehangatan. Diana hanya tersenyum hambar tatkala mengingat itu semua.


____


Diana pun berpikir semua itu hanya angan belaka yang tidak akan lagi dia dapatkan semuanya.


Diana menghembuskan nafas kasar.


Sang Ibu pun nampak melepaskan pelukannya dan menatap sang anak dengan lekat.


"Na, kamu yang sabar ya, Ibu tahu pasti kamu mencintai Alex. Tapi Ibu pun berpikir kembali jika kamu mencintainya dan sampai menjadi istri kedua. Rasanya sulit untuk hidup kedepannya. Pasti akan banyak persoalan yang akan kamu hadapi disana," ucap sang Ibu mencoba menenangkan hati anaknya.


Bulir putih pun lolos seketika di ujung mata Diana. Nampaknya hati dia sedang dihinggapi rasa gundah gulana dari cinta yang terlarang.


___


"Aku sudah jatuh hati kepada Mas Alex. Mengapa aku harus di pisahkan," gumam hati Diana.


Sang Ibu nampak menghapus air mata sang anak. Dia pun seakan tidak tega dengan tangisan sang anak yang mulai bercucuran membasahi hamparan pipinya.


Bu Wina pandangan matanya mengarah ke rumah Alya dan mendelik kesal. Entah apa yang tengah hinggap di pikiran Bu Wina namun dia nampak terlihat kesal ketika menatap rumah tetangganya itu dari arah jendela rumahnya.


Bu Wina berharap sang anak bisa mendapatkan Alex dan sangat mengharapkan kalau Alex bisa menjadi menantunya. Walaupun Alex sudah mempunyai istri.


Pikiran Bu Wina hanya ingin sang anak bisa menikah dengan Alex walau jadi istri kedua. Karena Alex di mata Bu Wina adalah sosok yang ideal untuk di jadikan sebagai menantu.


Tapi ternyata itu hanya angan belaka karena Alex tidak mudah di rayu kembali. Meskipun dia sudah menjebak Alex beberapa kali lewat anaknya Diana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2